Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 85

Dibaca 1371 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia

Chapter 85: Penyediaan Informasi

Sei segera mengambil tindakan yang dibutuhkan. Semua laporan tertulis tentang isi bisnis dan personil dari masing-masing perusahaan yang terkait dengan pembelian saham.

Dengan menjadikan itu sebagai dasar, dia memulai ke perusahaan tertentu sebagai langkah pertama.

Agar tidak membuatnya mencolok seperti melakukan sesuatu secara terbuka sebisa mungkin, dia terus melakukan langkah-langkah ilegal dan memperburuk administrasi negara.

Dia melakukan apa yang sama seperti penjahat lakukan… Merasakan perasaan seperti perasaan pahit, dia tetap mengeluarkan perintah dengan seenaknya.

Meski begitu kita tidak bisa mundur, saat tarif yang saat ini belum stabil.

Tarif ya… Itu mengingatkanku…

“…Aku heran kenapa pihak Ed-sama tarifnya lebih besar dari kita…”

Aku bergumam beberapa kali saat heran dengan pertanyaan itu.

“Bukankah itu hanya untuk mengganggu anda saja?”

Di sisi lain, Tanya yang sedang berdiri di samping membalas pertanyaan itu.

“Tidak… Aku tahu kemungkinan itu sangatlah tinggi. Tapi aku pikir bukan hanya itu saja yang diperlukan sebagai sebuah negara, saat kamu berpikir kalau kamu akan mempunyai lebih banyak kerugian daripada keuntungan.”

Dan kenyataannya, Wilayah Armelia mempunyai tanah yang subur dan berkedudukan 2 atau 3 dalam hasil produksi pertanian bahkan di antara negara-negara.

Tapi karena kekacauan ini, jumlah ekspor wilayah pastinya akan menurun. Dengan kata lain, artinya masuknya jumlah hasil panen ke wilayah lain akan menurun juga.

Hasil panen itu tidak akan membawa keuntungan yang besar meskipun di ekspor ke wilayah lain… Di sisi lain, jumlah penduduk di wilayah kita baru saja meningkat, dan untuk bersiap-siap jika bencana terjadi… Dan juga untuk saat hasil panen rendah karena cuaca buruk, kita perlu membuat persediaan sumber daya di wilayah kita sampai batas waktu tertentu, dengan begitu akan lebih menguntungkan daripada mengekspornya ke luar wilayah.

“Yah, lagi pula, kita saat ini sedang kekurangan bahan. Jadi, Tanya. Selidiki pergerakan para bangsawan di ibukota dan laporkan kepadaku secara detail. Dan juga tren harga dan reaksi dari kota juga… jadi, itu saja untuk hari ini.”

Menandatangani dokumen terakhir, dan kuserahkan kepada Tanya.

Pada saat bersamaan, ada ketukan dari pintu dan Sei masuk ke ruangan.

Karena waktunya sangat pas, jadi kupikir tidak perlu menjelaskannya kepadanya apa yang sedang terjadi di dalam ruangan.

“Nona, perusahaan itu setuju untuk datang ke tempat bernegoisasi.”

Perusahaan itu ya… yang biasanya aku pojokkan belakangan ini ya?

“Yah, akhirnya juga. Kapan?”

“Pihak mereka berkeinginan besok lusa.”

“Begitu ya… Baiklah. Beritahu mereka kalau aku setuju. Tanya, tolong atur jadwalku untuk besok lusa.”

Mereka membungkukan badannya ke arahku, kemudian berbalik arah menuju ke perpustakaan.

Aku duduk di kursi sambil menghela napas lega untuk menghilangkan rasa lelah.

Semua kekacauan kelihatannya sudah sedikit mereda, jadi kupikir aku akan berjalan di sekitar mansion sebentar. Selalu berada di postur tubuh yang sama selama bekerja benar-benar membuat sendiku nyeri semua.

Berpikiran seperti itu, aku memutuskan untuk berdiri dan berjalan-jalan.

Kurasa aku akan pergi membaca buku sambil minum teh di taman. Saat aku berjalan ke taman sambil memikirkan itu aku bertemu dengan Bern.

“Oh, Bern…”

“Kakak, apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku berpikiran untuk beristirahat karena aku sudah selesai dengan kerjaku hari ini.”

“… Kalau begitu, Bisakah aku meminta sedikit waktumu?”

Aku tersenyum sambil memperhatikan kepadanya.

“Kalau begitu, Apa tidak apa-apa kalau kita berbicara di taman?”

Mendengar saranku, Bern juga tersenyum pahit.

“Aku mengerti. Mari kita pergi ke perpustakaan.

TLN: Gw tau kok, jadi aneh begini dari taman ke perpustakaan. tapi raw jepunnya juga bilang pepustakaan wkwkwk, jadi ikutin aja.

Kurasa aku akan minum teh disana. Tanya kemungkinan akan mengirim seseorang untuk menggantikan tempatnya untuk sementara.

Dan kemudian pada akhirnya aku kembali ke ruangan itu dengan Bern.

“Jadi, apa yang terjadi?”

“Aku tidak yakin apa aku harus menyebutnya diskusi atau sebuah laporan, tapi…”

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 85, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 85 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 85 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 85 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 85 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 85 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 85 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of