Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 156 Bahasa Indonesia

Dibaca 439 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 156 Bahasa Indonesia

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: R24
Korektor: –


Chapter 156 – Akhir dari Count Kataberia

Setelah membaca dokumen dengan seksama, aku menandatangainya.

 

“Surat untukmu, nona.”

 

Aku melirik dari mejaku dan menerima surat dari Tanya.

 

“Ah, ini dari… oh, Ayah. Ini terbungkus dengan surat dari keluarga Kataberia?”

 

Setelah mendengar namanya, Tanya sedikit bereaksi. Alisnya berkerut dan kelihatan sedikit terganggu.

 

Kepala keluarga Kataberia adalah ayahnya Dawson.

 

Dia mungkin khawatir tentang apa yang tertulis di surat ini.

 

Melihat reaksinya, aku tersenyum dengan jengkel dan mulai membaca surat dari ayahku.

 

“Kata ayah, ‘Jadi sekarang sudah selesai…’

Selesai?”

 

Setelah itu, aku mulai membaca surat Count Kataberia.

 

“Ah!”

 

Aku tak bisa menahan diriku untuk tidak terkejut melihat isi dari surat ini.

 

“Apa saya boleh mengetahui isi surat tersebut?”

 

“Singkatnya, ini adalah surat permintaan maaf tanpa memperhatikan harga diri. Kata-kata yang tertulis di akhir mengakhiri semuanya… pikirkanlah. Ayah sudah protes ke keluarga Kataberia tentang kelakuan Dawson yang lalu. Bisa kubilang ini adalah surat balasannya… singkatnya, dia mengundurkan diri dari Ordo Ksatria, mencabut hak pewaris milik Dawson dan memutus semua hubungan dengannya. Bahkan sekarang dia memohon untuk senjatanya ditarik kembali, dan seterusnya. Protes seperti apa yang sudah ayah buat?”

 

“Saya ingat saat semua kejadian itu, selain Pangeran Kedua, Tuan sangat marah dengan Dawson.”

 

Aku sedikit terkejut mendengar perkataan Tanya.

 

Sudah lama sekali sejak semua hal itu terjadi, tapi ini pertama kalinya aku mendengar tentang hal ini.

 

“Begitukah?”

 

“Itu sudah wajar. Dia melukai Nona, begitu hinanya sampai-sampai menggunakan kekerasan terhadap Nona. Tidak peduli apa yang dikatakan Pangeran Kedua, tidak ada  pemberitahuan resmi apapun saat itu, jadi kau masih menjadi tunangannya saat itu… dengan kata lain, bangsawan masa depan.”

 

“Benar.”

 

Tidak lama setelah itu, istana mengumumkan secara resmi kalau mereka membatalkan pertunangan tersebut. Barulah ketika Ratu Ellia menerima Yuri, keputusan resmi tercapai.

 

Ketika Dawson ikut campur, aku masih tetap seorang anak bangsawan dan ratu di masa depan.

 

“Berkaitan dengan hal tersebut, Dawson sudah melakukan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Count Kataberia telah mengumumkan bahwa dia akan memanggilnya pulang untuk mendisiplinkannya. Mungkin itu semacam kebaikannya … sampai titik tertentu pria itu mencoba melindungi Dawson. Ayahmu marah besar akan hal ini, dan saya dengar kalau ibumu bahkan jauh lebih marah.”

“Ah…”

“Ketika dia masih belum menikah, dia sering berdiskusi dengan ksatria yang berkunjung. Karena itu, dia sangat amat kesal bahwa Dawson sudah memanfaatkan posisi Ordo Ksatria dalam seluruh permasalahan tersebut. ‘Dia mengatakan kalau dia mematuhi jalan dari ksatria’, tapi dia sepenuhnya tidak lebih dari seorang hama. Akankah seorang ksatria menggunakan kekerasan terhadap gadis yang lembut? Apakah itu keputusan dari pemimpin Ordo Ksatria untuk mengaku kalau pria ini merupakan bagian dari mereka? … Dan dia berani bicara tentang disiplin? Setelah bertahun-tahun belajar, menjadi pria seperti apakah dia? Count Kataberia hanya melakukan apapun yang pria itu inginkan setelah meraih posisi yang dia inginkan. Pada akhirnya, tidak ada konsekuensi yang akan terjadi pada orang yang disebut ‘ksatria’ ini. ‘Sejak kapan kita mulai dianggap rendah seperti ini?’ Setelah mengatakan hal tersebut, dia mengumumkan kalau kita tidak akan menghadiri perjamuan yang diadakan kekuarga Kataberia dan kita tidak akan terdaftar dari orang-orang yang mereka undang.”

