My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser)

Dibaca 415 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan

My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser)

My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser)

Bayangan Yang Mengejar

Penerjemah: niznet
Penyunting: – (Belum diedit sama sekali, alias fresh hehehe)

Dan seiring berjalannya kehidupan sehari-hari, musim juga mulai berubah. Ketika Tatsumi pertama kali dipanggil ke dunia ini, musim saat itu adalah musim laut, atau yang berarti musim semi. Tapi sekarang musim semi telah berlalu dan menjadi musim bulan—atau musim dingin jika disebut di bumi.

Tempat tinggal yang umum di ibukota Levantes biasanya terbuat dari bata yang berwarna coklat muda. Itulah kenapa penampilan kota dari luar terlihat berwarna coklat muda sekali. Tapi setelah salju mulai turun, semuanya menjadi putih.

Dan tidak penampilan kota saja yang berubah.

Kehidupan sehari-hari Tatsumi juga mengalami perubahan besar.

 

Karena Tatsumi sudah resmi dinyatakan sebagai kesatria pendeta, pangkat pendetanya juga naik dari Junior ke Senior.

Sejak awal, sebagian besar para pendeta junior adalah murid pendeta, jadi bisa dibilang Tatsumi bisa menjadi pendeta lewat jalur itu.

Seragam dan lambang Tatsumi tentunya juga berubah menjadi seragam pendeta senior. Tapi menyampingkan itu, sayangnya dia tidak punya kesempatan untuk bisa mengenakan seragamnya.

Karena sejak dia menjadi kesatria pendeta, sebagian besar waktunya di dalam bait suci, dia selalu mengenakan baju zirahnya.

Sebuah baju zirah berantai yang dilambangkan dengan lambang suci yang berarti kesatria pendeta. Hanya kapten yang diberi baju zirah besi, jadi seperti Tatsumi, sebagian besar kesatria pendeta baru mengenakan baju zirah berantai.

Lalu, pedang yang tergantung di pinggangnya juga membuat jelas jika dia adalah seorang kesatria pendeta.

Tentu, tak perlu dikatakan lagi bahwa ketika Calcedonia pertama kali melihat Tatsumi berpakaian baju zirah berantai dan berjambul dengan pedang yang tergantung di pinggangnya, dia benar-benar menjadi pucat dan terpesona seperti gadis yang sedang jatuh cinta.

 

Semua kadet termasuk Tatsumi berhasil lulus ‘Tes Kelulusan’.

Selain Tatsumi, keempat lainnya masing-masing ditugaskan ke salah satu regu yang berbeda dari lima regu kesatria.

Alasan kenapa Tatsumi tidak ditugaskan ke regu normal seperti Verse dan lainnya, karena penugasannya sebagai seorang kesatria pendeta adalah seorang exorcist.

Itulah kenapa, dia harus mempelajari pengalaman tempur anti-iblis dengan bertarung bersama anti-personel.

Untuk mewujudkannya, Tatsumi mungkin akan ikut asosiasi monster hunter (pemburu monster) di kota untuk berperan serta dalam penaklukan monster seorang diri atau dengan membentuk kelompok kecil.

Meski jalannya sangat berbeda dari teman-temannya, tidak ada pilihan lain karena dia bertujuan untuk menjadi exorcist.

Jadi sewaktu-waktu dia kadang berlatih fisik bersama teman-temannya, atau kadang berlatih sihir bersama Calcedonia dan Giuseppe.

Setiap hari ketika pulang ke rumah, dia disambut dengan senyuman manis Calcedonia. Kemudian makan malam buatan Calcedonia, mandi, dan pergi tidur bersamanya.

Dan entah kenapa, Tatsumi sadar kalau dia tidur sambil memeluk Calcedonia dari belakang, kebiasaan tidurnya tak akan agresif. Jadi karena itu dia membiasakan diri untuk memeluk calcedonia ketika tidur.

Terlebih lagi saat ini sedang musim dimana salju dan angin dingin berdansa di langit. Oleh karna’nya setiap hari tidur sambil berpelukan, merasakan kehangatan satu sama lain sangatlah nyaman.

