Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 69

Dibaca 804 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Chapter 69: Di Balik Layar dari Sudut Pandang Lain

Langkah kaki bergema di seluruh ruangan.

“Betapa luar biasanya penjara ini.” (Rudy)

Rudy mengeluarkan komentar sindiran dan tertawa.

“Yah, karena paus dipenjarakan di sini, penjaranya tidak akan sama seperti penjara yang dimana warga biasa akan di tahan.” (Alfred)

“Yang Mulia… Cara berpikir seperti itulah yang menciptakan situasi seperti ini.” (Rudy)

Aku memberi isyarat ke penjaga yang berada di pintu masuk untuk membiarkan aku lewat. Paus, tinggal di penjara khusus ini dengan status sebagai tahanan rumah.

“Siapa- siapa yang-!! Ah! Anda adalah…” (Paus)

Wajah Paus kaget dan bingung saat dia menatapku. tatapannya sangat lucu sehingga aku tidak bisa menahan ujung bibirku naik.

“Sudah begitu lama, Paus Wilmotz Lutasha… Ah, maaf aku salah: mantan Paus Wilmotz Lutasha.”

Harus kuakui kalau aku menyengir saat aku mengatakan itu. Tapi, aku senang karena akhirnya bisa menyingkirkan salah satu parasit yang menempel di negara ini.

“… Anda- anda adalah pangeran pertama, Alfred! Mengapa anda di sini?!” (Paus)

“Kenapa? Aneh… Aku pikir semua persekongkolan dan taktik bodoh itu bisa menarik perhatianku. Aku sedikit tersanjung dengan tindakan itu, jadi aku ingin menanggapi panggilanmu.” (Alfred)

Wilmotz menelan ludah saat dia mencoba menahan kepanikannya.

“Nona Ellia dan Marquis Maeria bekerja sama denganmu dan perkara ini menjadi semakin lepas kendali, jadi aku tidak bisa lagi tetap berada dalam bayang-bayang. Kekuatan mereka dan punyaku adalah dua kekuatan yang bersaing di kerajaan ini. Meskipun mereka mempunyai sedikit keuntungan, dan itu sama sekali bukan hal yang mudah ditangani. Tapi, saat kau bergabung dengan aliansi mereka, aku tidak bisa terus diam dan menunggu antisipasi untuk langkah mereka selanjutnya, yang ternyata mereka ingin mengurangi kekuatan Keluarga Armelia. Berkat rencana bodoh mereka untuk mencoba berperang ke salah satu orang yang paling berpengaruh di kerajaan ini, aku tidak perlu keluar dari balik layar sendirian. Seorang Putri Keluarga Armelia menggagalkan rencana mereka dengan mudah. Itu hasil yang benar-benar melampaui harapanku.” (Alfred)

“T… tolong… Yang Mulia… Saya dimanfaatkan oleh Nona Ellia… Mengatakan bahwa saya seorang konspirastor adalah salah… Tolong… Ampunilah…” (Paus)

Aku tertawa lepas saat mendengar suara perkataan Wilmotz yang menyedihkan. Aku merasa lucu kalau Paus akan meminta pengampunan dari seorang manusia biasa. Betapa menyedihkannya orang tua ini.

“Aku adalah ‘lawan yang mudah’… bukankah itu yang kau katakan tentangku?” (Alfred)

“Saya-!! Saya tidak pernah mengatakan hal semacam itu! Itu kebohongan Nona Ellia…”

“Salah.” (Alfred)

Suara perkataanku dingin. Sepertinya dia agak terintimidasi olehnya.

“Huh?” (Paus)

“Pedagang itu… Oh, siapa namanya? ah ya, Divian.” (Alfred)

Darah yang ada di wajah Wilmotz mengering, membuat wajahnya menjadi sangat pucat… Aku kaget kalau makhluk ini mampu mengikis dengan waktu yang lama dalam posisi tanggung jawabg yang sangat inggi. Aku mengerti kalau gereja dalam perebutan kekuasaan mereka bekerja secara berbeda daripada yang kami lakukan di Istana Kerajaan, tapi meski begitu… Makhluk lemah seperti ini…

“… Mengapa…?” (Paus)

“Jadi kau dimanfaatkan oleh Nona Ellia dan Marquis Maeria… tentu saja itu masuk akal, tapi, kalau memang benar, kau akan melangkah pergi setelah kau menggunakan kekuatanmu untuk melakukan tindakan yang diperlukan. Tapi kau justru sebaliknya, kau tetap mempertahankan peranmu, jadi aku bisa menyimpulkan bahwa kau punya beberapa motif lain lagi.” (Alfred)

“…” (Paus)

Mulut Wilmotz terbuka dan tertutup berulang kali seperti ikan yang sedang terdampar di darat… Sepertinya tidak ada bantahan.

