Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 158 Bahasa Indonesia

Dibaca 425 orang
Font Size :
Table of Content

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 158 Bahasa Indonesia

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: niznet
Korektor: –


Chapter 158 – Pertemuan rahasia

“… Jadi sekarang kita punya kesimpulan.”

 

Aku mengatakannya sambil menunduk melihat kertas yang ada di mejaku dengan rasa puas.

 

Setelah rapat dan tugas wilayah yang biasa, aku dan Dean mulai berbicara lebih dalam tentang saran kebijakan lebih awal.

 

Sudah tengah malam. Sangat malam sekali sehingga terlihat lampu-lampu dari tiap rumah dan toko sudah dihidupkan.

 

“Ya, setelah itu hanya tinggal menghubungi pejabat dan serikat pedagang, dan membiarkan serikat lainnya dan para dokter tahu.”

 

“Tentu, aku akan melakukannya, tapi aku juga ingin membiarkan orang-orang tahu sebelumnya.”

 

“Orang-orang, ya?”

 

“Ya, saat ini di wilayah sedang melakukan pembangunan untuk pencegahan banjir. aku belum cukup menjelaskan tentang itu, dan aku telah menyadari kalau penting untuk menjelaskan mengapa kebijakan tertentu itu dibutuhkan, mengapa mereka perlu dimasukkan ke tempat yang tepat dan sebagainya. Meskipun aku sempat berpikir akan ada orang yang tidak akan menerimanya, daripada tidak tahu apa-apa, aku pikir mereka akan kurang setuju.”

 

 

“Begitukah, itulah gaya perempuan yang sebenarnya anda.”

 

Melihat senyuman Dean, penutup di hatiku terbuka dengan cepat.

 

Kalau aku memikirkannya, kami baru saja di sini sendirian di tengah malam. Itu aneh sehingga aku bisa tetap begitu tenang.

 

“Arti dari gaya …?”

 

“Meskipun anda hanyalah pengganti, anda tetaplah seorang pemimpin. Selama anda memberikan perintah, orang-orang di wilayah ini harus mematuhinya. Kenyataannya jika anda berpikir ke depan untuk mereka, itu menunjukkan bahwa anda sangat mencintai mereka.”

 

Hawa gelap melintas di wajah Dean sebentar.

 

“Dean…?”

 

“Maaf, jika memang begitu, sebaiknya biarkan semua orang tahu, bukan melalui mulut dari mulut, tapi melalui penyebaran beberapa selembaran tertulis. Tidak mungkin menjangkau semua orang kalau melalui mulut ke mulut, ditambah dengan mereka mengulangi lebih lanjut, akhirnya orang tersebut akan menyebarkan pendapat pribadi mereka dari kebijakan itu. Dengan cara itu, berarti yang asli akan terdistorsi. Yang terpenting, karena sekolah, wilayah ini sangat melek huruf. Setiap keluarga dengan anak harus memiliki kemampuan untuk membaca.”

 

“Benar, kalau begitu kita akan memberikan beberapa dokumentasi kepada masing-masing keluarga tentang kebijakan ini. Seperti surat kabar.”

 

“Kedengarannya bagus. Di ibukota hanya pria dan wanita kelas atas yang membaca majalah … tapi di sini, saya rasa bisa membuat koran atau majalah tempat orang berbicara sendiri. Mungkin ini tak bisa dihindari, karena betapa cepatnya tingkat pendidikan berkembang.”

 

“Ya, apa yang akan mereka lakukan untuk mencapai akhir itu?”

 

“Kenyataannya bahwa anda berpikir ini adalah hal yang baik juga karena anda memiliki hubungan baik dengan orang-orang. Kebanyakan bangsawan takut memberi orang kekuatan seperti itu.”

 

Tidak sepertiku, yang penuh energi dan semangat, suara Dean sangat serius sehingga sangat mengerikan.

 

“Hm, kenapa begitu?”

 

“Sebelumnya saya sudah pernah memberi tahu anda. Pengetahuan adalah kekuatan, itu adalah fakta. Di negara ini sekarang, pengetahuan adalah semacam hak istimewa khusus. Kelas penguasa yang memiliki pengetahuan menekan rakyat, memerintah rakyat. Dengan kata lain, anda menghancurkan bagian dari identitas negara ini.”

 

“Ah…heh heh.”

 

Aku tertawa. Dean menatapku, mata tajamnya bertanya tentang niatku yang sebenarnya.

 

Aku tidak segera membalasnya, justru berjalan untuk membuka jendela dan berjalan keluar ke balkon.

