I’m as Zero From horizon and Dawn For The Reason of new life Chapter 2

Dibaca 723 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Chapter 2.

Permulaan dengan partner baru.

 

[Tidak Begitu buruk reaksinya-Haah…!]

 

Muncul di Tengah keramaian dari tempat yang tak terduga, dia menjadi pusat perhatian  sekitarnya untuk kedua kalinya,

 

[Hahh..! Terpentingi, Letak Teritoritic Tak berubah.]

 

Mengabaikan sekitarnya, kemudian Riesse berjalan keluar dari keramaian tempat perdagangan.

setelah menghindari keramaian tempat perdagangan dan tatapan Umum yang tertuju padanya, Riesse, berjalan tanpa arah lalu tanpa disadari, ia sampai di tempat yang lumayan tinggi, yang sepertinya dekat pusat kota.!

Saat Dia menikmati pemandangan kota bagian timur, dan kemudian Ia mendengar Suara bel sekolah berbunyi, Riesse pun menoleh kebelakang.

Dan banyak murid yang telah keluar dari gedung sekolah Elite Tingkat Lanjut, usai sudah kelas hari ini.

sesuatu yang  mencolok dari pasangan Murid Sekolah bangsawan yang berjalan melewatinya…

Si perempuan, mengenakan Bluss Putih dengan Sweater, dan prianya mengenakan celana hitam dengan sweater yang sama..

 

[, Denz, akhir pekan ini, apa kamu sibuk?]

Tanya gadis itu pada kekasihnya yang bernama Denz, yang sepertinya bangsawan juga.

[Ah, Rena, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan Itu]

Denz membalas rena, yang sepertinya Tiba-tiba mengatakan sesuatu.

[Tak apan, aku cuma ingin kita berdua melihat matahari terbenam di Taman hutan,

Dengan gugup, rena mengutarakan keinginanya kepada Denz

[Ahh, Taman hutan ya]

Tiba-tiba denz teringat sesuatu

[Ya, taman kota,]

Rena ikut menimpali jawaban denz yang tiba-tiba.

[ “terbenamnya matahari di Laut Yggdrasil”]

Rena mengatakanya lagi, kali ini laut, matahari,terbenam,

Saat mendengar Itu, Riesse menoleh kekiri, dan memangil gadis yang bernama rena itu,

 

[Hey.!Tunggu sebentar]

 

Riesse kemudian Berjalan Beberapa langkah menyusul pasangan itu, dan gadis itu menoleh kebelakang,

 

[ apa kau tahu, Dimana arah ke pohon taman]

Riesse menanyai mereka Dengan senyum Baik, tetapi gadis yang bernama rena itu, tersipu malu saat melihat Riesse, dan menjawabnya dengan Gugup,

 

[ I-ikuti, Jalan ini, lalu D-disebuah belokan, kearah Barat Terus]

 

[Lurus kearah Barat ya]

 

Riesse menyelesaikan kalimatnya sambil mengingat-ingat Sesuatu,

 

[B-benar,,,]

Rena masih menjawabnya dengam gugup,

 

[Ah, Baik nona, Terima kasih,]

Itu senyuman mematikan yang meluluhkan hati gadis manapun,

Denz yang melihat sikap rena berubah kerena Riesse menjadi Khawatir, bahwa kekasinya akan dicuri darinya..

Dan Riesse Berjalan sedikit kebarat lalu mengAktifkan Gate,

Setelah itu….

 

Beberapa waktu berlalu, Ia hampir sampai di taman hutan setelah memakai gate dan sedikit berjalan,

 

[Kuku.! Melihat terbenamnya matahari dari sini, mungkin belum kurasakan sebelumnya,]

 

Riesse yang mengingat suasana terbenamnya matahari, saat dia menyaksikanya Dari Ketinggian di Anchestryn. Lalu sekarang ia ingin merasakan bagaimana nuansa melihat matahari terbenam selain dari Langit langsung di Anchestryn,

 

[Dunia yang berubah, memang menarik–]

*DHHHUUUAANNGG*

 

Saat dia baru saja berjalan beberapa langkah kedalam hutan, terdengar suara benturan keras  dari dalam hutan,

 

[Benturan ini!, sepertinya sebuah pertarungan sedang berlangsung disana]

 

Setelah mendengar itu, Riesse langsung menggunakan Onx, dan menuju kearah sumber suara itu untuk memastikanya..?

Beberapa waktu kemudian…

 

Terlihat Pecahan Partikel berkumpul dengan cepat disatu tempat dan membentuk tubuh seseorang, Itu Riesse, ia lalu mendekati arah dimana itu berasal, dan menemukanya.

Setelah mendekati sumber benturan itu, dia mengamatinya dengan Long Sense,

 

Terlihat seorang gadis Sedang bertarung dengan pria yang memakai Topeng wyvern,

Terlihat Gadis itu sudah tak berdaya melawanya, Dia sudah terpojokkk..?

