My Pet Is a Holy Maiden Chapter 33

Dibaca 679 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Chapter 33 Keluarga Sang Earl Gargadon

Penerjemah: niznet
Penyunting: VinsAriez

Sehari setelah Tatsumi bertemu dengan preman yang tidak dikenal itu.

Tatsumi, dan Calcedonia pergi ke tempat Giuseppe dan menjelaskan tentang hal yang terjadi kemarin.

 

“Ho ho! Jadi mereka sudah bergerak, kah?”

 

Entah kenapa, Giuseppe mulai tertawa bahagia setelah mendengar laporan Tatsumi

 

“M-maaf?, Giuseppe? Apakah kau tahu tentang masalah ini…?”

 

“Ya! sebenarnya aku tahu, Tapi aku baru tahu ini kemarin. Calsey, apa kau tahu, seseorang yang bernama Lalaic Gargadon?”

 

“Lalaic… Gargadon… ya?”

 

Memiringkan kepalanya, Calcedonia merenung sebentar. Dan Tatsumi yang tidak ditanyai, jelas tidak tahu orang yang dimaksudkan. Giuseppe menatap tajam ke arah Calcedonia dengan alis matanya yang mengerling seolah-olah dia sedang menunggu jawabannya.

 

“…… Maaf, tapi aku tidak ingat nama tersebut. Namun, menyebutkan Gargadon… Apakah yang kakek maksud, keluarga bangsawan Gargadon? Aku tidak tahu bahwa keluarga Gargadon, ada seseorang yang  bernama Lalaic.”

 

Setelah menilai jika Calcedonia tidak membohonginya, untuk suatu alasan Giuseppe memandang ke arah langit-langit, dan menutup kedua matanya dengan tangannya.

“………………………………………………………………………… Jadi bukan masalah suka atau tidak suka ya… Yah, ini membuatku terkejut. Menyedihkan sekali, aku mungkin mulai merasa kasihan pada anak itu”

 

Giuseppe tentu tahu tentang kebenarannya, jika Calcedonia berapa kali menerima lamaran pernikahan dari Lalaic. Dan dia juga tahu, jika Calcedonia sendiri mengetahui bahwa dia mendapatkan proposal pernikahan yang banyak sekali dari sana-sini, karena semua lamaran itu ditujukan kepadanya.

 

Tapi meski begitu, baginya tidak ingat namanya, apa kesan yang ia tinggalkan terlalu sedikit? Tidak! Bukan berarti dia tidak meninggalkan kesan sedikitpun  sama sekali.

 

“Ingatlah, dari semua lamaran pernikahan yang Kau dapatkan dari sana, seharusnya ada yang berasal dari putra sulung keluarga Gargadon, kan? Ialah yang bernama Lalaic.”

 

Dia sekali lagi mengingat-ingat yang diingatnya, dan ekspresinya tiba-tiba tersadar seperti bola lampu yang baru Menyala.

 

“Ah! Aku ingat. Setelah memikirkannya lagi, aku menerima beberapa lamaran darinya, kan?”

 

Meskipun dia pernah melamarnya, dia memerlukan waktu yang lama hanya untuk mengingat tentangnya! Sebagai sesama laki-laki, Tatsumi bahkan mulai bersimpati kepada Lalaic.

 

Tapi ini dan itu adalah dua hal yang berbeda. Melihat dari Arah percakapan ini berjalan, tidak diragukan lagi jika Lalaic lah dalang dari kejadian kemarin.

 

“Jika orang yang dipanggil Lalaic ini, berarti …?”

 

“Tak diragukan lagi! Bahwa Lalaic lah yang menyuruh orang-orang kemaren itu untuk mengincar menantu. Dan tujuannya adalah—“

 

Tatapan Giuseppe tidak mengarah ke  Tatsumi, tapi Calcedonia.

 

“Gara-gara lamaran  ditolak berkali-kali oleh Chiiko, dia ingin mencelakaiku.”

(*ED: yg nolak siapa, Yang kena siapa,-) (*TL: nah, wkwkwk)

 

“Kemungkinannya begitu. Lebih tepatnya, dia mungkin ingin memisahkanmu dari Calsey dengan cara mencelakakaimu dan kemudian mengambil posisi menantu sebagai suaminya.”

