Kusuriya no Hitorigoto Chapter 1

Dibaca 767 orang
Font Size :
Table of Content
Dark Mode
Bagaimana menurutmu tentang situs ini? Berikan ulasanmu disini: Halaman Ulasan
Pengen novel yang kamu sukai disini diprioritaskan? beri komentarmu disini: Halaman Request

Kusuriya no Hitorigoto Chapter 1

Chapter 1: Maomao

Penerjemah: serpentes
Penyunting: AutoCorrect

(Aku mau makan kushiyaki di luar)

Maomao menghela nafas, menatap langit yang mulai senja.

DiSekitarnya terdapat pemandangan yang paling indah, sangat memukau yang pernah dia lihat, dan sekarang tinggallah batu bata lembap yang diselimuti bau tidak sedap.

(Sudah tiga bulan ya? Aku penasaran apakah ayah sudah makan hari ini.)

Bebarapa hari yang lalu, dia diculik oleh gerombolan penculik yang berasal dari desanya, bernama Ichi, Ni dan San, saat dia pergi mencari tanaman obat di hutan.

Saat itu sungguh kejadian yang membuatnya kaget dan kewalahan. Para penculik membawa tawanan wanitanya ke wilayah keluarga kerajaan untuk dipekerjakan, memang hal  ini sudah terjadi untuk waktu yang cukup lama.

Well, setidaknya dia dapat bayaran dan dibolehkan pulang setelah bekerja selama dua tahun. Sungguh bukan perkejaan yang buruk, tapi itu kembali ke pribadi masing-masing pada akhirnya bagaimana meratapi nasib ini.

Kejadian seperti ini agak kurang berkenan untuk Maomao yang terbiasa bekerja sebagai ahli obat-obatan.

Maomao sudah tidak peduli lagi, para penculik tersebut membawa gadis-gadis muda untuk dijual kepada para kasim  istana (laki-laki yang sudah dikebiri) untuk mendapatkan uang yang pada akhirnya digunakan oleh para penculik itu untuk mabuk-mabukan, atau nasib para gadis itu diangkat menjadi anak tiri oleh para kasim tersebut. Apapun alasannya, toh Maomao adalah salah satu yang ikut terculik.

Kalau bukan karena penculikan ini, mungkin tidak pernah terbayang bagaimana rasanya hidup di lingkungan istana.

Para perempuan istana, tubuhnya tertutup gaun yang indah dan diselimuti wewangian parfum dan kosmetik yang terlalu kuat yang meyebabkan rasa tidak nyaman di hidung. Mereka selalu memasang senyum palsu untuk menyenangkan hati para punggawa kerajaan.

Sebagai seorang ahli obat-obatan, Maomao pun berpikir bahwa sesungguhnya tidak ada racun di dunia ini yang seampuh senyum seorang wanita.

Dan kamar mewah dimana para pejabat kerajaan hidup dan rumah bordil di lantai bawah istana sebenarnya tidak ada bedanya, sama-sama busuk.

Dia membawa keranjang cucian yang dia taruh di lantai dan membawanya ke dalam istana.  Halaman dalam istana tidak jauh berbeda daripada sisi luarnya yang sama-sama tidak enak dilihat. Di halaman tersebut ada kolam yang tersusun dari pahatan batu dimana para pelayan, lelaki ataupun wanita mencuci cucian yang banyak setiap harinya.

Bagian dalam istana dilarang dimasuki untuk pria. Hanya bangsawan elit bersama keluarga dekatnya, dan para pria yang sudah dikebiri (kasim) yang boleh masuk. Tentu saja, kebanyakan yang diperbolehkan masuk tentu para pria yang sudah dikebiri sebagai orang kepercayaan kaisar.

Walaupun kalau dipikiri-pikir memang agak aneh, tapi Maomao berpikir mungkin saja ada maksudnya kenapa bisa begitu.

Dia menaruh keranjangnya, dan melihat-lihat ke arah jejeran keranjang di sekitarnya. Isinya bukan lagi cucian kotor tapi baju bersih yang siap dijemur.

Dia melihat ke arah tanda dari papan kayu yang tertempel di keranjang. Masing-masing disana tertulis jenis tumbuhan dan angka.

Di antara para perempuan istana ada juga yang buta huruf, karena beberapa dari mereka adalah  rakyat jelata yang diculik seperti Maomao untuk dibawa ke istana kerajaan, mereka lalu diajarkan tata cara untuk beretika di dalam istana walaupun ttidak terlalu banyak, tetapi jika dipraktekkan lebih susah dari pada teori. Dapat dikatakan pula hanya setengah dari para gadis desa yang pada akhirnya bisa membaca.

Bisa dibilang tindak kejahatan di dalam lingkungan istana sudah sangat besar, semakin banyak dan semakin rendah tabiatnya.

Walaupun belum sebanyak koleksi kaisar yang sebelumnya, akan tetapi yang sekarang sudah ada sebanyak dua ribu permaisuri dan perempuan istana, dan tiga ribu orang kasim yang tinggal di istana kerajaan.

