Life of Novels

Baca Light Novel dan Web Novel Bahasa Indonesia | Web Novel and Light Novel Translation

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Countless stars and a full moon decorated the night. Beneath it was a mansion that stood alone in a small, private island.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Young Master!” a youth called as he was half running down on the marble staircase, however the person in front was ignoring him. “Erix Arthur, stop in there!”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

Erix stopped. “It looks like you are starting to be impudent, Lucius Ventus.”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“I am sorry, Young Master. That is because you are ignoring me. Besides, where are you going?” Lucius asked worryingly.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“Run away!” Erix declared.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“Pardon? Don’t joking, Young Master. We have a lot of schedule tomorrow.”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“I shall say it once again. I am going to run away from here. I don’t want to live like this anymore. I tired.” Erix insisted. “This is the time to fly from the cage, like a free bird.”

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Why? Many peoples want luxury live like Young Master.”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“That is because they don’t know anything about my live. Come on, don’t hinder me.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“I can’t! This is for your future!”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“What future? My future is bright, Lucius. My wealth will last for seven generations. What future are you seeking? Oh, Lucius. Are you not bored? For example, tomorrow we must meet representative of A-company, B-company, etc. Futhermore, we must go to five countries in one day! Crazy!”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Young Master, but—”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“At my age of twenty, I want a normal life. Playing with my friends, fooling around, doing everything I like,” Erix said.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Lucius couldn’t talk back. What his master said was true. He had an obstructed dream too because of his daily life. He always wanted to create a robot. His mind thinked hard to persuade Erix, but he still couldn’t do anything.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“What can I do? Your father, Master Hendri—”

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“Lucius!” Erix shouted. “Who is your master?”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“You, Master ….”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“If so, you just need to follow my order. I shall go away. Don’t stop me.”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

Lucius knelt. “Very well. I won’t stop you, Young Master. However, you must take me too because taking care of you is my duty.”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Good!”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

 

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

……

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

 

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

One hours later, Lucius came, wearing his butler uniform. He carried a big backpack that exceeded himself.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix stared at Lucius, mouth agape. “We aren’t in picnic, you know.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Inside it is various equipments and weapons. We have million of enemies out there.” Lucius frowned as he looked at Erix. “Why do you carry such a small bag?”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Whatever, let’s go.”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

They were leaving the mansion at night. No one knew what were they did, sneaking in bushes like a lizard, getting far away from the mansion. They hadn’t destination, but they didn’t care as long as they could leave this mad world.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

They kept walking without stopped, exploring unknown forest. Without they realized, the sun had arisen. The light entered the forest through gap between leaves. Fresh air mixed with aroma of forest woods made their heart relaxed. A few moments later, they could hear commotion from behind, then barking sounds followed and they could hear them grew louder.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“They find us! They must be my father’s lackeys!” Erix shouted. “We must run, Lucius!”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

They ran as fast as possible. Erix shouted at Lucius who occasionally looked back. He found a cave ahead. He pulled his servant and entered it immediately.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

The cave was getting darker as they went deeper. Lack of light obstructed their vision. Lucius took out a smartphone and turned on flashlight.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“Lucius, pay attention to your step! The floor is slippery,” Erix suggested. He kept looking straight.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“You also be careful, Young Master.”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

They heard barking from the entrance. Lucius looked back as he still walked. His head hit a stalactite and broke it. “Ouch!” He closed his mouth immediately.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Did they entered this cave?” Sound of a man echoed into the cave.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“It seems so.”

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“Let’s go! Find them!”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Lucius sweated as he heard them closer. Erix pulled his hand and they ran in hurry. They saw the light at the front. Their faces beamed. Their speed increased, as if, they raced to the finish line. However, an anomaly occurred. The light pulled their body, like a black hole. They fought back in surprise, but the force was too strong. They couldn’t do nothing as the wind came from behind and pushed them.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“What happens? My body is floating!” Erix exclaimed as he tried to touch the ground.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“Young Master, this is bad. There is a problem before us!” Lucius pointed straight. At the end of the cave, they could see clear sky … and clouds at the same height as them.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Don’t tell me—”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

They were thrown out of the cave. Like what Erix thought, they were at thousand feet high. Some clouds were hitting them as they fell. Erix looked around while he rubbed his eyes, making sure this wasn’t a dream.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Young Master, look at that!”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix’s eyes followed Lucius’s finger. The cave’s entrance was emmited light, kept shrinking, and disappeared in a blink of eyes. “I don’t believe this!” Erix shouted. His face paled. He must be in dream. Yeah, a nightmare.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix looked at Lucius who tried to relieve him. “We are going to die!” He clutched his servant’s hand.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Lucius could see the land far below. They were certainly died if they fell to there. He thought hard about how they survived, then his eyes spotted a lake nearby. That was his only chance.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

Lucius touched the buttons at both sides of his giant bag alternately. The right button was for exhaling wind from the hole at the bottom of his bag. The left button was for inhaling wind from the same hole. With that, Lucius gradually pushed them to the lake.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

When they were about to fall, Lucius turned their body backward, so the bag could crash the water first. That was for avoiding the pain.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

“Young Master, are you alright?”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Yeah, somehow we escaped death,” Erix replied. He still clutched Lucius’s hand.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Let’s go, Young Master.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

With that, they swam to the land. They sat under a tree. They took off their clothes and put it on a bulging root. Erix could see a flock of strange birds in the sky. “Where the hell are we?”

