Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 91

Dibaca 764 orang
Font Size :
Table of Content

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 91

Chapter 91 – Kemarahan Seorang Pria

“Kalau kau Cuma punya segini, kau ga bakal bisa membayar sekalipun! Keluarlah dari tokoku orang miskin!”

Dengan suara marah dia diusir dari toko.

Dia dengan panik mencoba masuk kembali, tapi pintunya tertutup rapat, tanpa ada tanda-tanda akan terbuka lagi.

 

“… Sialan!”

Dia mulai memaki dalam kemarahan.

 

Meski masih siang, jalan kecil ini sangat gelap… Tidak, jalanan itu sebenarnya diterangi oleh sinar matahari. Tapi mata pejalan kaki itu terlihat tak bernyawa, melampiaskan depresi dan suasana yang menyedihkan.

 

Dulu, daerah ini adalah tempat umum untuk orang-orang yang tidak kaya, tapi juga tidak miskin.

Tempat itu dipenuhi dengan kesenangan dan tawa- meski itu sedikit dilebih-lebihkan, setidaknya orang-orang itu tidak berjiwa seperti sekarang.

Sejak Kapan menjadi seperti ini? Ini seperti jatuh seperti batu dari tebing, terguling-guling ke bawah, dan terus ke bawah.

Sejak kapan dia mulai melihat bayangan dan kegelapan seperti ini?

Kerajaan ini, perlahan-lahan membusuk.

Meski adanya penurunan upah, tarif pajaknya tetap tidak berubah sedikitpun.

Komsumsi komoditas para keluarga akan jatuh, dan mengakibatkan anggaran guild mengecil. Tidak bisa menjual barang-barang mereka, lalu perusahaan-perusahaan akan memproduksi stok lebih sedikit.  Rantaian reaksi ini akan bergema dengan gelombang yang tak terhentikan.

 

Meski ada bantuan ekonomi dan pemeliharaan kerusakan untuk warga yang sudah menjadi umum, mereka tak lebih dari kedok oleh para kelas atas.

Kalau mereka memang mau membantu para kelas bawah dan menengah dengan hati yang tulis, maka mereka seharusnya memberi kami sebuah pekerjaan dan uang. Meski semua orang membutuhkan makanan dan kebutuhan, kalau kita tetap selalu mengandalkan solusi jangka pendek mereka, apa yang akan terjadi saat mereka berhenti memberikan bantuan? Terlebih lagi, orang-orang membutuhkan lebih dari makanan.

 

Sungguh Bodoh sekali, lelaki itu tertawa pahit.

Bahkan kalau seseorang tidak bekerja, akan ada orang yang menyediakan makanan, ini bukanlah ide yang buruk…

Dengan berkehidupan mudah seperti ini, kerajaan sangat perhatian pada rakyatnya.

 

Tapi aku yakin… Ini tidak ada bedanya dengan menjadi sebagai hewan ternaknya orang-orang kalangan atas, dan aku tidak bisa menerimanya begitu saja.

Apa tidak ada yang menyadari situasinya yang tidak stabil? Atau apa semua orang hanya berpura-pura buta?

Membusuk secara perlahan-lahan.

Tidak peduli apa yang terjadi, mereka pada akhirnya akan menjadi bosan dengan keputusan dan tindakan para petinggi.

 

Masyarakat selalu menjadi orang yang membayar harga untuk kesalahan para kelas atas.

Sederhananya, Aku tidak punya uang. Tanpa uang, Aku tidak bisa membeli obat. Dengan keadaan begitu, tidak peduli berapa banyak makanan yang kuterima, itu tidak membantu sama sekali.

 

“Kamu yang disana.”

Sebuah suara tiba-tiba terdengar di dekatnya.

Aku menoleh ke arah asal suara itu. Ada sosok berjubah berdiri di depanku.

Meski aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas yang memakai tudung, aku bisa menebak kalau orang itu adalah seorang wanita.

“Ya, kamu.”

 

Apa yang ingin dilakukan oleh wanita berpakaian elok ini dengannya?

“Namamu adalah…”

 

Nama yang dia ucapkan memang benar namaku. Kenapa dia tahu namaku?

“Apa itu benar?”

“… Ya, itu benar. Apa yang kau mau denganku?

 

“Hm, ya, apa kamu merasa menyesal?”

“…. Ha?”

“Semua yang kamu miliki dirampas, dan kamu bahkan dipaksa ke kondisi yang menyedihkan seperti ini… Tidak, tidak semuanya. Apa yang harus kamu lindungi masih tersisa di sisimu.”

 

Pikirannya dengan cepat tenang, dan dia langsung membuat jarak di antara mereka berdua.

 

“Seharusnya tidak masalah kalau aku tidak berwaspada seperti ini, kan? Lagi pula Ini hanyalah seorang wanita.”

“Jangan terkelabui oleh penampilan… Aku mengerti fakta itu dengan sangat jelas sehingga menjadi menjengkelkan. Sayangnya, aku tidak percaya pada siapa pun lagi. Terutama orang-orang sepertimu yang muncul entah dari mana.”

