Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 50 Bahasa Indonesia

Dibaca 755 orang
Font Size :
Table of Content

Peringatan Ayah

…Baiklah, sudah waktunya untuk Aku pergi.


Dengan tekad, Aku sudah tiba di pintu ruang kerja Ayah. Aku mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan.



“…Permisi, Ayah.”



Ayah menatapku dengan tajam dari balik tumpukan dokumen yang menggunung. Meskipun Aku sudah berbicara dengan Ayah setelah Aku dikeluarkan dari Akademi, percakapan itu terasa seperti terjadi di masa lalu.



“…Apa Kau akan kembali?”



“Ya. Saya berencana untuk kembali ke wilayah besok.”



“Begitukah…”



Ayah meletakkan pena di tangannya ke atas meja dengan keras. Dan kemudian Dia mengajakku untuk duduk di kursi tepat di depan meja kerjanya.



“Permisi.”



Aku duduk di tempat yang sesuai dengan ajakannya.



“Ada satu hal yang ingin Aku peringatkan padamu.”



Setelah mendengar suara berat Ayah, tanpa sadar Aku meluruskan sikap dudukku. Untuk suatu alasan, Aku merasa lebih gelisah dibandingkan Kami saling bertentangan kata-kata…



“Apakah itu?”



“Ratu Ellia dan keluarga dipihaknya… Keluarga Marquis Maelia, hati-hati di sekitar mereka.”



“Tentang itu… Karena Mereka adalah Kepala Fraksi Pangeran Kedua, Aku secara alami akan lebih berhati-hati di sekitar Mereka sekarang dan di masa depan…”



“Bukan itu yang ingin Aku sampaikan. Selama pesta tahunan Foundation Day, terungkap bahwa Kau mempunyai dukungan dari Ibunda Ratu.”



“Dengan kata lain, Ayah mencoba menyiratkan bahwa karena dukungan itu, Aku telah menjadi penghalang bagi Ratu Ellia dan Marquis Maelia?”



Pertunangan ku dengan Pangeran Kedua sudah dibatalkan. Dan gara-gara itu, Mereka tahu bahwa Aku tidak mungkin memihak fraksi mereka. Selain perasaaan ku terhadap Mereka. Setelah berpikir begitu, keberadaan ku tidak bisa dianggap apa pun kecuali penghalang untuk Ratu Ellia.



“Bukan… bukan ‘Kau’ melainkan ‘Keluarga Duke Armelia.'”



“Itu…”



“Dari awal, Bagi Keluarga Marquis Maelia, Keluarga Duke Armelia sudah menjadi duri di mata Mereka. Selain menghasilkan Calon Ratu dan Aku menjadi Perdana Menteri, Melly juga menerima bantuan dari Ibunda Ratu dan mempunyai pengaruh masyarakat yang sangat besar. Karena faktor-faktor tersebut, Martabat Keluarga Kita sudah meningkat lebih besar. Meski begitu, Aku akan tetap menyatakan netral, dan Melly juga sudah sepenuhnya menghindari peperangan untuk tahta. Itulah sebabnya meskipun Rumah Kita selalu menjadi penghalang bagi Kelaurga Marquis Maelia, Mereka tidak akan mengambil resiko berusaha untuk menyerang Keluarga Kita. Tapi…”



“Saya, Putri dari Keluarga Duke Armelia yang telah ditinggalkan oleh Pangeran Kedua, telah meningkatkan kemampuanku…”



“Tepat. Kau sudah meningkatkan wilayah di luar imajinasi ku, dan selain itu, Kau juga mendirikan konglomerat yang menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Kau sudah menyelesaikan semua urusan itu dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, Keluarga Kita sudah menjadi sebuah keberadaan yang tidak bisa diabaikan oleh Keluarga Marquis Maelia.”



“….To-tolong terima permintaan maaf tulus Saya…!”



…Betapa bodohnya Aku membuat kemajuan terlalu cepat, dan karena semuanya berjalan sesuai dengan yang Aku rencanakan, Aku hanya menerimanya sebagai keberuntungan dan Aku lupa untuk mempertimbangkan akibatnya. Jika aku memikirkannya sedikit saja, situasi seperti ini seperti ini akan terjadi secara alami. Keberadaan ku, berapa banyak masalah yang akan datang ke Keluarga Duke Armelia. Satu-satunya alasan Aku bisa melakukan hal-hal yang Aku lakukan berkat semua kebaikan Ayah. Tapi, Bagiku yang menyebabkan lebih banyak masalah untuk Keluarga…!



“…Tidak, ini juga kesalahanku karena tidak tahu Kau mempunyai kekautan seperti itu. Jadi, Kau tidak perlu meminta maaf kepadaku.”



“Namun…”



“Untungnya, belum ada yang terjadi. Itu sebabnya, Iris. Berhati-hatilah saat mengenai dengan Pemeritah Wilayah.”



“Baik…!”



Setelah Ayah mendengar jawabanku, Dia membunyikan bel. Dengan segera, Seorang Pelayan Wanita memasuki ruangan.



“Tentu.”



Tanpa menunggu beberapa saat, Dia menuangkan teh ke cangkir teh dan meletakannya tepat di depanku. Untuk menenangkan jantungku yang berdetak cepat, Dengan beryukur Aku mengambil teh.



