Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 96

Dibaca 644 orang
Font Size :
Table of Content

Kami Resmi Tutup! Baca Selengkapnya di postingan FacebookPengumuman Terakhir

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: niznet
Korektor: –

Chapter 96 – Keputusan

Lalu, setelah melewati dengan hati-hati semua dokumen yang kami siapkan, ia menandatanganinya.

“… Diterima”

Aku juga memeriksa dokumen itu dan menyetujuinya. kemudian menyerahkannya ke Sei. Ysng terakhir adalah Sei mengirimkan salinan itu ke Guild Perdagangan.

“… Dan, baiklah, Vuld-sama. Mari kita sebut malam ini dengan waktu yang berharga, setelah semua. bagi saya, dan Anda juga.”

“Oh, sepertinya anda sangat terburu-buru, ya? yah … Anda seorang Presiden perusahaan jadi saya yakin Anda sibuk tapi dari sekarang, saya pengangguran. apakah saya memiliki banyak waktu yang berguna?”

Dia masih tertawa, setelah mengatakan itu.

Jadi, aku memakai ekspresi bingung dan menjawab,

“Oh? … .tapi saya pikir Anda jauh lebih sibuk dari saya, sungguh. lagi pula, seseorang yang telah kehilangan pekerjaannya akan mewarisi bisnis lain.”

“saya tak punya usaha yang dapat saya warisi, tahu.”

“Ah, aku begitu ya …. Ah, tapi, apakah Anda sudah berkemas? Tolong selesaikan itu dalam seminggu, oke?”

kataku dengan nada meledek.

“Saya pikir itu tak perlu. Dari maksud dokumen yang saya tandatangami itu, telah diputuskan kalau perusahaan ini akan ditutup. sejak perusahaan ditutup dan sampai saya melunasi utang, semua tanah dan bangunan milik perusahaan akan diserahkan kepada anda, secara pribadi. jadi saya tidak memiliki alasan untuk mengambil barang pribadi saya.”

Katanya dengan tersenyum, dia menjelaskan itu dengan tertata.

“… .Apa maksudmu? saya cukup yakin kalau dokumen yang anda tandatangani hanya mengatakan kalau anda akan meninggalkan perusahaan … Dokumen itu pasti tidak mengatakan apa-apa tentang penutupan perusahaan.”

menanggapi penjelasannya, akhirnya kubalas dengan suara yang jauh lebih pelan dari yang kupikirkan.

“Aku tak peduli … Kertas yang telah kutandatangani mengatakan kalau aku harus meninggalkan perusahaan tapi saya tak punya punya kenalan untuk menyerahkan  perizinan itu. saya tak berencana untuk menyerahkan izin itu ke siapa pun, jadi perusahaan ini akan berakhir dengan ditutup, itu pasti.”

mendengar perkataanya, aku gemetar. Dia mungkin melihat itu dan matanya bersinar dengan perasaan unggul.

Ah, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi …

Aku tak bisa menahan tawaku, aku cepat-cepat menutup mulutku dengan kipasku.

“… Ada yang lucu?”

Dia bertanya bahkan tanpa mencoba untuk menyembunyikan ketidaksenangan-nya.

“Terima kasih banyak untuk penjelasan lengkapnya. Namun … Apakah anda tak menjadi sedikit kurang sopan?”

Sebenarnya apa maksud anda?”

“Apa yang saya maksud … yah, setelah semua ini, perusahaan ini tidak lagi menjadi ‘milikmu pribadi ‘, kau tahu?”

Itu cukup sulit mengatakan semua kalimat itu ketika aku mencoba menahan tawa.

10 tahun yang lalu … setelah Presiden perusahaan ini pada saat itu dan istrinya meninggal karena kecelakaan, Anda mengambil kendali perusahaan. Mengambil keuntungan dari anak mereka yang masih kecil, Anda memperkuat fondasi Anda di perusahaan dan mengambil kekuasaan … kemudian Anda mengusir anak dan semua pejabat yang di pihaknya. Apakah saya salah?”

Dari pertanyaanku, dia menatapku dengan terkejut.

“B-bagaimana kau…?!”

“Bagaimana …? itu adalah sesuatu yang mudah diketahui jika mereka memeriksa Guild Perdagangan.”

Namun, percuma jika orang yang bersangkutan tidak mendaftar.”

 

fufufu. Sudah saya bilang, kan? saya mendengar banyak di bisnis ini. saya sudah menandai lokasinya dan terlalu banyak berbicara dengannya. dia mengatakan dia akan mewarisi perusahaan dan memperbarui izin beberapa saat lalu. semua yang bisa anda lakukan adalah mengundurkan diri dan perusahaan akan menjadi miliknya.”

“Kuugghhh…!”

Ini sangat buruk untukmu. Anda mungkin berpikir bahwa jika perusahaan ini runtuh, semua barang-barangnya akan menjadi milik anda. ”

Wajahnya telah menjadi merah semua dan berubah putih. Semua tubuhnya gemetar.

“… Jangan bermain-main denganku  ….”

