Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 67 Bahasa Indonesia

Dibaca 740 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir
Ah, maaf kalau saya jarang update. Karena sibuk dengan kehidupan saya di dunia nyata untuk fokus ke tujuan hidup dan bahkan bentar lagi saya Prakerin/PKL yg dilaksanakan di minggu liburan semester saya 🙁 
 

jadi mohon maaf kalau jarang update. selagi saya tidak update, saya selalu mempelajari kata-kata dan grammar inggris agar hasil terjemahan saya semakin baik.*Chapter pendek

Silahkan membaca~

Translator: Pemalas (Inzero)
Editor: Pemalas

 

Pengejaran



“Pastor Ralph. Jika Anda yang bertanggung jawab atas penyelidikan ini, maka saya tidak memiliki kekhawatiran. Namun, Saya ingin Anda menyelidiki satu perkara lagi.” (Iris)



“Apakah itu?” (Ralph)



“Arus pemasukan dan pengeluaran dana kas.” (Iris)



“Jika yang Anda maksud apa yang Ibukota peroleh dari penjualan kapel di Armelia, yang akan digunakan dikemudian hari, Saya sudah merencanakan untuk menyelidiki tersebut.” (Ralph)



“Memang benar, tetapi ada aspek dari dana tersebut yang saya khawatirkan.” (Iris)



“Dana yang diperoleh dari penjualan itu sangat besar, dan selain itu Gereja menerima banyak donasi dari dari bangsawan di seluruh kerajaan. Mengingat jumlah uang yang seharusnya dimiliki Gereja, Saya terkejut mendengar bahwa Gereja memohon ibu Saya untuk menghadiri acara mereka agar bisa mendapatkan donasi lebih banyak. Tingkat keputusasaan tersebut menyiratkan kurangnya dana atau mungkin sesuatu yang lebih tersembunyi, Tidakkah Anda Setuju?” (Iris)



“Itu…” (Ralph)



“Jika Anda berencana untuk penyelidikan penuh perkara ini dan benar-benar mendapatkan kepercayaan masyarakat kembali, maka mohon pertimbangkan untuk mengadopsi kebijakan keterbukaan lengkap. Sebagai anggota keluarga Armelia, Saya tidak menolak untuk berdonasi ke Gereja. Ibu Saya tentu akan membantu, dengan itu sekarang bahwa ketidakbersalahan saya telah terbukti. Namun, jika Gereja tetap menyembunyikan fakta dan informasi penting bahkan setelah kejadian perkara ini, maka kejadian ini akan terulangi dengan dirinya sendiri di wilayah lain, negara lain atau sebaliknya. Bagaimana mungkin kerahasiaan yang terus dilakukan dapat dianggap sebagai penebusan atas apa yang telah terjadi?” (Iris)



Investigasi/Penyelidikan penuh mengacu pada pencarian atau pemeriksaan yang cermat dengan suatu intensi untuk menemukan fakta. Ini mungkin termasuk pemeriksaan saksi, pemeriksaan forensik dan investigasi catatan keuangan.

“Saya mengerti kekhawatiranmu, Nona Iris.” (Ralph)


Pastor Ralph terlihat terkejut dengan usulanku. Aku ingin tahu apa dia berpikir aku tidak akan membawa hal seperti itu atau kalau mungkin ini tidak dibahas di ‘pertemuan’ yang dia temui dengan orang tertentu. Entah bagaimana, itu tidak akan ada akibatnya padaku, karena aku tidak punya niat untuk menahan pendapatku.

“Saya telah belajar banyak hal ketika menjalankan Konglomerat Azura. Untuk lebih rincinya, Saya melihat sesuatu tentang arus dana kas di antara catatan konglomerat saya. Tuan Wilmotz, berapa pendapatan tahunan Anda?” (Iris)


“Bertanya hal seperti itu dari seorang hamba Tuhan… Betapa tidak pantasnya seorang bangsawan…!” (Paus)


“Saya juga tidak ingin menanyakan hal seperti itu. Namun, Saya menanyakannya karena pertanyaan ini berkaitan dengan perkara ini. Catatan yang kami miliki di Konglomerat Azura menunjukkan jumlah barang yang Anda beli dari perusahaan saya setara dengan jumlah barang yang dibeli oleh bangsawan berkedudukan tinggi. Apakah gaji Paus sangat besar? Bagaimana hal seperti itu mungkin? Pastor Ralph.” (Iris)