“…Meskipun ini mungkin berlebihan…”



Dengan ekspresi khawatir, Ayah mulai berbicara.



“…Meskipun itu wajar untuk mengawasi Keluarga Marquis Maelia, lebih penting untuk lebih berhati-hati terhadap Ratu Ellia.”



“Tentang itu… Apakah ada bedanya dengan yang Anda sebutkan beberapa saat yang lalu…?”


“…Ratu Ellia, sepertinya Dia sudah menghilang dan mengkhianati Bangsawan Kerajaan…”


Ayah tidak berbicara dengan lancar, seolah Dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Ada apa sebenarnya, Aku ingin tahu kenapa Dia terlihat sangat berhati-hati saat berbicara…?


“…Tentang kematian Ratu Pertama, ada rumor bahwa itu adalah perbuatan Ratu Ellia.”


“Ayah… hal yang penting, mengapa tidak ada menyelidikinya”


“…Tidak ada bukti yang pernah ditemukan. Atau maksudmu Kita harus menginterogasi Seorang Putri dari Marquis yang akan menjadi Ratu berikutnya?”


“…Tolong maafkan kesalahan bicara Saya”


Jika Seseorang memikirkannya, di dunia ini ilmu seperti pengetahuan forensik tidak ada, akan sulit untuk melakukan penyelidikan kriminal. Selain itu, memberikan tekanan pada seseorang yang mempunyai pengaruh luas adalah hal yang tidak bijaksana.


Ada juga kemungkinan bahwa Fraksi Pangeran Pertamalah yang sengaja memulai rumor itu, dan mungkin ini juga tidak benar. Meskipun Aku tidak tahu mana yang benar, tapi karena rumor sudah menyebar, itu dapat merusak reputasi seseorang tapi juga bisa mencegah orang lain untuk menyelidikinya lebih lanjut.


“Yang jelas, ada rumor gelap yang menyebar di sekitar. Jadi, berhati-hatilah dan lebih memperhatikan tindakanmu.”


“Baik.”


Dengan gemetar, Aku merasakan getaran yang merambat di punggungku. Meskipun Aku tidak ingin membuat musuh dari Mereka… di sisi lain sudah mengangaggapku sebagai salah satunya.


“…Pastikan untuk memperingatkan Tanya, Ryle, dan Dida juga. Tolong jaga dirimu juga.”


“Aku akan mengingat peringatan Ayah ke dalam hati.”


Aku sudah sampai begitu jauh dari penahanku. Aku, Aku sendiri, tidak ingin bertemu dengan akhirku dulu. Selain itu… Jika Aku mati di sini dan sekarang, itu tidak akan bisa dimaafkan oleh orang-orang dari wilayah. Dengan reformasi pemerintahan wilayah yang sedang dilakukan, itu akan menjadi sia-sia jika tidak diselesaikan.


“…Apalagi, sepertinya Kau sedang melakukan penyelidikan pada Putri Baron, Yuri Noir?”


“Oh… sepertinya jangkauan telinga Ayah sangat luas.”


“Yah, tentu saja. Jadi, berapa banyak yang sudah kamu temukan sejauh ini?”


“Baru-baru ini Aku menemukan bahwa Ibu Putri Yuri dulu bekerja di Istana Kerajaan sebagai Pelayan.”


“Aku mengerti, sudah sampai itu. …Kebetulan, itu adalah Keluarga Reuben yang menjamin identitasnya.”


“…Keluarga Reuben?”


Setelah mendengar nama yang belum pernah kudengar sebelumnya, Aku memiringkan kepalaku karena bingung.


“Untuk saat ini, Hanya sebanyak ini informasi yang bisa kujelaskan.”


Karena nada tegas Ayah, Aku menyerah untuk mencari informasi lebih banyak.


“Jika itu Kau, hanya dari informasi ini saja, Aku yakin Kau bisa memastikan apa yang terjadi di Kerajaan ini. Tapi, jangan terlalu jauh menyelidikinya. Karena jika Kau melakukannya, Kau hanya akan memperparah situasi yang sudah Kau masuki.


“…Jika itu benar, mengapa Ayah…”


“Jika Anak didikmu mengendus-endus di sekitar Ibukota Kerajaan di setiap sudut dan celah, Aku yakin Kau ingin menghentikannya sebelum terjadi sesuatu. Dengan nama Keluarga, Kau bisa mendapatkan informasi yang Kau butuhkan dari sebuah buku, kan?”


“…Terima kasih banyak atas informasi Ayah.”


‘Dengan ini, tidak perlu menyelidiki lebih lanjut’… Huh. Karena peringatan tadi, Aku tidak bisa bergerak dengan bebas. Seperti yang diduga dari Ayah. Tidak ada tempat bagiku untuk membantah.


“Terima kasih sudah memberikan sebagian waktu ayah untuk Saya. Dengan ini, Saya mohon permisi.”


“Baiklah. Hati-hati dalam perjalananmu.”


Sepertinya Aku juga mendengar Dia berkata, ‘Hati-hati dalam perjalananmu juga.’ Itu benar. Wajar jika Orang-orang mudah diserang saat berpergian di tempat terbuka. Lebih baik mendengarkan instruksi Tanya, Ryle, dan Dida saat dalam perjalanan pulang.

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 50, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 50 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 50 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 50 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 50 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 50 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 50 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of