Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 74

Dibaca 558 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: Cyborg-tl (Sudah izin)
Penyunting: niznet

Chapter 74 – Siasat Adik Perempuan Ku

“Tubuhku terasa agak berat, jadi aku akan pergi dan sedikit menggerakan badan.”

“… Apa kau berencana menyelinap ke sesi pelatihan militer lagi?”

“Ya. Jenderal Gazelle telah kembali, dan karena dia sendiri yang mengintruksikannya, itu akan sia-sia jika aku tidak datang.”

Jendral Gazelle merawatku semenjak aku kecil. Dia biasa melatihku sepanjang waktu di istana. Seseorang dari Ordo Kesatria juga muncul, namun aku merasa militer jauh lebih baik. Selain itu, karena mereka juga menjaga keamanan publik di seluruh kota, mereka juga hebat dalam pertarungan jalanan.

“Kakak, itu baik jika kamu menggerakan tubuhmu, tapi tolong gunakan kepala dan kedua tanganmu terlebih dahulu.” (Leticia)

Dia menghela napas saat memasuki ruangan. Adik perempuanku bernama Leticia, tapi aku biasa memanggilnya Letty. Dia memiliki mata hijau emerald dan rambut pirang yang halus, sama seperti ku. Dia adalah Puteri ketiga sekaligus calon penerus ketiga dalam suksesi. Segala sesuatu tentang penampilannya mengingatkanku pada ibu kami. Adikku benar-benar tumbuh menjadi wanita yang cantik.

“Letty, apa kamu sudah selesai? Seperti biasa, kamu bekerja dengan cepat.” (Dean)

“Ya, kakak. Tolong kendalikan dirimu sendiri.” (Leticia)

Dia tersenyum, selagi terlihat manis, juga menampilkan ketidaksenangan. Dia menempatkan setumpuk dokumen diatas mejaku.

“Ini adalah berkas yang kamu minta aku kerjakan. Ada tempat yang memiliki sedikit masalah dengan finansial, jadi tolong memeriksanya.” (Leticia)

Sementara aku pergi, Leticia berurusan dengan semua dokumen dan menyusun laporan. Semenjak Raja jatuh sakit, pekerjaanku meningkat drastis. Aku tidak akan bisa meninggalkan mejaku kalau bukan karena bantuannya.

Dia telah terperangkap disini semenjak masih muda. Posisiku pada saat itu begitu lemah, dan aku hanya bisa memberikan sedikit bantuan pada situasinya. Dia bilang dia tidak ingin terlibat dalam perebuatan tahta dan menempatkan semua tenaganya dalam belajar.

Kemampuan dan bakatnya dalam akuntansi dipuji bahkan oleh Perdana Mentri.

“Kamu telah banyak mengalami peningkatan. Jika itu kamu, aku bisa ‘pergi’ lagi lebih sering di masa depan.” (Dean)

“Kakak, sebelum kamu berencana keluar lagi, tolong periksa berkas-berkas ini. Dan juga, tolong jangan pergi terlalu lama.” (Leticia)

Aku dengan cepat membolak-balikan dokumen dan laporan yang ia kumpulkan, memeriksanya dan tidak menemukan kesalahan satu pun. Sebaliknya, dia bahkan menempatkan catatan dari rincian-rincian kecil dan mengirim orang untuk menyelidiki persoalan.

“Menteri HAM berada dalam faksi Pangeran Kedua. Bahkan jika dia ingin mengambil proyek kecil seperti yang satu ini, itu tentu akan ditolak.” (Lecitia)

“Memang.” (Rudy)

Kerajaan ini beroperasi dengan tujuh Departemen Admininstrasi: Keuangan, Militer, Hukum, Kementrian luar negeri, HAM, Pendidikan, dan Infrastruktur. Perdana Menteri yang mengorganisi semuanya dan melaporkan aktifitas dan permasalahan mereka pada Raja. Pekerjaan administrasi juga termasuk negosiasi dengan penguasa lain untuk membuat kebijakan yang akan menguntungkan negara.

