Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 100

Dibaca 1275 orang
Font Size :
Table of Content

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 100

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: niznet
Korektor: –


Chapter 100 – Ketidakpuasan Dida

“Jadi master1, kenapa kami juga harus ikut pergi?”

Tumben, Ryle tidak mempermasalahkan sikapku seperti sebelum-sebelumnya.

Biasanya, aku selalu bersama master disaat tak ada perintah dari Nona, dan Tanya selalu berada di dekatnya. Jadi tak ada masalah!

“Haha, jangan berkata begitu. Aku juga ingin meninggalkan ibukota yang berisik ini secepat mungkin, dan kembali ke wilayah kita untuk bersantai!”

Saat ini master bertugas sebagai jenderal.

Tapi itu juga sebuah peran yang signifikan sebagai seorang pahlawan dalam reputasi dan tugas.

Aslinya, master harusnya sudah pensiun beberapa tahun yang lalu menurut umurnya… hanya saja tak ada sosok di kerajaan ini yang lebih kuat darinya.

Semakin umurnya bertambah, tenaga Master semakin melemah pula, tapi di saat bersamaan tekniknya mengalami peningkatan karena latihan.

Bahkan sekarang saat dalam keadaan lemahnya, dia masih bisa menyamai Ryle. Terlihat seperti kita tak bisa menganggap dia layaknya pria tua biasa.

Apalagi, tak ada lagi selain lima orang di antara pihak militer dan ksatria yang benar-benar bisa bertarung melawan Ryle.

Jadi kau bisa katakan kalau kekuatan master menurun, tapi kau tak bisa katakan kalau semua kekuatannya hilang.

Lagipula, itu bukan hal yang penting.

Saat ini, pekerjaan Master hampir tak ada tugas yang sesungguhnya. Dikarenakan tidak adanya perang yang berskala besar beberapa tahun terakhir ini.

Sekarang, pekerjaannya hanyalah mengkoordinasi hubungan antara militer dan ksatria, dan untuk melatih penerus pejuang yang berpotensi.

Jadi bahkan meskipun dia punya gelar jenderal, dia sebenarnya cukup bebas dari kata aksi.
ED Note: Maksud kata aksi adalah yang membuatnya (bertarung dengan fisik) ikut serta dalam perang.

Biasanya dia berada di wilayahnya sendiri. Beberapa waktu yang lalu dia juga mampir di sekitar wilayah Duke Armenia. Meskipun terkadang dia pergi ke perbatasan untuk mencari tahu apa yang terjadi, sebagian besar itu hanya untuk memuaskan keinginannya untuk jalan-jalan.

Pada umumnya, dia tidak akan sering berada di sekitar istana.

Dia berkata sendiri kalau dia benci semua aturan dan peraturan yang rumit.

Tapi baru-baru ini Master selalu mampir di sekitar ibukota, dan kadang berjalan dan pergi dari istana.

Alasan yang hanya bisa aku pikirkan adalah proposal yang diajukan tentang “pembubaran pasukan”.

“Master, apakah ada pergerakan dari atas?”

“Um, tak ada peralatan sekarang. Tapi jika kita tak di sini, aku tak tahu apa yang akan terjadi.”

Dia menanggapi dengan ekspresi kesal.

Keberadaannya adalah sesuatu yang tak bisa diabaikan bagi para penguasa wilayah dan pejabat.

Apalagi, dia punya sejarah sebagai pahlawan, dan sangat populer bahkan di kalangan rakyat biasa.

Selama master masih tetap ada, dia bisa mengerahkan tekanan ke segala sisi.

Itulah mengapa dia menjadi sering mengunjungi istana akhir-akhir ini, untuk melihat jika ada hal-hal yang aneh silih berganti yang mungkin segera terjadi.

“Aku tak memulai peperangan karena aku suka bertarung, tapi aku juga bukan orang bodoh tentang hal ini. Tanpa perlindungan dari militer,siapa yang akan melindungi kerajaan? Namun Edward-sama kelihatannya tak memperhatikannya sama sekali… Bangsawan egois yang menyetujui dengan proposalnya pada rapat, berpikir jika militer kerajaan dibubarkan, mereka bisa menghindari kekacauan dengan tetap bersembunyi di wilayah mereka sendiri. bahkan mereka mengabaikan bahaya yang muncul dari kekacauan.”

“Nona sudah mempertimbangkan kemungkinannya perang, Master.”

“Begitu kah?”

Karena apa yang kukatakan, Master mengeluarkan tawa sedih.

“aku hanyalah tumpukan tulang yang paling tidak berguna dalam tekanan sedikitpun bila diperlukan. Jika aku merubah keyakinan anak itu menjadi kumpulan kekhawatiran belaka, maka aku benar-benar harus bekerja lebih keras.”

“Begitu, jika ini untuk nona maka tak ada pilihan lagi.”

“Apa yang kau katakan? Hubungan sosialmu tidak cukup luas untuk menjadi kekuatan dalam tekanan politik. Kau hanya bisa disini karena aku bisa membiarkan kemarahanku keluar ke arahmu.

“Um… Master, tiba-tiba aku kehilangan semangatku.”

“Hey, Dida. Selama kita bisa berguna untuk nona sampai akhir, kita harus melakukan semua yang kita bisa. Tentu saja, melindunginya adalah pekerjaan yang paling penting untuk kita.”

Tak ada yang bisa dilakukan. Jika itu masalahnya, aku hanya bisa menemani Ryle dan tetap terus bersama Master.

 


 

Catatan Kaki

  1. Arti Master disini adalah “Guru”
tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 100, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 100 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 100 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 100 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 100 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 100 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 100 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of