Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Awal Baru dan Reuni

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dd-52/



…Dan setelah itu, kami akhirnya tiba di wilayah. Tentu Kami merasa rindu setelah pergi lama dari wilayah, tapi setelah mencapai tujuan tanpa insiden lebih lanjut benar-benar membanjiri hati Kami dengan perasaan lega.


“Selamat datang, Nona.”


Dipimpin oleh Sebastian dan Sei, setiap pelayan yang tinggal di wilayah ini juga muncul untuk menyambut kami.


“Kami mengetahui apa yang terjadi selama perjalanan. Mohon habiskan waktu Anda untuk beristirahat dan menikmati tidur malam dengan baik.


“Terima kasih, Sebastian. Semua orang juga, terima kasih atas penyambutan kalian.”


Aku mengambil saran Sebastian tanpa menundanya. Mungkin karena tekanan terus menerus di sepanjang jalan, Aku benar-benar sangat kelelahan. Sekarang pikiranku sudah tenang, sepertnya beban pikiran itu terangkat sekaligus.


Aku menuju ke kamarku sambil dikawal oleh Sebastian. Saat masuk, Aku mandi, lalu berganti pakaian yang lebih nyaman. Setelah beristirahat di kursi, Aku meminum teh herbal yang disiapkan oleh Tanya.


“Ini hari yang panjang untukmu, Tanya. Silahkan beristirahat sekarang. Aku akan segera tidur.”


“Seperti yang Anda Inginkan.”


Seperti yang diduga, Tanya juga kelelahan, oleh karena itu dia dengan senang hati menerima saranku dan kembali ke kamarnya.


Fiuh… Mengeluarkan napas, tubuhku bergetar saat Aku memeluk diriku sendiri… Sejujurnya itu menakutkan. Meskipun Aku tidak harus menghadapi penyerang secara langsung, terima kasih untuk semua orang… Karena mengingatkan kenyataan bahwa hidupku ditargetkan, bahkan sekarang masih membuat darahku menjadi dingin.


Meski begitu, hanya karena itu menakutkan bukan berarti Aku takut untuk bergerak, dan itu akan menjadi bodoh kalau Aku melarikan diri dari ini. Aku perlu mencari tahu tentang asal-usul penjahat-penjahat itu dengan secepatnya, dan nanti ada banyak hal untuk dipelajari dari situ.”


Tapi untuk hari ini, Aku harus beristirahat sepenuhnya… dan dengan setelahnya, Aku tertidur nyenyak dengan cepat setelah berbaring di tempat tidur.


Keesokan paginya, Aku bangun pada waktu yang biasa. Tidur nyenyak kemarin malam, Aku pikir Aku akan bangun lebih awal di pagi hari… Yah, Aku ingin tahu apa Aku sudah terlalu lelah kemarin. Berkat itu, Aku merasa sangat segar sekarang.


Rutinitas pagi yang sempurna dimulai dengan Aku berlatih yoga, mandi lalu mengenakan pakaian yang pantas. dan akhirnya Aku pergi ke ruang makan, rindu dengan makanan wilayah sendiri setelah cukup lama pergi dari wilayah.


“…Iris-sama!”


Rime masuk saat aku menikmati sedang minum teh setelah makan siang. Meskipun dia muncul untuk menyambutku pulang kemarin, Kami tidak saling berbicara sama sekali jadi agak sentimentil melihatnya kali ini.


“Ah, Rime. Ada apa?”


“Ada apa, apa yang Anda katakan!? Saya khawatir sampai mati! Syukurlah Anda selamat setelah apa yang terjadi.”


“Terima kasih atas perhatianmu kepadaku. Seperti yang Rime lihat, Aku baik-baik saja sekarang, jadi tolong jangan menangis seperti itu.”


“Namun…”


Sambil mendengus terus-meneus, air matanya tidak akan berhenti mengalir di pipinya. Entah bagaimana itu mengingatkan kembali ingatan… Rime juga menangis histeris seperti ini terakhir kali Aku pulang ke rumah setelah pertunanganku dengan Ed-sama dibatalkan.


“Aku sangat menyesal sudah membuatmu begitu khawatir, Rime. Kamu bisa berhenti menangis sekarang… Jika kamu tenang, kita akan berbicara banyak hal nanti, oke?”


“O-Oke…”


…Itu benar, tenanglah… Itu bukan hanya Rime saja yang mempunyai perasaan itu disini.


“…Nona.”


“Uhm, Sebastian. Aku akan mulai bekerja setelah ini. Meskipun Aku sudah menerima laporanmu melalui surat, Tolong berikan Aku laporan masing-masing departemen. Aku juga ingin bertemu dengan orang yang bertanggung jawab, jika diperlukan.


Prioritas utama adalah memahami situasi saat ini dan juga penyelesaian dokumen yang menumpuk saat Aku tidak ada di sini. Sekarang Aku sudah kembali ke wilayah, inilah yang kulakukan untuk sementara waktu. Setelah memasuki ruang kerja, apa yang di depanku adalah segunung dokumen yang sudah di golongkan diletakkan di atas meja.


“Yah, Aku akan menghabiskan waktuku untuk membaca dokumen terlebih dahulu. Tolong datang ketika Aku memanggil.”


