Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 51 Bahasa Indonesia

Dibaca 550 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Nona, Kita Diserang



Dan untuk suatu alasan. Daripada mengadakan pesta perpisahan yang mewah, Aku memilih untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang dekat denganku sebelum berangkat ke wilayah.


Semua anggota keluargaku, bersama dengan semua pelayan, memberangkatkanku pergi. Meskipun Aku hanya akan “kembali’ ke wilayah, untuk suatu alasan, Aku merasa sedikit kesepian.


“…Nona. Kita akan melakukan perjalanan kembali secepat mungkin. Meskipun mungkin tidak nyaman, tolong maafkan Saya dan tahanlah itu entah bagaimana.”


“Tidak apa-apa, Tanya. Selain itu, semua orang melakukan ini untuk keselamatanku sendiri, dan karena itulah Aku tidak punya alasan untuk mengeluh.”


Seperti yang dijelaskan oleh Tanya, perjalanan kembalinya tidak menyenangkan. Aku menghabiskan sepanjang hari tersentak di dalam kereta dan menghabiskan malam di penginapan lokal sambil menyamar. Ketika malam berubah menjadi siang lagi, Aku naik kereta sekali lagi. Dan mengulanginya lagi. tapi karena Aku adalah penyebabnya, AKu tidak bisa mengeluh.


…Daripada itu…


“Semuanya, Aku benar-benar minta maaf tentang ini. membuat semua orang mengawalku dalam situasi serius.”


Meskipun Aku bisa mempertahankan kondisi kenyamanan karena Aku mengendarai kereta, tapi semua pengawalku harus mengendarai kuda hampir tanpa istirahat. dibandingkan dengan keadaanku, Mereka pasti merasa jauh lebih lelah. Karena Aku merasa bersalah, Aku meminta maaf kepada Mereka beberapa kali di antara beberapa istirahat.


“Nona, tidak perlu meminta maaf. Bagaimanapun juga, Kami adalah pengawal Nona.”


“Mungkin ada musuh yang secara pribadi mengarahkan pandangan Mereka padaku… Ryle, serta Dida, bukankah Kalian berdua juga lebih berhati-hati dari biasanya?”


Karena Kami menghabiskan waktu bersama sejak Kami masih muda, seperti bagaimana Aku bisa tahu apa yang Tanya pikirkan meskipun ekspresi wajah alaminya yang datar, Aku juga bisa membaca suasana Mereka terlepas dari sikap acuh tak acuh mereka.


Meskipun kedua orang ini selalu berkepala dingin, Mereka sudah gelisah sepanjang perjalanan ini. ‘Gelisah’, Mereka memberikan perasaan seperti ini.


Kita mungkin akan diserang, tapi ada kemungkinan juga Kita tidak akan terserang. Jika Kita mengalami serangan, bagaimana cara Mereka menyerang? Apa mungkin menyerang secara frontal, atau Mereka mungkin menyerang tanpa suara di malam hari. Mereka mungkin juga menggunakan kekerasan murni, atau Mereka mungkin menggunakan racun sebagai alat Mereka untuk merenggut nyawaku. Jika Mereka menggunakan alat itu berapa banyak yang Mereka punyai? Karena Mereka adalah lawan semacam itu.


Sejak awal, Seseorang dari keluarga kerajaan sudah menempatkan pandangan Mereka kepada orangku… Banyak yang sudah meninggalkan Tuan yang merepotkan seperti itu, dan dengan cepat pergi ke tempat lain. Terutama jika itu Ryle atau Dida. Meski begitu, Mereka menyatakan kalau Mereka ingin mengikutiku. Oleh karena itu, meskipun Aku senang, Aku juga merasa bersalah.


Ketika sedang berpikir seperti itu di dalam kepalaku, mungkin Ryle tahu apa yang sedang Aku pikirkan, Dia berlutut di depanku.


“…Entah itu menjadi pedang atau perisai milik Nona, Saya bangga akan hal itu. Saat ini, dan bahkan di masa depan… Saya akan terus memastikan keselamatan Nona.”


Dan kemudian, Dida juga berlutut di sebelah Ryle.


“…Saya juga bangga menjadi pedang dan perisai Nona. Hari ini, dan bahkan di masa depan… Saya akan menggunakan pedangku untuk Nona dan Tuan.”


Di saat yang sama setelah Dida menyelesaikan sumpahnya, penjaga lain disekitarnya berbalik ke arahku dan memberi hormat. Itu sangat jarang bagi Dida untuk tidak menjadi humoris. Meskipun Aku terkejut dengannya, Aku bahkan lebih terkejut oleh pemandangan yang terjadi tepat di depan mataku.


“Semuanya, terima kasih.”

