Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 53 Bahasa Indonesia: Dengan Para Pelayan

Dibaca 724 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Dengan Para Pelayan

 
“Pertama dan paling penting, sekali lagi ijinkan Aku untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tulus.  Hanya mengucapkan terima kasih sepertinya tidak cukup sekarang. Tanpa semua orang, Aku tidak bisa membayangkan bisa kembali ke rumah dengan selamat.”
 
“Tolong untuk tidak memikirkannya, untuk apa yang telah dilakukan pengawal kita – seperti yang dikatakan pria ini pada hari sebelumnya –  itu adalah tindakan alami yang dilakukan karena keadaan. Di sisi lain, Anda tampaknya tidur cukup nyenyak semalam, Puteri.”
 
“Benar, dan Kamu terlihat bersemangat juga, Dida.”
 
Pasangan ini berada dalam semangat yang lebih baik hari ini, dan terlihat seolah-olah telah kembali ke ekspresi biasa mereka – dengan cara sebara sering Ryle memberikan Dida dan pembicaraan sembrononya dengan tatapan buruk. 
Kenyataannya bahwa mereka berhasil kembali tanpa cidera dan saat ini tinggal di zona aman dimana tidak ada bahaya yang akan terjadi adalah sesuatu yang patut untuk diapreasi… Tapi, tidak ada perasaan yang lebih besar daripada melihat kedua orang ini mempunyai kesempatan untuk beristirahat pada akhirnya.
 
“Baiklah, kalian berdua. Bagaimana kalau Kita pindah ke persoalan utama…?”
 
“Maksud anda adalah latar belakang para penjahat itu kemarin?
 
“Kelihatannya, ya. Terus terang, jika itu Elria-sama yang mengatur penyerangan kemarin dari belakang seperti yang telah diperingatkan ayah, Aku akan menganggapnya sebagai langkah yang tidak berbahaya. Tapi mengingat waktu serangan, kita tidak bisa mengabaikan penyerang kemarin hanya sebagai penjahat biasa.”Elria-sama pasti bisa menyerangku dengan caranya sendiri tanpa menggunakan penjahat-penjahat itu. Misalnya dia bisa secara efektif memanfaatkan pengaruh politik keluarganya, atau bahkan menyalahgunakan kedudukannya sebagai ratu negara.


Tapi, kejadiannya sangat aneh bahwa tidak ada yang mengetahui asal-usul serangan itu sama sekali. Sejauh yang aku ketahui, ini lebih seperti penyerangan murni, daripada pergerakan yang diperhitungkan yang diatur oleh seorang pendukung Yang Mulia dari Elria-sama dan keluarganya.


“Mengenai masalah ini, Kami telah meluncurkan penyelidikan dengan Tanya.”


“…Dengan Tanya? Tidak mungkin, sejak kemarin…?”


“Itu Benar. Tadi malam, dia memberikan arahan kepada para pelayan di mansion dan mencoba untuk mencari tahu insiden itu sendirian, oleh karena itu kami juga ikut dalam penyelidikan.”

TL Note: Mansion = Rumah Besar dan Mewah.


Saat Aku mengingat betapa cepat dia kembali ke kamarnya kemarin malam… kamu pasti bercanda, dia sudah bekerja tanpa henti sejak saat itu? Astaga, sejujurnya kapan gadis itu benar-benar beristirahat?


“Aku mengerti… Terima kasih atas dukunganmu.”


“Jika begitu, Kami akan kembali bekerja.”


Saat mereka berdua pergi, mereka melewati Merida yang akan memasuki ruangan.


“Oh, Merida. Sudah lama.”


Karena Merida dipercayakan dengan divisi rumah minum dari Konglomerat, dia sudah menyibukkan dirinya dengan berjalan dari toko ke toko sepanjang hari, jadi sudah lama sejak terakhir kali kami bertemu di mansion.


“Saya diberitahu bahwa Nona baru saja melalui pengalaman yang cukup meresahkan. Karena cemas, Saya datang untuk menemui anda secepat yang saya bisa.”


“Terima kasih, Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja, kan?”


“Benar. Jika Anda terluka Saya pasti akan merobek-robek Ryle dan Dida.”


Ucapan Merida-esque seperti itu, Aku tidak bisa menahan tawa.


“Dan ada suatu hal lainnya. Komoditas baru yang dibicarakan Nona sekarang siap.”