“Benar. Kalau kamu tidak belajar dari pelajaranmu setelah dikhianati, maka kamu memang orang bodoh.”

Wajahnya menjadi cemberut mendengar kata-kata wanita itu. (TLN: Semacam cemberut gitu, tapi saya gk tau kata yang mengekspresikan begitu, kalau kamu ada saran tolong berkomentar!)

“Meski aku tidak tahu gimana atau dari mana kau mengetahuinya, aku tidak tertarik dengan apa yang kau inginkan.”

“Tapi Aku membutuhkan sesuatu darimu.”

“Kalau gitu carilah orang lain”

Aku membalikkan tubuhku darinya. Meski aku akan kembali marah kalau melewati pintu toko yang tertutup itu lagi, tapi itu lebih baik daripada berbicara dengan wanita ini.”

“Baiklah, aku berhenti omong kosong ini. Apa kamu tidak ingin mengambil kembali semua milikmu yang dirampas?”

 

“… Tidak tertarik.”

 

“Sungguh? Aku yakin kalau kamu menerimanya, saudaramu mungkin akan berada dalam situasi yang lebih baik daripada yang sekarang.”

Mendengar perkataan itu, dia berhenti di tengah jalan.

 

“Apa yang kau mau dariku?”

“Semuanya. Namamu… Keberadaan, dan semuanya.”

“Apa kau mau aku mengibaskan ekorku dan memohon seperti anjing?”

“Aku tidak butuh hewan peliharaan. Yang aku inginkan adalah kamu menjadi tangan dan kakiku, dan bekerja untukku.”

“Ha… Apa yang sebenarnya kamu inginkan untuk aku melakukan sesuatu?”

 

“Aku tidak berencana untuk menyuruhmu melakukan sesuatu yang aneh, tahu. Aku hanya ingin membantumu untuk mengambil kembali semua milikmu yang dirampas. Ini pekerjaan yang tak tahu malu yang akan membantumu mendapatkan posisimu sebelumnya kembali, dan tidak lebih dari itu.”

“Bagaimana aku bisa percaya hal seperti itu? Tidak ada cobaan berat seperti itu.”

“… Laki-laki itu juga menghalangi jalanku juga.”

 

Dibandingkan dengan nada lembut dan manis yang dia ucapkan sebelumnya, suaranya terdengar seperti kristal es.

“Dia beterbangan di sekitar, seperti seekor nyamuk. Dia menjulurkan tangannya di jalur konglomeratku, dan suara berdengung itu ada di telingaku tanpa henti. Membuat orang-orang masuk ke dalam jalan yang salah. Jadi, aku juga berharap agar pria itu keluar dari pandangan kita.”

 

Dengan suara wusss, dia melepaskan jubahnya. Rambut putihnya, yang panjang dan berkilauan di bawah sinar matahari.

Dia belum pernah melihat seorang wanita secantik itu sebelumnya.

 

“… Namaku, Iris. Aku adalah presiden Konglomerat Azuta.”

Mendengarkan kata-katanya, pertanyaan yang ada di kepalaku menjadi semakin banyak dan lebih banyak lagi.

Bukannya Konglomerat Azuta adalah salah satu perusahaan terbesar di kota kerajaan?

Dan kepala konglomerat itu… adalah seorang wanita muda?

“Tidak masalah kalau kamu percaya padaku atau tidak, roda telah berputar. Bahkan tanpamu, itu tidak akan mempengaruhi banyak hal… Tapi, kalau kamu mau bekerja di bawah ku, itu akan membuat semuanya menjadi lebih mudah. Aku tidak ingin menambah baban kerjaku.”

Dengan berkata begitu, dia tersenyum pahit. Sebuah senyuman yang tidak berbahaya yang membuat hatiku seakan berhenti.

Tapi, itu belum selesai.

 

“Jadi ini merupakan sebuah pertukaran. Kamu akan… bisa menggunakan nama dan kekuatanku dengan baik. Dan Aku juga bisa menggunakan nama dan kekuatanmu… Bagaimana menurutmu? Bagiku, aku baik-baik saja bekerja dengan seorang pengecut.” (Iris)

Membalas reaksiku, dia tersenyum dengan bentuk yang berbeda dari sebelumnya.

Ekspresinya terlihat seperti mengatakan: Kalau kamu lari, maka kau kalah… Apa kamu mau dikalahkan seperti ini? Memang benar, perasaan marahku memicu kehidupan di dalam hatiku.

 

“… Aku, tidak akan melakukan suatu pekerjaan yang tidak kusetujui.”

“Kalau gitu, itu sudah cukup. Kita sepakat… Ikutlah bersamaku.”

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 91, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 91 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 91 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 91 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 91 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 91 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 91 manga scan, ,
Table of Content

2
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
1 Komentar Chapter
1 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
niznetKazuto Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Kazuto
Guest
Kazuto

No illustration?

niznet
Guest

Terkadang saya gak kasih ilustrasi karena hak cipta sih sebenarnya, tapi kalau ada request saya tambah kok. Kirim aja link fotonya

*Padahal gk tau ini itu ilustrasi ditaruh di chapter mana aja wkwkwk.