Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia

Dibaca 105 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: HaruRin
Penyunting: –
Korektor: –


Chapter 166 – Insiden

Setelah bertemu dengan Ratu Dowager, aku cepat-cepat meninggalkan istana.

 

Saat berjalan menuju tempat parkir kereta, tiba-tiba aku melihat sebuah taman

 

Sangat cantik, aku berpikir sendiri.

 

Biasanya aku mau membantu pekerjaan ayah, dan aku tenggelam dengan itu semua, tapi aku sering meluangkan waktu untuk beristirahat di halaman.

 

Kakakku mendorongku untuk beristirahat di lingkungan alam.

 

Dia mengatakan kepadaku bahwa warna hijau memiliki efek menenangkan, dan matamu bisa beristirahat dengan lebih baik sambil menatap ke kejauhan.

 

Meskipun aku tidak tahu apa itu benar, kakakku terlihat serius dalam hal itu. Dia sendiri menghabiskan banyak waktu untuk beristirahat seperti itu.

 

Saat melihat halaman yang indah dan rapi, tiba-tiba aku melihat seorang wanita duduk di kejauhan.

 

“… um, apa kau sakit?”

 

Dia duduk di tanah, tanpa ekspresi, aku khawatir dia tidak sehat dan condong ke depan untuk berbicara.

 

“Oh, maaf …”

 

Dia mungkin tidak memperhatikanku yang mendekatinya … Dia begitu terkejut saat aku berbicara dan dia membuat suara melengking. Aku bereaksi dengan kaget.

 

Dengan gerakannya, rambut pirangnya yang indah melambai-lambai.

 

“Aku sedang memikirkan sesuatu …”

 

Dengan Sedikit takut, dia menurunkan matanya.

 

“Aku yang seharusnya menyesal, aku tidak bermaksud mengganggumu saat kau berpikir. Aku pikir kau pasti tidak sehat …”

 

“Tidak … aku minta maaf, karena membuat kesalahpahaman seperti ini ….aku dengar dari orang lain bahwa ketika kau merasa bingung, menatap ke halaman mungkin membantu membersihkan pikiran seseorang. Itu sebabnya …”

 

“Begitu…”

 

Cara bicaranya mengingatkanku pada kakak, dan aku tidak bisa menahan tawa.

 

Setelah membantahku, wanita itu tampak tidak nyaman.

 

Apakah dia merasa bahwa apa yang telah dilakukannya itu tidak pantas, atau karena aku menertawakannya?

 

“Maaf atas ketidak-sopananku, kakakku juga mengatakan hal yang sama. Ketika aku memikirkannya, aku tidak dapat menahan tertawa … Dia mengatakan kepadaku bahwa kamu hanya bisa melihat segala sesuatu pada sudut pandang baru setelah kau tenang. Dia juga menyarankanku untuk beristirahat di halaman kapanpun waktu istirahatku.”

 

“Begitukah! Saat kau bingung, otakmu memasuki keadaan berulang, tergesa-gesa dan terus-menerus menetap pada pemikiran yang sama. Kau juga akan tersesat pada garis singgung dengan sangat sering . Tapi, begitu kau tenang dan berpikir kembali, kau akan tahu bahwa semuanya cukup sederhana.”

 

Dia tiba-tiba menjadi sangat banyak bicara, itu mengejutkanku, aku perlahan mundur. “Ah …” Dia tersenyum, dengan sedikit rasa malu.

 

“Ya, terkadang lebih baik untuk istirahat, karena akhirnya kamu menjadi lebih efisien. Saya sudah merasakannya sebelumnya.”

 

“Itu benar, oh, omong-omong, namaku letty. Maaf, namamu?”

 

“Namaku Bern, senang bertemu denganmu.”

 

“aku juga.”

 

Letty tersenyum lembut saat dia bicara.

 

“Apakah kamu sering berbicara dengan kakakmu?”

 

“Mengapa kau menanyai itu?”

 

“Ini hanya karena rasa ingin tahu, aku punya saudara laki-laki, dan aku selalu penasaran … Bagaimana hubungan antara saudara kandung di keluarga lain?”

 

“Kami mungkin tidak bisa menjadi referensimu. Karena saat aku masuk akademi belum lama ini, aku belum banyak bicara dengan kakakku … Akibatnya, aku tidak akrab dengan kakakku.”

