Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 97

Dibaca 541 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 97

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: niznet
Korektor: –


Chapter 97 – Renungan Seorang Pria

Ini adalah hari-hari yang lalu, yang muncul di pikiranku saat aku menutup mataku,

Saat itu ayah yang memimpin perusahaan,  para pegawai menyukainya,  bisnis terus berkembang, saat aku kecil, aku mengagumi dia. Aku menganggap dia berwibawa.

Ibuku… Dia bisa menjadi menakutkan saat dia memarahiku, tapi pas tidak marah, dia selalu mengenakan senyuman lembut dan benar-benar wanita yang anggun.

Dan meskipun kami punya pelayan, Ibuku yang memasak apapun, membantu ayahku bahkan saat di belakang layar. Saat kecil, melihat ayah dan ibu tersenyum satu sama lain membuatku merasa bangga dan kehangatan.

Dan ada yang membuatku bersemangat, mata cerah dari adik laki-lakiku. Itu adalah pertama kalinya aku bisa mengetahui seseorang yang lebih muda dariku. Dan untuk alasan itu, aku berjanji di dalam hatiku untuk menjaganya.

Kami adalah keluarga yang akrab dan hangat. Saat itu adalah hari-hari yang indah.

Namun, aku benar-benar tak menyangka akan kehilangan mereka.

… Mereka berkata kalau seseorang akan mengerti betapa berharganya sesuatu saat dia kehilangannya… Mereka benar.

Sesuatu yang kita nikmati dan diambil begitu saja, betapa beratnya saat kenyataan itu terjadi, betapa istimewanya yang telah kami punya dulu.

Dengan ingatan itu, aku menjadi menyesal… Dan sedih.

Itu adalah hari-hari yang penting untuk kami.

Tiba-tiba, aku membuka mataku.

Yang masuk ke penglihatanku adalah ruang kerja.

Ruangan yang sekarang aku tempati adalah ruangan milik Presiden… Dengan kata lain, ruangan yang ayah gunakan bekerja dalam pekerjaannya.

Saat dulu kulihat tempat ini, ada banyak urusan dengan buku bagus dan dokumen disekitar sini, bagiku ruangan ini kelihatan sangat rapi.

Sekarang ruang ini kelihatan terlantar, dan pemandangan yang masuk ke penglihatanku adalah kesunyian yang kuat.

Karena ingatan ini kembali kepadaku, aku meluruskan punggungku dengan sandaran dan mengetatkan kedua tanganku dengan mengepal.

Akhirnya, aku berhasil mengambilnya kembali…

Saat kehilangan itu semua, itu terjadi dengan sangat tiba-tiba.

Hari itu… Ayah dan ibu mengendarai kereta kuda ke ibukota kerajaan untuk melaporkan suatu bisnis.

Aku tak pernah berpikir, atau aku pernah membayangkan saat aku melihat mereka pergi, mereka akan terlibat dengan kecelakaan dan tidak akan ada lagi.

Aku menerima kabar kalau ayah dan ibu meninggal. Tak ada waktu untuk berduka, dan aku harus membuat persiapan untuk pemakaman  dan mengurus hal lain.

Saat itu aku masih sangat muda, dan itu adalah Vuld Rankam, seorang wakil kepala saat itu, yang melakukan apapun di tempatku.

“ini akan baik-baik saja, cukup serahkan semua padaku.”

Aku kehilangan orang yang bisa kuandalkan, dan di dalam kesepianku, aku menghargai kalimat itu melebihi apapun.

Dan aku melakukan apapun sesuai yang dia perintah.

“Ada sedikit masalah di Konglomerat. Sayangnya, mereka melakukan pemeriksaan kepada mantan kepala, rumah ayahmu juga. Maukah kau pergi dari rumah ini dan tinggal bersembunyi di suatu tempat untuk sementara?”

Dan itulah kenapa… Aku menyetujui apa yang dia katakan, dan tanpa ragu-ragu lagi.

Jadi aku mulai meninggalkan rumah dan mulai hidup dan bersembunyi di rumah kumuh yang ada di pojok distrik ibukota kerajaan.

