Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia

Dibaca 955 orang
Font Size :
Table of Content

Sibuk

 
“Aku ingin mengetahui lebih lanjut tentang isi laporan ini. Tolong panggilkan siapa pun yang bertanggung jawab untuk ini.”
 
Aku mengarah ke tumpukan dokumen di mejaku.
 
“Yang di sini sudah dipuuskan. Kembalikan dokumendokumen ini ke berbagai departemen.”
 
Dan sekarang sudah waktunya untuk tumpukan di sebelahku… memikirkan kalau masih akan ada lebih banyak setelah Aku menyelesaikan sebanyak ini hampir cukup untuk membuatku menangis.
 
“Bagian itu perlu diedit. Ada terlalu banyak pemborosan yang tidak diperlukan. Jika bagian itu diperlukan, tolong catat alasanmu untuk mempertahankannya.”
 
Dan setelahnya ada lebih banyak lagi dokumen di sebelahku. Aku sudah bisa membayangkan orang-orang di departemen ini menundukkan kepala Mereka dalam kekecewaan… Orang-orang di departemen keuangan pasti mempunyai pendapat yang sama denganku.
 
“Jembatan di sana sudah cukup tua… dibandingkan dengan peralatan kami di sini, mungkin akan lebih baik untuk memperbaiki jembatan terlebih dahulu.”
 
…Dan itu hanya dua hari sebelumnya
 
Aku dikelilingi oleh beberapa tumpukan dokumen sejak pagi ketika Aku tiba di ruang kerja dan sudah mengurus Mereka perlahan-lahan.
 
Pada saat ini yang kuharapkan adalah kalau Aku bisa mempunyai klon, tapi pada saat yang sama–”Jika Kamu mempunyai waktu untuk berpikiran begitu, kenapa tidak menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja?”–Itulah caraku menyemangati diriku.
 
Bahkan jika Aku berhasil mengurangi muatan dokumen sedikit, Sebastian selalu membawa dokumen masuk lebih banyak. Jumlah totalnya tidak berkurang sama sekali.
 
Jika pada awalnya Aku meletakkan semua dokumen yang akan ditangani bersama, Mereka mungkin tidak akan muat di stadion sepak bola.
 
Bahkan Seseorang sepertiku akan merasakan motivasi dan energiku terkuras habis. Aku harus bersyukur untuk pelayanku, yang membawakan dokumen berdasarkan kelompoknya.
 
Meskipun Sebastian membuat wajah minta maaf ketika Dia membawa dokumendokumen itu, situasi ini tidak bisa dihindari karena sudah lama absen.
 
Berkat kerusuhan kali ini, semua rencana yang awalnya sudah kubuat harus ditunda secara signifikan, jadi Aku harus bekerja lebih keras sekarang.
 
Di Rumah besar, beberapa orang berhenti datang bekerja karena rumor yang menyebar tentangku. Tapi bahkan setelah Aku bertekad untuk tidak bersalah, Mereka tetap tidak datang kembali.
 
Jika Kamu bertanya apa yang ingin Aku katakan… yah, hanya saja Kita tidak mempunyai cukup banyak orang yang tersedia. Itu adalah masalah yang sangat serius. Aku berhutang banyak kepada pejabat wilayah yang entah bagaimana terus bekerja dalam keadaan seperti ini. Lebih penting lagi, Aku tidak ingin Mereka yang bekerja di garis depan dengan komitmen penuh untuk jatuh sakit karena kelelahan.
 
“Saat itu, sekitar tahun ketika daerah-daerah seharusnya laporan pajak mereka. Sebelumnya, Kita perlu menangani semua yang harus ditangani.”
 
Saat Aku mengatakan ini, ekspresi Sebastian berubah.
 
Tentu saja, ini tidak berarti sesuatu yang bagus. Justru sebaliknya, sebenarnya itu menandakan kesulitan kedepannya.
 
…Aku mengerti. Dengan jumlah orang yang Kita punyai saat ini, Kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banyak.
 
Meski begitu, laporan pajak sangat penting sehingga Kita bisa memahami keuntungan dan pendapatan masing-masing departemen dan daerah. Angka-angka itu penting dalam mengukur tren ekonomi masa depan di wilayah itu.
 

Jika keuntungannya tinggi, Kita bisa mengharapkan pengeluaran yang sesuai. Jika pendapatan pribadi bertambah, Kita bisa mengantisipasi bahwa orang akan bersantai ketika tiba waktunya untuk belanja; jika pendapatan guild pedagang tumbuh, Kita bisa mengharapkan Mereka menggunakan dana tersebut sebagai modal untuk membuka lebih banyak bisnis.TL Note: Guild: Serikat

 
Karena ini, Aku ingin benar-benar membaca laporan pajak sehingga Aku bisa menggunakannya di masa depan.
 
