Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 82

Dibaca 579 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: niznet
Penyunting: niznet

Chapter 82 – Keyakinan Sei V

Setelah Damme dibawa pergi oleh penjaga, bagian dalam toko segera kembali ramai seperti biasanya.

“Saya minta maaf kepada semua orang atas masalah ini” (Sei)

Sei berdiri di tengah-tengah toko dan meminta maaf di depan publik kepada pelanggan.

“Semua barang yang sedang dipesan sebelumnya akan bebas biaya sebagai permintaan maaf kami kepada pelanggan yang hadir.” (Sei)[1]

Sei mengumumkan kompensasi dengan suara yang sedikit lebih besar dibandingkan permintaan maaf sebelumnya.

Aku khawatir tentang apa reaksi para kerumunan nanti…

Namun, kekhawatiranku tidak perlu ditanggapi.

Tanpa diduga, datang suara tepuk tangan dari para pelanggan.

Sei juga kaget saat dia melihat para pelanggan setelah pengumumannya. Bahkan, alis diwajahnya sedikit ikut mengerut.

Saat aku menatap kembali pelanggan, sekitar sepertiga dari mereka sangat senang karena barang-barang yang baru saja mereka beli tiba-tiba menjadi gratis.

Mereka memakan coklat mereka dengan gembira setelah menyesal karena mereka tidak membelinya lebih banyak sebelumnya.

Sedangkan yang sisanya 70%…

“Siapa nama mereka?” (Wanita 1)

“Orang yang berbicara barusan adalah Tuan Sei, dan orang yang seperti kesatria di sampingnya itu Tuan Dida.” (Wanita 2)

“Betapa gagahnya…” (Semua orang) TLN: laki-laki juga donk? >:(

Terkesima oleh pesona Sei dan Dida, semua wanita yang hadir mengukir gambaran Sei dan Dida ke dalam hati mereka. [2]

“Aku jadi lega. Seorang  laki-laki yang memandang rendah orang lain seperti itu harus dihukum.” (Pelanggan 1)

“Aku sangat setuju. Para perempuan harus mengabaikan apa yang dia katakan tadi. Yah, kurasa insiden ini tidak akan terulang lagi.” (Pelanggan 2)

Sebagian para hadirin merasa lega setelah melihat seseorang memukul Damme karena ucapannya yang keterlaluan. Mereka bersimpati pada pelayan itu setelah mengetahui seluruh keadaannya.

Setelah melihat reaksi para pelanggan, aku mengeluarkan napas lega. Aku sudah menahan napasku terlalu lama karena mengkhawatirkan reaksi para pelanggan.

Aku ingin tahu apa ini lebih baik…

Pada saat itu, aku sadar kalau aku terlalu menekan emosiku dan membuat tubuhku menjadi lemas. Dan itu adalah titik di mana aku ingin duduk di suatu tempat dan beristirahat.

“Nona Iris…!” (Tanya)

Tanya segera berlari ke sisiku saat dia sadar kalau aku sedang tidak enak badan.

“Aku baik-baik saja, Tanya. Terima kasih.” (Iris)

“Tolong jangan membuat saya sangat khawatir…” (Tanya)

“Aku menepati janjiku dengan Ryle, kan?” (Iris)

Aku mengatakan itu dengan tersenyum kecut. Namun, Wajah tanya tidak senang.

“Saya khawatir tentang tindakan yang akan Anda ambil ketika Sei menghukum Damme. Nona, Anda sama sekali tidak baik-baik saja.” (Tanya)

“Begitu, ya?” (iris)

“Ya. Itulah yang terjadi saat ini. Biasanya, Anda tidak masalah berada di tempat ramai.” (Tanya)

“Itu…. benar…” (Iris)

Bahkan aku sangat mempercayai dengan logika sempurna Tanya.

“Tentu, aku tidak mudah marah dan aku juga mudah kelelahan… dan pingsan setelah marah.” (Iris)

Dengan tersenyum pahit, Tanya berkata, “Sepertinya Nona Iris menyalahkan dirinya sendiri atas insiden itu.” (Tanya)

Kali ini, Tanya tidak terlalu memarahiku, aku merasa lega jadinya.

“Nona Iris. Setelah Dida menangkap Damme kali ini, Saya sempat berpikir untuk sesaat bahwa… Tanggung jawab Nona dan milik kami sangatlah berbeda. Saya mulai berpikir bahwa terlepas dari tanggung jawab sebagai karyawan Nona Iris, kami juga memiliki peran kami sendiri yang wajib kami penuhi. Peran itu adalah untuk melindungi Nona Iris… Itu adalah kebanggaan kami dan selalu berada di setiap pikiran kami. Kami berkewajiban untuk membantu dan melindungi Anda ketika membutuhkannya, jadi mohon cobalah untuk meminimalisir situasi di mana Anda menempatkan diri Anda dalam bahaya. Mohon ingatlah hal itu.” (Tanya)

“Aku tidak bisa berjanji untuk itu.” (Iris)

“Nona Iris…” (Tanya)

“Meski sudah tahu kalau kamu khawatir, aku pasti tetap akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Oleh karena itu, aku tidak bisa berjanji untuk itu.” (Iris)

Aku tahu kalau suatu hari nanti, aku akan mengalami situasi yang sama seperti ini. Situasi di mana aku ingin menahan semaksimal mungkin tapi tidak bisa karena pernyataan orang yang keterlaluan tersebut. Tapi…

“Namun, itu bukan berarti aku akan mengabaikan saranmu. Semua orang pasti akan melindungiku. Dan Itu tak terbantahkan. Aku nekat karena aku percaya pada kalian lebih dari siapa pun. Itulah kenapa aku akan senekat mungkin. Itu karena aku yakin semua orang bisa melakukan pekerjaan mereka.” (Iris)

Alasanku berani nekat adalah karena aku mempercayai mereka. Akibatnya, aku mungkin akan melakukan tindakan nekat dan mengganggu semua orang.

… Kali ini tidak apa-apa karena hasilnya sangat memuaskan.

“Ayo, kita kembali ke area karyawan lagi untuk membantu kerumunan yang menghalangi di toko… Tanya.” (Iris)

“Ya.” (Tanya)

“Sepertinya sudah banyak orang yang berbaris di depan Sei untuk menerima kupon mereka. Pastinya sudah lama dan panjang antreannya tidak berubah, kan?” (Iris)

“Tentu.” (Tanya)

Aku kembali ke area karyawan dengan Ryle.

* * *


[1]Bebas biaya = gratis, saya menulisnya dalam bentuk formal.
[2]Saya bingung untuk nyusun kalimat ini, ada yang bisa bantu? Maklum tlor nya jomblo awkoawok

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 82, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 82 manga, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 82 online, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 82 bab, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 82 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 82 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 82 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!