“suatu hari aku akan kembali untukmu.”

Dia mengantar kami dengan kalimat itu dan beberapa uang, aku dan saudaraku tinggal untuk sementara, di persembunyian.

Seminggu… Dua minggu, lalu sebulan.

Saat melewati tiga bulan, aku tidak pernah menerima bantuan, tapi berpikir kalau ini aneh, dan aku memulai perjalanan ke toko.

Dan akhirnya aku akan mengerti, untuk pertama kalinya, kalau aku sudah ditipu.

“… Maaf, tapi siapa kau.”

Itulah kata yang dia bolak-balikkan.

“Apa yang kau katakan… Ini aku, Karim. Aku adalah anak dari mantan kepala dari konglomerat ini.”

“… Anak mantan kepala, sangat disayangkan, dia ikut meninggal bersama mantan kepala dan istrinya.”

“Kau, apa yang kau katakan..!”

“Seseorang!”

Aku membuka mulutku untuk berkata lebih banyak, tapi Vuld sedang memanggil seseorang.

“Keparat ini mengaku menjadi anak mantan kepala. Lempar dia keluar.”

Itulah yang dikatakannya tanpa perasaannya.

“Berhenti…! Tolong jangan lakukan ini…!”

Vuld memberi tatapan kasihan saat aku memberontak dengan liar

Lalu dia mendekatiku saat aku diseret keluar, mendekatkan bibirnya ke telingaku.

“… Aku memecat semua orang di konglomerat ini yang mengetahuimu. Tak peduli apa yang semua kau katakan, itu percuma.”

“… Ap… !”

“… Kau adalah anak yang baik. Sungguh, tak peduli macam apa yang orang katakan, kau tak tahu untuk tidak mempercayai mereka.  Bahkan aku harus mempertimbangkan untuk menempatkanmu di puncak, untuk dikendalikan… Tapi semua berjalan baik lebih dari yang aku bayangkan.”

Katanya dengan menyeringai, dan seperti dia mengatakannya dengan melewatiku, memberi aba-aba kepada para pria yang menyeretku. Karena itu, mereka menambah kekuatan mereka dan dengan cepat aku dilempar dari gedung konglomerat.

Saat itu aku masih kecil, aku tak tahu bagaimana atau siapa yang harus kumintai tolong.

Dan itu tak berubah seiring berganti hari. Bagaimanapun, untuk bertahan hidup, aku butuh untuk mendapatkan penghasilan bagaimanapun itu.

Akhirnya, aku bisa mempertahankan hidup kami, tapi setelah itu saudaraku jatuh sakit, dan membuat kami butuh lebih banyak uang; pada saat itu balas dendam adalah hal yang sangat diprioritaskan.

Jadi aku melanjutkannya, melakukan hal ini dengan rajin.

Menanggung amarah yang tak bisa dihilangkan.

Dan di antara hal itu, perempuan itu muncul. Dia mengatakan kalau dia butuh nama dan bantuanku.

“… Maaf. kepala dari Konglomerat Azura datang untuk melihatmu.”

Aku dibawa kembali ke masa ini saat kalimat itu, seorang pegawai muncul dengan mengetuk pintu.

“biarkan dia masuk.”

Orang yang tak lama masuk adalah perempuan yang telah menolongku.

“Aku yakin kau sangat sibuk, dan aku minta maaf karena menyita waktumu seperti ini.”

“Tak apa. Jika ini untukmu. Tak ada masalah bagiku untuk meluangkan waktu untukmu.”

“Fufufu… Kau menjadi lebih ahli dengan perkataanmu.”

Dia tertawa dengan lembut. Di dalam kegelapan, aku pikir kalau dia cantik, dan anggapan itu tak berubah di cahaya.

“Hari ini aku datang untuk menandatangani kontrak. Ayo catat apa saja di dalam pejanjian tulis hingga sekarang dan dokumen itu telah selesai diketik.”

“ ya. Itu akan lebih baik.”

Wanita yang ada di sisinya menyerahkan kontrak itu kepadaku, dan kuperiksa ulang dan kutandatangani.

