Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 54 Bahasa Indonesia

Dibaca 617 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Menjawab Pengakuan Dari Seorang Yang Membingungkan

 
Orang yang memasuki ruangan adalah Dean.
 
“Oh… Apa kamu mau pergi? Padahal kamu baru saja tiba beberapa saat yang lalu.”
 
“Saya takut. Karena saat ini, saya sebenarnya menyelinap keluar dari rumah saya untuk beberapa saat untuk datang dan melapor kepada Nona.”
 
“Aku mengerti… Maaf sudah merepotkanmu, Dean. Nah, apa yang kamu lupa katakan tadi?”
 
“…Anak-anak dari yayasan ingin menemui Nona. Tampaknya mereka ingin menunjukkan hasil kerja mereka, setelah membuat persiapan pertunjukan yang akan diadakan di akademi.”
 
“Pertunjukan!? Sekarang aku ingin tahu tentang rencana mereka untuk mempertunjukannya!”
 
Ngomong-ngomong, aku belum pernah mengunjungi yayasan itu selama beberapa waktu, meskipun aku sering datang sekali setiap sepuluh hari sebelum perjalanan ke ibukota kerajaan.
 
“Jika saya tidak salah, akan ada drama, menggambar, dan bernyanyi. Tampaknya, anak-anak akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan pertunjukan masing-masing.”
 
“… Aku ingin menghadiri pertunjukan itu pastinya. Aku akan menuju kesana ketika semuanya sudah beres.”
 
Meskipun aku benar-benar ingin pergi untuk menenangkan pikiranku, disaat seperti ini tidak mungkin untuk kesana. Kemungkinan besar, pengawal tidak akan mengijinkan ku untuk melakukannya, dan bagiku tidak mungkin menempatkan anak-anak dalam bahaya dengan kehadiranku.
 
“…Dengan mengatakan ketika semuanya diselesaikan, saya berasumsi anda bukan hanya berarti urusan wilayah dan konglomerat?”


Pikiranku menjadi kosong untuk beberapa saat setelah mendengar ucapan santai Dean… Aa, sekarang aku sudah tenang, bukankah keheningan canggung ini sama dengan saat menetapkan suatu urusan? Aku tidak bisa menghindarinya tapi merasa menyesal tentang tindakanku saat itu.


“Jika kamu tidak keberatan, kenapa kamu berpikir begitu?”


Meskipun aku tahu ini adalah usaha yang sia-sia, aku tetap menanyakan tentang pemikirannya.


“Dengan jujur, tidak sulit untuk menarik kesimpulan itu, menilai dari cara Ryle-san dan Dida-san membuat ekspresi yang cukup serius ketika mereka memasuki ruangan. Kebetulan, saya teringat serangan pada Nona sehari sebelumnya oleh penjahat-penjahat itu.”


“…Kamu benar.”


Dean sangat cerdik seperti biasanya. Mungkin pada titik ini, tidak perlu menyembunyikannya terus menerus..


“Selain itu, ada pada ekspresi Nona. Tentu sajam itu bukan wajah yang akan Anda tunjukkan bahkan ketika mengurung diri dalam urusan wilayah, atau konglomerat… ada tanda ketakutan dan ketidaknyamanan di dalam diri Anda, begitulah saya menyimpulkannya.”


…Aku menyerah. untuk berpikir dia bisa membaca emosi seseorang sejauh itu, aku merasa berargumen lebih jauh tidak akan berarti.


“Katakan padaku, Dean. Dalam situasi seperti itu, kenapa kamu repot-repot datang ke sini dan memberi tahuku tentang itu?”


Tidak sulit untuk mengetahui kalau ratu adalah lawanku, dan jika itu dia, dia akan segera memahami kalau aku dalam posisi yang tidak stabil. Jika dia memperhitungkan apa yang terjadi sejauh itu, tidak bisa dihindari jika dia memutuskan untuk meninggalkan tempat ini dengan cepat, jadi baginya dengan sengaja datang kesini dan berbicara tentang masalah yayasan itu tanda tanya besar. Atau apa itu mungkin, hadiah perpisahan?


“Itu tentu saja, Saya berpikir jika situasi di sekitar Nona telah diselesaikan, bagaimana jika kita pergi ke sana bersama-sama?”


Untuk jawaban yang tidak terduga seperti itu, aku tidak bisa sepenuhnya memahami makna di balik kata-katanya dengan cepat.


“…Dean. Apa kamu serius dengan apa yang baru saja kamu katakan?”


“Saya? Jika tidak, saya tidak akan datang jauh-jauh dan memberitahu anda.”


“…Aku kira, kamu akan pergi dari sini sesegera mungkin.”


“Apakah anda benar-benar menganggap saya sebagai orang yang tidak beperasaan?”


Mataku terbuka lebar seolah terkejut mendengar perkataannya. Apa aku baru saja mengatakan sesuatu yang aneh?