 

Bahkan, jika secara kebetulan berhasil memisahkan Calcedonia dengan Tatsumi, menilai dari perasaan Calcedonia, kesempatan dia menjadi pasangan berikutnya adalah nol.

Jadi mungkin ada yang bertanya, apa gunanya dia melakukan semua ini?

Tatsumi memiringkan kepalanya karena bingung selagi memikirkan itu.

Tentu pertanyaan ini tidak akan pernah terjawab karena dia tidak pernah berpikir sama seperti Lalaic, hanya karena dia jatuh cinta dengan Calcedonia bukan berarti Calcedonia juga jatuh cinta padanya.

Selain itu, tidak mungkin mereka membiarkan Lalaic berbuat sesuka hatinya lagi

 

“Lalu, apa yang harus kita lakukan Mulai sekarang.?”

 

Dari apa yang Giuseppe katakan pada mereka berdua, tidak mungkin Lalaic akan berhenti hanya dengan, Usaha seperti kemarin. Yang menjadi pertanyaan sebenarnya, adalah bagaimana cara mereka menangani masalah ini.

 

Kalau itu, aku sudah punya rencana. Aku juga sedikit kesal pada anak muda yang tidak pernah belajar ini. Aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberinya pelajaran yang berharga. Tapi untuk melakukannya, aku perlu kerja sama menantu dan Calsey. Khususnya, kau menantu, Aku ingin kau bekerja sedikit keras untuk ini… Apa kau tidak masalah dengan itu?”

 

“tentu saja, Selama aku bisa. Jadi apa yang harus kulakukan?”

 

“Aku juga akan berusaha yang terbaik! Orang yang serakah itu beraninya mencelakakan masterku!! Aku tidak akan memaafkannya!!”

 

Perlahan-lahan, tubuh Calcedonia mengeluarkan aura sihir yang ekstrim.

 

Dan entah kenapa karena aura yang dikeluarkan olehnya, tidak sengaja membuat wajah Tatsumi berubah menjadi kaku.

“Ya ampun gadis ini, setiap kali ada masalah yang menyangkut menantu, kau selalu bersikap seperti ini. Tapi, untuk saat ini kita harus melakukan sesuatu sambil mengamati pihak lain. Kita akan terus-menerus menekan lawan. Semakin banyak kita melakukannya, kemungkinan Lalaic secara pribadi akan bergerak. Saat itu terjadi, kalian berdua harus bergerak berhati-hati. Ingat, tidak peduli apapun itu, jangan beri mereka kesempatan untuk mengambil keuntungan dari ini.”

Diberi Nasehat oleh Giuseppe yang kelihatannya sedang serius pada masalah ini, Tatsumi dan Calcedonia mengangguk.

 

***

 

 

“Apa Maksudnya Ini!!”

 

Lalaic melemparkan, cangkir yang berisi anggur kualitas tinggi, ke kaki pelayan

 

“Kenapa? Kenapa rencanaku tidak berjalan lancar!?”

 

 

Cangkir yang dilemparkannya ke lantai hancur menjadi pecahan-pecahan kecil yang berkilauan.

 

Teapi, Lalaic saat ini sama sekali tidak peduli.

 

Dengan wajah menunjukkan ketidaksenangan, ekspresi marahnya yang kacau, semakin menjadi saat ia  mulai menginjak pecahan gelasnya, yang menjadi potongan-potongan lebih kecil dengan kakinya.

 

Rencana Lalaic pastinya untuk mencelakai Tatsumi.

 

Dia menyuruh penjahat profesional dan preman untuk mencelakai Tatsumi berkali-kali, tapi entah mengapa Tatsumi selalu berhasil melarikan diri tanpa terluka sedikitpun.

 

 

Dia ingin memasang jebakan dengan menggunakan wanita penggoda atau mengawal dan kemudian mengancam Tatsumi menggunakan bukti perselingkuhan, tapi percobaan ditempat pertama, Tatsumi tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti itu.

