Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 70

Dibaca 893 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Chapter 70: Di Balik Layar dari Sudut Pandang Lain 2

Note: Rudy = Ludy.
Note 2: Ludius Jib Anderson adalah sepupu iris kalau dilihat dari sisi ibunya. Jadi dia adalah cucu Gazelle dan bakal jadi kepala keluarga Anderson di masa depan.

“Kelihatannya kamu sedikit menyukai sepupuku, kan?” (Ludy)

dia bertanya begitu sambil tertawa dan tersenyum lebar, Kau pasti merasa ini lucu, kan, Ludy?

“Kau memang suka menguping ya.” (Alfred)

“Apa? Kami adalah kerabat. Aku tidak perlu mencari tahu apapun tentang dia. Aku hanya perlu mengirim surat padanya, tidak sepertimu. Meskipun kamu hanya ingin kontrak jangka pendek, tapi kamu mengunjunginya berkali-kali dan sangat memperdalam hubunganmu dengannya.” (Ludy)

Dia masih terus tertawa dan memberiku senyuman itu… Yep, dia pasti menikmati yang dilakukannya.

“Aku sangat terkejut, ketika aku mendengarmu pergi ke panti asuhan bersama dia berkali-kali dan bermain dengan anak-anak di sana. Aku tidak mempercayai apa yang kulihat ketika kamu bermain dengan anak-anak lain selain Letisha. Kamu juga menghabiskan lebih banyak waktu dengannya di kantor dan bahkan pergi bersama untuk melihat kota dengan mengenakan topeng. Ketika aku mendengar ini dari masyarakat di sana, aku berpikir ‘Apa orang itu sama saat bersama denganku?'” (Ludy)

Aku mencoba untuk menyandungnya dengan sengaja menggunakan kakiku saat kami berjalan dan melihat dia tersandung sambil memberikan senyumannya ke wajahku. Aku mengerti apa yang kulakukan disana adalah kekanak-kanakan.

“… Aku setuju denganmu. Aku hanya berniat untuk melihatnya sekali saja.” (Alfred)

Ini dimulai hanya dengan rasa tertarik pada wilayah Armelia yang berkembang pesat. Aku sangat khawatir kalau putrinya akan mengambil alih kekuasaan atas wilayah itu. Aku pernah melihatnya di sekolah, tapi kesanku sangat buruk terhadapnya. Dia menghina putri Baron, Yuri Noire dengan kasar. Meski aku mengerti kenapa dia melakukannya, tapi ada cara lain untuk menangani situasi seperti itu. Jadi, meski aku tahu adik laki-laki ku itu sangat bodoh, aku mengerti keputusannya untuk membatalkan pernikahan pada saat itu. Aku sangat khawatir saat aku mendengar kalau dia mengambil alih wilayah kekuasaan yang paling penting di kerajaan. Terlebih lagi apa yang dipikirkan ayahnya sehingga memberikan dia wilayah itu?

Meski aku melihat laporan tentang wilayahnya yang berkembang dan meningkat pesat, aku pikir itu karena seseorang yang brilian yang mengambil alih dan memimpin urusan wilayah daripada dia. Jadi, aku menyusup ke kediamannya untuk mencari orang itu dan menariknya ke sisiku… dan ternyata orang itu adalah dia. Aku sangat kaget pada saat itu, sehingga aku merasa rahangku hampir terkilir.

“Aku harus mengatakan kalau itu lucu. Aku tidak pernah merasakan beban atau hal lain saat aku mencapai suatu hal yang dikatakan orang lain yang kucapai adalah luar biasa. Aku juga tidak pernah terkesan oleh pujian siapapun. Aku tidak pernah bisa merasakan hal yang lucu… tapi saat aku sedang bersamanya, aku tidak pernah merasa bosan. Ide-idenya yang dia buat adalah hal-hal yang tidak pernah kupikirkan. Proposal-proposal yang dia buat selalu menghancurkan apa yang sudah kupikirkan… Setiap kali aku bersamanya, dia memberikan penemuan baru. Hari-hari aku bersamanya adalah hari-hari aku tidak pernah merasa lelah atau bosan. Sungguh, tidak pernah ada sebuah hari yang membosankan dengannya.” (Alfred)

Ketika aku mulai memperhatikannya, aku merasa ingin memanjakannya. Meski aku berpikir jika kelemahan bukanlah sesuatu yang harus diperlihatkan kepada orang lain… Dia yakin jika dia mempunyai kelemahan itu sendiri adalah salah. Dia menjadi terluka oleh ini, dan hanya berpikir jika dia merasa tersakiti membuatku juga merasa sakit dan ingin membantunya lagi. Sifat-sifatnya ini yang membuat dia indah di mataku.

“Orang, harta, politik… Semua hal ini adalah pekerjaan yang biasa aku kerjakan di meja. Semua angka yang kulihat dari laporan hanyalah angka dan tidak berarti apa-apa bagiku. Sumber daya manusia hanyalah potongan-potongan di papan. Kau hanya harus memikirkan bagaimana cara menggunakannya dengan terampil. Namun, setelah pergi ke tanah itu… Aku mulai berpikir berbeda.” (Alfred)

“…Ya, aku juga berpikir bahwa kamu menjadi lebih lembut dari yang sebelumnya.” (Ludy)

“Kau pasti yakin dengan mengatakan itu langsung.” (Alfred)

“… Itulah juga mengapa aku khawatir.” (Ludy)

Nada suaranya tiba-tiba berubah dan ekspresi wajahnya juga menjadi serius.

“Aku percaya bahwa faktanya kamu menjadi lembut adalah hal yang baik untukmu. Tetapi aku juga percaya bahwa jika kamu terus menjadi lebih lembut, kamu akan melupakan rencanamu… Aku hanya khawatir kamu akan menyesali setiap keputusan yang kamu buat di masa depan.” (Ludy)

“… Apa yang kamu katakan sekarang dan apa yang kamu katakan sebelumnya saling bertentangan satu sama lain. Aku tidak terpikir jika kamu akan mengatakan ini setelah kau mengucapkan terima kasih karena sudah membantu sepupumu, Iris, Ludius Jib Anderson.” (Alfred)

“Itu adalah persoalan lain, Aku juga percaya bahwa seseorang sehebat dirinya tidak akan hancur oleh sesuatu seperti ini. Aku hanya memberitahumu tentang pemikiranku sebagai ajudanmu, Alfred Dean Tasmeria.” (Ludy)

* * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 70, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 70 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 70 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 70 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 70 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 70 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 70 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of