GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3

Dibaca 20 orang
Font Size :
Table of Content

— Part 3 —

– Betting Game.

Sebagaimana hal itu tertulis, permainan ini bekerja dengan pertaruhan sederhana. Seperti semacam sistem mutlak ada karena ini sebuah Game.

Tanpa adanya akal sehat permainan yang dikenal sebagai ‘batasan’, apapun bisa kau pertaruhkan di Game ini. Hal yang dalam sebuah permainan akan ditentukan sebagai ‘hadiah kemenangan’ player—sesuatu seperti hak, alasan, harga diri atau keinginan dan perasaan pemain itu sendiri dapat dipertaruhkan di dalam Game sederhana anak kecil.

Terlepas dari metode apa yang kau gunakan. Saat kau menang kau mendapat segalanya, saat kau kalah kau kehilangan segalanya. Tidak peduli sekuat apapun lawan bermainmu, setelah membuat mereka setuju—jatuhkan, curi, pukul dan bunuh.

Di dalam dunia di mana segala hal ditentukan oleh aturan dan kondisi kemenangan, hukuman, aturan permainan dan hadiah kemenangan player terikat dalam satu konstitusi mutlak seperti sebuah system di dalam Game, sehingga menentangnya adalah mustahil, dan bahkan…. lebih daripada itu—

—Akal sehat dunia dapat kau tentukan dengan susunan huruf sederhana. Selama hal yang disebut Fraclayfe word telah membentuk sebuah kata—apapun itu maka, tidak salah lagi, itulah akal sehat—itulah kenyataan.

Kau bisa mengubah apapun yang kau mau, menciptakan apapun yang kau mau di dalam dunia permainan dan kata ini. Dengan Fraclayfe word mengubah ‘tidak ada’ menjadi ‘ada’ adalah seperti keinginan mudah anak kecil.

Potensi besar untuk perubahan alam semesta ini ada di dalam Betting Game dan juga Fraclayfe word—tapi, tapi bahkan dunia semacam itu juga tidak pernah sekalipun berubah.

Dunia yang tidak berubah sama sekali. Itulah kenapa tempat ini adalah, sejak dulu, sejak awal terciptanya adalah eksistensi yang sangat bodoh.

Sebuah alam semesta dimana segala hal ditentukan oleh permainan anak kecil dan susunan huruf sederhana, dengan nama lain——-

– …….. Fraclayfe.

——-………………

Sudah hampir satu tahun sejak dewa(Creator) mengumunkan kepada lima player aturan permainan untuk Betting Game berskala besar.

Dan kemudian hari ini—sang Creator sejak beberapa waktu yang lalu datang mengatakan ini pada salah satu di antara mereka. Kepada Zombist di tengah penyelesaian Neverending Game 200 tahun miliknya—mengatakan “Player keenam, pemain terakhir yang kubicarakan waktu itu, sekarang sudah muncul, kau tahu?”

Seolah pernyataan itu adalah penegasan, dia juga menambahkan “Kubilang, yah kau tahu kan, pergilah jemput ‘dia’ oke~☆”

Lalu untuk menjawabnya, dengan senyum pahit Zombist mengangkat bahu.

— “Hey hey Creator-kun, kau tidak pernah mengatakan soal ini sebelumnya. Dan juga kenapa itu harus aku, bukankah itu… aneh? Ah tunggu dulu, pertama ini adalah waktu terburuk jika kau ingin menyuruhku melakukan sesuatu seperti menculik seseorang atau semacamnya—karena itu justru akan membuang-buang waktu terbatasku. Juga karena kau adalah Creator harusnya kau tahu tentang ini, jadi, kenapa, ‘justru’ aku?”

“Haha~ kamu mengatakannya seperti aku menyuruhmu berbuat buruk, huh?”

—-Kenapa harus, kamu—yah ada alasannya.

Seperti karena itu mungkin akan menyelesaikan masalah di masa lalu yang sudah seharusnya diselesaikan. Seperti karena itu mungkin akan menjadi titik ‘awal’ perubahan. Dan seperti itu mungkin untuk yang ‘selanjutnya’, untuk ‘kemudian’ dan untuk yang ‘berikutnya’.

Itu adalah apa yang sang Creator lihat dari seorang Zombist belaka, tapi… ‘hm aku mungkin menilai terlalu tinggi ya, haha ~☆’.

……… Itu karena dunia ini kau tahu—sebenarnya adalah eksistensi yang bodoh, tidak pasti dan tidak bisa diandalkan—seperti yang kalian berdua(kakak beradik) rasakan.