“Tidak. Hal seperti itu seharusnya tidak mungkin.” (Ralph)


“Yah… Lalu, Paus Wilmotz, darimana Anda memperoleh dana yang dibutuhkan?” (Iris)


“!! B-betapa lancangnya! Menyatakan bahwa Saya telah mencuri dari orang-orang…! Saya tidak pernah melakukan hal semacam itu!” (Paus)


Aku tidak mengatakan dia mengambil uang dari orang-orang secara langsung. Tapi, itu menjadi jelas bagi para bangsawan lainnya berdasarkan kata-kata dan reaksi sang Paus.


“Saya tidak dapat membuktikan bahwa Anda telah menggelapkan uang dari bukti yang ada saat ini, itulah mengapa saya meminta agar Pastor Ralph memasukkan perkara ini dalam penyelidikannya. Pastor Ralph, dapatkah Anda melakukan penyelidikan penuh tentang perkara ini juga?” (Iris)


“Saya akan melakukannya dengan segenap kekuatan saya.” (Ralph)


“Apakah ada penyelidikan lain lagi yang ingin kamu adakan, Iris Lana Armelia?” (Ibunda Ratu)


“Tidak. Itu saja, Yang Mulia.” (Iris)


Aku membungkuk kepada sang ratu dan mundur.


“Baiklah jika begitu. Kita sekarang akan mengawasi semua pastor Gereja. Para Kardinal dan Paus Wilmotz dengan ini akan berada dalam tahanan rumah sampai penyelidikan berakhir.” (Ibunda Ratu)


“…” (Paus)


Paus terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi pada akhirnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Aku sudah memperkirakan dia menyajikan bukti yang bisa membatalkan keputusan, dan sehingga menyiapkan kartu truf lain. Tapi, sepertinya aku tidak perlu menggunakannya. Aku dipenuhi kekhawatiran, karena aku tidak mempekirakan ini akan berakhir  dengan lancar. Rasanya seolah ini berjalan terlalu mulus…


Tapi, Aku berhasil membuat Paus Wilmotz dan Gereja menjadi sasaran penyelidikan;Aku sudah memenuhi semua tujuanku.


Dengan demikian, penyelidikan berakhir.

* * *
tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 67, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 67 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 67 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 67 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 67 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 67 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 67 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 52 Bahasa Indonesia

Dibaca 392 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Awal Baru dan Reuni



…Dan setelah itu, kami akhirnya tiba di wilayah. Tentu Kami merasa rindu setelah pergi lama dari wilayah, tapi setelah mencapai tujuan tanpa insiden lebih lanjut benar-benar membanjiri hati Kami dengan perasaan lega.


“Selamat datang, Nona.”


Dipimpin oleh Sebastian dan Sei, setiap pelayan yang tinggal di wilayah ini juga muncul untuk menyambut kami.


“Kami mengetahui apa yang terjadi selama perjalanan. Mohon habiskan waktu Anda untuk beristirahat dan menikmati tidur malam dengan baik.


“Terima kasih, Sebastian. Semua orang juga, terima kasih atas penyambutan kalian.”


Aku mengambil saran Sebastian tanpa menundanya. Mungkin karena tekanan terus menerus di sepanjang jalan, Aku benar-benar sangat kelelahan. Sekarang pikiranku sudah tenang, sepertnya beban pikiran itu terangkat sekaligus.


Aku menuju ke kamarku sambil dikawal oleh Sebastian. Saat masuk, Aku mandi, lalu berganti pakaian yang lebih nyaman. Setelah beristirahat di kursi, Aku meminum teh herbal yang disiapkan oleh Tanya.


“Ini hari yang panjang untukmu, Tanya. Silahkan beristirahat sekarang. Aku akan segera tidur.”


“Seperti yang Anda Inginkan.”


Seperti yang diduga, Tanya juga kelelahan, oleh karena itu dia dengan senang hati menerima saranku dan kembali ke kamarnya.


Fiuh… Mengeluarkan napas, tubuhku bergetar saat Aku memeluk diriku sendiri… Sejujurnya itu menakutkan. Meskipun Aku tidak harus menghadapi penyerang secara langsung, terima kasih untuk semua orang… Karena mengingatkan kenyataan bahwa hidupku ditargetkan, bahkan sekarang masih membuat darahku menjadi dingin.