 

Setelah itu, Lalaic juga mengutus beberapa orang langsung ke Tatsumi —Tentu mereka menyembunyikan identitas jika mereka utusan dari Keluarga Gargadon— untuk memberinya sebuah tas yang penuh dengan koin perak dan menyuruhnya untuk berpisah dengan << Holy Maiden >>, tapi Tatsumi langsung menolaknya, seolah-olah koin perak itu tidak punya nilai di matanya.

 

 

Selalu dicelakai dan diperangkap dalam  jebakan daya tarik gadis yang mematikan, Tatsumi pastinya akan meninggalkan posisinya. Lalu Setelah itu dia dengan senang hati, menerima 1 tas penuh berisi koin sebagai berkah terakhirnya, kemudian melarikan diri dari Ibukota.

 

Ini adalah rencana yang lalaic pikirkan dengan sembarangan.

 

 

 

Dan jelas tidak ada satupun, yang berhasil dari rencana si egois ini, dia Terlalu bodoh untuk mengapai kesuksesan??

 

“Kenapa!? Kenapa tidak ada yang berjalan lancar seperti yang kukira!?”

 

Karena rencana berpikirnya yang ‘hati-hati’ tidak berhasil sama sekali, Lalaic berteriak-teriak dan memaki-maki dalam kegilaan dengan air liur yang terbang ke mana-mana sambil menghentakkan kakinya ke lantai.

 

 

Yang Saat ini, tidak ada orang disekitarnya, Baik pelayan pribadinya ataupun  anggota keluarganya karena mereka takut dengan kemarahannya dan lebih memilih untuk menjahuinya.

 

Lalaic sendirian dan mengamuk di kamarnya.

 

Furnitur dan hiasan yang rusak dari amukannya pada hari-hari sebelumnya, semuanya sudah diganti dengan benda-benda yang lebih mahal. Hari ini, dia menganhurkanya lagi.

 

Tepat saat dia selesai menghancurkan setengah dari benda-benda di kamarnya.

 

Pintu kamarnya terbuka dan ada lelaki dan wanita masuk.

 

“Apa yang kau lakukan Lalaic! Apa kau melihat semua pelayan di sini ketakutan!!?”

 

“Ya ampun… Lala sayangku, kenapa kamarmu berantakan lagi…

 

“A-Ayah… Ibu…”

 

Orang yang memasuki kamar  adalah pasangan paruh baya. Lelaki itu adalah kepala keluarga Gargadon saat ini, Almond Gargadon. Sedangkan wanita itu adalah istrinya, Schercrya Gargadon. Dan mereka adalah orang tua Lalaic.

 

 

Almond, meski tubuhnya tidak begitu tinggi, tetapi dia punya tubuh yang Atletis. Dibandingkan dengan dia, istrinya Schecrya, meski tidak setinggi dirinya, namun berat badannya dua kali lipat lebih jauh dari tubuh besarnya itu, dan juga dia mengenakan berbagai perhiasan yang mengkilap.

 

“I-Ibuuuuuuuuuuuuuuu!! Calcedoniaku…. Calcedoniaaaaaaku!!”

 

Lalaic tiba-tiba berteriak dan melompat ke lengan ibunya —yang   besar???

 

Dan Schecrya dengan penuh kasih sayang membelai, Kepala putranya seolah dia masih anak kecil.

 

Meskipun adegan ini terlihat seperti gambaran keluarga yang bahagia, mengingat usia dan status orang-orang yang terlibat, para pembaca yang ada malah merasa  itu lebih menjijikan daripada bahagia.

 

“ya ampun, cup cup, tidak apa-apa kok menangis, Lala sayang. Ibu akan selalu berada di sisimu.”

 

“Uh… uh!! Terima kasih, Ibu!! T-tapi… Calcedoniaku… dia tidak akan menikah denganku… A-Aku  tahu dia juga jatuh cinta padaku… Dia pasti… Aku yakin, penjahat yang bernama Tatsumi itu menipunya, dia mengancamnya….!!”

(ED: ane ampe bingung ama ni orang,-) (TL: wkwkwkwk,-)

 

 

“Tentu saja.Tidak mungkin gadis manapun tidak menyukai Lalaku yang manis ini. Aku yakin kalau itu persis  seperti yang Lala katakan.”