……..—-

— Lebih dari 200 tahun yang lalu.

Betting Game yang memperebutkan dua Fraclayfe word dimulai di tempat yang jauh dari peradaban. Itu lebih jauh dari laut, di bagian barat dunia Fraclayfe di atas pulau kosong tanpa nama.

Pesertanya adalah seorang Zombist dan adik perempuan manusianya, seorang Vhampires dan satu orang yang ‘menyerah’ sejak permainan dimulai.

—–Hasil dari permainan itu adalah—satu orang keluar dari permainan, dan seorang manusia mati—dengan hanya satu Zombist dan Vhampires yang tersisa, Betting Game sejak lebih dari 200 tahun dibawa ke dalam Stalemate(buntu).

Meninggalkan tempat permainan ini berlangsung akan dinyatakan sebagai kekalahan—ini adalah apa yang teman satu tim Vhampires abaikan sejak awal permainan dan membuat sang Vhampires harus melanjutkan permainan seorang diri.

Kondisi kemenangannya…. ditentukan sebagai mencegah lawan menggunakan skill terbaiknya selama 7 hari penuh—168 jam dan tidak kurang dari itu. Selama waktu itulah jika semua pemain lawan tidak menggunakan skill terbaiknya, tim yang lain akan memperoleh kemenangan.

Untuk alasan ini juga, adik perempuan Zombist itu meninggalkannya(mati), sudah 200 tahun yang lalu. Waktu, metode, alasan, dia mengingat setiap detil seolah itu adalah kejadian di saat-saat lalu. Seakan itu adalah ingatan abadi yang tidak mungkin hilang. Hal yang tidak akan pernah dia lupakan.

Untuk melawan yang lemah, daripada mencegahnya memakai skill maka akan lebih mudah membunuhnya saja—tidak salah lagi itu memang akal sehat bagi yang kuat.

Itulah yang mereka berdua(Zombist dan manusia) tidak miliki.

Dan lalu….

……….. Hari ini, salah satu dari pemain itu mencoba menggerakkan kembali roda waktu permainan. Sebagai yang lemah dia akan ‘menyerang’, sebagai yang tidak diunggulkan dia ingin membalikkan keadaan musuh. Kalau begitu…

Tepat sekali…… Metodenya hanya satu.

Tertawa tanpa takut—-Dia mengumumkan metode(aturan) di dalam hatinya—-

— Untuk orang terbodoh lakukanlah dengan metode terbodoh. Mustahil maka jatuhkan dengan metode mustahil. Gila dan tidak waras maka gunakan metode yang juga gila dan tidak waras. Tidak masuk akal maka hancurkanlah akal sehat.

Itu benar. Lalu, ayo bertaruh.

Bukan lari hanya untuk dimusnahkan oleh yang kuat, tapi bertaruh. Semua musuh yang berdiri di jalan kita, tak peduli siapakah itu, dengan kekuatan kita—dengan kata lain dengan「kelemahan」. Bodohi semuanya; akali, seperti pecundang. Seperti yang lemah. Jenis metodenya tidaklah penting, lakukanlah tanpa malu dan bangga. Disanjung dengan kepengecutan. Dipuji dengan kevulgaran. Dihormati dengan kerendahan diri—

—Dan lalu…. jadilah pemenang.

…… Sama seperti yang kita(kakak beradik) dulu lakukan…. ya kan?

……..——

…… Betting Game itu sebenarnya, yang diusulkan secara khusus oleh Creator akan dimulai setelah satu tahun tapi… itu bukan untuk menyiapkan Gamenya, melainkan untuk menunggu semua pemain agar mampu berpartisipasi.

Untuk kemunculan player keenam dan juga Neverending Game 200 tahun yang harus terlebih dahulu diselesaikan.

Tidak salah lagi semuanya ada di dalam rencana sang Creator.

—Kalau begitu ayo lakukan. Seperti yang kau mau, mari selesaikan Betting Game ini dalam satu tahun.

Itu yang sang remaja pikirkan, tapi di saat waktu itu akhirnya datang dan semua persyaratannya terpenuhi—

“Kenapa justru aku… hey jawab pertanyaanku sialan—”

Itu karena—–

“Alasannya yah~☆, bahkan jika aku meneruskannya dan mengatakannya, itu terlalu rumit sampai kamu mungkin akan mulai tidur, tapi….”

Tapi Creator itu, dengan wujudnya yang hanya seekor kucing, menambahkan.

