My Pet Is a Holy Maiden Chapter 35

Dibaca 853 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: VinsAriez
Penyunting: VinsAriez
Korektor: niznet

Chapter 35 – Pernyataan dan Kemarahan

Kepala keluarga Gargadon yang sekarang. Almond Gargadon mendengar suara kereta kuda yang berjalan semakin menjauh dan menjauh.

Beberapa saat yang lalu, yang duduk di depan matanya adalah orang yang bisa menyingkirkan keluarga Gargadon dari negara ini, dan dipelototi dengan mata begitu dingin olehnya. Almond sudah siap keluarganya runtuh, tepat saat ini.

 

“Meski kau menjadi Penguasa Feodal yang luar biasa, tapi sebagai orang tua dan suami Kau kurang tegas, kan?”

“S-saya sangat senang atas pujian Anda. mantan Duchess, Couletto.”

“Kau adalah kepala Gargadon, kan? maka kau seharusnya memperlakukan anak dan istrimu dengan sikap lebih tegas?”

(TLn: mampos kena marah :v)

 

“S-seperti yang Anda katakan. Tapi istri saya adalah … dia berasal dari seorang keluarga marquis. Yang lebih tinggi dari kita, dan juga daripada gelar Gargadon saya juga … Dan oleh karena itu, jika saya mengatakan …”

 

“Sudah kukatakan apa yang kau lakukan itu salah. Tidak peduli kalau wanita itu dari keluarga mana. Jika dia dinikahi seseorang, maka dia harus patuh kepada suaminya apapun alasannya. Sebagai suami, Bukannya itu merupakan tugasmu untuk memperbaiki kesalahan istri?”

 

Di Kerajaan Larfofiely. Kedudukan seorang wanita tidak tinggi.

Putri seorang bangsawan tidak akan pernah menjadi penerus nama keluarga mereka. Meskipun ada beberapa hal yang jarang terjadi ketika istri menikahi bangsawan dan mendapatkan beberapa hal kembali, kebanyakannya yaitu di mana seorang pria menikahi suatu keluarga, dan berhasil menjadi penerus nama keluarga tersebut.

 

Jika tidak ada pilihan selain menjadikan seorang wanita penerus keluarga. Ia tidak pernah menikah dan berpura-pura menjadi janda, menggantikan posisi almarhum suaminya sebagai kepala keluarga.

“Selain itu, seharusnya kau menjadi lebih tegas dalam membimbing anakmu? Disaat dia mulai menghancurkan kamarnya karena kesal egoisnya tak keturutan. Aku tidak bisa memanggilnya seorang pria di hadapan orang lain.”

 

“K-kenapa mantan Duchess bisa mengetahuinya…?”

Seperti yang diduga dari orang dewasa yang bertingkah seperti bocah dan mulai mengacak-ngacak sekitarnya disaat marah, itu sangat buruk terhadap reputasinya.

 

Sebab karena itulah, kebiasaan lalaic seharusnya menjadi rahasia yang diketahui oleh sang Earl dan beberapa penguasa didekatnya.

 

“Hal seperti itu bisa saja aku mendapatkanya. Tolong jangan merendahkan wanita tua ini terlalu besar..”

 

“Tolong maafkan atas ketidaksopanan saya… Mungkin karena pengaruh dari ibunya, jadi anak saya tidak peduli sama sekali apa yang saya katakan….”

(TLn : Lu lihat² kemana coeg)

“Itulah kenapa aku bilang kau sudah gagal sebagai ayah!”

Disentak oleh Eleesha seperti itu, Almond terkejut menjatuhkan bahunya.

“Selepas ini, aku akan menemui anak dan istrimu untuk bicara, tapi.. Bersiaplah untuk skenario terburuknya. ”

Sebuah kalimat yang menegaskan hukuman mati.

Meninggalkan Almond yang termenung, mantan Duchess memasuki kereta dan kembali ke Levantes.

Dan akhirnya, pemandangan bangunan raksasa bait suci Savaiv terlihat dari dalam kereta.

***

Seluruh ruang tamu bergetar karena ada suara kemarahan.

Atau begitulah ilusi mata yang diciptakan dari  kemarahan yang dilepaskan Giuseppe.

Schecrya yang terjatuh dari kursi mewah dengan mata yang pudar karena kemarahannya.

“Apa bedebah sepertimu berpikir aku orang yang mudah disogok dengan uang. Dan juga kau berpikir kalau aku mata duitan yang akan menukar cucuku tersayang dengan koin-koin itu. Aku adalah Paus Savaiv, jangan samakan aku, Giussepe Chryshoprase dengan manusia sepertimu, meremehkan itu ada batasnya, kau membuat lelucon!!.”

 

“H-Hiiiiii…..!!!!”

