Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia

Dibaca 656 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan
Pengen novel yang kamu sukai disini diprioritaskan? beri komentarmu disini: Halaman Request

Hasil Pertarungan



“…Sekarang, pertarungan dimulai!”



Aku segera bergerak setelah Aku mendengar sinyal dari Wasit, dan Aku mengayunkan pedangku dengan semua kekuatanku pada Pria bernama Ryle. Ketika Aku melihat orang dari Militer yang awalnya adalah lawanku, Aku juga melihat Dia mengarahkan pedangnya pada Pria bernama Dida. Dalam sekejap, Kami berdua bersepakat bahwa Kami tidak bisa berkejar sama satu sama lain dan harus menjadikannya sebagai pertarungan satu lawan satu.



Sedangkan Ryle, Dia menerima serangan dari pedangku. Clang, suara pedang yang saling menyerang satu sama lain bergema disekitarnya. Seiring berjalannya waktu, bahkan ketika Aku mengeluarkan semua kekuatanku, Dia masih tidak bergerak sedikitpun. Aku mulai merasa jengkel ketika Aku merasakan rasa cuek dari dirinya dengan ekspresi tenang.



…Jika ini terus berlanjut, Aku tidak akan bisa menyerang. Sambil merasa seperti itu, Aku mundur sejenak sebelum meneruskan seranganku. Tepat ketika Aku berpikir pedangku akan diterbangkan, Aku dilanda serangan beruntun. Dengan pukulan berat satu demi satu, yang bisa kulakukan hanyalah berkonsentrasi untuk melindungi diriku sendiri. 



“…Kuh”



Tapi, dalam situasi itu, Aku mencoba mencari celah untuk keluar, tapi Aku tidak bisa menemukannya. Meskipun Aku terus-menerus diserang, Aku tidak bisa mempunyai kesempatan untuk melawannya. …Sudah lama sekali sejak Aku diserang secara sepihak. Sampai sekarang, Aku dibesarkan di lingkungan di mana Aku bisa mengalahkan lawan-lawan yang mempunyai usia yang sama denganku.



Bahkan setelah Aku bergabung Dengan Ordo Ksatria, Aku juga tidak tau bagaimana bisa lulus. …Tapi. Sekarang, Aku hanya bisa melakukan yang terbaik untuk mengikuti situasi saat ini. Lawan masih terlihat tenang dan sabar. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan jalan untuk menang. Sejujurnya, Aku terkejut dengan perbedaan Kami dalam hal kemampuan.


Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia

Cla-clang. Di sudut mataku, Aku melihat pedang berputar di udara. …Pertandingan antara Dida dan Orang dari Militer sepertinya sudah berakhir. Pemenangnya adalah Dida. Pada saat yang sama, Kekuatan Ryle yang dikeluarkan ke serangan pedangnya menjadi lebih kuat. Seperti yang Kuduga, Dia menahan diri sebelumnya. Sama seperti tadi, Aku kewalahan oleh serangannya, dan pedangku juga berputar di udara.


Aku kalah… Saat Aku mencoba mengatakan bahwa Aku menyerah, tapi sebelum Aku mengatakannya, Aku melihat Ryle berlari ke arahku dengan pedangnya tanpa tanda-tanda berhenti.



“Ap—…”



Biasanya, ketika lawannya sudah terlucuti, Dia akan berhenti menyerang! Tapi sebelum Aku bisa mengatakan apapun untuk membalasnya, Aku menggunakan semua kekuatanku yang tersisa untuk menghindari serangannya. Meskipun serangannya sudah sangat kuat, Kecepatan macam apa ini…



“Hentikan seranganmu! Pertarungan telah barakhir.”



Setelah mendengar kata-kata dari Wasit, Ryle menghentingan serangan pedangnya. Pedangnya hanya berjarak beberapa inci dari tenggorokanku ketika Wasit menyuruh berhenti; Aku terselamatkan…



“…”



Dengan ekspresi tidak puas, Ryle perlahan menurunkan pedangnya. Akhirnya, Aku melepaskan nafas yang sedang kutahan.



“…Kalian berdua, kenapa Kalian Berdua bukan bagian dari Ordo Ksatria atau Militer?”



