Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 160 Bahasa Indonesia

Dibaca 483 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: niznet
Korektor: –


Chapter 160 – Sang Gadis Bersiap Untuk Perang

Pada pagi setelah itu, Dean pergi dengan terburu-buru.

 

Aku tidak sempat untuk melihatnya pergi.

 

Ini juga karena aku pergi ke serikat pedagang untuk bicara tentang memberlakukan kebijakan asuransi.

 

Jika Dean bisa ikut denganku, aku akan lebih percaya diri. Tapi aku tidak bisa mengatakan keinginanku padanya, tidak saat dia sangat sibuk.

 

Anehnya, semua itu berakhir cukup cepat.

 

After that, it was time to talk to the principal.

 

Setelah itu, sudah waktunya untuk berbicara dengan kepala sekolah.

 

Dia memberiku banyak umpan balik, dan mengumpulkan beberapa orang-orang yang berpengetahuan luas.

 

Yang Pertama, adalah membangun serikat untuk asuransi.

 

Tentu saja untuk itu, kita perlu mengetahui jumlah dokter di daerah tersebut dan fokus pada peningkatan kualitas perawatan kesehatan tersebut.

 

Lalu memastikan biaya perawatan kesehatan, yang saat ini dikendalikan oleh harga pasar, akan lebih turun atau kurangnya jumlah yang pas. Jika harga terlalu tinggi, maka kebijakannya tidak akan efektif.

 

Jika orang kaya ingin menerima layanan tambahan dan yang lebih mahal, mereka bisa membayarnya sendiri.

 

Semua dokter di wilayah tersebut harus menjadi bagian dari Asosiasi Kesehatan. Mereka akan menyajikan diagnosis dan resolusi mereka kepada Asosiasi, kemudian akan memastikan mereka dan membayar bagian yang tidak dibayar pasien.

 

Setahun sekali, Asosiasi tersebut akan membicarakan tentang obat-obatan seperti apa yang harus ditutupi oleh biaya asuransi.

 

… Lagipula, bidang pengobatan terus berkembang sepanjang waktu.

 

Dokter juga harus menghadiri beberapa pertemuan dan mendapatkan pemahaman dasar tentang perawatan apa yang memenuhi syarat untuk asuransi dan tidak. Sedangkan untuk pilihan tertentu, terserah pada pasien.

 

… Kurang lebih begitu yang sudah kami bicarakan.

 

Sisanya hanya mengumpulkan para intelektual dari kepala sekolah kenal dan memperbaiki semua kesalahan yang mungkin kita miliki sekarang.

 

Setelah percakapan kami berakhir, aku menarik napas lega dan kembali ke kamarku.

 

Di sana, aku menghadapi pekerjaan yang sudah menumpuk.

 

Inilah pekerjaan yang aku berikan pada diriku sendiri, jadi tidak ada yang perlu dilakukan tentang hal itu … korban sesungguhnya dari pekerjaan tambahan ini adalah para pejabat.

 

Terutama departemen keuangan dan sipil. Mereka sangat sibuk sehingga mereka hampir tidak bisa beristirahat sama sekali.

 

Meski begitu, mata para pegawai departemen keuangan bercahaya. Bukan bersinar atau berkilauan, tapi bercahaya dengan maksud membunuh.

 

… jujur, itu cukup menakutkan.

 

Aku pergi dan melihat mereka mengurus dokumen tambahan. Saat tangan mereka bergerak dengan kecepatan tinggi, mereka cekikikan dan berteriak: Kali ini kami tidak akan kalah!

 

Tentu saja aku pura-pura tidak melihat dan segera pergi.

 

Apa aku harus mengatakan kalau setiap orang di departemen keuangan adalah seorang karyawan bersertifikat …

 

Ketika aku tidak sengaja mengatakannya dengan suara keras, Tanya segera menanggapi dengan pernyataan “sama seperti Anda, Nona.”

 

“Permisi”

 

Yang datang setelah ketukan pintu adalah Sebastian.

 

“Apakah ini waktu yang tidak tepat, Nona?”

 

“Ada apa, Sebastian?”

 

“Undangan untuk Anda terus berdatangan.”

 

“Ah … benar, sepertinya waktu bersosialisasi sudah datang. Aku tidak percaya waktu telah berlalu begitu cepat.”

 

Aku benar-benar sudah lupa tentang itu.

 

Karena sangat lekatnya aku dengan pekerjaanku, aku benar-benar lupa tentang bersosialisasi.

 

… bahkan seseorang sepertiku bisa melihat itu, untuk putri keluarga bangsawan, ini sedikit berlebihan.

 

“Bersosialisasi … bersosialisasi, ya.”

 

“Apa rencana anda?”

 

“Bahkan dalam keadaan seperti ini, ada keluarga yang benar-benar berani mengadakan perjamuan.”

 

Sang Raja sakit. Di istana, partai Pangeran Pertama dan partai Pangeran Kedua terus berseteru. Saat ini sepertinya ide yang lebih baik untuk tetap tersembunyi di wilayah seseorang.

 

… Bukan hanya itu, aku membandingkan pekerjaan dan bersosialisasi lalu berpikir kalau sosialisasi jauh lebih banyak usaha.

 

“Justru sebaliknya, Nona.”

 

Sebastian tersenyum sedikit. Senyumnya sedang menggaris di wajahnya.

 

“Dalam keadaan seperti ini, setiap keluarga berusaha mengumpulkan orang-orang sehingga mereka bisa meringkai situasi saat ini sepenuhnya. Ditambah, sebuah pertemuan di Villa Keluarga adalah kesempatan besar untuk menunjukkan kekayaan dan koneksi. Setiap keluarga akan menilai keluarga yang lain di pertemuan seperti ini.”