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix shook off his concern. He opened Lucius’s waterproof bag, looking for anything to eat. However, instead of foods, he found many kinds of goods, like a rifle, a solar charge, a laptop, etc.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix lifted a submachine gun P90 M.C with one hand. “Lucius, are you going to battlefield or what?” sneered him.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“That is for protecting you, Young Master.”

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix stroked his empty belly. “I am hungry.”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Lucius seized the machine gun and put it back to the bag. “Be patient, Young Master. After our clothes dry up, we are going to nearby village or city.”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

A few moments later, a girl came from behind the tree and stood before them. Her appearance was like a beggar. They shocked. Lucius hurriedly took a rifle and pointed it to the girl.

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

“Hold on, Lucius!” Erix shouted. “Put your weapon down!”

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“You really come!” the girl sobbed. Tears was coming down of her face. At the same time, she smiled.

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix and Lucius looked each other. They couldn’t understand what she said. For some reason, she looked happy. They thought she was crazy.

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“What do you mean?” Lucius asked.

Para pembaca setia LF Novels. Kalo kamu menemukan situs yg Nyolong hasil kerja keras kami, laporkan segera pada kami, agar kami bisa membuat pernyataan resmi untuk situs kang nyolong tersebut. Bisa lewat email: [email protected] atau WA: 085748190989 atau di Fanspage Kehidupan Novel.
Baca chapternya di: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/
Dgn hastag
#Nyolong kok bangga,
#Dasar lemah, dasar sampah payah

“I was asking for help to the sky, then suddenly the sky shone and you come to me.” The girl wiped her tears. Dark circles covered her eyes, but she actually a beautiful girl. They didn’t knew what she was going through. She seemed tired.

Jika kamu membaca ini, maka kamu tidak membaca dari sumber asli. Jika kamu ingin membaca chapter ini tanpa halangan, tolong untuk membaca di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix experienced a strange turmoil in his chest as he looked her long, black hair that fluttered by the wind. His heart raced wildly. A weird feeling and ticklish that he couldn’t explain.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Chapter ini di rilis dan diterjemahkan oleh LFNovels: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/ dan hanya Pencipta Konten yang memiliki hak untuk memutuskan di mana chapter miliknya dapat diposting. Jika kamu ternyata membaca ini di situs sumber, kamu mungkin menggunakan Mode Pembaca Firefox. Disarankan untuk mematikannya saat membaca di situs kami, karena fungsinya sama seperti bot penyalin konten, dan memicu munculnya pesan ini. Harap hubungi kami lewat [email protected] jika masalah tersebut terjadi dengan peramban atau mode pembaca lain.

Suddenly the girl knelt and held Erix’s feet. “Please help my brother. He entered a dungeon five days ago. Until now, he hadn’t come back.”

Hey kalian!! Lebih baik berusaha sendiri daripada memakai hasil kerja keras orang lain. From Zero To Hero!!! Bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

Erix touched her shoulders and helped her to stand. Tears came down her face again. She seemed pitiful. “I am sorry. I am not an angel. I don’t understand what you are talking about. I am sorry.”

azab pencuri konten tanpa ijin, mati keselek beras plastik, dikubur di tanah sengketa. Jadi buat pembaca bacalah di https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/!!!

The girl gasped and closed her mouth. Without a word, she turned and ran from them.

Jika kamu melihat ini, kamu membaca chapter ini pada salah satu situs maling konten. Untuk mendukung Pembuat Konten yang bertanggung jawab untuk membawakan bab ini kepada kamu, silakan baca di situs sumber. https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix looked at Lucius. “She said a dungeon, right? Is that some kind of place filled with monsters like in RPG games?”

Buah semangka buah kedondong
Belinya kemarin di pasar pagi
Situs ini situs tukang colong Jangan baca disini, baca aja di situs kami: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

“Uh, I think so, Young Master.”

Mau tetap novel ini lanjut kami terjemahkan? maka bacalah di sumber aslinya yaitu: https://lfnovels.com/dungeon-hallow-chapter-1/

Erix hurriedly wore his cloth; Lucius did the same. He waited his servant to take the bag and pursued the girl.





tags: baca Dungeon Hallow Chapter 1, Dungeon Hallow Chapter 1 manga, Dungeon Hallow Chapter 1 online, Dungeon Hallow Chapter 1 bab, Dungeon Hallow Chapter 1 chapter, Dungeon Hallow Chapter 1 high quality, Dungeon Hallow Chapter 1 manga scan, ,

Fanspage Facebook Kehidupan Novel