My Pet Is a Holy Maiden Chapter 34

Dibaca 702 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: VinsAriez
Penyunting: VinsAriez
Korektor: –

Chapter 34 – Menyusun Jaring

Hari itu,

Sejumlah pria mengelilingi Tatsumi yang hendak pulang ketika ia baru keluar dari gerbang bait.

Tatsumi  pernah mengingat semua wajah orang ini setidaknya sekali. Tapi saat ini, Terlihat Ketidaksabaran dari wajah mereka semua.

“Kali ini, jangan pikir kau bisa melarikan diri! Jika kita tidak melakukan sesuatu padamu, kami akan menjadi acar!”

Sepertinya majikan mereka, Lalaic. merasa tidak puas pada preman ini, karena mereka tidak bisa menunjukkan hasil apapun setelah semua ini.

Sampai hari ini, Tatsumi selalu kabur dari mereka.

Meskipun ada pesan Giuseppe, bahkan untuk Tatsumi yang tidak tahan jika harus berurusan setiap hari dengan preman seperti ini,

Tapi itu semua sudah berakhir sekarang. Karena Giuseppe memberinya saran baru, kalau dia tidak perlu kabur lagi.

 

“Ahh. Pada saat yang tepat, akhirnya kalian muncul juga. Karena akan merepotkan jika aku harus mencarimu ke seluruh kota.”

Tatsumi mengatakanya sambil tertawa, meski  dia sedang dikerubungi oleh mereka.

Mereka ragu mengapa Tatsumi begitu tenang dalam situasi ini. Tapi orang-orang ini adalah orang-orang yang melakukan sesuatu tanpa berfikir dulu, jadi mereka tak tahu sebabnya.

 

“Huuuuhuh? apa yang kau tertawakan bocah? Ayo ikut dengan paman ini sekarang! Jika tidak mau  mendengarkan apa yang kami katakan, kami akan membiarkanmu pergi setelah mengancurkan salah satu anggota tubuhmu .”

 

“Tidak!  orang yang akan menemani aku adalah kalian.”

Hanya itu saja yang Tatsumi katakan.

Lalu Beberapa ksatria pendeta bersenjata penuh,  keluar dari gerbang utama yang berada dibelakang Tatsumi,

Tak peduli seyakin apa mereka. tidak mungkin preman jalanan itu akan menjadi lawan ksatria pendeta yang sepenuhnya bersenjata.

Awalnya preman itu melawan balik ksatria pendeta dengan keras, tapi pada akhirnya mereka kalah dalam waktu yang singkat

.

“Yo Tatsumi. Kerja bagus! Seperti yang direncanakan disini.”

Orang yang memanggilnya adalah kenalanya. Dia juga menyadari rencana Giuseppe, sehingga dia menunggu hari ini untuk mengambil tindakan

“Aku telah merepotkanmu dengan masalah ini. Dan Sepertinya tuan Giuseppe telah selesai dengan persiapan di sisi kanannya?”

 

” jujur saja, agak menyebalkan melihat orang-orang ini berkeliaran di sekitar gerbang bait. Kami juga mendapat keluhan dari kota, juga para Jemaat dan, Akhirnya dengan senang hati kami menangani kekacauan ini.”

 

“Terima kasih.”

 

“Apaaa, tak perlu sebegitunya itu. Kami juga tahu beberapa hari yang lalu, begitu sengsaranya kau. Tentu ada orang yang tidak merestui hubunganmu dengan nona Calcedonia. Tapi setidaknya kami semua ada di sisimu, ingatlah itu Oke…?”

 

Masing-masing dari ksatria yang ikut dalam operasi, mengacungkan Jempol keTatsumi.

” jika kita berlatih dengan Tatsumi, kita bisa Disembuhkan oleh Nona Calcedonia sendiri. Jadi kita juga bersenang-senang.”

 

” seperti yang kau lihat! Tujuanku yang sebenarnya yaitu sembuhkan oleh Nona Calcedonia,jadi  jangan salah paham, aku tak melakukanya untukmu!”

 

“Dengan Kata lain, apa kau tak mulai berciuman denganya saat kamu mendengar seseorang ingin membuat Tatsumi dan Nona Calcedonia berpisah?

 

“Ap-!? T-T-Tidak, I-tu adalah!? M-maksudku dia berlatih bersama kami dan … Y-ya dan aku adalah Pendeta bait savaiv! Aku tidak akan membiarkan seseorang melakukan poligami Dengan embel-embel nama cinta !!”

 

Ksatria itu berbicara di antara mereka sendiri dengan ringan.

Tapi Tatsumi bersyukur sekali lagi untuk Para Senior yang mau membantunya,.

********

Sehari setelah Tatsumi dan ksatria Pendeta mengatas gangguan di depan gerbang bait.

