Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 83

Dibaca 932 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

Common Sense Of A Duke’s Daughter Chapter 83

Penerjemah: niznet
Penyunting: niznet

Chapter 83 – Pembicaraan Setelah Keributan

Chapter ini ditulis dalam sudut pandang Iris

Saat aku kembali ke ruangan karyawan, aku disambut oleh Mimosa yang wajahnya pucat… Aku merasa sangat menyesal karena sudah membuatnya khawatir padaku.

“… Misa, aku minta maaf karena sudah membuatmu khawatir.” (Iris)

Meskipun hanya kami yang ada di ruangan karyawan, aku tetap memanggilnya Misa karena itu adalah nama samaran yang kami setujui untuk digunakan saat kami lagi di kota.

“Alice, aku mencemaskanmu. Aku mengerti apa yang kamu rasakan sekarang setelah mengawasimu dari sini. Yah…” (Mimosa)

Mimosa menarik napas panjang. Dia tidak bisa menahan rasa khawatirnya. Aku tahu kalau aku tidak mungkin bisa tenang dan sabar setiap kali insiden terjadi, jadi aku hanya bisa diam dan tersenyum kecut saja.

Kami berjalan keluar dari toko ditemani oleh Tanya.

“Yah, Saya senang kalau Nona Iris aman dan baik-baik saja.” (Mimosa)

Setelah berjalan beberapa meter, Mimosa dan aku berpisah. Anehnya, aku tidak ingin berkeliling kota lagi.

Keesokannya, aku sadar kalau aku sangat lelah saat aku berjalan ke kantor seperti biasanya.

Yang menungguku di meja adalah tumpukan dokumen yang menungguku untuk memeriksanya. Setelah membaca beberapa kertas sebentar, aku memanggil Tanya dan memintanya untuk membawakan teh agar aku bisa istirahat sebentar.

“… Tanya.” (Iris)

“Ya.” (Tanya)

“Aku perlu daftar semua masalah yang sudah terekspos akibat pengucilanku terhadap perusahaan dan laporkan secara detail.” (Iris)

“Saya sudah menyelesaikan laporannya kemarin, dan saya juga sudah memerintahkan serta memeriksa semuanya untuk memastikan laporannya tepat.” (Tanya)

Tanya memberikan dokumen yang berisi dengan data yang dia buat kemarin padaku. Seperti yang diharapkan dari Tanya, dia memang pekerja yang rajin.

Aku membalik-balik halaman dokumen dan mengecek datanya.

Akibat dari pengucilanku adalah jumlah total pelanggan yang mengunjungi toko-toko konglomerat[1] Azura mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Semua toko yang beroperasi di bawah Konglomerat Azura yang kudirikan dan rata-rata toko di wilayah Armenia sudah sangat atau sedikit terpengaruh.

Ini juga membuat para pedagang di dewan perdagangan Armenia mengalami kesulitan karena mereka berkaitan denganku melalui kesepakatan perdangan dan bank yang kudirikan.

meskipun krisis itu sudah diselesaikan, tapi akibat-akibat dari pengucilanku masih menyiksaku dan menghilangkan tekadku.

Meskipun aku tidak boleh berpikir seperti ini, Sejujurnya, fakta kalau Paus sebelumnya dan faksi pangeran kedua mengakibatkan kerusakan besar pada perusahaanku yang tidak bisa terbantahkan.

Dan alasan lain kenapa Konglomerat mulai menurun adalah karena kurangnya sumber daya manusia. Setelah aku dikucilkan, banyak karyawan inti yang tiba-tiba segera berhenti karena mereka tidak mau berhubungan dengan perusahaan yang mempunyai anggota yang dikucilkan apalagi sebagai presiden. Akibatnya, sebagian besar toko yang dijalankan oleh Konglomerat tidak terpelihara dengan baik serta menciptakan kesan buruk terhadap pelanggan sekitar.

Saat aku memikirkan ini, pikiranku menjadi ruwet karena memikirkan solusi untuk mengembalikan reputasi Konglomerat Azura secepatnya.

Saat aku memikirkannya lebih lama, aku tiba-tiba merasa kelelahan.