Di istana, Maomao adalah salah satu pelayan yang kedudukannya paling rendah, rendah hingga jabatan pun tak dapat. Dia tidak punya hubungan dengan orang penting; yang biasanya dimiliki oleh gadis-gadis yang diculik agar saling memperkuat kedudukannya . Kalau saja tubuhnya seindah kembang peony dan kulit seputih rembulan, mungkin saja dia diangkat untuk menjadi permaisuri tingkat rendah. Kulit yang tertutup bintik jerawat, dan lengan yang kurus kering bak ranting adalah apa yang Maomao punya.

(Mari selesaikan dengan cepat.)

Saat mencari keranjang dengan penanda bergambar bunga plum dan tertulis “Satu-Tujuh”, dia mulai terburu-buru. Dia ingin segera kembali ke ruangannya sebelum langit mendung mulai hujan.

Pemiliki dari cucian di keranjang ini adalah permaisuri tingkat rendah. Dibandingkan dengan kamar permaisuri rendahan lain, perabotan di ruangannya sebenarnya sangat indah namun warna nya terlalu meriah. Entah bagaimana caranya, pada akhirnya muncul kesan bahwa sang pemilik kamar adalah anak saudagar kaya. Diperbolehkan bagi mereka yang punya jabatan untuk memiliki seorang pelayan wanita; permairsuri paling rendah diijinkan untuk memiliki paling banyak dua. Sehingga pelayan seperti Maomao yang tidak memiliki majikan pada akhirnya hanya dipekerjakan untuk mencuci pakaian kotor seperti yang sedang dia lakukan sekarang ini.

Selir rendahan diberikan ruangan pribadi didalam istana. Akan tetapi letaknya jauh di ujung,  sehingga jarang dilewati oleh kaisar yang lalu lalang di istana. Walaupun demikian, apabila mereka diperintahkan oleh sang kaisar untuk tidur bersama,maka mereka diperbolehkan memilih kamar. Apabila kemudian mereka diperintahkan lagi, maka dapat diartikan kalau dia disukai oleh kaisar dan kedudukannya di istana ikut terangkat.

Di sisi lain, permaisuri yang sudah tidak lagi muda dan tidak ditimang oleh kaisar,  dan selama keluarga mereka tidak punya kekuasaan apapun di istana, akan diturunkan derajatnya. Dalam kasus terburuk, bisa saja mereka dijadikan ‘hadiah’. Tergantung kepada siapa mereka ‘dihadiahkan’; tentu yang paling ditakuti adalah apabila mereka ‘dihadiahkan’ kepada kasim  istana.

Maomao mengetuk pintu perlahan.

“Taruh itu disana.”

Sahut pelayan pribadi perempuan istana

Dari dalam ruangan terlihat seorang permaisuri yang melambaikan gelas berisi wine (jus anggur) yang berbau sungguh manis.

Sebelum menjadi perempuan istana, dia dipuji karena memiliki tubuhnya yang indah. Karena itu, pada akhirnya da hidup seperti katak dalam sumur (T/N: termanjakan dan tertutup pikirannya tanpa peduli penderitaan orang lain). Kamarnya bertaburkan wewangian bunga yang sangat kuat yang membuat Maomao sedikit mual, meski begitu dia nampaknya dia sudah terbiasa dengan wewangian ini.

(Apabila kamu masuk keruangan itu, tidak akan ada yang datang menolongmu kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.)

Maomao mengambil cucian kotor dari ruangan disebelahnya dan kembali ke tempat menyuci.

 

Masih ada cucian lagi yang perlu Maomao bersihkan.

Maomao bersemangat bukan karena dia menyukai pekerjaan tersebut, tetapi karena dia ingin bekerja untuk mendapat bayaran lebih.

Bersikap rajin, adalah sifat yang dimiliki Maomao yang dulunya seorang ahli obat-obatan.

Dia dapat pulang kalau dia bekerja dengan patuh.

Apabila suatu saat dia ditunjuk jadi nyonya simpanan, maka sudah tidak diijinkan lagi baginya untuk pulang.

Agak disayangkan pemikiran Maomao terlalu positive thinking.

Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi besok. Inilah kehidupan.

Dia dirasuki pemikiran yang terlampau jauh kedepan untuk gadis berusia tujuhbelas tahun. Walau begitu pemikiran yang dia miliki tidak akan bisa dikekang.

Rasa ingin tahu dan haus ilmu pengetahuan.

Dan sedikit rasa berkeadilan.

Dalam beberapa hari lagi, Maomao akan dihadapkan hal yang aneh.

Kematian beruntun bayi yang lahir di istana.

Di istana, hal ini disebut ‘Kutukan Selur Pendahulu’. Bagi Maomao walaupun aneh, tapi dia yakin mampu mencari tahu penyebabnya

Di istana oriental, kasim itu kayak mentri pelayan kaisar tapi dikebiri, alias penisnya dipotong supaya mereka melayani kaisar tanpa kebawa nafsu.

Maksudnya praktik nepotisme.

Kasim biasanya memperlakukan mereka seperti budak.

tags: baca novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, web novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, light novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, baca Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 1, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 1 manga, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 1 online, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 1 bab, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 1 chapter, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 1 high quality, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 1 manga scan, ,
Table of Content

Tinggalkan Komentar untuk Dukung Kami!

avatar
  Ikuti  
Notify of