Meski kehidupan sehari-harinya selalu sibuk, namun kedamaian kehidupannya terus berlanjut. Hari demi hari bayangan jahat yang ingin merusaknya muncul.

***

“Oi, kau yang disana! Kau orang yang bernama Tatsumi, kan?”

Itu terjadi ketika dia sedang pulang ke rumah setelah bekerja seharian di bait suci. Ia tiba-tiba dipanggil dari belakang, jadi secara naluri ia berbalik ke arah asal suara itu.

Apa yang dilihatnya adalah tiga penjahat besar atau preman laki-laki berdiri di sana.

Mereka perlahan mendekati Tatsumi ketika mereka mulai memamerkan palu mereka seperti kepalan tangan dan panjang tangan masing-masing mereka sama seperti panjang batang pohon.

“Kami punya urusan untuk bicara denganmu, nak.”

“Bicara…? bicara tentang apa? Kalau tidak salah, kita baru pertama kali bertemu, kan?”

Saat Tatsumi melihat laki-laki itu dengan ragu, para lelaki itu mulai tersenyum ketika mereka mengelilingi Tatsumi.

“Ya begitulah, tapi hei kita semua disini saudara, kan? Kami gak bakal menyita banyak waktumu… Tapi tidak enak kalau bicara disini.”

Mengatakan begitu sambil meletakkan lengannya di atas pundak Tatsumi seperti dia adalah teman baiknya, laki-laki itu mulai menuntun Tatsumi pergi.

Tempat yang laki-laki itu tuju adalah lorong gelap di samping jalan. Sepertinya ‘pembicaraan’ yang mereka inginkan dengannya tidak bisa di lakukan di tempat terbuka.

Di sisi lain, kejadian ini terlihat seperti pemuda normal yang terjerat dengan beberapa penjahat kasar atau pengganggu. Meski ada orang-orang di sekitarnya menatap mereka, tapi mereka menatapi dengan cemas dan penasaran, tak ada seorangpun yang datang untuk menolong. Mereka bisa merasakan dengan jelas aura kejam dari ketiga laki-laki seperti gorila itu.

Kalau Tatsumi mengenakan baju zirah dan lambang kesatrianya, maka reaksi dari orang-orang dan para penjahat mungkin berbeda.

Tapi di musim dingin ini kalau tetap memakai baju zirahnya akan merasa kedinginan. Meski dia bisa melapisi bajunya dengan mengenakan baju besinya, namun baju besi itu akan terasa sedingin air beku di musim ini. Jadi itu bukan ide yang bagus.

Itulah kenapa saat Tatsumi meninggalkan bait suci, dia melepaskan baju besinya dan mengenakan sweater hangat agar suhu tubuhnya tetap terjaga.

Sedang di dorong setengah paksa oleh laki-laki itu, Tatsumi hampir terseret masuk ke dalam. Tapi Tatsumi yang sekarang berbeda dengan dirinya di masa lalu saat pertama kali dipanggil ke dunia ini.

Sambil di dorong dari punggungnya, Tatsumi dengan tenang mengamati mereka. Sepertinya mereka berpikir Tatsumi ketakutan sehingga mereka menurunkan kewaspadaan mereka.

Tatsumi bertujuan untuk mencari celah yang tidak di awasi oleh para penjahat itu, dan dengan cepat menyelinap pergi dari mereka. Dan seolah ingin melarikan diri, dia malah berlari memasuki lorong gelap itu.

“T-Tunggu, KAU BAJINGAN!!”

“Si idiot ini. Dia masuk gang sendirian!

 

untuk kelanjutan sepenuhnya dinantikan besok atau minggu ea.


Apa rasa dan gaya bahasa ane udah pas untuk novel ini? jika ada yg tidak pas dan perlu diubah atau kritik-saran silahkan untuk berkomentar.

tags: baca novel My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser), web novel My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser), light novel My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser), novel My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser), baca My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser) 32, My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser) 32 manga, My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser) 32 online, My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser) 32 bab, My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser) 32 chapter, My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser) 32 high quality, My Pet is A Holy Maiden Chapter 32 (Teaser) 32 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of