Kusuriya no Hitorigoto Chapter 4

Dibaca 657 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia

Chapter 4: Senyum Gadis Langit

Penerjemah: serpentes
Penyunting: AutoCorrect

Berita tentang kematian putra mahkota sudah mulai disebarluaskan melalui black bands saat makan malam.

Istana bersedih selama seminggu penuh.

Ketika istana sedang bersedih daging di hilangkan dari menu makan siangnya., Maomao sesekali mengerucutkan bibirnya karena  tidak ada yang enak.

Pelayan rendahan hanya diberi makan dua kali sehari, dengan menu makanan berupa bubur sereal dan sup. Sesekali mereka ditraktir dengan ditambah menu sayur-mayur. Porsi makanan Maomao cukup untuk tubuhnya yang kurus, tetapi seringkali Maomao kelaparan karena menurutnya porsinya yang sedikit.

Pasti ada kejadian yang terjadi apabila para pelayan berkumpul bersama.

Ketika ada yang terlahir sebagai rakyat jelata, maka ada pula yang terlahir sebagai gadis kota. Walau cuma sedikit ada pula anak-anak pejabat. Mengingat orang tuanya pejabat, mereka seharusnya diperlakukan lebih layak, alasan mereka bekerja di sini sebagai pelayan dan bagaimana mereka dibesarkan menjadi bahan perbincangan. Gadis yang tidak bisa membaca dan menulis mustahil diangkat menjadi permaisuri yang diperlakukan lebih baik dari pelayan.

Menjadi permaisuri adalah suatu pekerjaan.

(Jadi, menjadi permaisuri ataupun pelayan sebenarnya tidak ada bedanya?)

Maomao mengetahui penyebab kematian putra mahkota.

Permaisuri Rifa dan pembantunya menggunakan bedak muka dengan boros. Padahal barang itu cukup mahal dan tidak sembarang orang dapat memiliki.

Bedak tersebut juga digunakan pelacur kelas atas di rumah bordil. Pelacur yang penghasilan semalamnya setara dengan kerja keras petani seumur hidupnya juga memakai bedak. Ada yang menggunakan bedak tersebut untuk dirinya sendiri ada pula yang diberikan sebagai hadiah.

Pelacur yang tidak sengaja menggunakan bedak terlalu banyak menyebabkan kulitnya mengalami kerusakan, bahkan beberapa diantaranya ada yang tewas.

Walaupun ayah sudah memperingatkan mereka untuk berhenti, mereka tetap saja memakai bedak tersebut dengan selampangan.

Maomao juga telah menyaksikan banyak pelacur tersebut mati karena kehilangan berat badan dan lesu lemas saat dirawat ayahnya.

Mereka bersusah payah untuk hidup kaya dan cantik, namun pada akhirnya mereka kehilangan dua-duanya.

Karena itulah Maomao meninggalkan pesan kepada kedua permaisuri. Yha, lagipula Maomao juga tidak berpikir ada yang mempercayai peringatan seorang pelayan yang bahkan tidak punya pena dan kertas.

Istana sudah berhenti bersedih, ditandai dengan sudah tidak adanya black bands (?)  di istana, Maomao mendengar kabar tentang permaisuri Gyokuyou. Nampaknya setelah kematian putra mahkota, kaisar semakin sayang dengan princess yang masih hidup.

Malah, katanya kaisar tidak mengunjungi permaisuri Rifa yang baru kehilangan anaknya.

(Alangkan nyamannya.)

Maomao menelan sup yang agak berbau amis ikan dan kemudian kembali ke tempat kerjanya dimana ia merapihkan perabotan meja.

“Aku disuruh menghadap?”

Maomao yang sedang membawa keranjang cucian tiba-tiba disuruh menghadap oleh seroang kasim.

Panggilan tersebut dari Kepala Pejabat Istana di ruangannya di bagian tengah istana.

