Common Sense Of A Duke’s Daughter Bab 46

Dibaca 636 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Side Story: Sesaat Sebelum Dimulainya Pesta Malam

Maaf kalau telat update, kemarin Indihome Saya bermasalah 🙁

 

*Bab ini ditulis dalam sudut pandang Dida.

“…Ahhh. Kenapa Kita juga harus berpartisipasi dalam hal seperti itu.”

Saat Aku menegeluh, Ryle yang duduk di sampingku tiba-tiba mengerutkan alisnya setelah mendengar kata-kataku.

“Tidak ada pilihan, Dida. Ini adalah permintaa dari Master[Shishou].”

“Walaupun begitu, pelatihan yang dilakukan hari ini tidak ada hubungannya dengan Kita, kan?”

Pelatihan hari ini adalah pertarungan pura-pura antara Militer dan Kesatria.Perwakilan dari masing-masing pihak akan bersaing untuk kemenangan atau kekalahan. Walaupun sama sekali tidak terkait dengan acara tersebut, Tuan Gazelle memaksa Kami untuk menghadirinya.

Karena Nyonya Muda akan menghadiri Pesta malam yang diselenggarakan oleh Baron Messi, Aku ingin menemaninya di sana. Yah, karena itu adalah kediaman Baron Messi, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan, dan juga, Para penjaga dilatih langsung oleh Master dikhususkan untuk Nyonya Muda, jadi tidak perlu khawatir.

Dalam skenario hal yang buruk, Tanya juga akan ada di sana. …Aku yakin Aku bukan satu-satunya Orang yang ingin tahu apa yang terjadi pada Tanya akhir-akhir ini. Dalam hal apapun, Jika Aku diberi pilihan apakah Aku ingin pergi ke tempat Pesta atau tempat dengan sekumpulan Pria kekar berkeringat, Aku akan memilih yang pertama.

“Walaupun tidak ada hubungannya dengan kita, ini adalah kesempatan yang bagus untuk memeriksa kekuatan Militer dan Ordo Kesatria. Karena ini adalah kesempatan yang bagus, jangan disia-siakan.”

“Aku rasa itu bagus dengan caranya sendiri juga, Kita tidak perlu melakukan apapun kali ini. Tidak ada kesalahan yang membuatku merekasa tertekan.”

Kita bisa menggunakan pertempuan pura-pura ini sebagai alasan untuk melepaskan unek-unek. Dan juga, hubungan antara Ordo Kesatria dan Militer sangat buruk~ Militer memandang Ordo Kesatria sebagai “Orang-orang yang tidak mempunyai pengalaman Perang,” sedangkan Ordo Kesatria memandang Militer sebagai “Orang-orang yang tidak tahu bagaimana untuk cara berpikir dan hanya tahu bagaimana menggerakkan tubuh Mereka.” Tapi menurutku, kedua belah pihak sama~
Karena alasan itu, Mereka sesekali mengadakan pertempuran pura-pura untuk bersaing satu sama lain.

Tapi sepertinya pertempuran pura-pura ini bisa tercapai karena Master yang dianggap sangat baik oleh Militer dan Ordo Kesatria. Sedangkan Master, Dia mungkin ingin pergi ke Pesta Malam yang diselenggarakan oleh Baron Messi, yang dulunya bawahan dan orang kepercayaannya, tapi karena suasana aneh diantara Militer dan Ordo Kesatira, Dia dengan enggan memutuskan untuk menghadiri pertempuran pura-pura atau begitulah kelihatannya.
Baron Messi, Bergelar Baron, mempunyai tugas penting dan jadwalnya hanya mengizinkannya untuk mengadakan Pesta Malam hari ini sebelum meninggalkan Royal City. Hmmm, walaupun Aku bersimpati dengan Master karena kemalangannya, tapi Aku berharap Dia tidak perlu menyeret kami ke dalamnya juga. Selain itu, hanya untuk mengamati pertepuran pura-pura antara Militer dan Ordo Kesatria? Kelihatannya membosankan.Di kompleks pelatihan di dalam Istana Kerajaan, Orang-orang dari Ordo Kesatria dan Militer berkumpul. Atau lebih tepatnya, sebelum Master tiba.

