Common Sense of a Duke’s Daughter Chapter 88

Dibaca 961 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Chapter 88: Pusaran Pikiran

Saat Dida dan Ryle sudah pergi, aku kembali ke tugas harian biasaku; tapi, pikiranku penuh dengan percakapan tadi.

“… Ah.”

Aku salah menulis kata di dokumen elegan yang sedang kutulis.

Kata-kata tak berarti muncul di benakku- kata “kecerobohan” menggambarkan keadaanku saat ini.

Aku meletakkan pena di meja dan meregangkan badanku dari ujung kepala sampai ujung kaki, membuat tubuhku bersuara “krak, krak”, suara yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang gadis muda.

Semua kata-kata dari percakapan tadi masih menyangkut di kepalaku.

… Sejak aku menjadi Wakil Penguasa Wilayah, aku berkali-kali merasa kalau beberapa masalah tidak punya solusi yang benar.

Tapi aku tidak pernah berpikir kalau aku akan mengalami rintangan ini lagi.

Namun, masalah terbesarnya adalah hanya saja… kalau melupakan suatu hal yang bisa terjadi tidaklah sulit.

Aku hanya bisa membohongi diriku sendiri dengan mengatakan untuk menunggu keputusanku sampai menemukan jawabannya.

Tapi, kalau aku melakukan itu… Dida tidak akan menerimanya, dan ketika saatnya tiba, semua omong kosong yang tak bisa dipercaya akan dikesampingkan.

Aku takut kalau aku tidak bisa mengubah pikiranku sendiri di saat waktunya tiba…  Aku sudah membayangkan keadaan yang gaduh dan aku akan menjadi tidak berguna.

Masih ada waktu yang tersisa, termasuk sekarang, nasib rakyat… berada di tanganku.

Dan orang-orang yang mati, tidak berdaya dihadapan tuhan.

… Tapi kali ini, tingkat situasi yang sulit ini berbeda dengan yang lain.

Aku harus memikul tanggung jawab, tanggung jawab nasib rakyat.

Aku akan bertanggung jawab atas nyawa manusia, aku tidak pernah mengalami tingkatan situasi seperti ini.

… Lupakan tentang “Kehidupan Sebelumnya”, bahkan “Aku” di kehidupan saat ini tidak pernah memikul pertanggung jawaban seperti itu.

*TL Note dari penerjemah inggris: Iris mengatakan meskipun dia pernah “bertanggung jawab” atas nasib orang(finansial dan budaya), tapi dia tidak pernah bertanggung jawab atas nyawa manusia secara langsung. Tentu, dia berbicara tentang kemungkinan perang yang akan datang.

Bereinkarnasi di dunia dimana tidak ada yang tersakiti adalah hal yang terbaik.

Lalu, tidak peduli siapa orang itu akan memperoleh kebaikan dan murah hati.

Tidak ada yang harus merasakan rasa sakit, seperti yang digambarkan dalam dongeng-dongeng. Kegelapan akan dicekik seperti bungkus permen.

Tidak, kalau ini masih sebuah permainan… Iris mungkin akan menghentikan semua kekejian sebagai antagonis. Tapi sejujurnya, tidak ada dunia di mana setiap orang diperlakukan dengan penuh kasih sayang.

Tidak peduli apa itu, dunia ini adalah kenyataannya.

Kalau tidak, aku tidak akan mampu melihat isi hati orang-orang ini dengan jelas.

Segala macam pemikiran dan cita-cita yang berputar seperti pusaran badai. Bangsawan mencuri hak dan kekuasaan rakyat dengan wajah yang gelap dan jelek.

Dongeng anak-anak pastinya tidak akan menyebutkan jurang pemisah antara orang kaya yang keji dan orang miskin yang melarat.

Setiap dari pikiran ini membuatku lebih berpikir lebih banyak lagi dan membuatku sangat stress ketika memikirkannya.

… Aku harus meminta Tanya untuk membawakan minuman, aku tidak akan bisa bekerja kalau seperti ini terus.

 

Aku menghentikan ngomong sendiri di batinku, dan tepat di saat aku ingin memanggil namanya…

“… ah, kya~….”

Dokumen yang terbentuk seperti menara kecil jatuh. Tak terhitung jumlahnya yang berserakan di udara dan lantai.

Ah, tidak.

Dokumen-dokumen yang sudah ku kerjakan dengan susah payah menjadi berantakan. Aku memikirkkan tentang berapa lama dan sulitnya untuk merapikan ulang dokumen-dokumen itu, dan jadi kesal.

“… Tanya.”

“Ya saya disini.”

“Maaf, tapi aku akan pergi ke salon. Tolong sampaikan itu kepada orang lain, dan siapkan teh. Dan juga, bisakah kamu merapikan dokumen-dokumen ini untukku?”

“Ya, saya mengerti.”

Aku singkirkan semua pekerjaanku, dan akhirnya bisa beristirahat.

* * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 88, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 88 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 88 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 88 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 88 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 88 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 88 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of