Kekuatan dari para penguasa yang memegang sebuah wilayah itu sangat penting. Dengan demikian, itu akan mengambil waktu lama untuk mendapatkan persetujuan mereka, terutama selagi menjalankan negara. Karena itu, aku mengajukan sebuah kebijakan untuk memusatkan proses ini. Namun, kurangnya dukungan mayoritas pada akhirnya usulan ini ditolak.

Menteri Keuangan, Earl Sagittaria, Militer dan Mentri luar negeri semuanya berada di pihakku.

Menteri HAM, Pendidikan, dan Infrastruktur semuanya berada di pihak Pangeran Kedua.

Salah satu menteri kunci telah digantikan dengan seseorang dari Gereja, mengizinkan mereka untuk memaksa banyak keputusan karena dukungannya. Namun, sejak pembersihan, dia telah diberhentikan. Sisa-sisa Gereja berada dalam kekacauan. Aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk memisahkan antara Gereja dan Pemerintahan.

Oh benar. Aku melupakan satu lagi seorang menteri. Menteri Hukum berada pada faksi netral sama seperti Perdana Menteri. Namun, sejak insiden pengucilan itu, Perdana Menteri sekarang berada di pihakku.

“Dia mempunyai uang yang disembunyikan di dadanya…? cih Kupikir orang yang menjadi menteri HAM itu orang baik-baik.” (Dean)

(TLN: Korupsi)

“Kamu terlalu asik dengan permainan politik mu.” (Leticia)

Selain menggelapkan uang untuk dirinya sendiri, menteri HAM juga menggunakannya untuk penyuapan.

“Permainan itu, apa yang kamu maksud perebutan tahta antara aku dan adik laki-laki ku? Yah, itu memang permainan untuk memenangkan tahta, tapi aku tidak pernah sekalipun menganggapnya sebagai lawan.” (Dean)

“Kata-kata yang aneh … Oh. Itu mengingatkanku …” (Leticia)

“Tentang apa?”

“Tolong, izinkan aku bertemu Putri Duke Armelia.” (Leticia)

Dia mengajukan permintaan itu dengan mata berkaca-kaca.

“… Kenapa kamu meminta hal itu tiba-tiba?” (Dean

Aku harusnya mengakhiri percakapan ini atau mengubah topik, namun karena aku bertanya, obrolan kami berlanjut.

“Kami adalah bulu dari seekor burung: wanita kuat yang hebat dalam melakukan pekerjaan mereka. Aku ingin bertukar gagasan dan membicarakan banyak hal dengannya … Maksudku. Alasan sebenarnya aku ingin bertemu dengannya adalah karena melihat cara kamu begitu menyayanginya” (Leticia)

“Kami tidak seperti itu, kamu salah paham.” (Dean)

“Benarkah? Sangat disayangkan. Tapi, semenjak kamu mengabaikan kesempatan berharga untuk melemahkan kekuatan Duke Armelia, itu menunjukan bagaimana kamu begitu menyukainya.” (Leticia)

“Itu-” (Dean)

“- Karena dia orang yang berbakat? Ayolah kak.” (Leticia)

“Aku bahkan tidak berpikir kita bisa bepergian bersama ke wilayah Armelia.” (Dean)

“Apa? Apa kamu berencana meninggalkan ku sendirian lagi? Dia adalah kakak yang mengerikan, benarkan Rudy?” (Leticia)

“Aku tidak bisa berkomentar mengenai hal itu.” (Rudy)

“Bahkan Rudy mempunyai reaksi yang sama.” (Leticia)

Dalam menanggapi kata-kata Rudy, dia menajamkan lidahnya yang sebanding dengan ketidakpuasannya. Aku melihat bahunya turun selagi ia menghela napas, dan suasana dengan cepat berubah gelap.

Kupikir aku harus secepatnya mengubah topik, tapi, untuk beberapa alasan, aku tetap diam. Dia kemudian membuka mulutnya.