 

Seorang ibu pasti akan memanjakan putranya, tidak peduli apa yang terjadi. Melihat itu, Almond membuka mulutnya sebagai suami maupun ayah.

 

“Meski katamu begitu, Lalaic. Aku sudah mendengar tentang pertunangan Tatsumi dan Nona Calcedonia ini sendiri. Mereka mengatakan kalau hubungan mereka sangat harmonis. Dan bahkan yang mulia Tuan Chrysophrase sendiri sudah memberikan stample emas untuk pertunangan mereka. Untuk berani menolak atas pernikahan yang disetujui secara pribadi oleh Paus tertinggi dari kuil suci[2] yang melayani dewa pernikahan adalah-“

 

“Tutup lutmu!! Bisakah  melihat bagaimana menderitanya anakmu sendiri!? Bahkan setelah-… bahkan setelah putramu menangis seperti ini, apa kau tidak ingin membantunya!?”

 

“T-Tidak… Bukankah Lalaic sudah berumur lebih dari 20 tahun?  Kalau dia  masih anak-anak, itu tidak masalah, tapi sekarang dia sudah dewasa, untuk terlalu memanjakanya seperti ini…”

 

“Cukup!! Aku tidak akan bergantung padamu!! Astaga sayang, meski kamu berbakat dalam menghasilkan uang, tapi tidak merasakan kesedihan pada penderitaan putramu…!!!”

 

Sambil memeluk Lalaic, Schecrya mulai menjadi marah lalu menghentakan kakinya ke lantai.

 

Jika Tatsumi melihat pertengkaran  ini, dia pasti akan berpikir tentang seorang pegulat sumo yang melakukan ‘Shiko’ sambil berteriak.

 

“Serahkan semuanya pada ibu, Lala. Ibu akan segera menemui Tuan Chrysophrase dan memintanya untuk menikahkan Nona Calcedonia denganmu. Jika itu yang mulia, dia tidak akan mengabaikan kekuatan keluarga Gargadon kita. Dia pasti akan setuju.”

(ED : Family strenght?)

 

“Ya… Yah!! Tolong, Ibu!!”

 

Ibu dan anak itu saling memeluk lagi. Melihat pemandangan itu, sang ayah tidak bisa berbuat apa-apa selain mengeluarkan napas mendesah.

 

Keluarga Gargadon merupakan sebuah keluarga Earl sekarang, sebelumnya di generasi ayah Almond, gelar keluarganya adalah Viscount.

 

Tapi, meski kedudukan mereka di dalam tingkatan bangsawan tidak begitu tinggi, pengaruh mereka jelas masuk ke dalam salah satu peringkat teratas.

 

Mereka kaya dengan hasil tambang bijih vein yang melimpah disekitar wilayahnya, Dan hasil tambang yang melimpah itu menjadi kekayaan wilayah Gargadon

 

Dan ini semua berkat kerja keras dari kepala keluarga saat ini, Almond Gargadon.

 

Atas perintahnya, para pekerja dan bawahan yang bekerja di bawah Earl, bekerja siang dan malam untuk mengolah semua bijih, menjadi senjata, baju baja dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

 

Almond tidak hanya memprioritaskan pengolahan bijih saja, tapi juga melatih para pekerja dan pandai besi dengan baik. Berkatnya, produk-produk logam dari wilayah Gargadon menjadi terkenal tidak di dalam negeri, tapi juga di kerajaan-kerajaan lain.

 

Almond juga mengirim banyak senjata dan armor[1] ke kerajaan sebagai upeti yang meningkatkan kedudukan mereka dalam kasta sosial. Akhirnya, atas perintah raja, keluarganya dipromosikan dari Viscount menjadi Earl.

 

Disisi lain, kedudukan keluarga Schercrya adalah Marquis dan mereka adalah kerabat jauh dari keluarga almond. Tapi meski mereka berkedudukan sebagai Marquis, reputasi mereka sama sekali tidak bagus.

 

Mereka sangat cocok dengan gambaran seorang bangsawan buruk. Mereka tidak bekerja keras untuk meningkatkan wilayah mereka dan justru mereka hanya menggendutkan diri dengan memeras rakyatnya.