 

“… Tidak bisakah kita menyerahkan semua keluarga yang penting ke Ibu?”

 

“What are you saying? You’ve already presented yourself to the social world. If you don’t attend any banquets, your reputation will be damaged. This relates to the reputation of the whole Armenia family…Considering that the current atmosphere of the capital, it’s probably better that you visit before we are damaged by other without even realizing it.”

 

“Apa yang Anda katakan? Anda telah menunjukkan diri Anda ke dunia sosial. Jika Anda tidak menghadiri jamuan, reputasi Anda akan buruk. Ini berhubungan dengan reputasi seluruh keluarga Armenia … mengingat suasana ibukota saat ini, mungkin lebih baik yang Anda mengunjunginya sebelum kita di perburuk oleh yang lain tanpa menyadarinya sekalipun.”

 

“Aku hanya mengatakan yang ada dipikiranku.

 

Aku mengerti pentingnya lingkungan sosial.

 

Dunia yang ibuku sebut medan perang, pasti sebuah arena bagi bangsawan untuk saling menguji satu sama lain, membatasi satu sama lain.

 

Sekarang saat ayahku menyerahkan wilayah ini kepadaku, aku terpaksa untuk memahami keluarga lain, bagaimana mereka merencanakan sesuatu dan bergerak, dan menunjukkan kekuatan keluarga Armenia.

 

… Hanya saja, agak … hanya sedikit, aku berharap agar mendapatkan cara untuk menyelesaikan masalah ini tanpa benar-benar harus pergi.

 

“Karena itu, tolong bersihkan jadwal Anda lusa kedepan. Saya telah meminta  Madame Klager ke sini untuk mengukur anda sehingga dia bisa menjahitkan gaun untuk Anda.”

 

“Ah, dia ya, aku tidak percaya kau bisa membuat janji dengannya. Kudengar dia selalu sangat sibuk?”

 

Sudah cukup lama sejak penemuan sutera. Tujuan penjualan sutra telah selesai.

 

Meskipun cara produksi telah dilindungi dengan baik oleh negara pengekspornya, aku tahu bahan-bahan yang ada dalam proses itu. Selama kelas sejarah, aku selalu tertarik pada cerita tentang sutra, sehingga itu telah banyak membantuku.

 

… Meskipun aku benar-benar tidak tahu apa yang baik yang harus kulakukan. Aku menatap kosong menuju kejauhan.

 

Setelah mengulang kegagalan, kami sudah berhasil membuat cara untuk memproduksinya.

 

Masalahnya adalah bagaimana kita bisa menjamin bahan dengan jumlah tertentu. Meski negara yang mengekspor sutra kelihatannya telah menetapkan batas ekspor ulat sutera, negara-negara yang tidak tahu bagaimana itu diproduksi hanya menganggap mereka tidak lebih dari serangga. Karena itulah kita membeli ulat sutera dari negara-negara yang tidak memproduksi sutra dan mengembang-biakkan merek. Saat mereka sampai pada jumlah tertentu, kita mulai membuat sutra.

 

Hanya saja itu masih berjumlah sangat kecil yang hanya kami jual di toko Armenia yang kami tunjuk.

 

Madame Klager bersiap-siap dengan persediaan itu. Dan, fakta kalau dia membuat beberapa pakaian yang cukup modis untuk menjadi pembicaraan musiman, berarti dia sangat sibuk saat ini.

 

“Dia juga sibuk karena dia datang dengan ide baru untuk gaun Anda dan mempersiapkan segala macam bahan. Dia mengatakan apapun yang Anda inginkan adalah prioritas utamanya. Sebenarnya, dia datang dengan beberapa ide baru-baru ini.”

 

“B-begitu, ya.”

 

… dua hari kemudian, dia datang untuk mengatur pengukuran tubuhku.

 

Karena aku tidak benar-benar mengerti dengan pakaian, yang bisa aku lakukan  adalah beberapa hal yang diperintahnya … tapi Tanya tiba-tiba pergi dari sisiku untuk meminta ke Madame Klager “Gaun yang benar-benar bisa menunjukkan keindahan Nona dengan sempurna!” Setelah berteriak dengan semangat, dia memulai percakapan yang panas tentang kualitas yang tepat: dari warna untuk jahitan hingga ke dekorasi …

 

Meski aku suka berpakaian, aku hanya bisa menatap mereka melewati apa yang mereka kerjakan, percakapan panjang yang terus berlanjut dan tanpa hasil apapun.

 

Pada akhirnya, aku tidak bisa berpikir apapun yang mereka putuskan akan baik-baik saja.

 

Madame Klager memiliki suasana seorang wanita yang bisa mengenal jahitannya dengan baik… tapi ketika sampai pada percakapan ini, seluruh kepribadiannya sepertinya mengalami perubahan.

 

Tidak hanya itu, tapi dia pernah bertemu seseorang seperti Tanya untuk berbagi nafsunya sama seperti sekarang.

 

… Ah, itu semua untuk pemusatan perhatian.

 

Akhirnya, pengukuran selesai.

 

Tentu butuh beberapa saat untuk benar-benar membuatnya. Aku tidak tahu apakah itu bisa selesai pada waktunya… meski dengan semua kekhawatiranku, tempat kerja Madame meningkatkan kecepatan produksi dan membuatnya.

 

Tapi tentu saja itu juga berkat batas waktu Sebastian yang tidak berfungsi dengan sempurna untuk semuanya.

 

Sama seperti bekerja, tapi dengan cara yang berbeda, ini membuat bahuku sakit … saat memikirkannya, dan aku kembali bekerja.

 

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 160, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 160 manga, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 160 online, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 160 bab, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 160 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 160 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 160 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!