“Yah … Aku ingin bertemu Iris, tapi aku juga ingin pergi keluar. Aku telah berada di dalam kastil ini terlalu lama dan ingin melihat kehidupan diluar kastil dan berhubungan dengan orang-orang. Aku rasa wilayah Armelia adalah tempat yang sempurna untuk itu.” (Leticia)

“Apa kamu mengerti posisi mu sekarang? Setelah apa yang terjadi, apa kamu masih ingin melakukan itu?” (Dean)

Letty tidak diizinkan pergi ke banyak tempat, dan tempat dimana ia diizinkan untuk pergi hanya sebatas kastil ini dan beberapa ruangan di istana Kerajaan. Alasan untuk ini bukan karena garis keturunannya atau pun masalah politik.

Dia terlihat sangat mirip dengan ibu kami. Adapun sekarang, penampilannya sama dengan ibu kami sewaktu muda, namun dalam beberapa tahun, dia akan berubah menjadi wanita dewasa. Jika Raja melihatnya, dia akan bangkit dari tempat tidur, memeluknya, dan memperlakukannya seperti seorang Putri sebagaimana seharusnya. Aku tidak akan membiarkannya bertemu Letty, kupikir; itu hanya akan membuat jeratan di sekitar lehernya semakin erat.

Letty yang terlihat mirip ibu kami akan membuatnya sebagai target utama Ellia.

Bagi Ellia, kami adalah gangguan. Jika dia melihat Letty sekarang, dia akan mengerahkan segala cara untuk melenyapkannya, sementara aku dan Raja tidak bisa menjaganya sepanjang waktu. Juga, setelah melihat sejauh mana Raja telah jatuh, bagaimana aku bisa mempercayai kehidupan adik tercintaku?

(Tln: Mirip Lelouch :’v)

Aku tahu aku keras kepala. Namun aku tidak ingin kehilangan anggota keluargaku lagi. Aku tidak ingin mengalami hal meyedihkan seperti itu lagi.

Aku mungkin juga tidak ada bedanya dengan Raja. Aku menjaga adik ku menguncinya di dalam sangkar karena aku takut kehilangannya.

“Aku mengerti kekhawatiran mu, kakak. Aku bukan apapun kecuali beban … Tapi … Aku masih ingin melihat dunia. Aku ingin menghirup udara yang sama dengan rakyat-rakyat kita. Bagaimana aku bisa memenuhi apapun jika aku tidak mengerti dunia dan bahkan dilarang menghadiri pesta dan dansa?” (Leticia)

Aku manatap dengan dalam pada kedua mata Letty … Adik perempuan ku telah tumbuh.

“Aku ingin melihat dunia luar. Aku tidak ingin menjadi seperti kakak laki-laki ku. Aku tidak ingin hidup bahagia di dalam sebuah benteng namun dihalangi dari ketenteraman dunia selama sisa hidup ku.” (Leticia)

Dia akhirnya harus meninggalkan tempat ini … Itu yang dia maksud.

Itulah kenapa dia mencoba mendiskusikan hal ini sekarang.

“Aku mengerti.” (Dean)

“… Huh?” (Leticia)

“Kita akan berangkat ke wilayah itu segera, namun kamu harus dikawal oleh aku atau Rudy, bagaimana?” (Dean)

“Terima kasih banyak.”

Letty tersenyum dan memelukku.

“Kalau begitu, ayo kita selesaikan semua urusan dengan berkas-berkas ini jadi kita bisa berangkat lebih cepat tanpa khawatir mengenai pekerjaan. Tolong, bagi pekerjaan mu juga, kakak.” (Leticia)

“Baiklah, aku paham.” (Dean)

Dia sekarang dalam suasana hati yang baik. Dia mengambil tumpukan dokumen yang hendak aku periksa sebelumnya.

“Putri Letty, saya yang akan membawakannya.” (Rudy)

Rudy meninggalkan ruangan mengejarnya dari belakang.

 * * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 74, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 74 manga, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 74 online, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 74 bab, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 74 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 74 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 74 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!