Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Awal Rencana

 
“…Aku minta maaf karena kamu datang ke sini dengan cara ini, Minae-san.”
 
“T-Tidak sama sekali! Yah… Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan, Tuan Wilayah-sama…”
 
Di depanku ada Minae-san, yang menunjukkan sikap yang sangat berterima kasih untuk kehadiranku… Itu benar, aku segera memanggilnya ke tempatku setelah pengucilan itu diucapkan. Ini adalah awal rencana untuk menekan ketidakpuasan di antara warga wilayah.
 
Pada Awalnya Minae-san terkejut, karena dia tidak tahu kalau aku adalah Putri Duke Armelia sampai saat itu. Selain itu, saat dia mengetahui tentang situasi saat ini dari pembicaraan kami sejauh ini, sikapnya menjadi lebih dipaksakan. Itu salah kami… pikirnya. Meramalkan bagaimana ini akan berubah, aku pasti sangat jahat untuk menjelaskan semuanya padanya dengan cara ini.
 
“Aku akan jujur tentang alasanku memanggilmu di sini… Aku ingin minta bantuanmu.”
 
“Y-Ya. Apa itu? Saya dengan hati akan memenuhinya selama masih dalam kemampuan saya!”
 
“Aku mungkin akan mengingatkanmu tentang suatu insiden pahit belum lama ini. Bagaimana aku harus mengatakannya…? Aku ingin kamu menyebarkan cerita tentang gereja yang dijual. Kamu tahu… itu agak berlebihan. Untuk mengatakan isi ceritanya adalah: tempat di mana gereja suci itu berada – meskipun dulu digunakan untuk menjadi tempat dimana kami tinggal – sayangnya dijual kepada beberapa bajingan yang terlibat dengan perdagangan manusia. Kami diancam untuk pergi dan mengalami penghinaan terus-menerus. Ketika Iris mengetahui situasinya, dia menangkap para bajingan itu dan merelokasi gereja yang kondisinya buruk, kemudian mencarikan kami sebuah rumah baru. Gereja baru itu belum dibuka, namun rumor mengatakan akan segera ada upacara pembukaan yang megah. Pada waktu itu, Iris juga akan muncul disana.
 
Mendengar isi ceritaku, Minae memiringkan kepalanya dengan bingung.
 
“Anda ingin saya menyebarkan cerita seperti itu?”
 
“Benar. Kamu mungkin akan menarik banyak perhatian yang tidak diinginkan… tidak, delapan sampai sembilan dari sepuluh itu pasti akan ada. Kamu akan menerima banyak tatapan tatapan bermusuhan dan mencurigakan juga. Meski begitu, aku ingin kamu menyebarkan ini ke sebanyak orang yang kamu bisa.”
 
“Jika memang begitu, maka ya tentu saja! Saya akan banyak berbicara mulai sekarang, dan memastikan bahwa itu akan didengar dan dibicarakan disetiap sudut ibukota wilayah!”
 
* * *
 
Beberapa hari berikutnya sejak aku meminta bantuan Minae-san. Rumornya sudah menyebar dengan sangat cepat, sampai-sampai tidak ada yang menyadarinya. Tentu, tidak semuanya adalah kabar baik – ada beberapa kecurigaan dan rumor lebih lanjut, dan cerita asli sedikit beda dengan banyak variasi melalui bergosip. Tapi, poin utama berhasil tersampaikan. Terlebih lagi, banyak orang sudah menunjukkan minatnya pada upacara pembukaan gereja baru.
 
Saat aku mengingat apa yang terjadi sampai sekarang, pikiranku kembali ke kenyataan.
 
“Kamu mempunyai rasa terima kasihku yang terdalam, Minae. Aasal kamu tahu, aku bukan penguasa sebenarnya, hanya bertindak sebagai penguasa wilayah.”
 
“B-Benarkah begitu…?”
 
“Tolong jaga identitasku sebagai rahasia dari anak-anak. Kalau mereka mulai memanggilku Nona Iris saat aku datang untuk bermasin dengan mereka… entah bagaimana, aku merasa seperti ada jarak diantara kami dan itu akan membuatku sedih.”
 
“Anda akan meluangkan waktu untuk mengunjungi kami lagi?!”
 
“Tentu. Aku menantikan untuk melihat pertunjukan anak-anak. Terlebih lagi, aku belum memberi buku gambar baru atau menceritakan dongeng baru, tahu?”
 
“…Terima kasih banyak, Nona Iris. Anak-anak sedang menunggu kehadiran Anda dengan sukacita.”
 
“Aku senang mendengarnya… Jadi, mari selesaikan urusan ini dengan cepat.”
 
Setelah mengatakan tu, aku turun dari kereta kuda.
 
Hari ini adalah perayaan selesainya serta upacara pembukaan gerena baru. Untuk memastikan keikutsertaanku berjalan lancar, Ryle dan Dida – yang sibuk melakukan tugas mereka di berbagai tempat – dan Tanya menemaniku sebagai pengawal saat ini.
 
Di depan mataku adalah gereja besar yang baru dibangun. Meskipun seharusnya adalah tempat suci, itu memberikan suasana istana raja setan dimana para pahlawan menuju… sepertinya itu cara yang belebihan yang aku gunakan untuk menggambarkan bangunan.
 
Baiklah, pertama-tama untuk menenangkan hati para warga wilayah, aku harus berangkat ke sana.
 
* * *




tags: baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 60, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 60 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 60 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 60 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 60 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 60 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia Chapter 60 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel