Common Sense Of A Duke’s Daughter Bab 43 Bagian Dua

Dibaca 971 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Bagi yang ingin mengurus FT ini silahkan baca selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Ketika Aku kaku karena ketegangan, Kami tiba di kediaman Baron Messi dan menyapa tuan rumah kami, Baron Messi.

“Terima kasih banyak atas undangan anda untuk acara hari ini”

“Saya juga berterima kasih atas kehadiran Anda”

Baron Messi, seperti yang diharapkan dari seseorang yang pernah menjadi bagian dari militer, bentuk fisiknya proporsional. …Selain itu, setiap gerakan tubuhnya tidak kasar, tapi cukup indah. Dia memberi kesan Pria Tua yang menarik dengan rabut perak-abu abu.

“Kakek juga merasa menyesal. Karena tidak bisa menghadiri pertemuan ini.”

Meskipun Kakek ingin hadir, Dia tidak bisa datang. Dia mengatakan sesuatu tentang tentang bisnis resmi di tempat lain. Meskipun Dia tidak membicarakan bisnisnya secara detail, Dia merasa bahwa hal itu sangat disesalkan. …Yah, dibanding diriku sendiri, Kakek memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Baron Messi.

“Tolong beritahu Saya dengan rendah hati mengatakan bahwa Saya juga merasa sangat kecewa ketika Saya mendengarnya”

“Ya. Dengan segala cara”

Setelah Aku selesai menyapa tuan rumah, Aku memasuki aula dan melihat sekeliling. Wah, ini menajubkan. …Itu adalah kesan pertamaku. Ada banyak tokoh-tokoh terkenal disana-sini.

Berbicara tentang bangsawan, ada banyak dari mereka yang menerima gelar mereka setelah beberapa pelayanan yang berbeda. Mereka memulai sebagai orang biasa, tapi setelah mendapat layanan yang layak, mereka dianugerahi gelar dan menjadi seorang bangsawan.

Aku telah mendengar berbagai nama orang-orang yang bekerja sebagai seorang birokrat dari Ayah. Untuk benar-benar melihat banyak orang-orang terkenal berkumpul ditempat ini, itu tidak bisa dihindari jika Aku takjub.

“… Nyonya Iris, sudah lama sekali sejak terakhir kali kita bertemu.”

“Oh… Earl Sagittaria, sudah lama sekali.”

Earl Sagittaria melayani Kerajaan ini sebagai Menteri Keuangan. Singkatnya, Dia adalah salah satu bawahan Ayah, dab Aku pernah bertemu kenalannya sebelumnya.

Jika Aku tidak salah, saat Ratu Janda masih menjadi Ratu, berkat kemampuannya, Earl menerima sebuah rekomendasi dan diangkat ke posisinya.

“Saya tidak menyangka bahwa Earl Sagittarius akan hadir”

Untuk Seseorang yang memiliki posisi penting dalam pemerintahan Kerajaan, Aku tidak berpikir bahwa dia akan memilih salah satu pihak Pangeran… Ini adalah maksudku yang sebenarnya.

“Memiliki jabatan resmi seperti Saya tidak akan memberi perbedaan dalam memperjuangkan takhta.”

Yah, tidak secara langsung, tapi itu tidak seperti Dia bisa mengatakan begitu. Aku yakin Dia memiliki pengaruh yang cukup besar… Karena Dia memegang keuangan kerajaan. Dan itu mempengaruhi dirinya dengan caranya sendiri

“Namun, Kerajaan memutuskan apa yang terbaik untuk Kerajaan… Itu juga harus menguntungkan rakyat. Dan Saya percaya bahwa itu adalah tugas orang-orang bagian dari pemerintah untuk memikirkan hal-hal itu.”

“Benar. Bagi Anda berpikir seperti itu, itu pasti akan menguntungkan negara.”

Ketika Earl Sagittaria mendengar kata-kataku, Dia tidak mengatakan apapun dan memperdalam senyumnya.

