Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 78

Dibaca 727 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Penerjemah: Cyborg-tl (Sudah izin)
Penyunting: niznet

Chapter 78 – Keyakinan Sei

“Akhir-akhir ini sangat menakutkan ya…”

Di tengah-tengah minum teh, aku mendengar kata-kata tersebut. Duduk tepat di depanku adalah Mimosa. Saat ini kami berada di villa Duke Armelia, dengan kata lain rumahku di Ibukota.

“Yah.. Kamu tahu aku hampir menjadi seorang pendosa, kan?”

“Nona …Kehidupanmu penuh dengan pasang surut.” (Mimosa)

Dia mengatakan itu dengan wajah muram. Aku, tanpa sadar juga tersenyum pahit saat melihatnya.

“Kamu berangkat ke Ibukota untuk membuktikan ketidak bersalahanmu. Kenapa kamu tidak membalas suratku untuk bertemu?”

Seminggu telah berlalu sejak pertemuan itu.

Meskipun aku ingin segera kembali ke wilayahku, aku tidak diizinkan untuk itu.

Untuk sekarang, aku perlu menuntaskan masalah para karyawan yang berhenti dari toko cabang kami di Ibukota, dan memeriksa apakah perusahaan bisa dibebaskan dari cukai..

Sejujurnya, karena wilayahku dikelilingi oleh faksi Pangeran Kedua, pajak tidak berjalan dengan baik.

Semua orang memaksaku untuk mengambil istirahat sejak aku bekerja tanpa henti seminggu setelah pertemuan itu, jadi minum teh dengan Mimosa hari ini adalah kali pertama pertemuanku dengannya setelah sekian lama.

“Aku benar-benar minta maaf soal itu.”

“Tak perlu minta maaf, mungkin aku yang terlalu kasar. Aku dengar kamu memaksakan dirimu tanpa istirahat … Aku yang harusnya berterimakasih telah meluangkan waktu berhargamu untukku.”

“Aku pun sama. Terimakasih karena selalu peduli denganku.”

Meskipun aku telah dikeluarkan dari akademi, dia tidak memutuskan hubungan denganku. Bahkan sebelum pertemuan itu, dia mengirimiku surat yang penuh kekhawatiran.

… Aku benar-benar menghargai itu sebagai seorang teman.

“Itu mengingatkanku, toko cabang di Ibukota melanjutkan kembali bisnisnya kan?”

“Untuk sementara, memang. Saat ini orang-orang dari wilayahku yang mengoperasikan toko, namun setelah para karyawan baru bisa bekerja, mereka yang akan mengambil tanggung jawab menjalankan toko.”

Lebih dari setengah orang-orang yang bekerja di wilayahku berangkat untuk membantu pengembangan produk. Aku mencoba membuat mereka mengalami aliran bisnis, karena kupikir itu ide yang bagus membuat mereka merasakan lingkungan secara langsung. Jika para karyawan baru sudah bisa bekerja dengan baik, aku akan mengirim mereka kembali untuk melakukan pekerjaan mereka biasanya.

“Ya. Toko menjadi cukup ramai sejak ditutup untuk sekian lama.”

“Oh astaga, apa kamu pernah kesana?”

“Belum. Aku pernah mempertimbangakan untuk pergi, tapi .. aku menyerah. Karena nampaknya keramaian itu tidak akan berkurang selama seminggu ini.”

“Oh, mekipun aku senang mendengarnya, apa ini tak apa? Jika aku tidak salah, Merida selalu pulang kelelahan setiap hari.”

Memang… Meskipun aku pergi, tidak ada apapun yang bisa aku lakukan. Namun, aku ingin melihat situasinya dengan kedua mataku sendiri.

“… Harusakah kita mengunjungi toko?” (Iris)

“Apa itu tidak masalah?” (Mimosa)

“Ya. Toko sudah dibuka kembali, aku belum melihat situasinya secara langsung… Aku bertanya-tanya kapan aku akan mendapat kesempatan. Tanya, tolong siapkan jus buah untuk dinikmati para karyawan.” (Iris)

“… Apa mereka diizinkan meminum sesuatu seperti itu?” (Mimosa)

Tanya cepat mengerti akan perintahku dan mengangguk, namun Mimosa memiringkan kepalanya heran.

“Ya, untuk refresing. Sebuah hadiah untuk kerja keras mereka.”

“Jadi kamu juga melakukan sesuatu seperti itu.” (Mimosa)

Matanya membulat terkejut.

“Aku tidak tahu jika perusahaan lain melakukan hal yang sama, namun sebuah toko tidak akan berjalan tanpa karyawannya, kan?” (Iris)

… Insiden kali ini benar-benar menyakitkan.

“Terutama karena toko nampaknya sibuk akhir-akhir ini.” (Iris)

Dengan begitu, Tanya, Mimosa, dan aku meninggaklan mansion dengan banyak penjaga yang dipercayakan untuk mengawal kami.

“Sudah lama sejak aku pergi keluar seperti ini.” (Iris)

Aku mengenakan gaun yang tidak menarik perhatian, sama dengan saat aku melakukan inspeksi, dan aku juga mewarnai rambutku.

Rambutku sekarang berwarna coklat kemerahan, berbeda dari biasanya yang berwarna perak. Pewarna rambut ini juga merupakan produk baru dari Azuta Conglomerate. Warna itu dihasilkan dari campuran berbagai jenis tanaman, dan akan pudar dalam dua atau tiga hari.

Produk baru ini adalah hasil dari departemen penelitian dan pengembangan. Akankah mereka gembira ketika pada akhirnya bisa menutupi rambut berwarna abu-abu dan putih?

Namun betapapun berwarnanya rambut alami di dunia ini, rambut putih tidak dianggap sebagai masalah. Sebaliknya, jika aku berpikir rambut abu-abu seorang pria tua ..mhm, terasa elegan dan bercahaya. Dikatakan, terdapat permintaan tinggi untuk itu juga..

Selagi aku memikirkan hal-hal itu selama perjalanan, kami akhirnya sampai di toko.

 * * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 78, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 78 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 78 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 78 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 78 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 78 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 78 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of