“Oh benarkah? Apa kamu membawanya?”


“Sayangnya, hanya beritanya untuk hari ini. Karena saya bergegas datang ke mansion dan melupakan barang yang dimaksud adalah sepenuhnya kesalahanku. Di waktu lain, Saya pasti akan menunjukannya ketika telah tersedia.”


“Aku menantikannya.”


Komoditas yang aku minta dari Merida adalah sejenis makanan penutup yang dibuat dengan jenis gelatin nabati, yang hanya bisa diperoleh melalui perdagangan dengan negara-negara terdekat.


“Dan bagaimana dengan kopi? Kapan kita akan mulai menyajikan minuman itu di toko kita?”


Ketika aku berada di ibukota kerajaan, kopi akhirnya diciptakan. Kebetulan, ini adalah kopi dandelion karena biji kopi belum ditemukan. Dari sudut pandang pecandu kopi di dunia sebelumnya, entah bagaimana mereka sedikit berbeda…


“Mari kita menundanya sekarang karena masih banyak yang harus dilakukan seperti iklan. Sampai bisa disajikan di toko, Aku akan berterima kasih jika kamu bisa datang dengan membawa pencuci mulut yang menggunakan kopi.”


“Dimengerti. Bagaimanapun, Saya berpikir untuk tinggal sementara di mansion setelah absen dengan jangka waktu yang lama, dan akan fokus pada masalah yang dibahas untuk sementara waktu.”


“Aku akan menyerahkan itu padamu.”


“Berbicara tentang bagaimana Ibukota kerajaan yang belum Anda lihat setelah sekian lama ini?”


“…Meskipun aku agak berharap untuk dipenuhi berbagai emosi, pada akhirnya aku tidak merasakan apapun sama sekali.”


“…Tidak merasakan apapun, kata anda?”


“Tidak ada. Secara alami, Aku rindu dan senang ketika bertemu dengan teman-teman dan keluargaku. Tapi, sepertinya aku mempunyai sedikit keterikatan sentimental dengan tempat yang disebut ibukota kerajaan.”


“Anda pasti merasa cukup lega, Saya kira?”


Merida tersenyum gembira.


“Daripada merasa lega… Aku ingin tahu apa itu karena tempat itu bukan tempat punyaku yang dulu.”


Ketika aku dihidupkan kembali, aku berada di tengah-tengah kejadian itu – dan sebelum Aku bisa mengembangkan semacam keterikatan pada ibukota kerajaan, sayangnya aku sudah datang ke wilayah ini. Sejauh yang aku ketahui, karena perselisihan antara Nona Yuri dan aku yang memegang gelar putri duke. Ibukota kerajaan adalah pengalaman yang menyesakkan.


“Fuun, benarkah itu?”


“Begitulah… Bagiku ini adalah rumahku, dan kalian yang disini adalah keluargaku yang berharga. Untuk alasan itu, aku senang dengan hasil ini.”


“Hahaha, itu sebuah kehormatan kami untuk menerima pujian seperti itu.”


Setelah bertukar beberapa kata-kata, Merida juga meninggalkan ruangan.


Jadi, aku kembali ke dokumen lagi.


…Pendapatan pajak sangat bagus. Berkat meningkatnya volume perdagangan dengan negara-negara asing, laba konglomerat juga meningkat. Selain itu, sepertinya penjualan komoditas yang dibuat oleh divisi sekolah menengah meningkat pada kecepatan yang menguntungkan. Bagaimanapun, dengan lebih banyak pekerjaan yang diciptakan, pendapatan individu juga sudah meningkat.


Pembangunan divisi sekolah menengah sekarang sedang berlangsung. Selanjutnya dalam daftar adalah pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan… Meskipun infrastruktur di ibukota wilayah begitu terpelihara dengan baik sehingga kamu tidak akan merasa nyaman di daerah pedesaaan ada banyak tempat ke layanan air dan saluran pembuangan yang tidak bisa diakses.


Saat aku memeriksa setiap kemajuan tugas, menandatangani, dan membuat perubahan sesuai kebutuhan, ada ketukan lagi di pintu.


“…Permisi, ada sesuau yang saya lupa laporkan sebelumnya. Karena saya akan pergi hari ini, biasakah saya bisa meminta waktu sebentar anda?”

* * *
tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 53, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 53 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 53 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 53 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 53 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 53 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 53 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of