Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 80

Dibaca 679 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Penerjemah: niznet
Penyunting: niznet

Chapter 80 – Keyakinan Sei III

Saat Sei mau keluar ruangan, aku berdiri dan menyusulnya.

“Nona?” (Ryle & Tanya)

Selagi aku berjalan ke mereka, Ryle dan Tanya dengan cemas memanggilku serempak.

“Ti-tidak usah khawatir… aku hanya akan mengamati dari kejauhan.” (Iris)

“Anda tidak harus ikut. Ini berbahaya.” (Ryle)

Ryle menegur tindakanku. Dia adalah pengawalku, jadi wajar kalau dia akan memastikan kesanggupanku untuk mendekati masalah yang nantinya akan menjadi lebih buruk.
Aku memberi Ryle tatapan serius, tapi raut wajahnya sama sepertiku sendiri. Sepertinya tidak ada cara lain.

“… Ada karyawan yang bekerja untukku, termasuk Sei dan Dida di tempat yang penuh gangguan.” (Iris)

“Perusahaan ini merupakan tanggung jawabku. Orang yang bertanggung jawab haruslah bisa menghadapai sebuah masalah… Dan orang itu kebetulan adalah aku, bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan para karyawannya agar mereka bisa melakukan tugasnya dengan nyaman dan aman. Tolong, Ryle… jangan hentikan aku dari kewajiban peran ini.” (Iris)

“Tapi, Nona Iris…” (Ryle)

“Selain itu, Haruskah kamu “Pengawal” ku menghalangiku dari apa yang seharusnya menjadi tugasku…? Ryle… Keyakinanku dalam kesibukan ini lahir dari kepercayaanku padamu.” (Iris)

“Namun… tidak, baiklah, saya akan menghormati keputusan anda. Cobalah untuk tidak menunjukkan keberadaan anda di sana kepada pihak lawan.” (Ryle)

Dengan anggukan, aku meninggalkan ruangan dengan Ryle di belakangnya dan menyutujui keputusanku. Aku bergegas menuju suara teriakan yang datang dari depan toko.

“…Sudah lama tidak berjumpa, Tuan Damme.” (Sei)

Suara Sei mencuat keluar dari keributan yang ramai dari kerumuman orang. Pandanganku mencakup keseluruhan toko sampai ke tempat Sei dan Dida berada. Ada seorang pria ditangkap, tubuhnya ditahan oleh Dida.[1]

“Sesuai permintaan anda, saya sudah menunjukkan diri padamu… Jadi mungkin anda sekarang bisa menjelaskan mengapa justru ‘Mantan Karyawan’ yang menyebabkan keributan ini?” (Sei)

Setelah suara Sei keluar ke seluruh ruangan, semua yang tadinya ribut menjadi sangat sunyi.

Bahkan kalau isi kata-katanya tidak mengesankan dirinya, tapi ancaman itu tersirat di kata-katanya.

Melihat Sei yang marah adalah pengalaman yang menakutkan bagi siapa saja yang menatapnya.

“….”

Laki-laki itu jelas ketakukan menghadapi Sei. Memahami reaksinya, Sei dengan sengaja menghela napas.

“Anda tetap tutup mulut ya… Saya sebagai pengawas punya tanggung jawab untuk mengawasi tempat ini agar pelanggan bisa menelusuri barang-barang kami di waktu luang mereka. Biasanya dalam keadaan ini, kami sudah menyerahkan anda pada otoritas yang tepat dan seharusnya sudah selesai sekarang. Namun… karena saya masih punya keramahan untuk memberi anda kesempatan ini untuk berbicara sendiri, ini akan menjadi kepentingan anda untuk memanfaatkannya.” (Sei)

“… Saya … Bukan saya yang bersalah di sini!” (Damme)

“Berpura-pura tidak bersalah di akhir masalah ini ya…” (Sei)

Sei menghela napas untuk kedua kalinya sekarang. Yah, memicu seperti keributan seperti ini dan kemudian mengaku tidak bersalah itu sedikit…

“Saya tidak berpura-pura tidak bersalah! Itu bukan salah saya! Saya sudah bekerja di perusahaan ini dan membuahkan hasil. Dan saya masih punya hasilnya dari bekerja sampai tubuhku terlihat tulangnya. Tapi… saat saya mengajukan permohonan bekerja kembali, saya di singkirkan begitu mudahnya…” (Damme)

“… Jika tidak salah, bukankah anda yang berhenti setelah terpikat ke perusahaan lain? kalau begitu, mengapa anda tidak bisa membuahkan hasil yang sama di sana?” (Sei)

Aku sepenuhnya yakin pada alasan Sei. Jadi intinya, laki-laki ini… Damme, kan? Dia adalah orang yang membelot ke perusahaan di bawah kendali Pangeran Edward.

“Ap-… Yah… Mungkin begitu… Tapi saya akhirnya paham bahwa aku bisa mengeluarkan kemampuan saya dengan lebih baik di perusahaan ini. Itulah kenapa saya mengajukan permohonan untuk bekerja kembali… Tapi justru di singkirkan seperti ini…” (Damme)

“Jadi, Anda menyarankan agar kami mengizinkan anda bekerja kembali… Anda, seorang pria yang dengan senang hati bergabung dengan perusahaan lain, dan kemudian dengan santainya mengajukan permohonan untuk bekerja kembali…?” (Sei)

“Ta-tapi… bukankah wajar jika anda menerima orang sekaliber saya dengan senang hati!? Saya pernah bertugas memasak untuk toko ini! Jika anda mempekerjakan saya lagi, Anda akan segera melihat hasilnya!” (Dalmme)

“Anda tentu memberikan kinerja yang sangat baik saat masih bekerja di perusahaan kami…” (Sei)
“… Lalu…” (Damme)

“Tapi jika saya boleh berbicara terus terang, Kami sudah memiliki banyak karyawan yang setingkat dengan keahlian anda,” Sei berkata padanya dengan nada dingin.

“Tentu, Anda mungkin memiliki keterampilan itu sejak awal. Namun sekarang, mereka yang awalnya tidak memiliki keterampilan berusaha keras untuk mendapatkan kemampuan mereka dan dalam jangka panjang, ini akan membuahkan banyak pencapaian daripada orang-orang seperti anda yang terjebak karena kesombongan mereka… Apakah anda benar-benar percaya saya tidak akan melihat pekerjaan seseorang dari etika? Tentu, keterampilan itu penting, tetapi itu bukan berarti keseluruhannya. Misalkan ada seseorang yang memiliki kemampuan yang sama dengan anda: antara anda seorang yang sudah puas dengan keterampilan mereka dan cenderung berkhianat saat situasi krisis, atau pekerja keras yang akan tetap setia dalam menghadapinya… Saya tidak perlu pilih situasi mana yang akan saya pilih itu bukan…?” (Sei)

Sei menusuk laki-laki itu dengan tatapannya. Laki-laki itu, yang bernama Damme, tidak bisa berbuat apa-apa kecuali gemetar ketakutan sebagai responnya.

…Sungguh, kemarahan Sei adalah sesuatu yang berbeda…

* * *


[1]Maksudnya mungkin adalah tangannya dikunci, biasanya begitu bukan kalau ada penjahat ditangkap?

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 80, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 80 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 80 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 80 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 80 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 80 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 80 manga scan, ,
Table of Content

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of