Dia berkata seperti berbisik. Namun, saat ia mengatakannya dengan suara pelan yang aku tidak bisa mengerti.

“…  Kau bermain-main denganku, kan?!! apa, apa hakmu untuk melakukan ….”

*TL Note : Si Vuld gk bisa tahan emosinya lagi. Jadi dia gk bicara sopan sama si Iris :v

Saat emosinya semakin memanas, kata-katanya mulai terdengar lagi.

Kemudian, ia mulai berteriak. Mungkin itu terdengar juga ke luar ruangan. Semakin banyak orang yang datang ke sini karena penasaran tentang apa yang terjadi.

Namun, ia mungkin tidak tahu kalau kondisi mentalnya tidak cukup bagus untuk menerima tatapan mereka, tatapan pria itu berhenti di Sei.

Kemudian dia memegangi Sei untuk mengambil kertas.

Orang yang menghentikannya adalah tanya, yang bersembunyi di bayangan.

Dia meraih tangan pria itu dan menguncinya di belakang punggung pria itu.

“Guuh..!”

“Sejauh ini saja yang kau bisa,  Vuld Rankam.”

Berjalan menembus tengah kerumunan, seseorang memasuki ruangan ini. Saat melihatnya, mata Vuld terbuka lebar.

“Kenapa… Karim ada di sini…”

“Kau mengungkap rahasia, ya, Vuld-San? Aku terkejut kau bisa mengingat namaku Bahkan sejak 10 tahun yang lalu. Apa aku sangat mirip dengan ayah?”

Saat menanggapi kata-kata Vuld  yang tidak disengaja, Karim menjawab seolah-olah dia menikmatinya.

“…. Ah….”

Dikalahkan dengan keterkejutannya, Vuld menatap Karim.

“10 tahun yang lalu, setelah kehilangan kedua orang tuaku secara bersamaan, kau cukup berani untuk mengatakan ‘serahkan semua padaku’ dan mengirimku pergi dari rumahku sendiri. Terima kasih, karena itu, aku harus mati-matian untuk tetap hidup sampai sepuluh tahun sekarang. ”

Dia tersenyum tapi matanya pasti tidak bahagia. Bahkan, aura di sekitarnya membuatnya seperti akan mulai melakukan kekerasan kapan saja.

“…. Karim.”

Aku memanggil namanya untuk memastikan ia masih bisa mengontrol diri, dia tersenyum padaku, menunjukkan kalau ia tahu dan kemudian menutup matanya untuk beberapa saat.

“Ada banyak hal yang  ingin kukatakan, tapi … Nah, apa yang kau tahu, sekarang kalau  kau akhirnya berhadapan denganku, mereka tak pernah datang, kan?”

Dia mengatakannya dan membuka lagi matanya.

“Aku telah mengumumkan, kalau, aku, Karim Douma, anak dari Presiden sebelumnya, akan mewarisi perusahaan ini. Dan aku sudah dewasa sekarang. Setelah kau menandatangani dokumen itu, aku yang menjadi Kepala Perusahaan.”

Dia mengatakannuya dengan melihat sekelilingnya.

Semua memasang wajah dengan ekspresi yang mengatakan kalau mereka tidak mengerti yang sedang terjadi, Karim mengangkat kertas perizinan guild perdagangan.

“dan, sebagai Kepala perusahaan, aku umumkan kalau kami akan menjalin mitrabisnis dengan Konglomerat Azuta. Aku tak mau ada yang keberatan.”

Karim menyatakan itu. Ternyata dia terlihat seperti seorang pemimpin, dan keberadaannya bisa dirasakan.

“… Maaf, tapi bisakah kau melempar orang ini keluar? Aku tak ingin dia membahayakan mitra bisnisku yang berharga. Selain itu, orang itu tak ada hubungannya lagi dengan perusahaan ini.”

Tanya mengangguk mendengar permintaan itu dan menyeret Vuld keluar. Sepertinya Vuld masih kebingungan, dia benar-benar tak bisa menerimanya.

“… Ah, itu benar. Vuld-sama.”

Saat kusebut namanya, Tanya yang sedang membawanya keluar, berhenti.

“Tak ada bantuan dana untuk perusahaan, yang ada adalah defisit untuk perusahaan. jumlah uang yang harus kau sediakan untuk memulai perusahaan ini …  Itu tertulis jelas pada dokumen yang kau tandatangani. Kau harus membayar utangmu sendiri sekarang.”

Kataku dengan tersenyum.

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 96, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 96 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 96 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 96 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 96 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 96 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 96 manga scan, ,
Table of Content

6
Leave a Reply

4 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
5 Comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Candhika Putra Mulya Hardi

Di tunggu lanjutannya min

Kazuto

Hmm sampai sini?

Yup, sisanya masih dalam proses pengeditan.
Jadwal rilis kami yaitu Sabtu-Minggu-Senin dan hari libur tertentu.

Dhiya Irfa

Thanks min

Zhafran Anas Firdaus

gak sabar min nunggu lanjutannya :v

yoi, sama wkwkwk.
tunggu besok ea.