Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 102 Bahasa Indonesia

Dibaca 554 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 102 Bahasa Indonesia

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: –
Korektor: Saito


Chapter 102 – Penyergapan saudara perempuan

Di hari sebelum kami meninggalkan ibukota, aku dan tanya pergi untuk berjalan-jalan di sekitar jalan.

 

Sebenarnya, jadwal kami sangat padat.Tetapi kami hanya bisa mengunjungi ibukota jika ada waktu luang, dan juga kami pun masih tetap ingin meluangkan waktu untuk berbelanja.

 

Ditambah, aku mau membawa pulang beberapa cindera-mata untuk orang-orang yang tetap menggantung1 di sekitar belakang rumah.

 

“apa yang mereka suka?” (Iris)

 

Untuk Rehme dan Moneda, aku menyiapkan manisan khas ibukota. Mereka mengerjakan pekerjaan yang menguras pikiran, bagaimana pun, gula sangat dibutuhkan.

 

Tapi untuk Sei dan Merida, manisan hanya akan membuat mereka kepikiran pekerjaan mereka. Jadi apa yang harus kuberikan?

 

“Setiap hadiah yang anda pilih akan membuat setiap orang senang!” (Tanya)

 

Aku hanya bisa tersenyum dengan canggung untuk menanggapi jawaban Tanya.

 

“Itu membuatnya sangat merepotkan. Sangat jarang aku mendapat kesempatan memberi orang-orang hadiah, jadi aku ingin memilih sesuatu yang berguna untuk yang lain… Sesuatu yang sudah mereka butuhkan, itu malah akan jauh lebih baik.” (Iris)

 

Seperti biasanya, aku berganti pakaian sebelum pergi. Meskipun kami melewati beberapa toko dan memilih beberapa hadiah cadangan, aku tidak berpikir kalau sebagian besar hadiah yang dilihat adalah hadiah yang bagus…

 

Sama saat aku khawatir dan berjalan-jalan di sepanjang jalan.

 

Ah… Siluet orang itu terlihat tidak asing!

 

“… Dean.” (Iris)

 

Aku tak menyangka kalau itu Dean. Dan juga, ada perempuan yang tidak kuketahui di sampingnya.

 

Kenapa Dean di sini… Dan siapa perempuan di sampingnya?

 

Pertanyaan semacam itu mengendalikan pikiranku. Aku tak tahu kenapa, tapi dadaku terasa sesak.

 

Ah… Tidak, tidak. Kenapa dia di sini, siapa perempuan yang— tak ada satu pun dari pertanyaan ini yang bisa kuubah.

 

Sekarang dia tidak ada hubungannya denganku. Itu adalah kebebasannya untuk bersama dengan siapa pun yang dia mau.

 

Menyingkirkan keraguanku, aku tetap mencoba untuk meyakinkan diriku. Tapi perasaan yang tidak nyaman masih ada di dadaku.

 

Setelah itu, Dean melihatku juga. Saat itu, matanya  terbelalak dengan terkejut

 

Melihat reaksinya, hatiku terasa lebih berat.

 

… Mungkin lebih baik kami cepat-cepat pergi. Tapi berbalik di sini sangatlah aneh. Ditambah kami belum selesai belanja untuk semua orang!

 

“Nona, sudah lama tak bertemu.” (Dean)

 

“Dean, sudah lama tak bertemu. Aku tak menyangka bertemu denganmu di ibukota. Siapa temanmu itu?” (Iris)

 

“Senang bertemu denganmu. Aku Letty. Aku sudah berniat untuk berterima kasih padamu dan orang di sekitarmu karena sudah menjaga kakakku.” (Letty)

 

“… Kakak?” (Iris)

 

Setelah dilihat lebih dekat, dia mirip Dean.

 

Jika kau benar-benar penasaran dengan perbedaan mereka, mata Dean berwarna hijau gelap seperti jade, sedangkan milik Letty berwarna terang seperti batu olivine mahal!

 

“Ya, keluargaku agak terlalu berlebihan menjagaku, dan mereka tidak mengijinkanku untuk keluar rumah sendirian. Kau selalu membantu kakak, aku selalu di rumah untuk mengatur hal-hal kepentingannya. Aku minta maaf karena tidak bisa berkunjung sampai sekarang.” (Dean)

 

Oh. Pada hal ini, aku mungkin akan berhutang padanya secara tak langsung.

 

Sekarang, aku juga harus mengambil kesempatan untuk mengungkapkan terima kasihku!