“Kalau dipikir-pikir lagi, Nyonya Iris. Pakaian yang Anda kenakan malam ini terlihat sangat indah.”

“Terima kasih banyak.”

“Apakah mereka juga didapatkan dari pihak perdagangan dengan timur…?”

“Tidak semuanya. Saya memesan pakaian ini di toko pakaian di wilayah kami.”

“Begitukah. Wilayah Armelia dipenuhi oleh banyak orang dengan bakat luar biasa. Dan juga menghadap ke laut, Saya sangat iri. Penyulingan garam, pendapatan mata uang asing dari perdagangan dengan negara lain… Dan karena menghadap ke laut, ada banyak cara untuk memperkaya wilayah. Dan juga perdagangan tampaknya berjalan dengan baik mengingat jumlahnya.”

“Y-ya… Yah. Itu semua berkat orang-orang.”

Seperti yang diharapkan dari Sagittaria-sama. Dia telah benar-benar menangkap pergerakan setiap wilayah individu.

“Betapa rendah hati. Saya dengar itu tidak kecil berkat instruksi yang telah Anda buat, bukankah itu benar?”

Untuk saat ini, Aku menanggapi pertanyaan itu dengan hanya tersenyum. Bagaimana cara Aku menjawabnya, Aku telah kehilangan kata-kata. Meskipun pikiranku tidak terasa sakit, tapi cukup merepotkan untuk diselidiki.

“Dan juga, Saya mendengar bahwa Anda terlibat dalam wilayah politik. Mereformasi sistem perpajakan, melindungi anak yatim, serta membangun kekuatan keamanan yang kuat. …Persis seperti yang Anda inginkan.”

Untuk meringkas pernyataannya, mendapatkan mata uang asing melalui perdagangan, melakukan bisnis di wilayah lain untuk mendapatkan uang, membangun pasukan yang kuat, apa yang Anda rencanakan? Kurasa itulah yang ingin ditanyakannya. Ketika Aku berpikir tentang itu sekarang, Aku sangat terkejut. Baik itu Earl Sagittaria atau orang lain, mereka ingin mengambil tindakan pencegahan.

“Satu-satunya tujuan Saya adalah untuk memberikan orang-orang lokal ketenangan pikiran dan kehidupan yang lebih baik. Untuk membuatnya lebih baik lagi, Saya ingin memberikan penghidupan yang stabil bagi mereka di wilayah kekuasaan dan memberi mereka tempat tinggal yang aman. Target semacam itu… Tidak, lebih tepat untuk menyebutnya ideal. Dan seberapa dekat Saya bisa mencapai ideal itu. Namun, ini adalah sesuatu yang harus dikejar untuk selamanya… Jadi, ‘tujuan’ tidak ada akhirnya.”

“Saya mengerti… Saya sangat terkesan. Pemerintahan untuk rakyat… Meskipun Anda masih muda, sepertinya Anda sudah menjadi pelayan publik. Namun, hati-hati. Karena perkataan Nyonya ‘sebuah negara untuk rakyat’ mungkin dianggap ‘memamerkan taring Anda.'”

“Saya berterima kasih atas saran Anda.”

Aku tidak mempunyai niat untuk memberontak melawan negara ini. Sebagai orang dari Duke of Armelia Family, Aku telah menyumpah kesetiaanku kepada keluarga kerajaan.

Namun, Aku tetap percaya bahwa Aku harus membela rakyat. Oleh karea itu, tergantung situasinya, kemungkinan dihadapi negara masih ada. Pada catatan akhir, hal terakhir yang Aku katakan adalah kartu yang pastinya tidak ingin Aku mainkan jika diberi pilihan. Namun demikian, Aku tidak bisa mengatakannya dengan lantang.

***

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 43 Bagian Dua, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 43 Bagian Dua manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 43 Bagian Dua online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 43 Bagian Dua bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 43 Bagian Dua chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 43 Bagian Dua high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 43 Bagian Dua manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of