Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 161 Bahasa Indonesia

Dibaca 399 orang
Font Size :
Table of Content

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 161 Bahasa Indonesia

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: niznet
Korektor: –


Chapter 161 – Dampak

“… Itulah akhir dari laporan saya, jika dikatakan kalau ekonomi wilayah Duke Armenia sekarang dalam kondisi terbaik.”

 

Moneda mengatakannya dengan wajah yang cerah.

 

kadang-kadang Dia melaporkan status bank dan tren pasar lainnya, dan akan menyampaikan padaku tentang rencananya untuk masa depan.

 

Seperti yang dia katakan, ekonomi wilayah ini dalam kondisi baik.

 

Bukan hanya proyek pencegahan banjir. Semua aspek-aspek masyarakat lokal juga mengalami perbaikan yang pelan tapi pasti.

 

Populasi juga meningkat.

 

Seiring dengan kecenderungan ini, perdagangan juga meningkat.

 

Sementara permintaan naik, baik dari dalam maupun dari luar wilayah, pekerjaan akan lancar, dan pembelanjaan juga naik.

 

“Oh, iya, Moneda. Ada sesuatu yang menggangguku tentang wilayah ini.”

 

“Apa itu?”

 

“Sepertinya harga-harga di ibukota naik secara perlahan? Terutama pada produk makanan.”

 

“… Saya tidak menduga anda bisa tahu itu juga.”

 

“Aku harus mempelajari dan memastikan dengan detail semua yang terjadi  Ibukota. Meskipun hal itu tidak akan mempengaruhi wilayah kita saat ini … Apa pendapatmu tentang itu?”

 

“Saya belum pernah mendengar kalau wilayah lain tidak berusaha keras dalam hal tanaman, jadi itu juga mengganggu saya. Saya melakukan penelitian, dan tidak ada dari guild pedagang lainnya yang membeli banyak produk untuk cadangan mereka. Itu sebabnya saya juga berpikir itu cukup aneh.”

 

“Kamu benar-benar hidup sesuai dengan namamu. Bahkan Tanya mengatakan bahwa itu akan memakan waktu lama untuk menyelidiki semuanya.”

 

“Saya rasa saya bisa katakan kalau saya masih belum cukup latihan. Meskipun saya telah meninggalkan semua tugas saya di guild pedagang, kadang kala saya masih datang ke wilayah lain milik guild pedagang.”

 

“Begitu … tidak ada gagal tanam atau bencana lainnya, tapi produknya menurun … dan untuk mencegah ketidakpuasan, maka pembelian dilakukan secara bertahap.”

 

“Salah satu kemungkinan adalah produsen biji-bijian tidak mengeluarkan stoknya, tapi menyimpannya. Atau mungkin istana membelinya … itu benar-benar satu-satunya kemungkinan.”

 

“Atau mungkin, Kerajaan Towair ikut campur sekali lagi…”

 

“Hm?”

 

Diriku menanggapinya dengan bersungut-sungut tapi tidak bisa masuk ke telinga Moneda.

 

“Untungnya, ketika wilayah lain menaikkan pajak kita, kita membeli banyak makanan untuk persediaan.”

 

“Ya…”

 

Aku Berpikir lagi ke situ, rasanya bahkan langkah ini sudah diperhitungkan musuh kita.

 

… meskipun mungkin aku hanya berpikir terlalu banyak.

 

Tidak peduli apapun itu, seperti yang dikatakan Moneda, untungnya kita kurang lebih memiliki cukup makanan.

 

“Kita perlu mempertimbangkan untuk penyaluran persediaan kita. Moneda, tetap pasang matamu di pasaran.”

 

“Ya, Nona.”

 

“Ngomong-ngomong, tagihan dan cek tampaknya menjadi umum. Ini berarti kalau bank memainkan peran yang dimaksud. Terima kasih untuk itu, Moneda.”

 

“Menerima pujian dari Anda adalah hadiah kehormatan yang cukup. Hanya dengan bantuan Anda, saya bisa melakukannya. Tinta khusus yang Anda berikan kepada kami … Itu bisa memberikan keuntungan untuk Anda, tapi Anda memberikannya kepada bank tanpa meminta apapun sebagai gantinya.”

 

Dulu, aku telah memberi tinta yang dikembangkan oleh konglomerat Azura ke bank.

 

Meskipun awalnya mereka berusaha membuat sesuatu yang lain, mereka akhirnya memproduksi tinta yang akan berubah warna di bawah cahaya.

 

Dengan semua dukungan baru dari investor dan peneliti, kami telah menemukan beberapa produk menarik seperti itu.

 

Terutama hal-hal tersebut, jika dijual dengan biasa, hal itu hanya bisa dijual layaknya mainan … Meski begitu, sangat kasihan untuk berpura-pura kalau itu semua tidak pernah ditemukan. Jadi keluarga Duke Armenia akhirnya membeli produk tersebut.

 

Kemudian kami memberikan itu semua ke bank. Tinta unik seperti itu … mereka menggunakannya di banyak tagihan dan cek untuk mencegah pemalsuan.

 

Ada banyak usaha lain yang kita masukkan ke dalam pencegahan pemalsuan juga.

 

“Tentu saja, penggunaannya tidak banyak lagi. Kami telah menemukan yang sempurna dan sesuai dalam hal penggunaan disini.”

 

“Berbicara tentang kesempurnaan, saya membawa sampel yang kita bicarakan sebelumnya.”

 

“Dan aku penasaran di mana garis singgung ini pergi dari tinta … Ah, aku bahkan belum mengatakan ya untuk itu. Biarkan aku melihatnya, itu. ”

 

Aku menatap kertas di tanganku yang diberinya padaku.

 

 

“Cantik sekali, kau telah banyak berusaha untuk mengurus anti-pemalsuan.”

 

“Tentang itu … Silakan lihat file-file ini.”

 

Melihat apa yang telah dilakukan Moneda, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.

 

“mempertajam pisau Anda, itu tidak menghalangi Anda sama sekali … Sudah sampai ke tahap Anda bisa bekerja di keadaan normal dalam keadaan apapun.”

 

“Begitu, kau benar-benar seorang pedagang … aku terkesan. Aku akan berpikir lebih jauh tentang hal itu.”

 

Saat itulah Sebastian masuk.

 

“N-Nona…”

 

Ini saat yang langka untuknya, dia tampak bingung … aku tidak bisa berhenti berfirasat aneh.

 

“Apa yang terjadi, Sebastian?”

 

“Negara tetangga Acacia telah mengirim utusan … dan mengatakan kalau Pangeran pertama telah datang untuk menyurvei wilayah Duke Armenia …”

 

“… Apa?”

 

Sama seperti Sebastian, aku segera panik. Bahkan mata Moneda terbelalak karena kaget.

 

… dampaknya lebih besar dari yang bisa aku bayangkan.

 

Negara yang ada di seberang laut dari wilayah Duke Armenia, Acacia, bertugas sebagai pintu masuk ke Tasmelia, dan telah membangun generasi diplomasi.

 

Negara itu berbicara bahasa yang sangat berbeda, memiliki budaya yang sangat berbeda. Semuanya sangat berbeda.

 

Meskipun mereka mengirim perwakilan ke Ibukota setiap beberapa tahun … aku belum pernah mendengar tentang keluarga bangsawan yang mengunjungi distrik tertentu.

 

Apakah karena perdagangan telah menjadi sangat hidup?

 

“P-pokoknya, aku akan pergi dan bertemu dengan mereka sekarang. Moneda, aku maafkan aku …”

 

Kataku sebelum aku bahkan bisa menyelesaikan melihat Moneda menurunkan kepalanya dan berangkat.

 

“Apakah kita harus menyambutnya?”

 

“… Tidak Jika aku melewati royalti dan bertemu dengan Pangeran secara langsung, itu akan membuat mereka mendapatkan kesan buruk. Ditambah, karena aku, wilayah Armenia memiliki hubungan yang sangat aneh dengan bangsa Tasmelia … untuk Skenario terburuk, kita mungkin terlihat sebagai perencana konflik.”

 

“Dalam hal itu … Sebaiknya kita mengalihkannya untuk sementara?”

 

“Ya, aku pikir itu akan menjadi yang terbaik, kita harus diplomatik tentang hal itu. Biarkan mereka tahu kalau kita menganggap bahwa mereka berada di sini untuk beristirahat pada kunjungan rutin ke istana.”

 

“Begitu…”

 

Wajah Sebastian tampak kelabu.

 

Itu hanya yang diharapkan. Aku mungkin tidak terlihat jauh lebih baik.

 

“Sebastian, apa kau sudah melaporkan hal ini kepada ayah?”

 

“Kami telah mengirim utusan dengan kuda tercepat kami untuk mengirimkan pesan tersebut.”

 

“Ada baiknya aku memilikimu … kita tidak bisa membuatnya menunggu terlalu lama. Aku akan pergi sekarang.”

 

“Ya, Nona.”

 

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 161, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 161 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 161 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 161 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 161 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 161 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 161 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of