Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 72

Dibaca 740 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Penerjemah: Cyborg-tl (Sudah izin)
Penyunting: niznet

Chapter 72 – Laporan X: Manuver Rahasia

Selagi kami bicara, kami berjalan menuju ruang belajarku. Kapanpun aku berada di istana Janda Ratu, aku akan menghabiskan semua waktuku di ruangan ini. Meskipun belakangan, aku sering menuju istana dan keluar kota untuk bekerja dan bertemu dengannya. (Iris)

Deretan rak-rak buku berbaris padat, membuat ruang belajarku sendiri agak sempit. Aku selalu punya kesan kalau ruangan ini adalah rumah buku paling banyak di kerajaan hingga aku mengunjungi wilayah Armelia. Saat aku melihat ruangan itu, aku merasa kalau ruang belajarku tidak benar-benar memiliki banyak buku.

Aku duduk di mejaku, yang terletak di ujung ruangan.

Meja dan kursi adalah sesuatu yang ditinggalkan oleh Raja sebelumnnya. Saat aku melihatnya, kupikir keduanya tidak terlau mewah, tapi aku menyukainya.

“Haruskah saya menyiapkan beberapa teh?” (Rudy)

Aku mengangguk dan menutup mataku sesaat.

Aku mendengar seseorang mendekati pintu setelah Rudy memanggil pelayan yang berada di luar ruangan.

Istana ini sebenarnya hanya memiliki beberapa pelayan. Nenek mengatakan dia tidak memerlukan terlalu banyak pelayan di masa tuanya, namun sebenarnya, dia ingin mengurangi kemungkinan pembunuh yang mungkin menyusup untuk melenyapkanku dan Letisha.

“Ini teh Anda, Yang Mulia.” (Rudy)

Rudy juga melayani sebagai ajudanku. Dia sangat berbakat dan mahir dalam segala hal. Dia juga pembuat teh yang handal.

” …Oh ,,,ini …” (Dean)

“Ini adalah teh herbal yang dibuat Azuta Conglomerete. Saya dengar ini baik untuk menghilangkan kelelahan.” (Rudy)

“Aku tahu, terima kasih sudah menghkwatirkanku.”

“Ini bukan apa-apa, Yang Mulia.” (Rudy)

Warna emas dan baunya yang unik agak aneh, tapi teh ini sendiri lezat.

“Konglomerat itu kelihatannya pulih dengan lancar.” (Dean)

“Benar. Dia sangat luar biasa. Setelah ketidakbersalahannya dikonfirmasi dan kabar tersebut menyebar ke seluruh kerajaan, dia mulai mengeluarkan produk baru terus menerus. Dia sangat baik memanfaatkan peluang,” (Rudy)

“Aku dengar adikku(Edward) juga terlibat dengannya.” (Dean)

Aku tertawa kecil.

Meskipun tindakannya dilakukan untuk alasan sepele, itu waktu yang bagus. Dia memilih mencuri para pegawai yang berada di bagian produksi daripada berusaha membeli toko itu sendiri.

Namun, ia hanya mendapat nilai 60 untuk rencananya ini.

Jika kau mencoba merekrut orang-orang dari sebuah perusahaan, kau harusnya tidak boleh merekrut staff dapur. Apa yang membuat sebuah perusahaan unik adalah inovasi produk dan cara pengelolaan para pegawai. Dia harusnya berusaha merekrut staff pengembang dan mereka yang bertanggung jawab di bagian keuangan … setidaknya, itulah apa yang akan aku lakukan.

“Laporan pertama dari Gereja telah tiba: Paus telah dilepas dari posisinya dan asetnya telah dibersihkan. Semua kesalahan yang dialamatkan pada Putri Duke Armelia telah ditarik kembali. Paus juga bertanggung jawab dalam pemalsuan bukti dan sekarang tengah ditahan. Juga, dua Pejabat Tinggi Gereja dan tiga imam telah diusir dari Gereja.” (Rudy)

Dua dari tujuh Pejabat Tinggi Gereja sangat terlibat dalam insiden ini. Namun sayangnya, Marquis Maeria bergerak cepat untuk melindungi kerjasama Gereja.

Gereja akan keluar dari pandangan untuk sementara, saat itulah mereka akan memanfaatkan waktu tersebut untuk merekonstruksi dan membangun kembali.

“Dimana Milo.” (Dean)

“Aku tidak melihatnya hari ini. Aku tidak yakin ia telah kembali.” (Rudy)

“Hmm ..” (Dean)

“Tada! Muncul dengan elegan dari tempat tersembunyi: Milo si tak terlihat.” (Milo)

Orang yang tiba-tiba muncul di tengah percakapan kami adalah Milo. Wajahnya ditutupi oleh rambut coklat halus yang aneh – dia feminim.

Orang yang terlihat seperti wanita dan muncul tiba-tiba ini adalah bayanganku. Dia bertindak sebagai mata-mataku dan handal dalam mengumpulkan informasi.

“Yah, tentu saja! Aku adalah bayangan, omong-omong, ada apa?” (Milo)

“Itulah yang harusnya kutanyakan padamu. Laporkan informasi yang telah berhasil kau kumpulkan.” (Rudy)

 * * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 72, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 72 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 72 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 72 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 72 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 72 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 72 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of