Aku lega bahwa Aku tidak harus menghadapi serangan terakhirnya. Di sisi lain, Aku bertanya sesuatu kepada Mereka yang membuatku menarik. Karena jika itu Mereka, Mereka akan disambut baik oleh kedua belah pihak. Tapi, Aku belum pernah mendengar nama Mereka sebelumnya.


“Karena Kami mempunyai Master yang harus Kami layani.”



“Tapi… dengan kekautan yang Kamu punyai…”

 

 

“Tidak ada kata ‘tapi’ tentang hal itu. Aku tidak pernah berpikir ingin melayani Negara. Selama Aku bisa melindungi Putri, itu sudah lebih dari cukup.”





“…Dida. Kau tidak perlu mengatakan apapun kepada Orang ini… Dan juga, Kau tidak perlu mengatakan di tempat ini.”


Mendengar perkataan Dida. Ryle meletakkan tangannya di dahinya dan menghela nafas.



“Tapi, Ryle. Apa Kau merasakan hal yang sama? Apa Kerajaan pernah melakukan sesuatu untuk Kita? Putrilah yang menolong kita.”


“…Tentang itu, Kau benar.”


“Dan untuk alasannya, entah itu Ordo Ksatria atau Militer, Kami tidak mempunyai niat untuk bergabung dengan Mereka.”


Setelah Mereka berdua mengatakan itu, Mereka berjalan keluar dari arena. Sebagai gantinya, Jenderal Gazelle berdiri di arena dan menghadapi Ordo Ksatria dan Militer.


“Tuan-tuan, Kalian semua sudah bekerja keras! Mari Kita mengesampingkan konflik dan melakukan percakapan yang menyenangkan, dan minum bersama.”


Kata-kata Jenderal Gazelle akhirnya mengakhiri pertempuran pura-pura.


Semuanya sekali lagi menjadi semangat, dan karena Aku ingin membersihkan keringat yang Aku keluarkan, Aku pergi ke air mancur didekat tempat latihan.

***
 
“Terima kasih atas kerja kerasnya.”
 
Seseorang menepuk bahuku, dan ketika Aku berbalik untuk melihat ke belakang, Aku melihat senpai. Karena Senpai adalah orang yang paling dekat denganku diantara orang tua, Dia adalah orang yang sering menjagaku.
 
“Kamu sangat mengesankan selama pertarungan sebelumnya.”
 
“…Tidak sama sekali. Aku bahkan tidak bisa mengganggap diriku setara dengan Mereka.”
 
“Yah, itu wajar saja. Jika Kita berbicara tentang orang-orang yang bisa menahan serangan pedang dari Mereka berdua, Orang-orang harus berada di tingkat Jenderal Gazelle dan Kapten Kesatria Malcolm.”
 
Berbicara tentang Kapten Malcolm, Dia adalah Kartu As dari semua Kartu As Ordo Ksatria. Dan bagi mereka untuk Bertarung setara melawan Orang seperti itu, seperti yang diduga dari Murid Jenderal Gazelle.
 
“Sungguh, kenapa Mereka berdua tidak ada yang mau tinggal di Royal City. Entah itu Ordo Ksatria atau Militer, Aku yakin Mereka akan disambut dengan baik.”
 
“Bukankah Mereka berdua sudah menjelaskan alasan Mereka sebelumnya.”
 
“Tapi…”
 
“Aku merasa takut setengah mati padamu ketika Kamu menanyainya tadi. Kedua Orang itu, jika Kamu terus bertanya pada Mereka, Mereka akan menarik pedang mereka.”
 
“Tidak mungkin…”
 
Berpikir bahwa Senpai sedang bercanda, tapi melihat ekspresinya, tidak terlihat seperti itu.
 
“Seperti yang Kamu katakan, baik Ordo Ksatria dan Militer mencoba mengajak Mereka berdua. Tapi, Mereka dengan terpaksa menolak tawaran itu. Karena para pengintai terlalu gigih. akhirnya menjadi duel. Master mereka dihina. mendengar kata-kata yang dikatakan oleh pengintai yang menginggung Mereka. Dan pada akhirnya, Mereka berdua menang.”
 