Dipagi hari. Terlebih dahulu Giuseppe bertemu dengan tamu yang datang mengunjunginya.

Giuseppe berharap orang ini untuk segera menemuinya, tapi dia tidakakan terburu-buru.

“Selamat datang di bait savaiv, Madam Gargadon”

 

Di Salah satu, kamar tamu didalam bait, Setelah masuk, Giuseppe dengan sopan menyambut tamu.

bersama dengan orang yang dia bawa, Giuseppe menyapanya sambil berdiri, menyambut tamu yang menunggu diruangan itu.

“Maafkan kami karena berkunjung mendadak tanpa mengabari sebelumnya, maafkan kekasaran kami.”

—— Jika kau berpikir demikian, maka kabari kami sebelumnya. Dan tidak bisakah kau memikirkanya dulu sebelum datang?

Saat menggerutu di dalam hatinya, Giuseppe dengan senyuman sopan  mempersilahkan Madam Gargadon – Schecrya Gargadon untuk duduk.

(*TLn : yang sabar kek, ngadepin Ibu anak yg To*olnya minta ampun 🙂 )

 

“Dan, Apa yang membuat Madam datang kemari hari ini?”

” Ya..!Paus tertinggi. Alasan saya datang hari ini adalah untuk secara formal menetapkan tanggal untuk upacara pernikahan putri Anda yang diadopsi, nona Calcedonia dan putraku,  Lalaic? Pewaris Rumah Gargadon selanjutnya.”

Schecrya duduk di kursi saat menjatuhkan tubuh raksasanya, dia mengatakanya dengan dengan senyuman berani.

***

 

—–Diwaktu yang sama, Ditempat yang lainya.

 

Ada yang tak diduga datang mengunjungi dari Wilayah Gargadon, begitu juga anak laki-laki tua yang menunggu di luar.

“Maafkan aku untuk kunjungan yang mendadak ini, Earl Gargadon.”

“T-tidak,Tak Apa-apa. Jadi, Madam ada urusan bisnis apa hari ini…?”

 

Earl Almond Gargadon menyeka keringatnya di depan tamu hari ini. Tamu yang terlalu penting. Sehingga dia tak berani menyinggung Perasaanya..

 

“Sebenarnya, ini tentang istri dan anak laki-lakimu. Mungkin kau punya waktu luang membahas perihal ini  denganku?”

Mantan Duchess, Eleesha Cuoletto mengatakan kepada Earl dengan tatapanbyang parah dan suara  dingin.

***

“Ho Ho! Memutuskan pertunangan untuk menikahi anak perempuanku dan anakmu kau bilang? Tapi, ini adalah pertama kalinya saya mendengar Nona Calcedonia ingin menikah.”

 

Giuseppe sengaja mempermaikan pelamar bodoh ini.

 

“Oh, begitulah? Tapi saya pernah mendengar dari anak saya, Nona Calcedonia mempunyai hubungan menderita bersama dengan pria itu. Dan bukankah paus tertinggi di bait Savaiv untuk membantu menikahkan orang-orang yang saling mencintai kan? Jadi saya kesini untuk meminta izin memberkati dua orang muda kedalam kehidupan yang bahagia.  tentu saja, rumah Gargadon juga akan membantu sebanyaknya. Ini hal yang benar bagi bait suci. ………… Saya juga menyiapkan banyak hadiah untuk anda, secara pribadi menunjukkan rasa tanggung jawab saya. Paus tertinggi mungkin harus tahu bahwa mengikat hubungan darah dengan keluarga Gargadon sama sekali tidak buruk kan?”

Dengan suara yang nyaring, pipi gemuk Schecrya menyeringai dari samping. Giuseppe kesulitan menilai itu bahwa dia ‘tersenyum’

 

“Oh, kau bilang hadiah khusus untukku?”

 

Setelah Giuseppe mengangkat bahunya seolah-olah dia tertarik, pipi Schecrya jadi semakin naik.

 

“Ya, tentu saja saya telah mempersiapkan banyak hal yang sesuai untuk Paus tertinggi.”

 

Schecrya menoleh kebelakang, dimana orang yang bersamanya tadi berdiri disana, Dan orang itu mengeluarkan kantung dari sebuah karung besar. Saat berjalan, ada suara berdencing  yang berasal dari dalam kantung itu.

“Tolong, pastikan sendiri,Lord Chrysophrase

Pelayan diam-diam menyodorkan kantung itu, sementara Schecrya mendesak Giuseppe.

(TLn: Pffft, Kekayanmu Tak seberapa dibandingkan dgn MC sebelah, cek list “HZD”.)

 

Dan kemudian, Giuseppe meraih tangannya ke tas dengan ekspresi bahagia.

