GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4

Dibaca 7 orang
Font Size :
Table of Content

— Part 4 —

“Aaaaahhhhh~ membosankan, Ruri! Aku bosan, bagian mananya dari semua ini yang disebut menyenangkan!? Aku ingin menuntut betapa konyolnya masyarakat karena player-player idiot yang membuatku merasa bosan!”

“Itu tidak masuk akal. Lebih tepatnya, apa salah masyarakat dalam hal ini? Kupikir kalau itu—tidak, tidak perlu dipikirkan juga cukup jelas kalau itu cuma pemikiran egoismu yang lain.”

Gamer Shion, 20 tahun, menggebrak-gebrak keyboard melalui jari-jarinya dengan kesal. Dari belakang kursi putarnya yang sedang dia(Shion) duduki, Gamer Ruri, 18 tahun, menabrak pelan kursi putar Shion dengan punggung kursi putarnya setelah mendorong kursi itu sedikit ke belakang.

“Tidak masuk akal, katamu? Persetan dengan itu, akan kuputarbalikkan apa yang masuk akal—akan kubalikkan akal sehat yang ada!”

Sementara mendengar kata-kata Shion yang telah dia(Ruri) tetapkan hal itu sebagai ciri khas tersendiri, Gamer Ruri menghela napas dalam.

“Hanya karena mencapai kekalahan dalam Game 546 player vs satu player individu bukan berarti itu salah masyarakat kan? Setidaknya saat yang mereka lawan adalah salah satu dari entitas sepertimu. Atau harus kukatakan sesuatu seperti—‘seperti yang diduga dari seorang «leader», kemampuanmu bukan cuma sekedar julukanmu,’ huh? Jadi yah, setidaknya hargai kebodohan para player itu yang dengan tololnya menantang esensi yang hampir mustahil mereka kalahkan. Atau leader mau bilang mereka harus menang dengan kemungkinan 0,000042%?”

“Hei, hentikan kata-kata kasar yang membuat orang lain putus asa itu. Kamu terlalu tidak sopan pada para idiot.”

Sekali lagi dengan pandangannya jatuh pada buku yang terbuka di antara tangan kiri sementara mouse terus bergerak di tangan kanannya, Gamer Ruri menghela napas. Di sisi lain Shion merebahkan tubuhnya di sandaran kursi, membalikkan kepalanya secara vertikal untuk melihat permainan Ruri di belakangnya.

*Clink

Sfx pendek muncul di PC Shion. Icon pesan yang sebelumnya “ ” menunjukan angka satu, tapi Shion yang masih kesal bersikap acuh seolah sfx itu hanyalah bagian dari BGM Game lama.

“Hei, berhenti melihat ke sini dengan sepasang mata yang terbalik 180 derajat. Ada bunyi e-mail di PC-mu 6 detik lalu.”

“Hmmm~ ….. Spamming~ itu cuma spamming~”
“Berhenti menipuku, leader. Salah satu hacker terbaik dalam sejarah 7×10^6 tahun umat manusia tidak bisa mengatasi spamming?”

“Meskipun kamu bilang begitu, Homo Rhodesiensis dan koloninya tidak belajar hacking di era mereka. Yah, pasti menakjubkan jika manusia mulai mempelajari hacking sejak prasejarah, tapi aksi hacking pertama baru terjadi di 1960-an, tahu?”

“Aku tahu.”

“Oho~ seperti yang diduga dari Ruripedia—argh!”

Setelah menerima satu sentilan dahi dari Ruri, Shion menegakkan tubuhnya yang mulai bersatu dengan kursi putar.

“Itu—sakit, tahu?”

Shion bergumam saat mengusap dahinya yang memerah.

“Aku tahu, tentu saja.” jawab Ruri pelan.

Menggerakkan tangannya setelah menghela napas, Shion membuka e-mail di komputernya.

『 Nah, mari mainkan sebuah Game! 』

E-mail itu diawali dengan pembukaan yang aktif. Melihatnya begitu, rasa tertarik yang seketika muncul tergambarkan lewat garis lengkung di pipi Gamer berambut putih, Shion, dan—

Menggeser matanya sedikit ke atas, penglihatannya diisi dengan kolom kosong yang menunjukan nama pengirim pesan.

— Sender:『      』

“….『   』«Eksistensi tanpa nama»…. siapa…?”

Mengesampingkan satu orang dengan pendengaran terbaik yang Shion tahu, pemuda berambut putih bergumam dengan volume yang tak dapat didengar oleh orang lain bahkan dalam ruangan yang sama sekali pun.

Ruri meninggalkan Game-nya berhenti dan bukunya tertutup di atas meja, memutar kursinya 180 derajat secara horizontal sehingga rambut emasnya tersigap karena angin. Memfokuskan mata birunya pada monitor, dia membaca email di PC Shion.

“『 Untuk Gamer terkuat manusia, Shion dan Ruri dari «Humanless»! 』”

Ruri mengangkat alisnya sementara Shion tersenyum seolah kondisi udaranya sedang menarik.

“『 Aku memasukkan kalian berdua—hanya kalian berdua!—ke dalam permainanku! 』” Pesan yang tidak biasa, pengirim yang tak diketahui—pikiran Shion dan Ruri dipenuhi dengan hal-hal menarik.

“『 Aturannya sederhana. 』” Shion membaca menggantikan Ruri.