“Seperti yang Anda Inginkan.”


“Dan Juga, tolong panggilkan Ryle dan Dida untukku juga.”


Penjahat-penjahat yang kemarin harus diselidiki, dan karena prosesnya akan memakan waktu, Aku sebaiknya mengeluarkan intruksi lebih awal.


Aku mulai mengerjakan dokumen-dokumen setelah Sebastian meninggalkan ruangan… Aku ingin tahu…, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan semua pemeriksaan, tepat ketika Aku melamun beberapa saat, seseorang mengetuk pintu.


“Silahkan Masuk.”


Aku mengharapkan Ryle dan Dida muncul, tapi yang datang ternyata adalah Dean.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dd-52/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Dean!”


Aku agak terkejut dengan munculnya pengunjung yang tak terduga.


“Sudah lama, Nona.”


“Tentu saja… Selama Aku berada di Ibukota Kerajaan, Kamu pasti ada di sini kadang-kadang, sepertinya? Terima kasih banyak, Dean.”


“Dengan senang hati. Terlepas dari itu, Saya telah mendengar beritanya. Apakah benar Anda diserang dalam perjalanan pulang?”


“…Ya. Tapi darimana kamu mendengarnya…?”


Jangan bilang rumor sudah menyebar ke seluruh penjuru wilayah… Aku bertanya pada Dean karena penasaran.


“Hal itu sudah menjadi pembicaraan di kota baru-baru ini. Nona kembali dengan selamat adalah hal yang baik untuk diketahui.”


Oleh karena itu, Aku sedikit lega setelah mendengar jawabannya.


“Terima kasih kepada para anggota penjaga. Kami sudah berhasil selamat entah bagaimana… Ngomong-ngomong, Aku punya beberapa pertanyaan untukmu Dean…”


“Tidak masalah. Karena Saya ingin melaporkan beberapa hal juga, tanpa basa-basi lagi mari Kita mengarah ke bisnis.”


Salam singkat kami berakhir. Aku bertanya kepada Dean tentang beberapa poin tidak jelas yang muncul dari apa yang sudah kubaca sejauh ini. Kelihatannya saat Aku tidak di sini, Dean dan Sebastian bersama-sama bertanggung jawab untuk menjalankan bisnisnya, jadi Aku merasa benar-benar bersyukur kepadanya untuk berhenti pada waktu ini.


“…Jadi, proyek penyesuaian kembali tanah di ibukota wilayah sudah selesai. Mengenai daftar keluargam Kami telah selesai menyusun setiap lingkungan di dalam perbatasan wilayah, jadi yang tersisa hanyalah biaya kepemilikan lahan di luar ibukota wilayah.”


Ini adalah penetapan kemajuan dari pekerjaan yang dilakukan sebelum Aku menuju ke Ibukota Kerajaan. Kepemilikan lahan adalah konsep sederhana di Ibukota wilayah, karena mempunyai sejumlah besar bidang tanah pemukiman di sini. Bertukar kontrak standar saat melakukan transaksi perumahan sudah lama menjadi praktik umum. Tapi, jika seseorang harus berurusan dengan lahan di luar Ibukota Wilayah, kenyamanan seperti itu akan berkurang. Bukan hal yang aneh bagi daerah-daerah pedesaan untuk tidak mempunyai rincian lokasi dan kepemilikan tanah.


“Tepat. Untuk tujuan klarifikasi, wilayah timur hampir selesai. Adapun wilayah selatan… Khususnya desa penghasil coklat. karena kepemilikan tanah mereka sudah diselesaikan saat mereka menandatangani kontrak dengan Konglomerat Azura, ini hanya memakan waktu sedikit lebih lama… Masalahnya adalah wilayah barat dan utara.”


“Hmm… Pada kecepatan ini, tidak ada pilihan selain pergi dan berbicara dengan warga di daerah-daerah itu sesegera mungkin.”


“Ya. Saat ini, departemen urusan public menempatkan prioritas tertinggi mereka pada tugas tersebut. Pada saat yang sama, mereka juga melakukan penciptaan sertifikasi residensi di Ibukota Wilayah.”


“Aku mengerti. Silahkan lanjutkan seperti yang direncanakan mulai sekarang.”


Ketika Aku kembali ke gunung dokumen, ada ketukan lain di pintu.”


“Permisi.”


Yang memasuki ruang kerja kali ini adalah Ryle dan Dida.


“Kami minta maaf karena terlambat.”


“Tidak apa-apa, kalian berdua… Baiklah Dean, Aku minta maaf bisakah kamu mundur untuk sementara waktu?.”


Isi dari percakapan ini bukan sesuatu yang bahkan Dean diijinkan untuk ambil bagian.


“Tidak masalah. Sementara itu, Saya akan melanjutkan tugas seperti yang dibahas dengan Nona sebelumnya hari ini.”


Dean dengan cepat keluar dari ruangan.

* * *
 

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dd-52/!!!

Yah… Mulai dari sekarang Saya berusaha untuk mengejar ketinggalan Saya, karena Source WN ini sudah sampai di chapter 112. Target saya sampai di chapter 110 sebelum akhir bulan ini. Semoga berhasil hehehe.





tags: baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 52, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 52 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 52 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 52 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 52 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 52 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 52 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel