Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 79

Dibaca 720 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Penerjemah: niznet
Penyunting: niznet

Chapter 79 – Keyakinan Sei II

Chapter ini ditulis dari sudut pandang Iris

Saat itu tokonya sedang ramai sehingga gerombolan orang yang mengantri membentuk seperti ular yang panjang.

Meski aku sudah membacanya di laporan, tapi melihat sendiri secara langsung begini rasanya sangat beda.

Aku tahu kalau tokonya sedang kebanjiran penjualan, dan persediaan yang menurun cepat, dan juga jumlah pesanan peralatan dan catatan toko lainnya menumpuk cepat. Aku juga tahu kalau nantinya aku harus menangani hal ini.

Saat aku melihat suasana tadi sendiri sudah ramai, akan tetapi… saat aku melihatnya lagi, aku kaget.

“… Kurasa tokonya jauh lebih sibuk daripada yang kulihat sebelumnya.” (Mimoza)

Mimoza memandangku saat dia mengucapkan pendapatnya.

“Sepertinya begitu… Tapi tingkat aktivitas ini sudah pas, menurutku.” (Iris)

Toko itu sangat penuh sehingga hampir tidak ada ruang kosong sejauh mata memandang.

Bahkan panjang antrean di layanan akuntansi sangat panjang.

Bagi pemilik bisnis siapapun, melihat pemandangan seperti ini sudah cukup untuk membuat mereka menari dengan kebahagiaan.

Kami masuk dari belakang toko melalui pintu masuk khusus karyawan yang mengarah langsung ke dalam toko.

“Ah, Nona Iris, Tuan Sei, selamat datang.” (Manajer)

Si manajer melihat kami dan segera datang dan membungkuk.

“Tolong angkat kepala anda. Kami disini hanya untuk mengantarkan sesuatu.” (Ryle)

Ryle dengan tersenyum sambil mengulurkan kotak kepada Manajer.

“… Mengantarkan sesuatu?” (Manajer)

Manajer kelihatannya tak percaya dan menggumam kalimat itu lagi.

Dia sangat ingin tahu arti dibalik perkataan itu, tapi dia tidak menekan lebih jauh. Sepertinya Manajer mungkin tidak ingin dirinya terlihat tidak sopan.

Sebagai tanggapan terhadap itu, aku juga tersenyum kecut.

“Ya. Bisnis sudah berkembang pesat akhir-akhir ini, dan pastinya semua karyawan akan kelelahan setelah bekerja keras sepanjang hari; jadi, aku memutuskan untuk membawa jus untuk dinikmati semua orang.” (Iris)

“Oh, terima kasih banyak.” (Manajer)

Manajer menerima kotak itu dari Ryle.

“Apa jusnya cukup untuk semua karyawan? Atau masih kurang?” (Iris)

“Tidak, ini sangat cukup. Keadaannya telah relatif mereda dibandingkan dengan minggu sebelumnya…” (Manajer)

Tiba-tiba, tepat saat kata-kata itu keluar dari bibirnya.

Clash..!! Terdengar suara pecah yang keras diikuti dengan jeritan.

Tanpa menunggu, Ryle dan Dida langsung melindungiku dengan tubuh mereka.

Tubuhku terjepit di antara dinding dan Ryle.

Si Manajer segera pergi ke bagian depan toko.

“Dida,” aku memanggilnya, “Kita baik-baik saja, jadi susullah Manajer dan cari tahu apa yang terjadi.” (Iris)

Dida mengerutkan dahinya setelah mendengar kata-kataku.

“Putri, Tugas saya adalah untuk menjaga anda, tahu?” (Dida)

Dia mengatakannya dengan nada serius.

“Tapi kamu juga perlu untuk memeriksa suatu bahaya, kan?”

Dida menghela napas. Aku tidak yakin apa dia mengalah karena saranku atau dia setuju kalau memeriksa situasi adalah salah satu kewajiban.

“… Argh. Saya mengerti. Ryle, Aku mempercayakan keselamatan Putri padamu.” (Dida)

“Tentu saja.” (Ryle)

Setelah itu Dida berlari ke depan toko juga.

Selanjutnya, Ryle. Dia sudah mempunyai pemahaman yang luas tentang struktur bangunan dari pengalaman masa lalunya yang sudah menginspeksi bangunan yang tak terhitung jumlahnya.

“Lewat sini.” (Ryle)

Dia membimbing kami ke kantor yang juga digunakan sebagai ruang tamu.

Ada banyak meja yang berbaris layaknya ruang kerja. Dan di salah satu ujung ruangan ada meja layanan yang dijajarkan dengan kursi-kursi dan dipisah dengan kaca.

Aku duduk di salah satu kursi itu.

Pada saat itu, ada seorang pria yang kelihatannya adalah karyawan toko masuk dan mengetuk pintu.

“…P, permisi. Apakah Tuan Sei ada di sini?” (Karyawan)

Ryle yang namanya dipanggil, bangkit dari tempat duduknya dan berjalan di depannya.

“Ya. Apa ada yang salah?” (Ryle)

“Tuan Dida telah menangkap pelakunya yang menyebabkan keributan dan mengatakan kepada saya bahwa dia ingin bertemu dengan Tuan Sei secepatnya…” (Karyawan)

Ha~ Aku bernapas lega setelah setelah mendengar kata-kata itu. Kalau itu Dida, dia tidak akan kesulitan untuk menangkap pelakunya.

… Meski begitu, kenapa Dida memanggil Ryle?

“Aku, ya…? Apa kau yakin aku adalah orang yang dipanggilnya?”

Ryle bertanya balik untuk penjelasan. Sepertinya dia sama-sama punya pertanyaan di dalam pikiran sepertiku.

“Y, ya… Tuan Dida berkata kita harus membicarakan masalah ini di toko daripada di belakang pintu; pelakunya terus berteriak, ‘Suruh keluar bos toko ini!’.” (Karyawan)

“Baiklah kalau begitu, kami akan pergi.” (Iris)

* * *

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 79, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 79 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 79 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 79 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 79 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 79 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 79 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of