 

Di depan mataku yang kulihat hanya kegelapan dan kabur.

 

Tapi ketika aku menutup mataku, kota itu terlihat jelas di hadapanku.

 

“Benar … memerintah rakyat yang tidak tahu apa-apa akan menjadi hal yang mudah. Tidak peduli apa yang aku lakukan, mereka tidak akan mengerti, tapi jika aku tidak bisa memerintah mereka karena mereka tidak bodoh, maka aku baik-baik saja kalah dengan situasi seperti itu. Ketika aku membuat kesalahan suatu hari nanti … suatu hari nanti, ketika Bern mewarisi wilayah ini, ketika dia dan anak-anaknya dan cucu-cucunya membuat kesalahan mereka sendiri, aku ingin memberi orang kesempatan untuk memilih. Mereka tinggal di wilayah ini, jadi mereka seharusnya memiliki hak itu.”

 

Aku berpikir seperti itu karena aku memiliki pengetahuan dari kehidupanku sebelumnya.

 

Aku mengerti apa yang Dean katakan, tapi juga tertarik untuk mendorong kembali memperbarui, revolusi.

 

Itu harus dikenal di dunia ini.

 

“Yang paling menakutkan adalah saat karena mereka kurang memahami, orang-orang bertindak dari penilaian yang salah. Karena mereka tidak mengerti cara untuk menyelesaikan hal yang akan terjadi, mereka menjadi tidak puas. Akhirnya energi yang tidak diciptakan berubah menjadi kekerasan. Jika mereka bisa berpikir untuk diri mereka sendiri, membuat keputusan, dan merenungkan, maka politik wilayah mereka akhirnya akan selesai. Itu adalah situasi paling ideal.”

 

Aku berbalik ke wajah Dean. Matanya terbelalak karena kaget.

 

Melihat ekspresinya, aku hanya bisa tersenyum.

 

“Sungguh, hanya karena tidak mungkin untuk benar-benar bisa menekan keingintahuan manusia. Itulah yang aku pikirkan. Pengetahuan sebagai hak istimewa? Tidak selama manusia bisa berpikir, pengetahuan harus menjadi hak mereka. Itu sebabnya bahkan jika aku tidak melakukan apa-apa, suatu hari nanti orang akan berdiri untuk diri mereka sendiri.”

 

Dia tertawa setelah aku selesai mengutarakan kesimpulanku.

 

Di ruang yang tenang, tawanya terdengar sangat keras.

 

Aku jarang melihat ledakan darinya seperti itu. Itu adalah giliranku untuk terkejut.

 

“Benar, benar … suatu hari nanti, orang-orang akan berdiri … begitu ya …”

 

“Kita bisa berbicara yang kita inginkan tentang itu. Bagaimanapun juga, Ini hanya padanganku.”

 

“Tidak, aku turut merasa seperti saya memiliki pikiran yang sama. Bila anda memikirkannya seperti itu, anda akan menyadari bahwa perkelahian untuk takhta benar-benar hal yang bodoh … setelah seratus tahun, apakah orang-orang dengan kekuatan mereka akan menghormati atau membenci takhta, bergantung sepenuhnya pada penguasa masa depan. Tidak masalah siapa yang menjadi raja, tapi apa yang akan dilakukan Raja lah yang menjadi penentu. Itulah orang-orang ada di sini untuk menilai, apakah masing-masing keputusan baik atau buruk. Aku tidak pernah berpikir seperti itu sebelumnya. Sepertinya aku tidak berpikir luas.”

 

“Dean … tidak peduli apapun, itu tidak adil untuk mengatakan tentang dirimu sendiri.”

 

Mendengar aku mengatakan itu, Dean terlihat sangat senang karena beberapa alasan … seperti dia telah menyelesaikan beberapa jenis persoalan rumit di hatinya.

 

“Permisi, Nona … Apa yang telah saya katakan sekarang, mari jadikan itu rahasia kita.”

 

“Heh heh … itulah yang mereka sebut kerjasama konspirator. Apa yang aku katakan sebelumnya juga rahasia kita.”

 

Melihat Dean senang seperti itu, entah kenapa aku ikut tersenyum.

 

“Tentu”

 

“Haha … Lalu, apa kamu mau minum? Anggap itu sogokanku.”

 

“Dalam keadaan seperti ini, rasanya aku harus … maka izinkan aku minum denganmu.”

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 158, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 158 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 158 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 158 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 158 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 158 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 158 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of