 

Tersentak karena kemarahan yang tiba-tiba, Schecrya terjengkang kebelakang, dan merangkak ke sudut ruangan.

Bahkan pelayan yang bersamanya tak luput,  karena dia di dekat Giuseppe dengan wajahnya yang membiru ketakutan.

Saat Giuseppe menatap cemas Schecrya yang merangkak seperti babi bertubuh gembrot.  Dia memanggil pendeta kuil yang sedang menunggu di luar ruangan.

“Sekarang kau bawa bocah goblok dari madam babi ini kehadapanku yang seharusnya terkena perangkap Calsey sekarang..!”

 

Mendengar jejak langkah menjauh setelah itu, Giuseppe lalu menatap Schecrya yang menggigil disudut ruangan.

 

“Tolong maafkan aku karena memanggilmu madam babi barusan.”

(TLn : gausah dimaafin kek)

 

Mendengar permintaan maaf tak diduga dari Giuseppe saat ini, Schecrya menjadi lega.

 

“T.. T-tidak, a-aku adalah yang …”

 

Tapi kemudian,  Giuseppe menundukan kepalanya bukan kepada Schecrya, tapi sepertinya pada seseorang yang berada tempat lain.

“Mungkin tuan-tuan perkumpulan babi tersinggung. Maafkan saya, sebagaimana saya Giuseppe meminta maaf dari lubuk hati yang terdalam..”

Giuseppe berbicara dengan kehampaan?

(TLn : kok gw merinding yak :v )

 

Setelah itu dia melempar tatapan lebih dingin pada Schecrya yang hanya gemetaran di salah satu sudut, karena dia menjadi sesuatu yang lebih rendah dari pada babi.

 

*****

Tanpa ketukan, pintu ruang tamu terbuka lalu seorang pemuda dilemparkan ke dalam.

Pemuda itu diikat tali dan mulutnya disumpal dengan kain lusuh.

Setelah mengetahui pemuda tergeletak di lantai, Schecrya yang gemetar karena takut membelakan matanya berdiri, lalu bergegas ke pemuda itu

“La……La-lala!? Siapa yang berani melakukan hal kejam ini pada lalaku tersayang!, aku takkan memaafkanmu!”

 

Dengan mata yang penuh kemarahan,  dia mengarahkan tatapannya ke pintu itu.

Di sana, dia melihat seorang pemuda dan gadis yang berdiri di depan pintu. Tentu saja, mereka Tatsumi dan Calcedonia.

Giuseppe yang tersenyum kecut sampai saat itu, berubah seketika melihat mereka berdua.

“Kerja bagus. Aku sudah menyelesaikan bagianku. Lalu sekarang-”

Ekspresinya sekali lagi berubah saat dia menatap Lalaic yang tergeletak di lantai, tapi kain lusuh dimulutnya sudah dilepas, dan Schecrya yang berlutut di samping dan memeluknya seperti bayi.

 

“Karena semua belum berkumpul, mari kita dengar apa yang kau katakan tentang dirimu, Lalaic, aku dengar dari ibumu kalau kau dan Calsey saling mencintai. Hanya saja, kapan tepatnya? Aku adalah orang yang melayani dewa pernikahan, dan aku takkan memisahkan orang yang saling mencintai. Jadi apa alasan kau berpikir jika kau dan Calsey saling mencintai.!”

Giuseppe melototi dingin pada ibu dan anak yang terduduk di lantai.

Tatsumi sekali lagi menyadari bahwa status Paus tertinggi bukan hanya omongan belaka, dan Nada bicaranya halus tapi mempunyai tekanan di dalamnya.

“M-maaf atas kelancangan saya. Saya yakin kalau Dewa besar Savaiv juga menyadari bahwa kami saling mencintai, sampai sekarang pun aku masih mencintainya, dan tak mungkin dia tidak mencintaiku…. Benarkan. Nona Calcedonia …?”

 

“I-itu benar!! Jika Lalaku begitu mencintai seorang gadis, tidak mungkin ada seorang gadis tak akan mencintainya!! Tolong buatlah kakekmu mengetahui perasaanmu yang sebenarnya. Nona Calcedonia!! Katakan kalau kamu mencintai lala, maka aku akan menyambutmu sebagai pengantin keluarga Gargadon dengan tangan terbuka!!”

Calcedonia tersenyum manis ke arah ibu dan anak yang terduduk dilantai.

“Ya. Aku sangat mencintainya..”

Mendengar itu dari Calcedonia, wajah ibu dan anaknya menjadi berseri senang.

Tapi itu hanya berlaku beberapa saat.

“Tapi.. Seperti yang kukatan tadi, orang yang aku cintai bukan tuan lalaic..!”

 

“A-apa yang kau katakan Nona Calcedonia? Apa yang tak kau sukai dari lalaku.?”

