Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 71

Dibaca 724 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Penerjemah: Cyborg-tl (Sudah izin)
Penyunting: niznet

Chapter 71: Di Balik Layar dari Sudut Pandang Lain 3

“Aku paham.” (Dean)

Aku menghargainya, apa yang dikatakannya memang benar.

“Tidak perlu cemas. Segala sesuatu yang terjadi mulai sekarang akan berjalan sesuai rencanaku. Aku telah memutuskannya semenjak Raja dan Nona Ellia mulai menjauhi kami bahwa: aku tidak akan pernah menjadi seperti ayahku.” (Dean)

“Aku agak lega mendengarnya.” (Rudy)

Rudy menghela napas ringan.

“Lagipula, kau tidak punya alasan untuk khawatir. Keputusanku menjadi lebih kuat semenjak aku bertemu dengannya.” (Dean)

“Kenapa?” (Rudy)

“Seorang Raja yang tidak kompeten hanya akan membuat rakyatnya mati. Karena ayahku telah dibutakan akan cintanya pada ibuku, dia tidak bisa menyelamatkannya dari rencana jahat dan menjadi cangkang kosong ketika kehilangannya. Aku hanya merasa kasihan pada ayahku.” (Dean)

Orang itu jadi tak bisa bergerak maupun berpikir. Dia kehilangan semua alasan untuk hidup ketika ibuku meninggal, memungkinkan Nyonya Ellia dan keluarganya dari Maruqis Maeria untuk perlahan mengendalikan kerajaan.

Yang lebih bodoh lagi adalah dia menikahi wanita yang telah membunuh istrinya, Nyonya Ellia. Dia mengabaikan kejahatannya dan membiarkan dia menghasutnya. Pada akhirnya, orang itu mengusirku dan Letisha dari istana. Baginya, aku dan adikku hanyalah anak-anak yang tinggal di istana, sama sekali tidak berhubungan dengannya.

Jika nenekku tidak mengambil kami, mungkin Nyonya Ellia telah membunuh kami berdua.

“Yang kulihat adalah sosoknya(Iris) yang kuat membawa beban dunia di kedua pundaknya namun terus tumbuh telah menginspirasiku. Jika Orang yang sedang sakit itu akhirnya akan melepaskan tahtanya. Saat itulah aku akan memanfaatkannya untuk menghilangkan semua parasit yang tinggal di kerajaan ini.” (Dean)

Aku akan mengirim mereka ke neraka bersama-sama. Sejak saat itu, aku tidak lagi merasakan hubungan kekeluargaan dengannya. Bagiku, adik kecilku, Leti, adalah keluargaku, itulah kenapa aku sama sekali tidak merasakan kecemasan pada ayahku, Raja.

Oh … begitu ya .. aku sekarang paham kenapa Rudy membahas ini .. Tentang aku yang menjadi lebih lembut … Aku akhirnya sadar selama percakapan kami kalau aku yang sebelumnya … adalah orang yang dingin.

Aku tidak pernah merasa senang maupun tertarik pada apapun. Tidak peduli berapa banyak orang yang mati di Kerajaan ini karena perang maupun kelaparan, mereka hanyalah angka bagiku. Aku selalu berpikir seperti itu. Orang-orang yang aku pedulikan hanyalah Leti, Rudy, dan nenek. Aku bisa mengerti kenapa dia berkomentar kalau aku semakin lembut.

Ditambah, aku juga sadar bagaimana pentingnya dia(Iris) bagiku.

Aku mulai tertawa.

“Aku tidak akan menjadi seperti ayahku. Keputusanku tidak akan goyah, karena orang yang aku sayangi adalah orang yang tidak akan pernah menjadi milikku.” (Dean)

“Jika Yang Mulia menginginkan, Keluarga Armelia dengan senang hati akan mengatur pernikahannya. Saya kira bibi saya akan mendukung ini. Di samping itu, dia harus menyerahkan posisinya sebagai penguasa pada adiknya.” (Rudy)

Seperti yang Rudy katakan. Pewaris keluarga Armelia adalah Berne, yang berarti juga akan mewarisi gelar penguasa itu … Namun aku bisa membayangkan bagaimana tanggapannya.

“Kenapa memangnya?” (Iris)

Dia tidak akan peduli, karena dia juga memliliki Azuta Conglomerate dan telah mandiri dalam beberapa aspek demokrasi dalam pemerintahan wilayahnya. Sebagai hasilnya, siapapun yang akan mengambil alih tidak akan bermasalah baginya. Dia mungkin akan menemukan sesuatu yang baru untuk bekerja keras.

“Aku mencintainya, tapi dia adalah seseorang yang harusnya bebas membentangkan sayapnya ke seluruh dunia. Aku tidak yakin sebuah kurungan seperti istana akan cocok dengannya.” (Dean)

Dia adalah orang yang aku sayangi. Membayangkan ia berdiri tegak, bekerja keras, mengatasi semua rintangan di jalannya … Matanya memancar dengan jernih layaknya langit tak berawan. Istana kerajaan, dengan semua peraturan yang menjenuhkan, akan membuatnya kehilangan sesuatu yang membuatnya spesial.

“Aku akan meminta maaf pada nenek, aku tidak punya niat membawanya ke istana.” (Dean)

” …Begitu ya….” (Rudy)

 * * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 71, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 71 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 71 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 71 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 71 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 71 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 71 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of