 

 

 

**********

 

 

 

[Ggggrrrrhh….!Keparat.. Siapa  yang memberi Kontrak pada kalian ]

*ZRRRAASSSH*

 

Seorang gadis berambut perak terlihat putus asa mengayunkan senjatanya kearah seseorang pria yang memakai Topeng Wyvern yang menutupi matanya, tetapi ditangkisnya ..

*GRRUUINNG*

 

[Guhahaha,  kalian para Aristokrat, kami telah muak berada dibawah kalian, kami akan menyingkirkan para Klan Aristokrat lalu merevolusi tatanan dunia dan galaksi ini!..]

 

Gadis Dengan penampilan sekitar 19 tahun, Rambut perak selutut dan iris mata berwarna biru laut,  ia kini sedang, memegang sabit besar yang memancarkan Enchra terkonsentrasi lebih banyak Dari bilah sabitnya.

 

[Kalian benar-benar keparat.!] *ZRAASH*

 

Lalu gadis menebaskan gelombang Enhcra Terkonsentrasi dari bilahnya, kearah pria bertopeng, tetapi…

 

[Shock Wave shield]

*ZrRraaang*

 

[Guhaaak–]

[JJRRASH]

 

Saat berlari menuju kearah pria bertopeng, dia menerima serangannya yang dipantulkan, walaupun menahanya menggunakan sabitnya, ia tidak cukup kuat dan, terkena serangan pantulanya sendiri lalu terpental kebelakang, arah pepohonan..

*Greeezz, Dum Dum Dum*

 

Pohon  menjadi hancur dan debu Berterbangan memenuhi udara di sekitarnya, Sementara itu. Gadis itu mencoba berdiri dengan bantuan pohon patah dibelakangnya, Gaun Biru yang ia kenakan menjadi Lusuh dan telah Sobek sana-sini yang memperlihatkan lekukan tubuh indahnya yang lumayan tergores.

 

[GUAHAHAHA!! Enhcra Yang Dipinjamkanya dengan kontrak memang Luar Biasa]

 

Pria bertopeng itu Tertawa keras setelah melihat kondisi gadis itu yang Memilukan. Ekspresi gadis itu terlihat kesakitan, sementara itu, pria bertopeng mengambil sabit milik gadis itu yang terhempas keatas lalu jatuh didepanya, lalu mendesah dan mengatakan sesuatu.

 

[Hah.!  Seperti Inikah yang disebut sebagai Tier Weapon..]

 

Pria bertopeng  Memutar-mutar sabit milik gadis itu yang, disebut sebagai Tier Weapon, dan mengamatinya..

 

[Kembalikan Itu..]

 

Gadis itu mengatakan dengan suara pelan,

 

[Hah? Barusan. Kau bilang apa]

 

Kemudian Pria bertopeng itu berhenti mengamati Tier weapon, setelah gadis itu mengatakan sesuatu dengan lirih.

 

Lalu gadis itu mengatakanya dengan keras, sambil menahan bagian gaun yang putus, agar tak terbuka,

 

[Kubilang, KEMBALIIKAAN…!!]

 

Lalu pria bertopeng itu tertawa lagi keras dan kemudian ia menyeringai Keji saat menatap gadis yang gaunya telah sobek-sobek itu dengan penuh nafsu..

 

[Guhahaha!! Akan kukembalikan, tetapi setelah semua Pakaianmu Hancuur]

 

Pria bertopeng itu Mengeluarkan Enhcra miliknya lalu memadatkanya dengan Tier Weapon tersebut.

 

[Apa kau yang katakan! kau pikir, kau bisa menggunakan Tier Weapon]

 

Gadis itu tersenyum  sinis saat melihat Pria bertopeng, Itu mulai mengaliri Enhcra miliknya ke Tier weaponya.

 

[Guhahaha.! kau pikir aku yang telah menerima Enchra Aristokrat, Akan hancur saat menggunakan Tier Weapon]

 

Pria Bertopeng tertawa mendengar omongan yang di katakan gadis itu..

 

[Kalau begitu, kita coba saja,]

 

Pria bertopeng ini semakin menjadi-jadi, dan menebaskan Tier weapon itu kearah gadis yang sudah kehabisan Tenaganya, sebuah perbuatan tak Termaafkan..!

*Zraaash*

Gadis itu berusaha menahan serangan Tier Weaponnya, tetapi ia Sudah Kehabisan Tenaga, serta terlalu banyak mengeluarkan Enhcra..

Terhuyung-huyung Setelah serangan pertama, Dan

*Zraaasssh*

Saat serangan kedua, ia terhempas kebelakang,

Dia sudah tidak bisa apa apa lagi.. Ia benar-benar kalah telak,

 

[Inikah Akhir Dari Nasib Halfblood…]

 

Gadis itu mengatakan sebuah kalimat dengan lirih, kemudian Ia, menatap langit sudah mulai petang.

lalu pria itu udah berada didepanya, sambil mengangkat tinggi-tinggi bilah Tier weaponya, dan mulai menebasnya,

Pada saat yang sama, ia memejamkan matanya yang lembab berair, lalu merasakan sesuatu yang melintas dengan cepat didepanya..