 

Mereka tidak mempunyai keistimewaan dalam diri mereka, dan berakhir memborong semua produk liar sampai tidak ada yang tersisa. Pada akhirnya mereka jatuh menjadi Keluarga Miskin

 

Keluarga sang Earl yang punya status lebih rendah tapi punya lebih banyak uang, dan keluarga sang Marquis yang punya status lebih tinggi tapi tidak punya uang sama sekali. Dalam suatu arti bisa dikatakan kalau 2 keluarga ini saling terhubung oleh pernikahan adalah takdir.

 

Meski dia seorang bangsawan, Schecrya selalu menjalani kehidupan yang sederhana karena kemiskinan keluarganya. Namun kemudian nasibnya berubah seketika melalui pernikahan

 

 

Awalnya dia tidak mau menikah dengan keluarga yang berkudukan lebih rendah. Tapi setelah menikah dan menjalani kehidupan yang mewah, dia terpesona dengannya.

 

Meski itu adalah pernikahan politik, Almond sangat mencintai istrinya. Jadi dia mendengarkan apa pun yang dikatakannya, dan akhirnya mendapatkan apa pun yang diinginkannya

 

Tapi baru tersadar sekarang setelah, sekian lama ia menyadarinya, apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan total. Dan dia sangat menyesalinya.

 

Karena dia adalah putri dari keluarga bangsawan yang berkedudukan tinggi, Schecrya sangat sombong dan egois melebihi batas. Tapi saat keluarganya jatuh miskin, ia biasanya, mengendalikan perilakunya .

 

Jadi setelah menikah dengan keluarga yang kaya, sifat aslinya kembali muncul dan semakin menjadi-jadi.

Suaminya mendengarkan apapun yang ia katakan.

Dia membelikan apapun yang ia inginkan.

 

Kebenaran ini juga memberinya kebebasan pada sifat asli egoisnya. (*TN: huh, singkatnya makin jadi seenak jidat.)

(*ED, Ane rada kzl ama, ibu anak satu ini)

 

Meski Almond sudah menyadari sifat asli Schecrya, dia tetap membiarkannya saja karena, Dia selalu sibuk dengan pekerjaanya sebagai penguasa wilayah, dan dia berpikir setelah mereka mempunyai seorang anak, sifat egoisnya akan sembuh dengan sendirinya.

 

 

Seorang ibu secara alami kehilangan keegoisannya setelah anaknya lahir. Karena tidak peduli apa perasaan seorang ibu terhadap anaknya yang baru lahir, ia akan selalu memprioritaskannya.

 

Tapi itu tidak berjalan seperti yang diharapkan Almond. Bahkan setelah anak itu lahir, Schecrya sama sekali tidak berubah. Justru sebaliknya, ia membesarkan anaknya dengan sangat memanjakannya. Dan anak itu mendapatkan Sifat ibunya dan berkembang dengan karakter yang sama persis dengan ibunya.

 

Bahkan jika di dunia yang berbeda, fakta jika bayi akan mengikuti jejak orang tuanya tidak akan pernah berubah.

 

Begitulah bagaimana seorang anak — Lalaic Gargadon tumbuh menjadi manusia egois yang sangat manja. Karena tidak peduli seberapa ketatnya Almond, Schecrya selalu memanjakannya seolah untuk mengalahkan semua ketegasan Almond.

 

 

***

 

Kuil suci Savaiv dikelilingi oleh tembok. Gerbang utama dan gerbang belakang adalah satu-satunya caramu untuk masuk atau pergi.

 

Karena tempat itu adalah kuil suci, tentu saja dindingnya tidak setinggi langit dan jika ada seseorang yang berkemampuan atletik yang bagus, dia bisa melompati atau bahkan memanjatnya.

 

Namun bait kuil suci dianggap sebagai rumah Tuhan yang suci, jadi hampir tidak ada orang yang melakukan tindakan kasar seperti itu. Mereka yang akan memasuki kuil suci dengan senang hati menggunakan gerbang utama.

 

Sedangkan, gerbang belakang sebagian besar digunakan oleh pedagang yang mengirim pasokan seperti makanan dan kayu bakar kedalam kuil suci.