* * *



Setelah istirahat singkat Kita selesai, Aku naik kereta lagi. Melalui celah tirai, Aku melamun melihat pemandangan di luar. Sedikit lagi Kita akan tiba di Wilayah.


Berkuda di atas kuda-kuda Mereka, pengawalnya yang lain naik berdampingan kereta, mengelilinya dalam formasi melingkar. …Untuk suatu alasan, ada konflik.


“…Nona…!”


Tiba-tiba, Tanya menarikku, memastikan kalau tubuhku sejauh mungkin dari jendela. Ketika Aku memikirkannya, Aku menyadari kalau kecepatan kereta meningkat.


“…Saat ini, para pengawal sedang terlibat dalam pertempuran.”


“Sudahkah Kamu mengidentifikasi pihak siapa itu…?”


“Saya tidak dapat melihatnya dengan jelas. Namun, berdasarkan peralatan mereka, mereka bukan dari bagian dari pasukan reguler…”


Sejak saat itu, Kami yang mengendarai kereta tetap diam. Ketegangan sepertinya sudah memenuhi tempat itu. Kereta itu melaju secepat mungkin untuk menjauh dari keramaian.


Kereta kembali ke kecepatan semula tak lama kemudian sebelum benar-benar berhenti.


“Apa yang terjadi.”


“Tolong tunggu sebentar, Nona.”


Tanya keluar dan sepertinya sudah berbicara dengan Ryle.


“Tampaknya semuanya aman sekarang.”


“Aku mengerti. Apa semua orang selamat?”


“Ya. Apa tidak apa-apa memanggil Ryle dan meminta laporan lengkap?”


“Tentu.”


Aku menggeser posisiku sedikit untuk lebih dekat ke tempat Ryle berada. Meskipun Ryle sepertinya sedikit lebih kotor dari sebelumnya, tidak ada cedera yang mencolok; Aku merasa lega.


“Mohon maaf karena untuk tetap berkuda. Saat ini, Kami telah memusnahkan orang-orang yang menyerang Kita, dan beberapa orang melakukan pencarian untuk orang yang selamat.”


Kata “memusnahkan” sangat membebani hatiku. Khususnya untuk seseorang seperti’ku’ yang sudah tinggal di negera yang aman seperti Jepang. Tapi, kebahagiaan yang Aku rasaka karena mengetahui krisis sudah terlewati, dan kekhawatiran hilang. Aku benci untuk mengakuinya, tapi sekarang ‘Aku’ sekarang tinggal di dunia yang sangat berbeda.


“Begitu ya… terima kasih banyak. Jadi, berapa banyak yang terluka?”


“Beberapa orang sedikit terluka. Namun demikian, itu bukan pada titik dimana pengawalan tidak dapat melanjutkan tugasnya.”


“Baguslah, …Sekarang, apa kamu sudah menemukan sesuatu tentang orang-orang yang menyerang kita?”


“Tidak. Dari peralatan dan pergerakan mereka, mereka tampaknya penjahat biasa… Untuk asalan mengapa mereka bertujuan untuk kita, tidak pasti apakah mereka menargetkan kita karena menjadi sebuah perusahaan bangsawan atau jika Mereka langsung menargetkan Nona.”


Meskipun hal ini disesalkan, penjahat masih ada di negara ini. Terutama terjadi di perbatasan wilayah di mana masyarakat tidak dipertahankan secara aktif.”


Tapi, Aku ingin tahu apa mereka benar-benar penjahat biasa. Apa mereka tidak padang bulu dalam penculikan orang dan menahan mereka untuk tebusan, atau apa karena itu Aku… dan mereka dipekerjakan untuk menyerang. Jika itu alasannya, dan yang menyewa orang orang itu adalah ratu dan faksinya, Aku merasa kalau serangan itu terlalu sederhana.


“Tolong terimalah permintaan maaf saya yang dalam. Kami awalnya akan membuat satu atau dua orang masih hidup untuk penyelidikan, namun…”


“Tidak apa-apa. Mempertimbangkan jumlah penyerang, akan sulit untuk menangkapnya bahkan hanya untuk satu orang. Jadi, Kita tidak begitu jauh dari wilayah, kan? Mari kita segera berangkat, targetkan untuk memasuki wilayah pada sore hari. Aku akan mengucapkan terima kasih kepada semuanya di lain waktu.”


Sekali lagi, kereta berangkat. Sepertinya orang-orang yang mencari orang yang selamat sudah kembali.

…Aku ingin kembali ke wilayah sesegera mungkin.


Sambil tersentak di dalam kereta, pikiran itu melayang di pikiranku.

* * *
tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 51, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 51 manga, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 51 online, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 51 bab, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 51 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 51 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 51 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!