(TLn : Percayalah, Pemimpin agama itu kuat imanya :d )

***

 

Saat ibunya, Schecrya berbicara dengan Giuseppe, Lalaic menunggunya Di ruangan Sebelah…

 

Seorang pendeta muda menuangkan teh untuk Lalaic yang merupakan tamu, dan lalu meninggalkan ruangan tanpa suara.

Tapi Lalai tidak sabar menunggu ibunya kembali

Dan karakter yang tidak sabaran lalaic, tidak mungkin baginya untuk menunggi lama. Meski dia sadar bahwa ia tidak bisa mengamuk di tempat ini.

(TLn : Kalo ini kudu Dipancal)

 

Yang lalaic lakukan hanyalah berdiri dan duduk secara berulang-ulangi. Dia berkali-kali berputar mengelilingi ruangan. Semua ini untuk mengalihkan perhatiannya dari kebosanan menunggu…

Saat dia melakukan itu, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka,

 

“Permisi. Adakah seseorang yang bernama Lalaic Gargadon disini”

 

Wajah Lalaic langsung jadi Girang ketika dia mendengar suara itu untuk pertama kalinya. Ia tidak pernah lupa akan suara itu.

Lalaic buru-buru melompat ke pintu dan membukanya. Lalu mengonfirmasi bahwa itu dia..

“I-ini Saya?  ini tidak salah lagi ,Nona Calcedonia, ini-sudah lama sekali!”

“Ya, sudah.Tuan Lalaic.”

“J-jadi, mengapa Nona calcedonia kemari”

Lalaic menunjukan ekspresi senangnya, lalu bertanya dengan tenang

“Kakek menyuruhku untuk mengobrol menemani Tuan Lalaic  karena menunggu diruang tamu itu sangat membosankan. Apa anda tak mau?”

“T-tentu saja, duduklah, meski ruangan ini kecil, tapi bagus.”

Lupa kalau ini adalah sebuah ruangan di dalam bait, lalaic melupakan bahwa ini Ruangan Didalam bait dan mempersilahkan Calcedonia Masuk seolah-olah ia adalah tuan rumah

“Sebenarnya aku juga membawa beberapa pastry untuk untuk anda, Apakah Tuan lalaic mau mencicipinya?”

“T-tentu saja, Jika itu pastry Buatan Nona calcedonia sendiri, dengan senang hati aku akan mencicipinya”

Mengangguk, lalu Calcedonia berbalik dan menepuk tanganya.

Menanggapi tepukan tangan itu,, tiga pendeta laki-laki memasuki ruangan sambil membawa keranjang berisikan teh dan pastry.

Pendeta itu kemudian mulai menyiapkan teh untuk mereka berdua seperti Pelayanya sendiri

Lalaic  yang seorang bangsawan, sudah biasa dengan sikap itu, dan tanpa basa-basi mereka ia mulai mencicipi pastry buatan tangan yang dibuat oleh calcedonia sendiri.

Pasbsaat itu, bibir Calcedona tersungging menjadi senyuman yang sangat berarti.

(TLn : MANTAB!1!1)

***

.

Giuseppe menerima karungnya, lalu menggoyangkanya seolah-olah memastikan beratnya.

Dan kemudian, dia menatap kearah Schecrya

Dan seolah Schecrya mengerti apa yang dimaksud.dia memberi isyarat pada pelayanya lagi.

Lalu Pelayan itu mengambil kantung yang sama dari karung tersebut, dan membawanya ke Giuseppe diiringi suara berdencing.

Melihatnya, Giuseppe menyeringai, Schecrya mulai tersenyum dengan apa yang barusan itu..

Tapi Giuseppe tiba-tiba melemparkan karung kebawah meja.

Kantung terbuka, lalu koin perak keluar dari mulut karung dan berjatuhan ke lantai

Tak memikirkan itu, Schecrya Menatap tajam ke Giuseppe.

Ketika itu, Giuseppe terlihat tersenyum dan tak menyembuyinkan senyumnya

– Apa yang tak disukainya?

Schecrya mencoba tuk segera mencari tahu alasanya

Apakah koinya masih kurang? Atau apa dia menginginkan sesuatu selain uang?

Kemudian ia teringat, Paus tertinggi yang  terkenal akan koleksi perangkat penyegel sihirnya. Apa dia tak puas kalau dia tidak menerima perangkat penyegel

sepertinya Schecrya bergumam dengan hal-hal di atas.

 

Lalu terdengar Suara dalam seperti itu berasal dari dalam lubang bumi yang bergema di telinganya

“… Apakah kau mencoba menipu ku”

“Eh? T-tidak, Aku tak M-memiliki keberanian untuk melakukan itu.

Schecrya tersenyuman tak tulus dari terkejutannya. kemudian suara petir membelah bumi terdengar ke telinganya.