Meski begitu, hanya karena itu menakutkan bukan berarti Aku takut untuk bergerak, dan itu akan menjadi bodoh kalau Aku melarikan diri dari ini. Aku perlu mencari tahu tentang asal-usul penjahat-penjahat itu dengan secepatnya, dan nanti ada banyak hal untuk dipelajari dari situ.”


Tapi untuk hari ini, Aku harus beristirahat sepenuhnya… dan dengan setelahnya, Aku tertidur nyenyak dengan cepat setelah berbaring di tempat tidur.


Keesokan paginya, Aku bangun pada waktu yang biasa. Tidur nyenyak kemarin malam, Aku pikir Aku akan bangun lebih awal di pagi hari… Yah, Aku ingin tahu apa Aku sudah terlalu lelah kemarin. Berkat itu, Aku merasa sangat segar sekarang.


Rutinitas pagi yang sempurna dimulai dengan Aku berlatih yoga, mandi lalu mengenakan pakaian yang pantas. dan akhirnya Aku pergi ke ruang makan, rindu dengan makanan wilayah sendiri setelah cukup lama pergi dari wilayah.


“…Iris-sama!”


Rime masuk saat aku menikmati sedang minum teh setelah makan siang. Meskipun dia muncul untuk menyambutku pulang kemarin, Kami tidak saling berbicara sama sekali jadi agak sentimentil melihatnya kali ini.


“Ah, Rime. Ada apa?”


“Ada apa, apa yang Anda katakan!? Saya khawatir sampai mati! Syukurlah Anda selamat setelah apa yang terjadi.”


“Terima kasih atas perhatianmu kepadaku. Seperti yang Rime lihat, Aku baik-baik saja sekarang, jadi tolong jangan menangis seperti itu.”


“Namun…”


Sambil mendengus terus-meneus, air matanya tidak akan berhenti mengalir di pipinya. Entah bagaimana itu mengingatkan kembali ingatan… Rime juga menangis histeris seperti ini terakhir kali Aku pulang ke rumah setelah pertunanganku dengan Ed-sama dibatalkan.


“Aku sangat menyesal sudah membuatmu begitu khawatir, Rime. Kamu bisa berhenti menangis sekarang… Jika kamu tenang, kita akan berbicara banyak hal nanti, oke?”


“O-Oke…”


…Itu benar, tenanglah… Itu bukan hanya Rime saja yang mempunyai perasaan itu disini.


“…Nona.”


“Uhm, Sebastian. Aku akan mulai bekerja setelah ini. Meskipun Aku sudah menerima laporanmu melalui surat, Tolong berikan Aku laporan masing-masing departemen. Aku juga ingin bertemu dengan orang yang bertanggung jawab, jika diperlukan.


Prioritas utama adalah memahami situasi saat ini dan juga penyelesaian dokumen yang menumpuk saat Aku tidak ada di sini. Sekarang Aku sudah kembali ke wilayah, inilah yang kulakukan untuk sementara waktu. Setelah memasuki ruang kerja, apa yang di depanku adalah segunung dokumen yang sudah di golongkan diletakkan di atas meja.


“Yah, Aku akan menghabiskan waktuku untuk membaca dokumen terlebih dahulu. Tolong datang ketika Aku memanggil.”


“Seperti yang Anda Inginkan.”


“Dan Juga, tolong panggilkan Ryle dan Dida untukku juga.”


Penjahat-penjahat yang kemarin harus diselidiki, dan karena prosesnya akan memakan waktu, Aku sebaiknya mengeluarkan intruksi lebih awal.


Aku mulai mengerjakan dokumen-dokumen setelah Sebastian meninggalkan ruangan… Aku ingin tahu…, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan semua pemeriksaan, tepat ketika Aku melamun beberapa saat, seseorang mengetuk pintu.


“Silahkan Masuk.”


Aku mengharapkan Ryle dan Dida muncul, tapi yang datang ternyata adalah Dean.

“Dean!”


Aku agak terkejut dengan munculnya pengunjung yang tak terduga.


“Sudah lama, Nona.”


“Tentu saja… Selama Aku berada di Ibukota Kerajaan, Kamu pasti ada di sini kadang-kadang, sepertinya? Terima kasih banyak, Dean.”


