Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 57 Bahasa Indonesia

Dibaca 633 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Kegelisahan

 
…Kepalaku sangat pusing.
 
Setelah dibombardir oleh begitu banyaknya informasi, aku sekarang mengalami sakit kepala. Aku memijat pelipisku dan memeriksa dokumennya.
 
Setelah diberitahu tentang pengucilanku dari Gereja, aku mengumpulkan semua dokumen yang berkaitan dengan pembangunan kembali salah satu gereja di dalam wilayahku dan memberikannya kepada Sebastian. Gereja yang sudah sangat lusuh sehingga akan menghabiskan banyak uang untuk memperbaikinya, jadi aku membelinya dengan harga dua kali lipat dan memulai usaha untuk membangun kembali yang baru di tempat lain. Aku bahkan sudah berkonsultasi dengan Gereja sebelum menyerahkan dokumentasi yang diperlukan agar gereja dibangun kembali. Tapi bahkan sebelum melakukan proses ini, aku sudah berkunjung ke Gereja, tapi ditolak di depan pintu.
 
Tapi, bahkan setelah melewati semua semua rintangan yang diperlukan, mereka belum mencabut perintah pengucilan.
 
“…Betapa hebatnya mereka berhasil mengorbankan kita demi keuntungan mereka sendiri…”
 
“Ya. Saya menggunakan semua koneksi yang kami miliki untuk mencari imam yang menjual bangunan gereja kepada kami, tapi tidak dapat menemukannya. Saya percaya bahwa hubungan dengan Gereja telah terputus dan surat yang Nona kirimkan mengenai pembongkaran Gereja diabaikan oleh Gereja. Saya merasa bahwa… bahkan jika Anda memiliki kekuatan seorang duke, Gereja akan dapat membatasi jumlah informasi yang dapat kami peroleh. Tidak diragukan lagi, ini akan menjadi penyelidikan yang sulit, Nona.” (Sebastian)
 
“Yah, kalau kita bisa menemukan imam dari kudan, kita akan bisa menangani masalah ini dengan cepat, tapi…”
 
Aku tidak bisa hanya memberi tahu mereka untuk membuang semua informasi yang sudah kita kumpulkan tentang para anggota Gereja. Untuk Sebastian dengan menyesal bahwa dia tidak bisa memperoleh informasi… Aku sangat terkesan bahwa dia bisa mendapatkan informasi sebanyak ini dalam waktu yang singkat.
 
“Bagaimana situasi wilayah kita?”
 
“Meskipun hanya beberapa hari sejak kami diberitahu tentang pengucilan, kekhawatiran di antara masyarakat meningkat dengan cepat.” (Sebastian)
 
“Itulah yang kuduga. Bagaimana dengan para pedagang?” (Iris)
 
“Sudah ada beberapa pedagang yang telah berhenti atau tiba-tiba berlibur. Untungnya, orang lain yang menghargai pekerjaan mereka lebih tinggi daripada reputasi memilih untuk tetap tinggal, mengatakan hal-hal seperti, ‘Pekerjaan jauh lebih penting daripada suatu keputusan Gereja!’ Kami telah sanggup mempertahankan tingkat produksi kami saat ini berkat orang-orang yang setia.” (Sebastian)
 
Itu masuk akal, kupikir. Untuk mereka yang tidak menyadari keadaan di sekitar gereja yang dihancurkan, akan kelihatan seolah aku menghancurkannya tanpa izin, dan aku akan menjadi seseorang yang melakukan kejahatan terhadap tuhan.
 
Itu tidak bisa dicegah jika beberapa pedagang berhenti atau melarikan diri demi keselamatan mereka sendiri.
 
“Perdagangan juga menurun. Efek dari siatusi ini terhadap wilayah sangat buruk.” (Sebastian)
 
Wilayah yang berdekatan dengan kami baru saja menyatakan peningkatan tarif dan pembatasan perdagangan untuk memperburuk ekonomi kami, mengharuskan kami membayar untuk menjual dalam mata pencaharian mereka dan membayar untuk menyeberang perbatasan juga.
 
Karena aturan baru inim bisnis yang berbasis di wilayahku menderita kerugian besar – hanya karena berbasis di wilayahku menempatkan bisnis pada posisi yang kurang menguntungkan. Aku harus menyelesaikan dengan cepat, atau kita akhirnya akan kehilangan semua bantuan yang kami terima dari berbagai bisnis.
 