“kau, dasar Penipuuuuuuu!!”

***

 

Lalaic memakan pastry Buatan Calcedonia sendiri dan mengobrol santai denganya

Ketika itu, Ia mendengar Suara Seperti dewa yang murka dari suatu tempat Didalam bait.

“A-apakah Suara seperti itu ada didunia ini”

“Mungkin, seseorang telah berhasil membuat sesorang yang tidak pernah marah, menjadi kemarahan yang hebat”

Setelah mendengar suara itu, lalaic tersentak dari kursi lalu berdiri dan terlihat gelisah. Disisi lain, hanya Calcedonia yang tenang sambil Meneguk teh dari cangkirnya

“A-apa! M-membuat marah seseorang yang tak pernah marah”

Lalai berdiri, namun tiba-tiba merasakann pusing dan tubuhnya sedikit berguncang lalu kemudian Dia ambruk di lantai.

“I-ini…..!?”

“Itu hanya sedikit obat bius. Tapi tidak terlalu kuat. yakinlah karena pengaruhnya akan segera usai.

Calcedonia mengatakan itu dengan wajah yang tenang, kemudian para pendeta di belakangnya berbalik.

“Baiklah kalau begitu, Tuan Verse, Dan tuan Niez, Lakukan sesuai dengan Rencana”

(TLn: ORYEAAH, MAMPOES KAU GBLK)

 

“Baiklah, Nona Calcedonia”

“Aku serahkan itu padamu”

Lalu Calcedonia  meminta bantuan 2 dari 3 pendeta. Niez dan Verse mengeluarkan tali yang disembunyikan dari kereta saji, dan mengikat lalaic yang pingsan akibat pengaruh obat bius.

“Apa maksudnya ini, Calcedonia!? Kenapa kau tega meracuni Lalaic terkasihmu seperti ini…?”

(Tln: Terkasih Ndasmu Njengat)

 

“Tentu saja, sebagai seseorang yang melayani dewa, menyalahgunakan obat bius adalah tindakan yang  tak Etis.. Tapi memakai memakainya dengan metode yang benar untuk menangani masalah ini adalah suatu karunia kebijaksanaan manusia, bukankah begitu? Lagipula kau bukan orang yang aku kasihan jikalau aku meracunimu.. “

(TLn: I loved Obsesive yandere 🙂 )

 

Calcedonia tersenyum manis. Tapi Lalaic bisa melihat dengan jelas Aura pembunuh yang tersembunyi dibalik senyumannya, dan kemudian ia berkeringat dingin akan hal itu.

 

“Oh iya, itu benar, kau bertanya mengapa aku  memakai obat bius itu? Karena sangat menyusahkan juka kau tibak-tiba Bertindak kasar seperti Isu yang aku ketahui? Tentang Tabiatmu menghancurkan segala sesuatu dikamarmu saat kau Kesal. Karena itulah kami mencegah kau merusak semua Properti bait yang mahal di ruangan ini karena kami menggunakanya untuk Menerima tamu Bangsawa. Dan jug-“

Mendadak.

Calcedonia menyipitkan mata merah rubynya yang penuh Arti dengan niat membunuh  yang dingin.

“-hanya satu orang yang paling aku cintai di dunia ini. Dan aku tidak akan pernah jatuh cinta selain padanya, jadi Tolong jangan berfikir  egois memutuskan tentang SIAPA YANG AKU CINTAI ATAU TIDAK…!”

Karena Calcedonia memandangnya dengan Tatapan dingin dan memancarkan keinginanya untuk menghabisinya, lalu Niez Menjejali mulut Lalaic dengan Kain Lusuh.

Tapi pada saat Niez mengesekusinya. Tiba-tiba tubuhnya mulai menggigil seolah-olah sedang mendengarkan ceramah iblis yang menakutkan.

Selepas itu, Calcedonia berdiri dan berjalan ke arah pendeta yang berdiri di belakangnya.

Sepertinya pendeta terakhir ini hanya berdiri dibelakang Calcedonia selama ini, untuk mengantisipasi Kalau lalaic mulai memberontak dan menyerangnya.

Lalu Calcedonia dengan senang hati menempel memeluk pendeta itu.

“Seseorang yang paling aku cintai.. Berada disini~.”

Berbeda dari yang sebelumnya. senyumnya yang saat ini bagaikan bunga sihir yang cerah seperti baru mekar.

Lalu seolah-olah memamerkanya ke lalaic, Calcedonia mencium pipi Pendeta– Tatsumi dengan bibir merah mudanya yang merona…

(Tln : Asque bosque :v)

tags: baca novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, web novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, light novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, baca My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 34, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 34 manga, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 34 online, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 34 bab, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 34 chapter, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 34 high quality, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 34 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!