“Dengan senang hati. Terlepas dari itu, Saya telah mendengar beritanya. Apakah benar Anda diserang dalam perjalanan pulang?”


“…Ya. Tapi darimana kamu mendengarnya…?”


Jangan bilang rumor sudah menyebar ke seluruh penjuru wilayah… Aku bertanya pada Dean karena penasaran.


“Hal itu sudah menjadi pembicaraan di kota baru-baru ini. Nona kembali dengan selamat adalah hal yang baik untuk diketahui.”


Oleh karena itu, Aku sedikit lega setelah mendengar jawabannya.


“Terima kasih kepada para anggota penjaga. Kami sudah berhasil selamat entah bagaimana… Ngomong-ngomong, Aku punya beberapa pertanyaan untukmu Dean…”


“Tidak masalah. Karena Saya ingin melaporkan beberapa hal juga, tanpa basa-basi lagi mari Kita mengarah ke bisnis.”


Salam singkat kami berakhir. Aku bertanya kepada Dean tentang beberapa poin tidak jelas yang muncul dari apa yang sudah kubaca sejauh ini. Kelihatannya saat Aku tidak di sini, Dean dan Sebastian bersama-sama bertanggung jawab untuk menjalankan bisnisnya, jadi Aku merasa benar-benar bersyukur kepadanya untuk berhenti pada waktu ini.


“…Jadi, proyek penyesuaian kembali tanah di ibukota wilayah sudah selesai. Mengenai daftar keluargam Kami telah selesai menyusun setiap lingkungan di dalam perbatasan wilayah, jadi yang tersisa hanyalah biaya kepemilikan lahan di luar ibukota wilayah.”


Ini adalah penetapan kemajuan dari pekerjaan yang dilakukan sebelum Aku menuju ke Ibukota Kerajaan. Kepemilikan lahan adalah konsep sederhana di Ibukota wilayah, karena mempunyai sejumlah besar bidang tanah pemukiman di sini. Bertukar kontrak standar saat melakukan transaksi perumahan sudah lama menjadi praktik umum. Tapi, jika seseorang harus berurusan dengan lahan di luar Ibukota Wilayah, kenyamanan seperti itu akan berkurang. Bukan hal yang aneh bagi daerah-daerah pedesaan untuk tidak mempunyai rincian lokasi dan kepemilikan tanah.


“Tepat. Untuk tujuan klarifikasi, wilayah timur hampir selesai. Adapun wilayah selatan… Khususnya desa penghasil coklat. karena kepemilikan tanah mereka sudah diselesaikan saat mereka menandatangani kontrak dengan Konglomerat Azura, ini hanya memakan waktu sedikit lebih lama… Masalahnya adalah wilayah barat dan utara.”


“Hmm… Pada kecepatan ini, tidak ada pilihan selain pergi dan berbicara dengan warga di daerah-daerah itu sesegera mungkin.”


“Ya. Saat ini, departemen urusan public menempatkan prioritas tertinggi mereka pada tugas tersebut. Pada saat yang sama, mereka juga melakukan penciptaan sertifikasi residensi di Ibukota Wilayah.”


“Aku mengerti. Silahkan lanjutkan seperti yang direncanakan mulai sekarang.”


Ketika Aku kembali ke gunung dokumen, ada ketukan lain di pintu.”


“Permisi.”


Yang memasuki ruang kerja kali ini adalah Ryle dan Dida.


“Kami minta maaf karena terlambat.”


“Tidak apa-apa, kalian berdua… Baiklah Dean, Aku minta maaf bisakah kamu mundur untuk sementara waktu?.”


Isi dari percakapan ini bukan sesuatu yang bahkan Dean diijinkan untuk ambil bagian.


“Tidak masalah. Sementara itu, Saya akan melanjutkan tugas seperti yang dibahas dengan Nona sebelumnya hari ini.”


Dean dengan cepat keluar dari ruangan.

* * *
 

Yah… Mulai dari sekarang Saya berusaha untuk mengejar ketinggalan Saya, karena Source WN ini sudah sampai di chapter 112. Target saya sampai di chapter 110 sebelum akhir bulan ini. Semoga berhasil hehehe.

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 52, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 52 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 52 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 52 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 52 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 52 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 52 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of