 

Tidak percaya apa yang baru saja didengar Schecrya. Giuseppe sepertinya sedikit kaget dari apa barusan.

Dan Calcedonia meneruskan ucapanya tanpa menggubris Lalaic yang tercengang, dan Schecrya menjerit-jerit seperti orang gila.

“Orang itu … aku ingat, sejak aku masih sangat kecil, dia selalu disisiku, menyuapiku, dan memberiku minum. Dia membesarkanku dengan cinta. Saat itu aku merasa tak sehat setelah mencoba keluar dari telur tapi tersumbat, dan dia membawaku ke dokter meskipun di tengah malam. Saat aku begitu mungil….sampai sekarang, dialah satu-satunya yang paling aku cintai..”

“A-ap-? T-Telur..!”

” A-apa…. Yang kau katakan..?”

Calcedonia berbicara sambil memeluk tubuhnya, seperti seorang gadis yang bermimpi manis.

 

Tapi, ibu dan anak Gargadon tak paham sama sekali apa yang Calcedonia katakan dengan ekspresi tercengang.

Disisi lain, satu-satunya orang yang tahu apa yang dikatakanya, Tatsumi mendesah ‘Ah! Seperti dia sedang bernostalgia ketika itu~’.

 

Itu ketika Calcedonia… Bukan, Burung Beo, Chiiko hidup bersama Tatsumi dan keluarganya…

Dimasa lalu pada jam 10 malam- itu ketika chiiko akan menetas dari telur, tapi tersumbat lapisan tubal dan terjatuh.

 

Beo adalah burung yang digemari semua orang, karena mereka tidak gampang sakit, dan mudah berkembang biak. Tapi mereka bermasalah dengan penyumbatan telur.

Dan Chiiko masa lalu terjadi sebuah insiden saat telurnya tersangkut.

Dan itu bukan penyumbatan telur normal, yang dimana lapisan tubalnya pun didorong keluar dari tubuhnya.

Melihat itu, Tatsumi langsung pergi mencari buku telepon untuk menghubungi dokter hewan.

Tapi tetangganya yang merupakan dokter hewan yang lebih spesialis pada anjing dan kucing, dan sebagian besar sudah tutup pada saat itu.

Setelah membuka buku telepon sekali lagi dengan panik. Dia dan keluarganya menemukan rumah sakit jauh yang seharusnya tetap terbuka saat menangani kasus darurat. Jadi Tatsumi membawa Chiiko ditangannya dan masuk ke mobil ayahnya. Walau hari sudah larut malam, tapi mereka langsung melaju ke sana.

Karena mereka sudah memberitahukan kondisi Chiiko, tanpa peduli hari sudah berganti, staf rumah sakit bergegas ke Tatsumi dan keluarganya ke bagian Penerimaan.

Dan entah bagaimana Chiiko bisa selamat dari situasi yang berbahaya itu.

 

Setelah itu, Tatsumi mendengar apa yang dikatakan dokter hewan, jika Chiiko tetap begitu dengan Tuba keluar dari cangkang semalaman, dia bisa mati keesokan harinya.

..

Bahkan saat Tatsumi terlarut dalam  masa lalunya, dan Bernostalgia, Calcedonia terus berbicara.

“Bukanya sudah kukatakan ini, Tuan Lalaic? Tatsumi Yamagata, adalah orang yang sangat aku cintai!.”

“A-Apa yang kau katakan, Calcedonia!! Pria itu hanyalah Pendeta biasa? Mengapa kau tidak memilihku,  pewaris bergengsi Gargadon, tapi malah rakyat biasa? …!”

“I-itu benar! Bagaimanapun kau tak bisa membandingkan pria itu dengan Lalaku,! Jadi mengapa!”

 

Sepertinya efek obat biusnya sudah habis, dalam keadaan terikat, dia panik, dan berusaha berdiri dengan bantuan Schecrya

Keduanya benar-benar percaya bahwa kalau Tatsumi puas, dan lalaic dengan segala caranya.

 

“Aha… Aku tahu! Kau bajingan yang menipu Calcedonia kan? Atau kau mengancamnya kan! Bajingan sialan, dasar hina! Aku akan membebaskan Calcedonia sekarang!! Aku bersedia menyerahkan semua uangku padamu. Ambil uang ini, dan pergilah dari sini secepatnya…”

 

“I-itu benar! Dan itulah yang diduga dari orang biasa Negara lain !! Tak masalah. Sebutkan hargamu, kami akan membayarnya. Dan setelah itu, kau keluar harus dari kota ini … Tidak! Tinggalkan negara ini untuk selamanya!! Ini perintah dari Madam Gargadon!! Sebagai rakyat biasa, kau tidak bisa melawan bangsawan, kan?”