Ia melihat laki-laki yang mengenakan mantel hitam berbulu yang Classic, menahan Tier Weaponya dengan tangan kosong tanpa Enhcra..

 

[Beraninya kau mengganggu Ku,]

 

Pria bertopeng ini terkejut dengan kemunculan Riesse secara tiba-tiba, dan menahan Tier Weapon hanya dengan tangan kosong tanpa Menerima sedikiypun Efek destruktifnya..

 

[, menyerang wanita tanpa sejata, apalagi Sudah tak berdaya, Dasar SAMPAH PENGECUT!.]

*GGRRRAAAKKNGGG*

 

Riesse yang Kesal karena pria itu menghajar gadis lemah dan tak bersenjata, lalu Menghancur kan bilah sabit milik gadis itu yang sedang digenggamnya!

 

[A-apa, Tier weapon bisa dihancurkan!]

 

Mata pria terbelak kaget saat hancurnya bilah Tier Weapon…

Kemudian ia mundur  kebelakang dan mengambil jarak, lalu mengeluarkan semua enhcranya,

[Dasar Sok Kuat, terima ini!]

*deadly Arrow*

 

*zraaash zraaaasss DHUAAAAMM*

Ribuan anak panah melesat kearahnya, Riesee tak bergerak atau melakukan sesuatu, dan saat anak panah yang Diterbangkan Pria Bertopeng itu mengenainya dan menimbulkan Asap tebal mengelilinginya,  akan tetap, yang terjadi adalah….

 

[Tcih..!, Asal bicara, lawanmu Siapa–]

 

Asap tebal yang membumbung disektarnya mulai menghilang, ia melihat sesuatu yang ditutupi oleh Enhcra ungu Gelap Ditengahnya, terlihat itu melindunginya dari serangan barusan dan tak terluka sedikitpun,

 

 

[Ini semakin membuatku merasa kesal!!]

 

Ia melepaskan Enhcra Untuk Menjadi Perisai melindunginya., Seketika, Ia melihat kearah Pria yang menyerangnya barusan, Wajahnya berubah Menjadi biru pucat Dan terjatuh sambil memegangi perutnya,,

 

[Tekanan apa ini- Huuueeek, EnhcranyHUEEEKK, Mengerikan]

 

 

Pria itu mengatakanya sambil muntah-muntah karena tekanan Yang dipancarkan Riesse, Ini membuatnya semakin kesal!

 

[Berani kau Muntah didepan Wajah Seseorang]

 

Riesse berjalan kearah pria itu, dia ketakutan saat Riesse mengampirinya, dia memohon ampun padanya agar tidak dibunuh..

 

[Maafkan aku!.. J-jangan Bunuh Aku]

 

[Setelah perbuatanmu, kau sekarang memohon Ampun, Pengecut.]

 

Riesse tak memperdulikan Omongan Pria itu, dan mencengkram wajahnya,

[Ggkkkhh]

 

Lalu ia melepaskan cengkramanya dan pria itu tersungkur, Mulutnya mengeluarkan busa, dan bola matanya memutih diikuti tubuhnya yang mengejang dahsyat, ini diterjadi karena dia mengalami tekanan mental yang Disebabkan Oleh Pancaran enhcra milik Riesse,

 

[Gadis yang malang, sepertinya dia ikut terkena tekanan yang disebakan olehku]

 

Setelah itu, Ia berjalan menghampiri gadis berambut perak yang telah pingsan itu, Gaun yang ia kenakan sudah hampir tak tersisa karena serangan pria itu, dan melepaskan mantelnya untuk menutupi tubuh gadis itu,

Lalu mengambil Tier weapon milik gadis itu, yang Dia hancurkan tadi, dan menyimpanya Di penyimpanan Dimensi milik Riesse,

 

[Huh! Sekerangan sudah malam,]

Riesse yang menyadari hari telah malam, dia kehilangan kesempatan menyaksikan momen terbenamnya matahari di laut Yggdrasil

[Melihat Dari Tier weaponya, sepertinya Gadis ini dari Klan Aristokrat,]

 

Riesee menggendongnya bagaikan Putri, dan meninggalkan Tempat yang telah rusak ini,,

[! Aku harus segera bergegas ke Teritoritic dan menemui Euvros, Terlebih lagi, mungkin dia tahu tentang gadis ini]

 

Riesse langsung menuju Teritoritic memakai Gate, yang dimana sebagian Tier tinggal disana termasuk Euvros, dan gadis ini mungkin salah satu dari 27 Tier…

 

tags: baca novel Horizon Z Dawn, web novel Horizon Z Dawn, light novel Horizon Z Dawn, novel Horizon Z Dawn, baca Horizon Z Dawn 2, Horizon Z Dawn 2 manga, Horizon Z Dawn 2 online, Horizon Z Dawn 2 bab, Horizon Z Dawn 2 chapter, Horizon Z Dawn 2 high quality, Horizon Z Dawn 2 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!