“… Pada waktu itu, kalau Dean tidak memberiku koneksi yang bisa dipercayai dengan pastor itu dan aku dibawa kembali ke gereja, Konglomerat Azura mungkin tidak akan bisa berbisnis sampai sekarang. … Tidak, Konglomerat di wilayah Armenia masih bisa di pertahankan tapi tenaga kerja tidak mungkin bisa dicari.” (Iris)

“… Sudah pasti bahwa jika saat itu tidak ada pastor Ralph, tuntutan Nona Iris tidak akan di dukung dan bukti Nona Iris ajukan akan dianggap palsu dan dimanipulasi. Nona Iris memahami kenyataan itu, bukan? Sedikit menakutkan untuk berpikir bahwa semua bisnis di bawah wilayah Armenia kemungkinan akan terkena pukulan besar dan sebagian besar dari mereka bahkan mungkin akan bangkrut.” (tanya)

Bagi Armenia, sebuah wilayah yang sangat bergantung pada perdagangan dan ekonomi, pengucilanku akan menghancurkan pondasinya dan membuat semua rakyat kehilangan kepercayaannya.

Bahkan presiden Dewan Perdagangan sudah mengundurkan diri dari posisinya. Aku tahu apa alasannya mengingat keadaan Armenia setelah pengucilanku.

Masalahnya yang sekarang adalah sebagian besar perusahaan tidak akan mendirikan kantor mereka di Armenia dan itu akan mengurangi jumlah pedang yang melewati Armenia.

Artinya, Pangeran kedua mencoba untuk memanfaatkan ekonomi yang sedang terjadi untuk menghancurkan Armenia agar tidak perlu melibatkan militer.

Ini cuma sangkaanku dan aku tidak punya bukti yang mendukungnya.

Nyatanya, sekarang setelah aku berhasil mengatasi cobaan pengucilan, Konglomerat Azura akhirnya bisa merilis produk baru dan membangun kembali reputasinya dan menarik pelanggan sedikit demi sedikit kembali membeli produk kami lagi.

“Bisnis perusahaan kita sudah sedikit menurun akibat ulah Pangeran kedua.”

oleh karena itulah yang menjadi masalah sekarang.

Namun, perlu juga diketahui kalau perusahaan Pangeran Kedua tidak mengalami dorongan melalui krisis.[2]

Selain itu, kualitas dan harga juga sama antara perusahaan kami. Namun, karena Pangeran kedua mengambil keuntungan dari krisis Konglomerat Azura, mereka berhasil mendapat keuntungan pelanggan kecil dari kami.

Aku terus berpikir bagaimana tuduhan itu bisa menyebabkan sebagian besar pelanggan kami tidak kembali.

Karena pengelolaannya berjalan buruk dalam waktu singkat, menyebabkan pelanggan mengalami penurunan dalam jangka panjang karena mereka tidak bisa mempercayai perusahaan kami lagi.

Di sisi lain, aku sedikit lega karena Gereja mulai sekarang mendukung Dewan Perdagangan kami.

“Yah, aku harus menemukan solusi atas konsekuensi dari para pegawai kita yang menjadi lalai dengan tanggung jawabnya, dan juga menemukan solusi mengapa konsumen kita secara total terus mengalami penurunan. Jika dinilai dari isi kontrak kerja, sepertinya Azura Conglomerate masih lebih baik daripada Perusahaan milik Pangeran Kedua. Namun, nampaknya banyak pegawai kita yang diberhentikan karena memburuknya kualitas manajemen. Damme adalah contoh satu dari sekian orang yang telah diberhentikan karena manajemen yang buruk… (hmm) Nampaknya kita harus mengurangi jumlah pegawai kita sedikit lagi.” (Iris)[3]

(TLN: Saya agak bingung disini untuk nyusun kalimatnya, saya akan menaruh inggrisnya di bawah dan kalau bisa bantu saya untuk bagian ini jika punya luang waktu. Terimakasih @Kazuto! )

“Bukankah hal itu sesuatu yang harus disedihkan?” (Tanya)

“Tidak. Aku rasa itu sia-sia untuk membiarkan mereka diberhentikan begitu mudahnya juga. Tapi, aku tahu kalau pemecatan karyawan ini tidak bisa dihindari saat perusahaan sedang memburuk. Sebagai presiden, aku tidak bisa membuat keputusan berdasarkan perasaanku meskipun aku juga merasa sangat kasihan pada orang-orang yang diberhentikan, aku juga tidak bisa menyalahkan sang manajemen (Eksekutif) pada saat membuat keputusan itu.” (Iris)

Dan juga, itu tidak bisa pungkiri kalau perusahaan Pangeran kedua memperoleh banyak keuntungan karena informasi yang diserahkan oleh para mantan karyawan selama waktu mereka bekerja di Konglomerat Azura.