“Sejak awal, tujuanmu adalah tidak pernah menodai Iris… Yah, itu tidak akan diperlukan untuk melakukan tindakan ekstrim kalau itu adalah satu-satunya tujuanmu,  jadi tujuan dari semua tindakan ini harus lebih besar dari yang hanya dirinya. Tujuanmu yang sebenarnya adalah menghentikan sementara Perdana Menteri, Louis, dan semua fokus politik akan bergeser ke arahnya. Ini akan memungkinkan Divian dan Fraksi itu bergerak lebih mudah. Dengan memperlambat datangnya pasokan barang dari Keluarga Armelia dan pengaruh mereka, sedangkan Divian akan membantu menyebarkan pengaruhmu ke negara-negara lain, dan kau berharap untuk memperoleh kekuatan lebih besar melalui saluran-saluran itu. Oh, kau tidak perlu menanggapi ini, ngomong-ngomong; kata-katamu tidak mempunyai pengaruh.” (Alfred)

“Jika anda telah mengetahui semuanya… Mengapa…?” (Paus)

“Mengapa? Apa kau maksudmu adalah bertanya kenapa aku ada di sini? Kenapa, itu hanya untuk mengambil keuntungan dari situasi ini dan berterima kasih kepadamu karena sudah merusak diri sendiri. Berkat tindakanmu aku bisa menyingkirkan negara ini dari banyak lintah.” (Alfred)

Wajah Paus berubah menjadi ekspresi lainnya.

“Baiklah kalau begitu. Aku ada bisnis lain yang harus aku hadiri. Aku berharap semoga kau bisa menemukan kesantaian dan kenyamanan di ruangan ini.” (Alfred)

Aku berbalik dan meninggalkan ruangan dengan Rudy. Wilmotz merangkak mengikutiku sambil meneriakkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti dan sangat mengganggu. Aku yakin aku meninggalkan ruangan itu dengan waktu yang tepat.

“Kamu telah bekerja sangat keras, Yang Mulia.” (Rudy)

Rudy menyengir padaku.

“Itu hanya kesempatan yang sempurna untuk membersihkan korupsi yang dilindungi oleh iman. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan seperti itu.” (Alfred)

“Tidak. Maksud saya adalah membantu Iris.” (Rudy)

… Sialan. Dia sangat suka mengungkit-ungkit hal ini.

“Yah, aku benar-benar membuat dia memikul beban penderitaan, jadi aku punya kewajiban untuk membantunya sebagai balas budi.” (Alfred)

“Tidak, kamu tidak punya alasan sebenarnya untuk melakukannya. Sebenarnya, perkara itu akan menjadi kesempatan yang sempurna bagimu untuk melemahkan kekuatan Keluarga Armelia, tapi, tetap saja kamu masih membantu dia; pada kenyataannya, kamu membantunya mendapatkan pengaruh yang lebih banyak.” (Rudy)

“… Apa kau punya masalah dengan metodeku?” (Alfred)

“Tidak, tidak! Haha… Aku percaya kamu akan mempertimbangkan untuk berhubungan keluarga Armelia dan semua fraksi netral lainnya agar mereka berada di sisimu.” (Rudy)

Memang benar. Aku sudah mendengar laporan-laporan kalau banyak dari fraksi yang sebelumnya netral sudah mencoba untuk berhubungan denganku.

“Tentunya, alasanku mengatakan itu adalah untuk berterima kasih padamu karena memberi bantuan pada sepupuku. Aku sangat menghargai apa yang kamu lakukan, Yang Mulia.” (Rudy)

“… Aku tidak melakukannya demi kau.” (Alfred)

* * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 69, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 69 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 69 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 69 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 69 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 69 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 69 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of