 

“Kau terlalu formal. Jika boleh, ayo pergi ke suatu tempat untuk mengobrol. Aku juga ingin dengar bagaimana kakakku bekerja untukmu, Nona.” Kata Letty dengan senyum berseri seperti bunga.

 

“Nona, tolong jangan perhatikan permintaan adikku. Kau orang yang sibuk, tidak ada waktu untuk menemani adikku.” (Dean)

 

“Hm, apakah ada sesuatu yang kakak tidak ingin kudengar?” (Letty)

 

“Letty… Kau…” (Dean)

 

Anehnya, Dean kelihatan cukup kewalahan saat berdiri di samping Letty. Pertama kalinya aku melihat ini.

 

“Hehe,” aku tidak tahan dan akhirnya tertawa cekikikan.

 

“Setuju. Tak nyaman untuk mengobrol si sini. Ayo cari tempat untuk duduk dan ngobrol.” (Iris)

 

Setelah itu, kami masuk ke restoran. Restoran ini punya hubungan baik dengan keluarga Armenia, jadi mereka memberi kami ruang pribadi.

 

Jika kami di cafe acak di pinggir jalan, aku tidak akan bisa memperkenalkan diriku dengan benar. Itu akan menyebabkan penyamaranku sia-sia.

 

“Halo, biarkan aku mengenalkan diriku dengan benar. Senang bertemu denganmu, namaku Iris Lana Armenia.” (Iris)

 

“Senang bertemu denganmu. Namaku Letty. Terima kasih karena selama ini kau sudah menjaga kakakku.” (Letty)

 

“Harusnya aku yang berkata begitu. Dean sudah membantu kami untuk waktu yang sangat lama. Karena dia terlalu sering datang untuk membantu, kau pasti menanggung banyak masalah. Aku benar-benar minta maaf…” (Iris)

 

“Itu berlebihan… Lagipula aku menyukai pekerjaanku. Aku juga menaruh banyak rasa hormat kepadamu, Nona, jadi jangan bicara tentang masalah!” (Dean)

 

“Ah…” (Iris)

 

Kenapa ini terasa seperti mata Letty selalu berkilauan!

 

Ditambah lagi, ini hanya pertama kalinya kami bertemu. Tiba-tiba membesar-besarkan rasa hormat seperti itu— aku tidak tahu apa yang perempuan itu bicarakan!

 

“Dalam beberapa tahun saat pemerintahanmu di wilayah Duke Armenia, kau telah berhasil memperluas wilayah ekonomimu secara besar-besaran. Dan lagi, banyak juga yang pindah ke sana karena kemajuannya. Kau adalah perempuan, tapi kau aktif di garis depan dari politik dan ekonomi. Sebagai sesama perempuan, aku merasa senang dan bangga untuk mendengar prestasimu!” (Letty)

 

Itu terlihat seperti dia melihat lewat pikiranku dan  memberiku penjelasan!

 

Bahkan meskipun dia anak yang menggemaskan, dia benar-benar adik Dean!

 

“terima kasih… Kau juga kelihatan bekerja untuk Dean. Bantuan seperti apa yang kau berikan padanya?” (Iris)

 

“Biasanya aku menata informasi yang sudah terkumpul, dan menggunakan komunikasi yang berhubungan berdasar dari informasi. Tapi sebagian besar bagian dari komunikasi pergi ke kakakku. Aku memberikan dukungan dasar dan kadang-kadang membantunya.” (Letty)

 

“Pekerjaan dasar? Mengatur informasi dan menyiapkannya untuk bernegosiasi adalah pekerjaan yang memerlukan kesabaran. Meskipun aku adalah pemimpin pengganti, itu juga pekerjaan utamaku. Kupikir itu bukanlah hal yang terlalu berbeda dari yang kau kerjakan.” (Iris)

 

“Kau tidak boleh mengatakan hal itu… Pada keadaanmu, Nona, kau harus membuat keputusan saat kau bertanggung jawab setelah memeriksa semua informasi itu. Jadi itu benar-benar berbeda dengan pekerjaanku. Tapi mendengarmu mengatakannya, aku juga senang.” Dari hal itu, aku menikmati mengobrol dengan Letty… Paling tidak kupikir begitu.

 

“uh.. Apakah Nona Iris sering mengalaminya juga?” (Letty)

 

“Ya, agak sedikit. Setelah berjam-jam memisahkan semua dokumen, aku akan mengalami sakit kepala setelah menyelesaikannya.” (Iris)

 

“Justru… Terutama saat malam. Sangatlah susah untuk bangun tidur di pagi hari.” (Letty)

 

Entah kenapa, obrolan kami berubah menjadi kegelisahan tentang kesehatan dan bagaimana untuk meringankan stress.