“Ciuman yang kau lakukan tadi. Kau memaksa Calcedonia kan!! Betapa rendahnya !!”

 

Selanjutnya, meraih kesimpulan bahwa ibu dan anak itu bereaksi seperti mereka mendapatkannya. Lalu  Tatsumi sudah mulai merasakan sakit kepala.

 

“Aku tak pernah memaksa atau menipu Calcedonia, aku menganggapnya sebagai seseorang yang penting bagiku!”

Tatsumi membalasnya sambil menggeleng karena sakit kepala.

Calcedonia yang berada disisinya, wajahnya merona dengan suara *paaaaa* saat dia menatap Tatsumi dengan gembira.

Bahkan orang idiot pun bisa tahu setelah melihat Calcedonia seperti itu, kalau dia tidak diancam oleh Tatsumi.

Tapi tentu saja pengecualian pada ibu dan anak Gargadon untuk hal seperti itu.

(TLn : Ketolololan yg HQQ)

 

“Humph, siapapun bisa mendapat apapun yang mereka inginkan!. Jika kau tak meninggalkan kota, tak peduli aku bersumpah akan menggunakan semua kekuatan Gargadon untuk menyingkirkan keberadaanmu !! Juga di kerajaan  tidak akan ada tempat bagimu di kerajaan Largiofiely!!”

 

“Itu benar! Melawan Gargadon sama saja menentang seluruh kerajaan Larfofiely. Karena kau telah melakukan kejahatan tingkat nasional!”

 

Itu harapanku.

Tatsumi menjawab yakin setelah mendengar ucapan ibu dan anak Gargadon.

Keduanya tinggal di dunia mereka sendiri. Dan tidak ada keraguan sedikitpun kalau dunia yang di diami mereka itu tak berputar.

(Maksudnya : yang diatas gk slamanya diatas, akan berputar terus)

 

Tak peduli apa yang dikatakan Tatsumi, mereka tetap takan bisa mengerti. Tidak, mereka bahkan tak berusaha tuk mengerti.

Tatsumi yang biasanya tenang mulai jengkel, dihadapan ibu dan anak yang sibuk sendiri, tatsumi mulai meluapkan rasa kesalnya.

 

“…… Jadi kenapa kalian tak melakukanya sekarang, kenapa kau hanya peduli dirimu sendiri? Apa itu dua orang dewasa… Apa bangsawan seharusnya sewenang-wenang terhadap orang lain…”

Suara Tatsumi begitu lirih sampai terdengar seperti akan mati. Di saat yang sama, pancaran cahaya emas mulai mengalir dari tubuhnya.

Giuseppe dan Calcedonia yang dapat merasakan Mana, mereka bisa mengerti betapa marahnya Tatsumi dari Mana yang ia lepaskan.

Tapi untuk ibu dan anak yang tidak bisa merasakannya, mereka tak tau apapun.

“Ya Lord! Rakyat biasa berbicara dengan bangsawan memakai nada seperti itu ………  Tuan Chrysophrase !! Apakah Anda dengar apa yang dikatakan orang ini? Untuk rakyat biasa yang menentang bangsawan! Ini adalah kejahatan. Sekarang, Yang mulia paus. Tolong tindaki orang bodoh ini!”

“Itu memang benar! Apa yang kau lakukan sama saja meludahi wajah Gargadon … Tidak, seluruh kerajaan Largofiely !! dan kau akan mendapat hukuman yang setimpal! Ini akhirmu!!”

Ibu dan anak menang pendapat, tapi begitu ceroboh karena menggunakan peraturan yang dianggap kejahatan bagi rakyat biasa.

 

“Jadi apa … … Begitu besarnya perasaanku pada Chiiko, aku tak akan mundur walau lawanku seorang bangsawan atau kerajaan… Aku tak berniat menyangkal perasaanku, tidak sedikit pun! Pengkhianat nasional? Tak peduli walau kerajaan menjadi musuhku! Aku akan tetap setia pada perasaanku !!”

Tatsumi dengan menyatakan keyakinanya.!

Mendengar apa yang dikatakan Tatsumi, Giuseppe mengangguk sangat puas, dan Calcedonia menangis bahagia dengan wajah tersipu merona.

Ibu dan anak gargadon menatap Tatsumi dengan napas terengah-engah.

Bagi mereka, melihat orang biasa bertekat seperti itu, pasti memiliki tekad sejati, dan serta alasanya, bisa disebut “kebijaksanaan”

Dan kemudian,

pintu ke ruangan tiba-tiba terbuka, lalu wanita tua melaju sabil bertepuk tangan bahagia.

tags: baca novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, web novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, light novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, novel My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia, baca My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 35, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 35 manga, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 35 online, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 35 bab, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 35 chapter, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 35 high quality, My Pet Is a Holy Maiden Bahasa Indonesia 35 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!