Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 104 Bahasa Indonesia

Dibaca 586 orang
Font Size :
Table of Content

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 104 Bahasa Indonesia

Penerjemah: niznet
Penyunting: –
Korektor: Saito


Chapter 104 – Berunding

“Keuntungan?” (Van)

 

Ekspresi Van terlihat bingung.

 

“Ya, keuntungan. Jika aku bekerja sama denganmu, apa keuntungan yang akan kudapatkan?” (Iris)

 

“Sebelum membahas keuntungan, bukankah kau punya idaman tentang menyelamatkan kerajaan saat berada dalam bahaya sebagai bangsawan kerajaan?” (Van)

 

“Yah… Kamu mengatakan hal aneh sekarang. Jujur, jika kamu tidak merencanakan penuduhan atas berbagai kejahatan, akankah kamu berada disini?” (Iris)

 

 

Aku mulai tertawa. Sungguh, Aku tertawa dari lubuk hatiku.

 

“Dan juga sebenarnya, kekacauan tidak hanya hari ini saja. Dengan mata mereka para penerus tahta dan bangsawan terpisah menjadi 2 pihak… tidak, kalau kamu juga menghitung pihak netral, jadi tiga. Dengan situasi yang terus berjalan selama ini, itu merupakan sebuah keajaiban karena negara ini masih utuh.” (Iris)

 

Meskipun aku tidak tahu bagaimana cara mereka mengatasinya, aku berterimakasih kepada para pejabat kerajaan yang bertugas agar negara ini terus berjalan.

 

Kalau perang kedua fraksi semakin memanas dari yang sekarang, tidak sulit untuk membayangkan kehidupan rakyat yang akan semakin lebih buruk.

 

Kalau negara tetangga memanfaatkan keuntungan ini untuk menyerang kita, tentu itu tidak akan diduga.

 

Dan mereka yang mencegah terjadinya keadaan terburuk pantas untuk dipuji atas metode-metode yang mereka lakukan.

 

Meskipun tidak masuk akal untuk membandingkan suatu negara dengan wilayah, kalau aku harus mengatur suatu wilayah sebagai perumpamaan, pemimpinnya hanyalah aku sendiri.

 

Berada di tingkat penguasa sendirian tidaklah sulit, justru karena tidak punya pihak oposisi itu membuatku bisa menerapkan banyak kebijakan baru dengan tangan besi.

 

 

Di sisi lain, kalau aku harus mengatur negeri ini, apapun yang ingin ku terapkan akan di tentang oleh pihak oposisi, sedangkan di sisiku sendiri mungkin bahkan mulai condong ke pihak lain kadang-kadang, sampai aku merasa curiga kalau mereka tidak sepenuhnya setia padaku.

 

Tidak hanya itu, tapi kamu juga harus memastikan pihak lawanmu tidak berupaya untuk melakukan sesuatu yang kita tidak ketahui.

 

Dan di keadaan seperti ini pun selain dari pekerjaan, ada banyak lagi yang perlu diperhatikan pada tingkat kestabilan seseorang.

 

Dan lalu, tentu pekerjaan sebenarnya itu sendiri sangat beresiko “Setiap salah langkah akan merubah keadaan ke krisis yang akan mengancam negara itu sendiri” –ke situasi sulit.

 

Ah, harusnya aku menyiapkan beberapa obat perut ke ayahku… selagi berpikiran ini, Aku menatap Van.

 

“Dan kamu yang merupakan salah satu dalang yang membuat keadaan negeri jadi seperti ini, sekarang bisa membahas tentang mencegah kekacauan itu dengan bergabung ke sisiku? Jadi yang mana ucapanmu yang bohong kali ini? hm?” (Iris)

 

“Aku tidak pernah melakukan apapun untuk membahayakan negeri ini” (Van)

 

“Hm, betapa tidak sadar diri. Bukankah kamu dekat dengan Edward-sama, kan?” (Iris)

 

Aku tertawa lagi. Van mengerutkan keningnya, apa ketawa tadi membuatnya marah?

 

“Memang. Kami berada di akademi yang sama, itu saja.” (Iris)

 

“Bukan itu saja. Itulah kenapa aku bertanya… sekolah itu adalah tempat komunitas yang sempurna bagi bangsawan negara dan bersosialisasi. Kamu berkumpul bersama karena orang tuamu berada di fraksi yang sama. Meski aku tidak tahu kamu mengikuti Edward-sama atau Yuri… tapi kamu selalu bersama setiap saat, semua orang akan beranggapan yang sama– ‘Van-sama, dan paus membantu Van-sama yang mendukung Edward-sama”

 

Aku dan Bern benar-benar dalam bahaya jika seperti itu.

 

Awalnya, karena aku dulu tunangan Edward-sama, Bern pasti sudah menjaga jarak darinya… tapi kami tidak pernah menduga kalau Bern mendekati Edward atau Yuri dengan sendirinya.

 

Bahkan kalau aku sudah di cap dengan rasa malu atas “dibatalkannya pernikahan yang direncanakan” di kalangan bangsawan, aku bahkan lebih mengerti keinginan ayahku yang ingin menjauhkan ku dari mereka.

 

“Kamu adalah bagian dari apa yang sudah meningkatkan konflik internal negara ini. Dan bahkan sekarang kamu masih bisa bilang kalau kamu melakukannya demi negara? Jangan bercanda.” (Iris)

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 104, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 104 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 104 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 104 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 104 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 104 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 104 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
1 Komentar Chapter
2 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
( _ )kuuhaku Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
kuuhaku
Guest
kuuhaku

Untuk nama karakter mohon maaf
sebesar2 dikarnakan udh terlanjur diposting jadi mohon dimaklumi saja yah dan selamat membaca tanpa menghiraukan karakternya untuk selanjutnya akan membaiklah amin

kuuhaku
Guest
kuuhaku

Iya amin

( _ )
Guest
( _ )

Santuy min