 

Tatsumi yang melangkah keluar dari gerbang utama, melihat sekeliling dengan hati-hati.

 

 

Beberapa hari sebelumnya, preman dan penjahat akan mengelilinginya setiap saat dia pergi keluar dari kuil suci.

Yang menjadi alasan kenapa orang-orang itu tidak masuk ke dalam gerbang karena jika mereka menyebabkan masalah didalam kuil suci, para kesatria   pendeta tidak akan mengampuni mereka.

 

Tatsumi tentu tahu apa yang nantinya akan di lakukan oleh orang-orang itu, jadi jika dia melihat mereka datang, ia bisa mengambil keputusan cepat dan melarikan diri, atau mundur kembali ke dalam kuil suci dan menyelinap kabur menggunakan gerbang belakang.

 

Setelah mengecek sekitarnya beberapa kali, dia memutuskan semuanya baik-baik saja dan menengok kembali ke gerbang utama.

 

“Aman, Chiiko. Sepertinya mereka tidak terlihat ada disini hari ini.”

 

Setelah mendengar suara tatsumi, Calcedonia keluar dari gerbang dan dengan cepat menyusul ke Tatsumi.

 

Setelah diperingatkan oleh Giuseppe,nagar lebih waspada, kedua orang ini mulai pulang ke rumah bersama-sama tidak seperti sebelumnya.

 

“Tapi master, kamu tidak usah terlalu tegang… Selama aku disini, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh sehelai rambut ditubuhmu, tau? Kalau mereka masih ada, dan selama mereka tidak mati, aku akan menghajar mereka dengan sihirku…”

 

“Gak, gak, gak, bentar. Meski mereka preman, tapi kan mereka hanya disewa oleh orang lain. Tidak perlu melakukan hal ekstrim itu ke mereka.”

 

“Astaga.. Baiklah karena master yang mengatakanya untuk tidak melakukannya, tapi…”

 

Calcedonia cemberut karena tak puas,  lalu begitu Tatsumi mulai berjalan, ia mengikutinya dari belakang.

 

Dan saat dia terpikirkan sesuatu, dia dengan cepat belari kearahnya dan memeluk tangan kanannya dan meremasnya ke dadanya.

 

 

“Eh…? C-Chiiko? A-apa yang tiba-tiba kau lakukan!?

 

 

Tatsumi berteriak tentang  apa yang baru saja terjadi. Dan Calcedonia membalasnya dengan nada manis.

 

“Kalau aku menempel dekat master seperti ini, aku bisa melindungimu lebih baik!!”

Dengan tersenyum. Dan berubah menjadi senyuman bahagia.

 

“Kalau seperti ini, maka aku bisa menggunakan tubuhku untuk melindungi master!!…. Dan bukannya ini jadi lebih hangat?”

 

“Tidak, kamu tidak perlu menggunakan tubuhmu untuk melindungiku… D-Dan yah, kurasa benar, ini lebih hangat…”

 

Berkata begitu, si Tatsumi yang merasa tidak nyaman mulai berjalan pulang bersama Calcedonia.

Mereka tentunya sudah hafal dan terbiasa dengan rute pulang dari kuil suci,

Dan setiap kali mereka berjalan pulang bersama, biasanya mereka akan melakukan ini, memeluk lengannya. Mungkin karena itu, semua pemilik toko dan pedagang di pinggir jalan itu serta pejalan kaki yang melewati mereka selalu melihat mereka dengan tatapan mesra.

 

Hubungan harmonis antara sang << Holy Maiden >> dari kuil suci Savaiv dengan sang misterius ‘Berambut hitam dan bermata hitam serta lebih muda darinya’ sudah lama menjadi pemandangan biasa bagi sebagian penduduk Levantes.


[1] Armor: Baju besi/baja. Saya akan menggunakan kata ini agar lebih enak menyebutnya.

[2] Bait suci diubah ke Kuil Suci.

tags: baca novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, web novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, light novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, baca My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 33, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 33 manga, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 33 online, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 33 bab, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 33 chapter, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 33 high quality, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 33 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!