Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 99

Dibaca 580 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: niznet
Korektor: –


Chapter 99 – Kenapa

Van datang kemari… apa kemungkinan alasannya, datang untuk melihatku di saat seperti ini…  Aku mau tak mau harus memikirkan hal ini.

Mungkin ini tidak hanya berhubungan tentang kehebohan pengucilanku.

Kelihatannya, ayah Van dibebaskan dari posisinya sebagai uskup dan dihukum penjara.

Kurasa kalau dia lebih baik menyerahkannya dengan yang sudah menolongnya hingga sekarang, daripada datang kepadaku untuk meminta tolong…

Yuri Noir, putri Baron… Dia sedikit mendapat suara politik sejak menjadi tunangan Edward.

Ed adalah putra kedua, dan kakek dari ibunya, Marquis Maeria tahu seberapa tinggi kekuasaannya.

Ah… Tapi, Berne tenggelam dalam pekerjaan harian yang dilakukan di bawah ayah, dan akan sulit untuk bertemu dengannya; Begitupun dengan Dorsen yang terlihat sangat sibuk sejak dia bergabung dengan Kesatria

Akan tetapi, aku juga punya banyak janji untuk pertemuan yang harus kutepati.

Ahhh, aku hanya butuh menyelesaikan ini dan kembali ke wilayah. Pastikan, dia tak akan menyusahkanku kali ini.

Untuk apa dia bicara denganku empat mata… Hanya terpikirkan kalau itu berbau masalah.

“Saya kembali, nona.”

Ketika aku memikirkan hal-hal seperti itu, Tanya kembali.

“Kau cukup cepat mengurusnya… ?”

“Ya. Aku buru-buru mengusirnya kembali.”

 

Her expression was one of composure, but there was insolence in her voice.

 

Ekspresinya menunjukkan salah satu ketenangan, tapi ada penghinaan di suaranya.

Dia terlihat jelas terganggu. Akan kulakukan sesuatu untuknya nanti.

“Apakah dia mengatakan sesuatu?”

Pertama-tama, aku harus mempelajari apa yang kubisa.

“Tak ada. Dia tak mengatakan apapun… Saya membuatnya lari bahkan sebelum dia membuka mulutnya.”

Tanya tersenyum, tapi matanya terlihat serius. Bahkan, dia memancarkan seperti hawa dingin, membuatku menggigil saat melewati tubuhku.

Aku ingin menanyakannya bagaimana dia mengusir pria itu, tapi kalau sekarangnya rasanya menakutkan.

… setidaknya, Tanya tidak akan melakukan hal yang terlalu aneh, jadi aku kira itu tak masalah. Aku ingin percaya kalau itu tak masalah.

“Baiklah kalau begitu. Tak ada hal untuk terlalu mengurusi laki-laki itu sekarang. Tanya, tolong ambilkan kertas-kertas itu ke sini.”

“Ya, Nona.”

Jawab Tanya, senyum cerah ada di wajahnya.

“… kebetulan, Nona.”

“apa itu, Tanya?”

“Tentang Vuld, kita kehilangan jejaknya.”

“Oh…”

Untuk pencegahan, pergerakannya di bawah pengawasan sejak dia diusir dari Konglomerat Karim.

Kami tak mau pekerjaan kami terhalang dan terlepas sama seperti saat dengan Damme.

“ … apakah ada alasan untuk kita memercayai dia akan melakukan apapun untuk kita?”

“Dia tak membuat kontak dengan Marquis Rudolf… dan bangsawan lain tak mau menanggapinya dengan serius. Dan yang terpenting, dia tak punya cukup sisa dana untuk melakukan sesuatu. Dia harus pergi bersembunyi agar selamat dari hutang… aku yakin itu penjelasan yang paling memungkinkan.”

“Begitu ya… Aku harap juga begitu. Mulai sekarang, aku ingin menghabiskan sumber daya dari Vuld untuk digunakan untuk penyelidikan pergerakan pihak Pangeran Kedua.”

“Anda yakin?”

“Ya, aku yakin. Jaga setiap toko milik kita sekarang, dan aku akan menyuruh Ryle dan Dida dekat denganku untuk melindungiku. Kamu tak perlu mengkhawatirkanku… aku pikir ini adalah cara yang lebih menguntungkan untuk melihat hal-hal yang ada di kelompok Pangeran Kedua.”

“Tentu. Akan kulakukan sesuai yang kau katakan.”

Tanya; Dia menjadi sangat ahli dalam operasi intelijen. Aku pernah memperkerjakan sejumlah pria yang pekerjaannya menjadi sangat lambat akhir-akhir ini, dan Tanya adalah satu-satunya yang menangani mereka secara bersamaan.

Sebenarnya, Sang Duke Armelia… Ini yang dikatakan ayah, sudah punya orang-orang seperti itu yang bekerja di bawahnya sekarang.

Tapi sejak skandal tentang pengucilan, aku merasakan betapa sangat pentingnya informasi, dan menggalinya sedikit demi sedikit, dimulai dari mengumpulkan orang-orang yang mau melayaniku secara pribadi.

Yah, memang sulit menemukan orang-orang seperti itu yang bisa kau sungguh percayai, jadi untuk saat ini mereka hanya ada beberapa… Untuk ini, aku mengandalkan hubunganku dengan ayah, ibu, dan kakekku.

“… Ayo cepat selesaikan pekerjaan di sini dan pulang.”

“Ya, Nona.”

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 99, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 99 manga, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 99 online, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 99 bab, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 99 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 99 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami [Duke’s Daughter] Bahasa Indonesia 99 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!