Aku sadar kalau aku mabuk atas pencapaianku dan memecatnya dengan mudah tanpa pernah untuk memikirkan hal ini saat itu.

“Sifat manusia memang seperti itu, bahwa kekuatan ekonomi dan status soial yang pernah dibangun seseorang tidak mudah untuk dibuang. Pada kenyataannya, orang-orang yang keluar dari Konglomerat Azura mengatakan kalau pembayaran kontrak di masa lalu sangat tinggi tapi lama kelamaan memburuk dan ada banyak keluhan yang diajukan tentang manajemen yang semakin memburuk. Secara keseluruhan, para anggota inti dari manajemen keluar dan keputusannya diserahkan kepada orang-orang yang kurang bisa diandalkan.” (Iris)

Bahkan selama pengucilanku, manajemen Konglomerat Azura sepertinya baik-baik dan berjalan tanpa masalah. Aku justru mempersulit semuanya dengan pengucilanku.

Kalau hal-hal ini terus berjalan seperti sekarang, akan ada kesulitan untuk mempekerjakan anggota baru dari atasan manajemen.

“Apakah ada kemungkinan bahwa para pekerja sebelumnya masih memiliki minat untuk bekerja lagi untuk Konglomerat Azura?” (Tanya)

“Aku tidak yakin, kemungkinannya kecil.” (Iris)

“… Jadi. Kita harus memperkuat keamanan kita juga sehingga insiden yang keterlaluan kemarin agar tidak terjadi lagi.” (Tanya)

“Tentu.” (Iris)

* * *


[1] Konglomerat = Gabungan dari 2 atau lebih perusahaan.
[2] Maksud dari dorongan adalah popularitasnya naik.

[3]Well. I have to resolve the consequences of our employees becoming negligent with their responsibilities as well as resolve the case of our total number of customers decreasing. Judging from the contents of the employment contract, it seems that the Azura Conglomerate is still doing a much better job than the Second Prince’s company. However, it seems many of our employees were dismissed because of the deterioration in management. Damme seemed like one of the people who was dismissed due to the poor management… It seems we have to cut down the number of employees quite a bit.” (Iris)

 

tags: baca novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, web novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, light novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, novel Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia, baca Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 83, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 83 manga, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 83 online, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 83 bab, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 83 chapter, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 83 high quality, Koushaku Reijou no Tashinami (Common Sense Of A Duke’s Daughter) Bahasa Indonesia 83 manga scan, ,
Table of Content

3
Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
2 Komentar Chapter
1 Balasan Chapter
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
niznetKazuto Recent comment authors
  Ikuti  
terbaru terlama top voting
Notify of
Kazuto
Guest
Kazuto

Ya, aku harus menemukan solusi atas konsekuensi dari para pegawai kita yang menjadi lalai dengan tanggung jawabnya, dan juga menemukan solusi mengapa konsumen kita secara total terus mengalami penurunan. Jika dinilai dari isi kontrak kerja, sepertinya Azura Conglomerate masih lebih baik daripada Perusahaan milik Pangeran Kedua. Namun, nampaknya banyak pegawai kita yang diberhentikan karena memburuknya kualitas manajemen. Damme adalah contoh satu dari sekian orang yang telah diberhentikan karena manajemen yang buruk… (hmm) Nampaknya kita harus mengurangi jumlah pegawai kita sedikit lagi.

Kazuto
Guest
Kazuto

Azura Conglomerate itu btw kan nama perusahaan.
Lebih baik jangan di translate ke Indonesia juga.
Karena itu nama.

niznet
Guest

Conglomerate dalam arti indonesia itu Konglomerat, yang artinya adalah Gabungan dari beberapa perusahaan. Azura itu baru nama konglomeratnya.