“『 Dalam waktu 3 hari. 』” —- batas waktunya ditentukan—sebuah Game yang berpacu pada hitungan waktu dan kecepatan. “『 Temukan “diriku” yang tidak ada—ubah “ketiadaan” menjadi “ada” dan Game-nya kunyatakan selesai. 』

Dengan *clink*— Seketika, window hologram yang menunjukan persegi panjang tercipta di hadapan mereka berdua. Sebuah—«confirmation window» putih melayang di atas ruang kosong(udara), tertulis di dalamnya adalah susunan huruf yang tercipta dari cahaya hitam:

【 Apakah kamu menentukan ‘ini’ sebagai sebuah «Game»? 】

【 Yes/No 】

“『 Baiklah, aku mempertaruhkan 1.371.902 Kroon. 』”

Kali ini giliran Ruri yang membaca. Dia juga menambahkan setelah itu:

“1.371.902 Kroon sebanding dengan 1.800.000 GoldCoin.”

Bersamaan—mereka membuang napas angkuh dengan “hnh~!”. Menggeser layar ke bawah dan membaca satu baris terakhir yang tersisa.

『 Sekali lagi—Nah, mari mainkan sebuah Game! 』

Dan e-mail itu berakhir.

Shion tertawa keras—bukan pada sesuatu yang lucu tapi pada kalimat yang “menarik”.

“ ‘1.371.902 Kroon sebanding dengan 1.800.000 GoldCoin.’, itu benar ‘kan Ruri?”

“…. Setelah membandingkannya dengan nilai mata uang Estonia, tidak salah lagi memang benar.”

Itulah kenapa, ini dikatakan, sementara Ruri memiringkan kepala, Shion menegaskan:

“Orang ini…『   』«eksistensi tanpa nama» ternyata sangat menarik~”

“Hm?”

“1.800.000 GoldCoin…. pikirkan ini, pertama, berapa kali kelipatan dalam sebuah Betting Game melawan pemimpin(Shion) dan wakil(Ruri) dari «Humanless»?”

“Kelipatan yang didapat, itu 15.000% dari jumlah yang dipertaruhkan.”

“100 kali lipat dariku dan 50 kali darimu, semuanya jadi 150 kali lipat jumlah awal.” “—H-hei…. jangan bilang kalau…”

“…. Tepat seperti bagaimana “kalau” itu berlaku, Ruri.”

“1.800.000 GoldCoin…. jika dikalikan 15.000% hasilnya adalah—270.000.000 GoldCoin…. itu sama dengan seluruh simpanan «Humanless», hahah~” Ruri memegangi kepalanya yang mulai sakit, sementara berpikir: “Apa aku salah, leader?”

“Nah, lihat ini.”

Shion menggeser layarnya kembali ke atas. Menunjukan ‘hal menarik’ yang ingin dia tunjukan.

“Pertama Ruri, apa kamu pernah menunjukan namamu di dunia Game?” “Tidak, tidak pernah.”

“Benar. «Member» dilarang membocorkan informasi pribadi «member» lain di luar persetujuan. Tapi『          』«eksistensi tanpa nama» menebak hal yang hanya «member» ketahui.” “Artinya….”

“『       』«Eksistensi tanpa nama»–kemungkinan besar adalah salah satu «member» di mana hanya mereka yang mengetahui jumlah simpanan «Humanless», nama, dan kemampuan kita.” “Tunggu dulu, memang itu masuk akal tapi, kau tahu….”

“«Member» dilarang mengikuti «Betting Game(Game pertaruhan)», ‘benar?” “Itu benar jadi…”

“『       』«Eksistensi tanpa nama» adalah «member» yang melanggar peraturan, atau orang lain yang pernah menjadi member.” “Tapi, orang lain itu tidak ada.”

Bahkan sejak kelompok ini dibuat 2 tahun yang lalu, tak seorang pun pernah keluar dari «Humanless», kelompok ini—atau seharusnya, ‘normal’nya, begitu jugalah yang mereka berdua ketahui. Tetapi, pemikiran semacam ini juga pada suatu sudut pandang akan berubah…

“Kecuali, ada satu orang.”

Kata-kata Shion menekan udara menjadi berat—tepat sesaat Ruri juga mulai menyadarinya. Hanya satu orang. Dari kesepuluh anggota awal «Humanless»—selain ketujuh anggota lain yang tidak ada di tempat ini.

“Hanya satu orang…. yang menghilang sejak awal berdirinya kelompok «Humanless».”

Ruri bergumam, di tengah atmosfer yang sunyi dan berat. “Tidak ada lagi yang lain. Satu-satunya… hanya orang itu satu-satunya…. leader terdahulu—Akihara… Karasu—dia yang mendirikan kelompok ini sendirian. Apa aku tidak… salah?”

Pada pertanyaan itu, Shion menunjukan senyum liar yang lebih dari sebelumnya, menatap objek kosong(window) di depannya. Gamer Shion, menepuk rambut emas Ruri dengan tangan kirinya, setelah itu berkata padanya:

“Ini kesempatan langka, Ruri. Baiklah, mari buktikan itu dengan «Game dan Logika» kita.”

“Hn~” Ruri mengangguk.

Dan maka, kedua Gamer menggerakkan bibir mereka membentuk sebuah kalimat sederhana.

— “ “Nah, mari tentukan bagaimana kita melihat endingnya!” ” —

 

 

 

tags: baca novel GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4, web novel GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4, light novel GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4, novel GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4, baca GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4 , GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4 manga, GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4 online, GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4 bab, GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4 chapter, GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4 high quality, GAME  LOGIC – Prologue: 『 Referencial 』 Part 4 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of