Tentu, ini juga masalah bagi Konglomerat Azura. Aku yang merupakan kepala dari konglomerat ini, telah resmi dianggap sebagai pendosa dan sekarang, orang-orang berhati-hati terhadap produk kami.
 
Selain itu, kami sekarang harus membayar pajak yang lebih tinggi karena kami harus mengirim barang langsung ke ibukota.
 
Sebelum pengucilanku, aku tidak hanya menerima keluhan dari kaum bangsawan tentang kenaikan harga produk kami, yang aku coba untuk menenangkan, tapi ada juga dari masyarakat umum.
 
Ada juga masalah penurunan penjualan produk kami karena kenaikan harga yang disebabkan oleh perusahaan lain memburu karyawan toko kami, terutama dari toko-toko yang berada di ibukota atau toko yang mengalami jumlah perdagangan yang tinggi. Hilangnya para karyawan memuncak dalam mengurangnya produksi dan penjualan kami sudah turun akibat dari kenaikan harga.
 
Itulah kenapa produk yang sama dengan apa yang dikirimkan satu demi satu sudah terjual di tempat lain, kalau tidak sama persis, produk tiruan sudah bermunculan di pasar. ini bukan seolah aku tidak mengantisipasi bahwa hal seperti ini akan terjadi dan menyiapkan tindakan balasan, tapi dengan pengucilanku tidak akan berguna. Sekarang, karena pengucilanku sudah mencoreng citra merekku, orang-orang lebih cenderung membeli produk tiruan dari perusahaan-perusahaan yang lebih bereputasi.
 
“…Aku telihat sangat buruk…” (Iris)
 
I melihat ke cermin yang ada di ruang kerja, dan melihat penampilanku. Cahaya dan mataku sudah meghilang. Rambutku acak-acakan dan kulitku kasar.
 
Sebagai seseorang yang awalnya menjalani kehidupanku sebelumnya di Jepang, aku pikir bahwa dikucilkan dari Gereja bukan masalah besar… Tapi, di dunia ini, Gereja adalah organisasi yang kuat.
Pengaruh Gereja sangat jauh dan luas.
Ada juga nama dan otoritas mutlak, yaitu Tuhan; Batas kekuatan Keluarga Armelia kalau di bandingkan.
 
Mustahil bagi kita untuk bernegosiasi dengan Gereja, karena merka adalah organisasi yang memegang kekuasaan absolut dan sudah lama merebut hati rakyat. Bahkan untuk mendekati Gereja itu sulit, karena aku sekarang adalah “Pendosa”.
 
Karena pengucilanku, fraksi pangeran kedua sudah mengambil kesempatan ini untuk menghina ayahku tanpa henti, dan kejadian apapun yang harus dihadiri ibuku sudah dibatalkan atau undangannya dicabut.
 
Aku mencoba untuk melihat ke atas.
 
Aw, kepalaku sakit… Kalau aku mencoba berdiri, aku pusing.
 
Hanya beberapa hari. Beberapa hari lagi, sudah berapa hari.
 
Aku hampir tidak tidur akhir-akhir ini, karena aku sudah berusaha mengikuti perkembangan situasi dan memikirkan tindakan balasan yang nanti akan kami diskusikan dan diubah untuk menyesuaikan dengan situasi saat ini.
 
Ini pertarungan melawan waktu. Aku menjadi tidak sabar, dan aku berada di bawah perasaan tetang setiap hari.
 
Aku kembali melihat ke bawah, dan segara merasa bahwa penglihatanku akan menjadi kabur kalau aku mencoba untuk berbalik.
 
Hanya sedikit lagi… Sedikit lagi, dan nanti persiapanku akan selesai. Meskipun bahkan dengab persiapan seperti itu, aku ragu bahwa aku akan bisa membalikkan situasi ini. Kekhawatiran yang berdiam di hatiku terus bertanya apa ini adalah pilihan yang bagus atau tidak. Bayangan sudah mulai merasuk ke dalam pikiranku. Lawanku kali ini terlalu kuat. kalau saja aku punya lebih banyak watu untuk mempersiapkan ini, aku bisa… Tidak, bahkan kalau aku meramalkan ini, aku tidak akan punya pilihan lain.
 
* * *
tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 57, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 57 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 57 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 57 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 57 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 57 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 57 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of