Aku tercengang. Tentu saja, dalam hal Kode Kesatria, ketika Master Mereka dihina, itu bisa diterima bagi Mereka untuk menarik pedang mereka. Tapi, Aku tidak pernah melihat yang Mereka lakukan secara pribadi. Anjing gila, kata-kata itu terlintas di pikiranku. Melindungi Master Mereka dengan segala cara, dan mengarahkan pedang Mereka ke musuh Mereka dengan liar. Dan untuk benar-benar bisa menjinakkan anjing gila seperti Mereka, siapa sebenarnya Master Mereka…


“…Duel itu menjadi bernilai. Itu benar-benar berbeda dari Cara Mereka bermain-main hari ini. Jika Jenderal Gazelle tidak menghentikannya, Nyawa Seseorang akan hilang.”


“Itu benar-benar mengerikan untuk sejauh itu…”


“Ya. Mereka tidak hanya memegang pondasi sebagai Kesatria, Mereka juga beradaptasi dengan baik dalam situasi apapun seperti Orang-orang dari Militer. Kecepatan Pria bernama DIda terlalu cepat dan seseorang akan kesulitan menahan serangannya. sedangkan Serangan Pedang Ryle terlalu kuat, membuatnya sulit untuk menandinginya. Aku tidak akan bisa melupakan duel itu bahkan jika Aku menginginkannya. Sekarang Aku sedang memikirkanmu. Kamu benar-benar beruntung karena Wasit menghentikan pertarungan tepat sebelum Ryle melakukan serangan terakhir.”


“Kenapa Kamu mengatakan seperti itu?”


“Karena Master dari kedua orang itu tidak lain adalah Putri Duke Armelia, Nona Iris. Aku bersimpati dengan kemalanganmu. Jenderal Gazelle mungkin memperkirakan bahwa hasil pertarungan pura-pura kemungkinan akan membalikan keseimbangan antara Ordo Ksatria atau Militer dan memanggil kedua Orang itu agar kedua belah pihak tidak akan menjadi pemenang. Dalam skenario yang lebih buruk, kemungkinan adalah Ordo Ksatria dan Militer melawan Mereka berdua? Tapi… Siapa sangka bahwa itu akan menjadi dua kemenangan dan dua kekalahan, dan pertarungan terakhir baru saja terjadi padamu saja. Dan seperti yang diduga, Mereka berdua muncul. Berpikir sampai sejauh ini, Aku benar-benar khawatir bahwa Mereka akan mengambil tindakan terhadapmu atas apa yang terjadi di Akademi.”


“Itu…”


Master dari kedua orang itu, adalah Putri Duke, Nona Iris… Menghadapi kenyataan itu, Aku menerima kejutan yang setara dengan dipukul dengan benda tumpul dikepala. Aku tidak pernah menyangka bahwa Dia… Dia adalah orang yang menemukan Mereka, dan Mereka akan mengakuinya…


“Itu sebabnya Aku mengatakan itu luar biasa bahwa Kamu kembali dengan selamat, dan ‘Kamu Hebat.'”


Benar, Aku berpikir begitu juga. Aku senang bahwa hari ini hanyalah sebuah ‘Pertarungan Pura-pura’. Terlebih lagi, Aku beruntung bahwa Ryle yang menjadi lawanku. Jika bukan dia, Aku punya perasaan bahwa Aku tidak akan berdiri di sini sekarang… Tiba-tiba Aku merasakan rasa dingin merayap di punggungku


“…Senpai”


“Ada apa?”


“Apa pendapat Senpai tentang Putri Duke, Nona Iris?”


“Jangan mencari jawaban dariku, Lagipula, Aku belum pernah bertemu dengan Wanita itu sendiri ataupun berbicara dengannya.”


Kata-kata itu rasanya menusuk hatiku. Sebelum kejadian itu. Sebelum kejadian itu, meskipun Aku sudah melihat Dia disekitar, Aku tidak pernah bicara dengannya.


“Tapi… Jika Kamu mempertimbangkan dari perilaku Mereka berdua, Orang akan berpikir bahwa Dia adalah orang yang baik hati.”


“…Sepertinya itu benar…”

***
tags: baca novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia, web novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia, light novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia, novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia, baca Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia 48, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia 48 manga, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia 48 online, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia 48 bab, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia 48 chapter, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia 48 high quality, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 48 Bahasa Indonesia 48 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of