“Atau setidaknya aku bisa memberitahumu yang satu ini oke… Lawan bermainmu, dia mengurung player keenam di dalam dimensi lain dengan hampir seluruh kekuatannya. Sehingga jika rencanamu terus berjalan seperti di kepalamu, Vhampires itu tidak diragukan lagi akan mati.”

Lalu jika dia(Vhampires) mati, ia(Zombist) akan melihat akhir dari Game ini dalam genggamannya. Tidak salah lagi dia menang tapi…

“Jadi begitu caramu menggunakan para player(bidak) yah… dalam berbagai hal itu menggelikan…”

Karena dalam aturan yang ia, sang Zombist kembangkan, ada persyaratan dimana Vhampires itu tidak diperbolehkan sampai mati. Karena jika dia mati semuanya akan berakhir sia-sia. Bukan untuk dirinya, orang lain ataupun dunia tapi, itu hanya untuk adik perempuannya.

“Haha~ jika kamu tahu, aku sebenarnya baik hati lho~ ☆? Benar, aku tidak berbohong kok. Yah aku mungkin sedikit menjahilimu, jadi…. heheh, sebagai gantinya aku bisa mengirimmu ke dimensi itu, apa itu oke~ ☆?”

“Ya ya, semuanya sudah ada di otakmu benar? Merencanakan semua ini dan soal yang akan terjadi di masa depan—lagipula…. ‘dia’ masih tidak boleh mati. Nah aku tidak sedang peduli dengan permainanmu atau semacamnya, tapi itu akan jadi sia-sia jika aku saja tidak bisa keluar dari pulau aneh ini karena aturan.”

Kalah adalah standar bagi yang lemah. Tidak salah lagi itu benar tapi—–

“Nyahaha~ jika hanya untuk menjatuhkan Game semudah itu kau tidak perlu khawatir ya kan. Kalau itu kalian, kalian pasti bisa melakukannya benar. Aku mengharapkan dan mempercayainya ok jadi cepatlah—”

Itu seperti dua sisi koin….

Bagi yang lemah untuk menghancurkan standar mereka hanya perlu membalik satu ‘sisi kalah’ untuk ‘sisi menang’ di belakang itu. Karena itu memang cara kalian(kakak beradik) sejak dulu bermain ya kan.

Jadi cepatlah—

“—Hancurkan orang membosankan itu dan kemarilah! Shi~on—!”

….——-

Tapi, benar. Ada satu kata yang menggangunya.

“…. ‘Kalian’, hah?”

Sesaat setelah nada yang seperti pertanyaan itu datang dari Zombist yang dia panggil Shion, suara tawa datang dari sang Creator, kemudian—ruang di sekitar mereka berubah.

Lalu…..

“Ah~ benar, di sana mungkin akan ada sedikit masalah dengan kunci atau semacamnya, tapi jika itu kalian berdua, yah, hahaha~ ☆. ”

“Hey, apa yang kau…. ma, ksud….——-”

Remaja itu yang menajamkan matanya seolah menunggu sebuah jawaban, melihat—dengan mata emasnya dia menyaksikan saat dimensi di sekitarnya digantikan. Sensasi tanah dan rerumputan yang seharusnya ada menghilang—langit, awan-awan dan matahari terdistorsi dari ruang dimensi. Semua yang tersisa adalah…. sebuah ruangan putih tak berujung, slide puzzle raksasa dan juga kubus semi transparan yang memisahkan antara sang remaja dan seorang gadis manusia.

…….—–

……… Jauh di tempat yang berbeda, bukan sebagai kucing ataupun anak kecil seperti yang pernah remaja itu temui sebagai ‘Creator’—seseorang dengan rambut dan mata hitam berkata.

Bukan sesuatu yang bisa seseorang dengarkan selain dirinya, sambil bermain-main dengan Chess pieces—black queen, dia melempar kata-kata pada kekosongan.

“Tidak ada ‘yang selanjutnya’ untuk sebuah akhir. Tapi di dunia ini kau tahu Shion—mulailah percaya dan berharap untuk hal itu dapat terjadi, lalu mulailah ‘yang selanjutnya’ dengan caramu sendiri……..—- yah…. ~hoahm~……. dan lalu bawalah cerita ini pada ending yang akan kau sukai.”

tags: baca novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3, web novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3, light novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3, novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3, baca GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3 , GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3 manga, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3 online, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3 bab, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3 chapter, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3 high quality, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 3 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of