 

“Apa kau menyesalinya?”

 

“Tidak begitu mudah bagiku untuk membicarakan penyesalan. Tidak peduli seberapa banyak aku menyesali semuanya, tidak ada yang bisa kulakukan untuk mengembalikan hal itu. Aku hanya bisa menyesal … dan mengatakan pada diriku untuk tidak membuat kesalahan yang sama. Aku juga telah memutuskan untuk terus berkembang. Mungkin aku akan bisa membantu kakakku jika dia membutuhkannya suatu hari nanti.”

 

Kakakku luar biasa. Aku cukup khawatir apa aku bisa tumbuh untuk benar-benar bisa membantunya … aku mengatakannya dengan senyuman.

 

“Oh …”

 

“Aku baru saja mencurahkan isi hatiku, bagaimana denganmu, Letty? Bagaimana hubunganmu dengan saudara laki-lakimu?”

 

“Kami memiliki hubungan yang sempurna, hanya itu … ya, sepertimu, mungkin.”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Aku selalu menjadi orang yang dilindungi, dan aku merasa terganggu dengan hal itu, aku ingin membantu saudara laki-lakiku, tapi dia selalu menolak dan mengira dia bisa melakukan semuanya sendiri.”

“begitu…”

 

“Kalau saja aku seorang laki-laki … maka kami bisa bertarung bersama.”

 

Dia mengatakannya dengan menundukkan kepalanya.

 

Dia memegang dirinya erat-erat, hampir seolah-olah dia memastikan keberadaannya sendiri.

 

Dari ekspresinya, kata-katanya penuh dengan emosi … aku tidak bisa menahan bersikap sedih untuknya juga.

 

“… aku ragu jika wanita benar-benar bisa bekerja seperti pria. Tidak, itu bahkan tidak diragukan lagi. Tempat yang kuurus semua yang bekerja hanya laki-laki.”

 

Tiba-tiba, angin bertiup.

 

Bunga-bunga di halaman menari di udara.

 

Aku tidak yakin apa angin menarik perhatiannya, atau dia bereaksi terhadap apa yang aku katakan, tapi dia mengangkat kepalanya.

 

Rambutnya yang berkilau dan pirang sedang bergoyang-goyang pada angin.

 

“Tapi, setelah aku melihat kakakku, aku datang dengan ide baru. Bukankah energi dan kapasitas yang paling penting dalam pekerjaan? Jenis kelamin adalah masalah sepele. Karena kakakku adalah wanita, dia dapat menyumbangkan ide baru dan melihat hal-hal dengan sudut yang berbeda. Setengah dari negara kita terdiri dari wanita, jadi, yang tidak mau mendengarkan wanita, itulah yang bermasalah, kan? Menurut pendapatku, jenis kelamin tidak masalah. Arti yang paling bagus adalah tekadmu, kemauan, dan kapasitasmu. Jika kau ingin menjadi kuat seperti saudaramu, maka cobalah yang terbaik untuk menemukan jalanmu sendiri.”

 

“Dia membuka matanya lebar-lebar… lalu tertawa.

 

Dia tampak bahagia. Seolah-olah dia mendengar sesuatu yang menarik.

 

“Kau benar … aku seorang wanita yang hanya bergantung pada diriku untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Sekarang, kenapa aku merasa berkecil hati?”

 

Dia tampaknya telah mengatakan sesuatu, tapi sayangnya, aku tidak mendengarnya.

 

Setelah aku bertanya, dia hanya menunjukkan senyuman yang menyegarkan.

 

“Aku mendengar pengetahuan yang dalam hari ini. Jika kita masih punya kesempatan, aku ingin bertemu denganmu lagi.”

 

“Bagus jika kau berpikir begitu.”

 

“Jika kau berencana mengunjungi istana ini, tolong beritahu aku. Aku bekerja di sini. Jika kau mengatakan pada orang-orang kalau kau mencari Letty, aku akan bisa menerima pemberitahuan itu secepatnya.”

 

“Ok.”

 

Setelah mendengar jawaban setuju dariku, dia pergi.

 

Aku melihatnya berangkat dari belakang, dan aku juga berjalan kembali ke rumah Duke.

tags: baca novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia, web novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia, light novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia, novel Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia, baca Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia , Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia manga, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia online, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia bab, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia chapter, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia high quality, Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 166 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!