Karena Kami yang tidak terkait dengan acara itu ada disitu, Orang-orang dari Ordo Kesatria dan Militer memandang kami dengan curiga. …Ah, Aku ingin pulang.

“Oh, Kalian juga sudah datang.”

Guru memanggil Kami dari belakang. Saat Master datang, semua orang menghadap ke Master. Seperti yang diharapkan dari Master.

“Jenderal Gazelle, Permisi untuk bertanya, Mereka adalah…”

“Mereka adalah muridku. Karena Mereka kebetulan tinggal di Royal City saat ini, Aku meminta Mereka untuk datang.”

“Murid Jenderal Gazelle…”

Berkat kata-kata Master, Cara Mereka memandang Kami berubah dibandingkan sebelumnya. Provokatif… Tidak, dengan tatapan tajam itu, Mereka mencoba untuk memahami Kami? Master sangat populer. Yah, sepertinya ada banyak Orang yang ingin menjalani pelatihan Master, tapi belum ada kesempatan untuk menerima pelajaran pribadi darinya. Dan itu mungkin alasannya mengapa Mereka melihat kami seperti itu.

“Sekarang, mari Kita mulai, Kapten Ordo Kesatria.”

“Ya. Saya akan berhutang pada Anda, Jenderal Gazelle.”

Kapten dari Ordo Kesatria… Kalau Aku ingat-ingat, Dia adalah Druna Katabelia? Hmmm, Putra Orang ini pergi ke akademi yang sama dengan Nyonya Muda.

Setelah itu, pertarungan 1 lawan 1 dimulai. Sejak Orang-orang yang sudah muncul sejauh ini sudah dipilih secara khusus, pertarungan itu pantas ditonton. Kemampuan Ordo Kesatria dan Militer hampir sama. Tapi, beberapa kesatria elit yang dipilih terkejut bahwa Orang-orang dari militer mampu bersaing.

Setelah empat pertarungan, pertarungan selanjutnya adalah yang terakhir. Dari Ordo Kesatria, Putra dari Kapten Ordo Kesatria muncul sebagai perwakilan. Dan seseorang dari militer juga melangkah maju.

“Tolong tunggu sebentar!”

Ketika pertarungan akan dimulai, suara Master sepertinya memotong atmosfer.

“Untuk pertarungan terakhir ini, bisakah Kita menjadikannya 2 lawan 2?”

Setelah mendengar permintaan Master, tanda tanya muncul di kepala semua orang.

“Benar! Orang-orang yang akan berpatisipasi, bisakah Kalian berpasangan satu sama lain dan bersaing dengan murid-muridku?”

Dengan perubahan situasi yang tiba-tiba, Aku secara tidak sadar mengatakan “Huh?” dengan heran. Sedangkan Ryle yang berada di sampingku, Apa dia menduganya atau terkejut, Dia biasa saja.

“Melawan murid Jenderal Gazelle… Kedengarannya menarik.”

Tiba-tiba, Orang dari militer segera naik. Tunggu, tunggu, tujuan dari pertarungan pura-pura ini adalah untuk menyelesaikan perselisihan antara Ordo Kesatria dan Militer, kan? Saat ini, kedua belah pihak berada pada kebuntuan dengan dua kemenangan dan dua kekalahan. Penonton juga mengeluarkan suara gemuruh untuk mendrorong perubahan.

Kapten Ordo Kesatria dan putranya juga memberikan persetujuan Mereka. …Ahh~ahh, Jalan mundur sudah terputus.

“… Ayo pergi, Dida.”

“Ok.”

Ryle dengan tenang berdiri dan berjalan menuju lapangan kompetisi. Sedangkan, Aku tak berdaya mengikutinya.

***

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 46, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 46 manga, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 46 online, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 46 bab, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 46 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 46 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 46 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!