…Tapi dalam situasi seperti ini, Aku tidak bisa melakukannya. Aku harus mencari cara untuk mengatasi masalah ini dengan cepat.
 
Gores, gores… suara pensil yang menggores kertas bergema di seluruh ruangan.
 
“…Sudah waktunya untuk istirahat, nona.”
 
Tanya mengatakannya dengan khawatir.
 
…Ah, sudah larut? Aku melihat ke luar jendela. Matahari sudah mulai tenggelam.
 
“…Hei, Tanya, Aku punya tugas yang butuh bantuanmu.”
 
“Tolong beri tahu Saya apa pun yang bisa Saya bantu.”
 
“Tolong buatkan daftar personil yang tersisa karena keributan. Jika bisa Kita juga mengumpulkan apa yang orang lain di sekitar Mereka pikirkan tentang Mereka dan lingkaran sosial Mereka. Aku akan sangat berterima kasih.”
 
“Aku mengerti.”
 
“Lalu, Seperti yang Kamu sarankan, Aku akan beristirahat. Tunggu, bantu Aku memanggil Sebastian.”
 
Tanya menunduk dan meninggalkan ruangan.
 
Setelah itu, Aku menikmati teh yang sudah disiapkan Tanya untukku saat Aku sedang menikmati istirahatku. Pada saat yang sama, Aku sedang membaca surat yang dikirim oleh Keluarga Anderson, pasangan utama.
 
Dengan kata lain, bibi dan pamanku.
 
Keluarga Armenia dan Anderson sudah mempunyai hubungan yang dalam dengan satu sama lain untuk waktu yang lama–sejak generasi Kakekku.
 
Kakekku dan Andersons juga saling peduli. Karena seluruh perkara Akademi dan kerusuhan Mereka selalu bertanya kepadaku setelahnya.
 
Meskipun wilayah keluarga Anderson secara teknis dekat dengan sisi barat keluarga Armenia, ada pegunungan dan tebing yang curam memisahkan Kami. Jika Kami ingin mengunjungi satu sama lain, Kami harus mengambil rute laut. diluar pemikiran itu, Kami berdua sama-sama sibuk, jadi Kami akhirnya menggunakan surat untuk berkomunikasi satu sama lain.
 
Setelah Aku membaca suratnya, Aku akan mulai bekerja lagi ketika Sebastian masuk.
 
“Aku berpikir sudah waktunya untuk Nona untuk memulai bekerja lagi…”
 
“Tepat pada waktunya, Sebastian. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”
 
“Apakah itu?”
 
“Aku percaya kamu sudah merekrut pekerja sementara dengan keterampilan yang lumayan di guild pedagang?”
 
Itulah cara Dean datang bekerja di sini. Meskipun bukanlah hal yang besar, Dia juga membantu perhitungan dengan sangat detail, mengatur dokumen, dan sebagainya. Orang-orang direkrut untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak bantuan.
 
“Ya.”
 
“Bagaimana proses rekrutmennya?”
“…Tidak ada yang ideal. Saat ini Kami sedang sibuk. Di tempat lain juga merekrut juga, banyak di antaranya dapat menawarkan gaji yang lebih baik. Selain itu, Kami tidak bisa mempekerjakan orang di sini.”
 
“Aku mengerti…”
 
Aku menghela nafas.
 
“…Tentang itu, Sebastian. Aku punya saran.”
 
“Apakah itu?”
 
“Bagaimana kalau merekrut beberapa orang dari siswa dari Akademi progam kepemimpinan pejabat?*”
 
Mendengar saranku, mata Sebastian melebar.
 
“Inti dari pekerjaan Mereka adalah berbagai tugas yang berbeda-beda. Meskipun Mereka siswa, jika Mereka mengambil kelas itu di Akademi, maka Mereka pasti bisa melakukan pekerjaan itu. Ini akan sangat membantu kita, dengan melihat betapa sibuknya dan itu akan memberi siswa kesempatan untuk belajar tentang bekerja di lingkungan kerja yang nyata.”
 
“Ya… Ini adalah saran yang bagus. Saya akan pergi menyelidikinya di Akademi.”
 
“Kalau begitu ambil ini.”
 
Aku menyerahkan surat untuk Presiden kepada Sebastian. Kita perlu menggunakan gelarku sebanyak mungkin
 
“Jika Dia setuju, maka bisakah Aku membiarkanmu sisanya dari negosiasi juga?”
 
“Tentu saja.”
 

“Kalau begitu Aku akan menyerahkan tugas ini kepadamu, Sebastian. Terima kasih.”“Ya, Nona.”

 
***
tags: baca novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia, web novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia, light novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia, novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia, baca Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia 111, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia 111 manga, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia 111 online, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia 111 bab, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia 111 chapter, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia 111 high quality, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 111 Bahasa Indonesia 111 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of