 

Itu tak terlihat seperti obrolan tentang sesuatu yang ada di masa remaja kami.

 

Harusnya kami mengobrol tentang sesuatu seperti masalah cinta kami, atau restoran makanan penutup terbaik. Sesuatu yang lebih cocok untuk gadis seusia kami.

 

Tapi ini kelihatan seperti Letty sudah bekerja keras sepanjang waktu. Kekhawatirannya pada saat ini benar-benar tertuju untuk kita. Tanpa disadari, kami menjadi tertarik dengan obrolan topik ini.

 

Sekarang Dean sudah mengabaikan kami di samping. Hanya aku dan Letty yang mengobrol.

 

Tiba-tiba, senyuman Letty menghilang. Perilakunya berubah menjadi serius saat dia mendadak merubah topik.

 

“Nona Iris, sebagai seseorang yang berperan mendukung, aku punya pertanyaan untukmu. Kau jelas mengerjakan pekerjaan dua sampai tiga kali lipat dari kebanyakan orang. Hanya seperti aku dan kakakku, tidakkah seharusnya kau juga mencari orang untuk membagi bebanmu?” (Letty)

 

“Saat ini beban kerjaku sudah berkurang sedikit… Ada beberapa orang yang handal di Guild Dagang, dan pekerjaanku di daerah telah dibantu dengan pelayan-pelayan dan kakakmu di rumah.” (Iris)

 

“Ah… Apakah kakakku berhasil membantumu?” (Letty)

 

“Tentu. Kakakmu sangat detail berorientasi, dan bisa selalu mengurus semua cabang dan yang lain dengan sangat teliti.. Dan dia juga belum melakukan n  pekerjaannya. Jika Dean tidak ada di sini, aku tak tahu dimana aku bisa berada sekarang.” (Iris)

 

Yap. Dean adalah tangan kanan berhargaku!

 

Meski aku tidak bisa menjelaskan dengan jelas… Tapi, jika itu Sei, Tanya, Rehme, atau Sebastian, tak penting bagaimana mereka bisa menyelesaikan perintahku dengan sempurna,  mereka tetap tidak akan mengerti inti dari kata-kataku.

 

Bagaimanapun, mereka tak mampu untuk berdiri di sepatuku, jadi aku tidak bisa memerintah mereka untuk patuh di setiap masalah.

 

Tapi Dean adalah seseorang yang tidak terikat dengan itu. Dia selalu bisa memberiku pendapat yang cocok.

 

Apakah itu sesuatu yang datang atas keinginanku atau jauh setelah itu sekalipun, Dwan bisa selalu memberikanku saran yang cocok untuk bagaimana cara mewujudkannya dengan sangat efektif.

 

Pada akhirnya, itu selalu berhasil dengan lebih baik daripada aku bisa mengerjakannya sendiri, bahkan setelah berpikir panjang dan sulit.

 

Dean benar-benar tangan kananku..  Atau mungkin seseorang seperti rekanku.

 

“hm, begitu… Kakak benar-benar cukup perhatian dengan jelas. Dan karena itu, pekerjaanku menjadi lebih mudah dari yang seharusnya.” Jawaban Letty membuatku tersenyum.

 

“Heh, itu benar.” (Iris)

 

“Letty, kurasa hal seperti itu tidak boleh kita bicarakan di depan orang lain.” Dean berkata untuk pertama kalinya.

 

“Uh, kakak, aku tak tahu kalau aku bisa bertemu Nona Iris lagi. Jadi aku mengatakan semua yang ingin aku katakan sekarang.” (Letty)

 

“… Dengan bicara begitu, Letty, kau kelihatan tidak sering keluar rumah.”

 

“Ya, keluargaku terlalu protektif terhadapku. Tapi kakak terus berkeliling untuk bekerja. Jika aku pergi dari rumah juga, maka banyak pekerjaan yang tidak akan bisa dikerjakan dan orang lain akan mengalami banyak masalah karena aku.” (Letty)

 

“Hm. Lalu Letty, apakah kau biasanya di ibukota?” (Iris)

 

“Ya.” (Letty)

 

“Kupikir aku akan kembali ke sini lagi. Lalu kita akan bertemu satu sama lain lagi!” (Iris)

Catatan Kaki

  1. Tinggal atau ada
tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 102, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 102 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 102 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 102 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 102 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 102 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 102 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of