“Tentu. Yah, oke. Aku melihat ke depan tentang hubungan mitra kita dimulai besok.”

Perjanjian tulis dengannya… Dia berkata kalau dia butuh bantuanku sejak awal.

Tentang keinginannya untuk mempersatukan perusahaan bidang transportasi Konglomeratku dan Konglomerat Azura, dan mengangkut  pengiriman dengan atas nama konglomeratku.

“Bagaimana dengan pekerjaanmu?”

“masih banyak yang harus kupelajari. Sebenarnya, orang-orangmu yang dikirim dari tempatmu  sudah memberi banyak bantuan.”

Setelah memecat semua yang telah membantu Vuld membuat konglomerat sangat kekurangan pegawai.

Jadi kami meminta Konglomerat Azuta untuk mengirimkan kepada kami sejumlah pegawai.

“Fufufu, aku dengar hal itu dari mereka. Kalau kau tak pernah menyerahkan tanggung jawabmu ke orang lain, dan kau agak memiliki keinginan besar untuk belajar.”

“…”

Entah kenapa, aku tak bisa menyetujui atau membantahnya, dan secara tak sadar aku menutup mulutku.

Melihat itu, dia tertawa sekali lagi.

“itu adalah hal yang bagus. Pekerjakan mereka, bersama denganku. Takkan kubiarkan kau terprngaruh yang lain, tetaplah pada keinginanmu dan bekerja keraslah dengan tanggung jawab yang ada di tangan. Jika kaulakukan itu, aku yakin kau akan melewati keragu-raguan, kau akan terus bekerja tanpa kehilangan jati dirimu. Itu saranku untukmu sebagai seniormu.”

“… Kau pernah merasa ragu?”

“Kenapa, tentu saja. Aku seorang manusia sama sepertimu, dan aku adalah seniormu yang hanya selisih beberapa tahun. Berulang kali aku merasa ragu, merasa bersalah dan putus asa.”

Itu sedikit mengejutkanku. Yang kutahu tentang dia, aku pikir jika dia bertemu kesulitan dia akan tertawa dengan berlebihan dan tanpa takut, hanya saat aku pertama kali bertemu dengannya.

“… Tapi. Itu karena aku punya tujuan yang mantap, kalau pasti ada sesuatu yang aku bisa lakukan, bahkan dengan tanganku yang seperti ini.”

“… Dan apa tujuan itu?”

“aku bertemu anak-anak di panti asuhan, dan setelah aku membacakan cerita untuk anak-anak itu… Aku mulai berbisnis untuk menjual cerita itu sebagai buku bergambar.  Dan hasil yang kami peroleh dari itu semua dikirim ke panti asuhan sebagai donasi. Aku pikir itu setelah aku menyadari sesuatu. Tentu saja, sangat penting untuk mencari uang, tapi aku paham kalau ‘hasil’ yang dibutuhkan konglomerat tidak untuk sendiri, itulah pendorongku. … Apakah kau juga, punya suatu ambisi atau tujuan?”

Aku memikirkan kalimatnya untuk beberapa saat.

Yah, tujuan yang aku kejar…

“Tak perlu buru-buru memutuskannya jika kau tak punya satu sekarang.”

Katanya dengan tersenyum, mungkin itu karena aku tak membuka mulutku untuk sesaat.

“… Suatu hari…”

Aku membuka mulutku untuk menyatakan isi pikiranku, sama seperti mereka.

“Pekerjaan yang berhubungan dengan medis, dan juga, aku ingin suatu pekerjaan yang akan membuat orang -orang dari kota itu tersenyum.”

“aku paham…”

Tapi sebenarnya, aku tidak tahu sama sekali, bagaimana aku pergi ke sini. Aku tak tahu apa yang aku ingin lakukan.

Namun masih saja, jika aku berhasil mencapainya… Tentu saja, bisa kukatakan kalau semua yang kulalui sampai sekarang tidak percuma; aku percaya itu.

Senyumnya dengan mudah melebar saat aku mengatakan kata itu.

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 97, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 97 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 97 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 97 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 97 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 97 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 97 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of