“Menyalahkanmu tanpa perasaan atau semacamnya, tidak ada alasan untukmu untuk tinggal di sini. Sejak awal, karena setiap kontrakmu sejauh ini hanya jangka pendek, kamu tidak punya kewajiban untuk tetap tinggal setelahnya. Selain itu, aku yakin kamu bisa menemukan kontrak dengan bayaran tinggi di tempat lain dengan mudah. Tidak perlu bagimu untuk tetap berada di tempat yang semakin berisiko seperti ini.”


Tentu saja, ada gaji dalam kontraknya. Dengan menyelesaikan urusan wilayah sebagai asisten tangan kananku, gajinya sedikit lebih tinggi daripada petugas wilayah biasa. Meskipun mengatakan lebih tinggi, dari awal gaji petugas wilayah tidak banyak. Sejauh yang aku tahu, jika kita mempertimbangkan pendapatan, penasihat konglomerat sangat tinggi.
Kelebihan petugas wilayah adalah penghasilan mereka tetap selama wilayah tidak runtuh, meskipun dalam hal ini, pendapatan seperti itu akan hilang karena dia tidak pada posisi permanen.



Aku tidak punya hak untuk memaksanya tinggal, dan dia juga bebas setelah masa kontrak berakhir. Dengan kata lain, dia bisa memilih untuk tidak datang sampai situasi menjadi tenang.


“…Saya tidak tahu bahwa Nona menganggap saya begitu tinggi.”


Dean tertawa seolah mencoba untuk membuat lelucon, meskipun aku menjawab dengan jujur.


“Kalau tidak, aku tidak akan mempercayakanmu dengan pekerjaan sejauh ini,”


Mengeluarkan kata-kata yang aku berikan sambil menghela nafas, Dean tersenyum.


“Yah… tentu saja jika pekerjaan adalah satu-satunya kriteria yang anda cari, maka tidak ada yang cukup menantang yang saya temui sampai sekarang.”


Kata-kata apa yang kamu katakan itu… benar-benar memberi lawan kesan seperti itu hanyalah Dean yang bisa. Atau lebih tepatnya, Akulah yang menganggapnya dengan cara ini.


“Meskipun demikian, itu akan sangat membosankan. Belajar, lalu berolahraga, kemudian apa? Hanya dengan mengatasi kesulitan yang ditemui di sepanjang jalan, seseorang bisa merasakan pencapaian. Apa yang saya nikmati tidak ada hubungannya dengan daya tarik atau keterikatan emosional.”


Jika aku ditempatkan di posisinya, aku pasti setuju dengan sudut pandangnya. Bahkan di dunia sebelumnya, ketika aku berhasil mencapai sesuatu yang aku pikir sangat sulit, aku benar-benar merasakan pencapaian yang luar biasa… meskipun aku tidak bisa memahami alasan dia memutuskan untuk membahas hal ini sekarang.


“…Tapi saya benar-benar menikmati hari-hari ini, sejak saya datang ke sini. Karena Nona yang memiliki ide-ide orisinil yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, dan para pelayan hebat yang bekerja dengan anda. Sudah lama saya ingin tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, dan apa hasilnya yang akan berubah, oleh karena itulah ini menarik.”


Dia berjalan dari pintu dalam dengan langkah stabil, semakin dekat ke mejaku.


“Itulah mengapa saya ada di sini. Meskipun dimulai sebagai keputusan sekali, saya secara bertahap tergoda untuk kembali lagi setelah itu.”


Aku melihat pria dengan sosok tinggi mendekatiku. Dia memasang ekspresi yang sangat menawan.


“Ini wajar bagi Nona untuk tidak menempatkan keyakinan anda pada saya. Masih begitu banyak orang di atas saya yang hanya membuat kontrak jangka pendek, ada bawahan yang dapat dipercaya yang telah bersama Nona sejak anda muda.”


Memang benar kalau aku mempercayai mereka… aau lebih tepatnya mengecualikan Ayah dan Ibu, mereka adalah satu-satunya yang bisa aku percayai.


“Saya tidak akan mengatakan bahwa saya ingin anda memperlakukan saya dengan cara yang sama seperti orang itu. Waktu dan kenangan yang mereka habiskan bersama anda adalah sesuatu yang tidak bisa saya lawan. Namun, Nona – ini adalah kepuasan dan keinginan saya untuk menjadi tangan dan kaki – bahkan setelah masa kontrak berakhir.”


“…Dean…”


“Anda tidak perlu menjaga jarak dari saya. Meskipun waktu kita bersama tidak begitu banyak… Saya sudah menjadi milik anda sejak lama.”


Wajahku menjadi panas saat aku mendengar kata-katanya. Meskipun hal ini selalu aku intai seperti pengakuan pada orang lain, itu hal memalukan ketika aku berada di pihak penerima.


Setelah mengatakan yang apa yang harus dikatakan, Dean meninggalkan ruangan.


Meninggalkanku yang masih tercengang di kursi untuk beberapa saat.

* * *
tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 54, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 54 manga, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 54 online, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 54 bab, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 54 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 54 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 54 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!