 

“Ibu…”

 

Tanya menggunakan nada yang tenang untuk menjelaskan kata-kata ibu dan sebaliknya membuat kemarahannya lebih jelas.

 

“Ngomong-ngomong, sejak Kataberia mengundurkan dirinya dari Ordo Ksatria… itu artinya yang menjadi penerusnya adalah orang yang setingkat di bawahnya.”

 

“Untuk berjaga-jaga, pergilah pastikan hal tersebut. Dan juga, bawa dokumen ini.”

 

 

Setelah Tanya pergi, aku menghela napas yang panjang.

 

Aku terkejut mengetahui semua ini hanya dalam sehari.

 

Tapi di saat yang bersamaan… aku sangat senang lebih dari apapun.

 

Meski aku ingin menahan rasa senangku, setiap sudut bibirku naik dengan sendirinya.

 

Saat itu, ayah marah demi diriku.

 

Meskipun aku ditinggalkan, aku tidak akan bisa melakukan apapun mengenai hal tersebut. Lagipula, aku telah merusak nama keluarga dan tidak dapat diperbaiki lagi.

 

Aku bekerja sangat keras setelah ditunjuk menjadi pemimpin pengganti di wilayah itu. Alasan terbesarnya adalah, kalaupun aku tidak bisa memberi harapan kepada ayahku lagi, aku tidak mau untuk mengecewakannya lagi. Tentu saja alasanku saat ini jelas berbeda.

 

… Aku mulai menjadi aneh.

 

Seseorang telah jatuh ke masalah yang serius, namun aku senang akan hal tersebut.

 

Karena dalam keadaan seperti ini pun, aku masih bisa merasakan kasih sayang keluargaku.

 

Aku mengingatkan diriku sendiri saat wajahku dihiasi dengan senyuman lebar. Dengan klik, suara dari jam saku yang kupakai di leherku memasuki telingaku.

 

Ini adalah hadiah dari Dean dulu saat aku mengunjungi wilayahnya.

 

Ketika aku berpisah dengannya di jalan, untuk berterima kasih atas bantuannya akan insiden di Boltique dan hanya sekedar untuk memberinya hadiah, aku membeli sesuatu untuknya di toko favoritku. Yang mengejutkanku, dia juga membelikanku hadiah.

 

Di luarnya ada pola yang tidak lengkap, karena tidak ada potongan pelengkapnya. Jika kau menggabungkan 1 potongan itu dengan 1 potongan yang lain, akan berubah menjadi gambar. Hampir seperti jam saku yang berpasangan.

 

Memegang jam tersebut, aku merasakan kegembiraan dan kebahagiaanku mulai hilang.

 

Dengan cepat kuputuskan untuk tidak memikirkannya lagi.

 

Meskipun harusnya aku tidak bersimpati dengan mereka, aku tidak yakin dengan diriku,apakah aku sebenarnya senang karena mendengar kabar tersebut.

 

Kusentuh jamku sekali lagi. Kehangatan yang mengalir dari dadaku terasa berbeda dari senyuman yang terpasang di wajahku.

 

Apa yang dia lakukan sekarang?

 

Dalam kegembiraanku, aku lupa untuk berterima kasih padanya. Aku selalu menerima bantuan darinya.

 

Tidak hanya dalam hal pekerjaan, tapi juga secara batin, emosional. Aku bergantung padanya, lagi dan lagi.

 

Ketika aku memikirkan tugas berat yang membebaniku, terkadang ikut terhubung dengan  masa depan semua rakyat membuatku bangga, tapi terkadang itu mencekikku. Dia adalah orang yang ada di sana untukku, membantuku kembali berdiri lagi.

 

Itu sebabnya aku berharap untuk tidak menjadi orang yang akan mempermalukannya.

 

Sebagai seorang perempuan, aku tidak bisa bersamanya.

 

Inilah pikiran yang melayang di pikiranku saat aku mengeluarkan dokumen yang telah kutulis sebelumnya, dan mulai kembali bekerja.

 

Tepat setelah itu.

 

“Sudah lama tak berjumpa, nona.”

 

Pintu pun terbuka. Dean berjalan masuk.

 

Baca Preview Chapter 157 disini!

Preview Chapter 157

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 156, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 156 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 156 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 156 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 156 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 156 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 156 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of