GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7

Dibaca 14 orang
Font Size :
Table of Content

— Part 7 –

– Betting Game berskala besar yang dimulai delapan hari dari sekarang.

Untuk mengikuti Betting Game, kau perlu bergabung dalam Alliance atau membuat Alliance-mu sendiri. Setiap individu di Fraclayfe yang Shion tahu telah bergabung ke dalam Alliance, tapi mereka tidak bergabung untuk sekedar akses mengikuti Betting Game.

Melainkan, itu karena esensi yang lahir sebagai simbol dari Alliance—atau disebut juga ‘Crest’, beberapa di antara mereka menyimpan kekuatan besar yang bahkan unique skill tidak dapat mengimbanginya. Dan dalam sebuah kasus, itu akan mengubah alur permainan dalam sekejap. Hanya dengan bergabung ke dalam Alliance kau bisa mendapatkan satu.

Dengan alasan ini, jika kau melihat seseorang yang tidak bergabung dengan Alliance manapun maka mereka mungkin memang bukan berasal dari Fraclayfe.

“Lalu sebagai player keenam kau perlu Alliance untuk berpartisipasi—-atau kalau kau mau kamu bisa bergabung dengan Alliance-ku.”

“Aku boleh, bergabung?”
“Hanya ada dua member selain aku dan Crest kami juga tidak menakjubkan. Itu benar-benar sampah dibanding Alliance lain sampai-sampai jika kau membuat peringkat setiap Alliance yang ada punyaku mungkin akan jatuh di sekitar satu juta dari satu juta. Bagaimana menurutku, keren kan?”

“Tidak.” Berhenti melangkahkan kakinya, Ruri membuat jawaban langsung. Namun ia segera malanjutkan kalimatnya. “Tapi pasti akan menyenangkan. Aku, bergabung.”

Menghadap Ruri yang berhenti, Shion juga berhenti sebelum kemudian mengulurkan tangannya.

“Kau diterima. Ulurkan tanganmu.”

Dan lalu—

Di antara tangan mereka yang saling terulur, poligon dan cahaya kebiruan mulai menyinari sekitar.

“Sendirian di dunia yang tidak aku ketahui.”

Itu yang Ruri rasakan. Jika dia tidak beruntung gadis manusia lemah yang tidak tahu apapun itu akan mengikuti hukum alam sebelum kemudian mati sebagai kemungkinan terburuknya.

Bagaimapapun juga, setelah memasuki dunia ini dia dibuang, disegel, dan dikucilkan ke dimensi yang sama sekali berbeda. Shion memang menyelamatkannya, tapi dia tidak bisa bilang kalau Konokoneko Ruri beruntung telah memasuki dunia ini.

“Um, kamu tahu? Dulu aku juga seperti ini sebelum leader menyelamatkanku. Jika tidak ada leader aku pasti masih menjalani kehidupan yang kosong sampai sekarang. Tapi saat ini leader sedang tidak ada di sisiku, jadi kupikir, aku akan menjalani kehidupan hampa lagi seperti dulu.”

— Jadi karena itu, saat kami pertama bertemu dia….

Sama seperti Ruri, bagi Shion, roda waktu yang menyenangkan sudah menghilang sejak adik perempuannya pergi. Hanya dengan satu janji yang ia buat bersamanya—jika dia tidak pernah membuat janji itu Shion pasti telah jatuh ke dalam kehidupan kosong seperti yang Ruri katakan.

Tiba-tiba, Ruri menyatakan perasaannya.

“Jadi bolehkah… apa mungkin, jika kamu mengijinkannya aku ingin menjadi adik perempuanmu….. apa itu tidak, boleh?”

Shion dan Konokoneko Ruri.

Apa yang mereka berdua inginkan, lihat, dan rasakan adalah sesuatu yang serupa. Mereka ada dalam keadaan yang saling membutuhkan satu sama lain.

Jika itu Shion maka adalah adik perempuannya, jika itu Ruri maka adalah orang yang ia panggil leader.

Shion dan leader, Ruri dan juga adik perempuan Shion—mungkin benar mereka bukanlah orang yang sama. Meski begitu, semua orang memiliki hak untuk mendapatkan suatu kebahagiaan, jadi apa salah untuk seorang individu lemah mengharapkan hal yang serupa?

Tidak, itu tidak salah.

“Aku menolak.”

——-……………………………………….

Itu tidak salah tapi—Shion menolaknya.

Dia tahu dan telah mempertimbangkannya tentang hal-hal seperti ini.

——-Gerhana matahari yang muncul tepat 8 hari sebelum Game yang diadakan oleh Creator dimulai. Untuk mengikuti Game itu seorang Zombist harus menyelesaikan Neverending Game 200 tahun miliknya atau dalam peraturan dia tidak diijinkan untuk keluar dari pulau.

Lalu jika, dengan memanfaatkan Gerhana matahari dia bisa melakukan sesuatu untuk memenuhi kondisi kemenangannya, mengikuti peraturan—Neverending Game tersebut baru akan berakhir setelah 7 hari sejak lawan tidak menggunakan skill terbaiknya—atau dengan kata lain itu akan berakhir tepat satu hari sebelum Game yang dibuat oleh Creator dimulai.

Dan kemudian sesuatu yang tidak terduga seperti kemunculan player keenam terjadi tepat di hari di mana Zombist itu harus menyelesaikan Neverending Game-nya, terlebih lagi, player keenam adalah eksistensi yang mirip dengan adik perempuan Shion—dengan rambut emas dan sepasang mata biru yang mencerminkan langit di dunia teknologi dan sains, seorang gadis manusia yang dipanggil Konokoneko Ruri.

— Kalau begitu semuanya sudah jelas, ya kan? Aku sudah lelah kau tahu…

Dan Shion—membuat penolakan.

— Aku menolak hidup dengan mengikuti takdir yang kau siapkan, sialan…—

Dan karena itulah dia bersikeras.

— Konokoneko Ruri, adikku itu, tidak mungkin sama dengan orang ini. Bahkan jika kau(XeeX) memohon untuk menjadikannya adik perempuanku, tetap saja! Mana mungkin aku bisa menerimanya kan, sialan!!

— Tapi setidaknya, jika aku diijinkan untuk memohon hal yang lain aku ingin—

“Ruri, aku mohon jadilah Heroine-ku.”

tags: baca novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7, web novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7, light novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7, novel GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7, baca GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7 , GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7 manga, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7 online, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7 bab, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7 chapter, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7 high quality, GAME と LOGIC – Prologue: 『 Neverending Game 』Part 7 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of