Pejabat istana adalah salah satu dari tiga penguasa di dalam istana, kata seorang perempuan istana. Dua lainnya adalah pejabat dalam negri (?), permaisuri yang memiliki ruangan sendiri, dan para kasim, yang sama kedudukannya sebagai departemen pelayanan istana (?).

(Apa mau mereka?)

Kasim tersebut juga berbicara dengan para pelayan di sekitar Maomao. Sepertinya tidak cuma dia yang dipanggil.

Pasti karena mereka sedang butuh bantuan.

Maomao meninggalkan keranjang di depan ruangan dan mulai mengikuti kasim.

Ruangan Kepala istana terletak dekat dengan gerbang utama, yang merupakan salah satu dari empat gerbang yang menghubungkan dalam istana dan luarnya. Kaisar tentu akan melewati gerbang ini saat masuk ke dalam istana.

Maomao mungkin sedang diperintahkan untuk menghadap, tetapi tempat ia dipanggil bukannlah tempat yang nyaman dikunjungi. Tetapi tempat yang tinggi kedudukannya.

Walaupun terlihat biasa saja dibandingkan bangunan lain di dalam istana, tetapi bangunan tersebut dipahat dengan sangat megah daripada bangunan milik permaisuri tingkat menengah. Setiap senti susur tangan dipahat, dan tiang tiang dililit oleh pahatan naga yang sungguh seperti naga sungguhan.

Saat Maomao mulai masuk, dia melihat ruangan tersebut hanya terisi satu meja yang besar. Tidak seperti yang dibayangkan. Ada sekitar sepuluh pelayan yang dipanggil, tidak terhitung yang datang bersama Maomao. Raut wajah mereka bervariasi dari yang kurang nyaman, mewanti-wanti hingga senang bahagia.

“Ya, kita selesai. Kalian semua boleh kembali sekarang.”

(Hah?)

Pertemuan tersebut tiba-tiba saja dipotong. Sekarang hanya Maomao yang ada di ruangan, sementara pelayan lain dipersilahkan keluar sambil bertanya-tanya.

Walaupun ruangan tersebut muat untuk dimasuki lebih banyak orang.

Saat Maomao mengangkat kepalanya, dia memperhatikan semua pandangan perempuan istana tertuju padanya.

Seorang wanita duduk dengan cuek di pojok ruangan, dan kasim yang bekerja sebagai pelayannya. Ada seorang wanita tua berdiri agak jauh. Maomao mengingat bahwa perempuan paruh baya tersebut adalah kepala pejabat istana, disamping itu siapa wanita yang terlihat seperti orang penting itu?

(Mm?)

Pundaknya lebar untuk ukuran wanita. Pakaiannya sederhana. Rambutnya dirangkul oleh kain, sedang sisanya dibiarkan kebawah.

(Seorang pria?)

Dia melihat kearah perempuan istana yang tersenyum lembut layaknya gadis langit.  Kepala pejabat istana wajahnya memerah.

Jadi karena itu. Sekarang Maomao paham mengapa semua orang tersipu-sipu.

Maomao mengira pria ini adalah kasim tampan yang sering dibicarakan orang.

Pria itu secantik lukisan gadis langit dengan rambutnya yang seperti sutra yang teruari indah, matanya berwarna coklat almond, dan alis yang seperti semak willow.

(Sayang sekali.)

Maomao memikirkan kata-kata tersebut tanpa tersipu malu. Mengingat dia sudah dikebiri dan tidak bisa memiliki anak lagi. Jikalau pria tersebut memiliki anak, maka dapat dipastikan anak-anaknya rupawan.

Namun, walau senyumnya yang seperti dari dunia lain pasti dia juga korban penculikan kaisar, dulu. Saat Maomao memikirkan hal kurang ajar tersebut, pria itu berdiri dengan anggunnya.

Menghadap ke meja, dia mengangkat sebuah kuas dan menulis tulisan hiasan dengan anggun.

Dengan senyum manis, pria tersebut menunjukan catatannya.

Maomao terdiam.

“Gadis yang wajahnya berbintik. Kamu tetap disini sampai malam.”

Itu simpulan ringkas atas apa yang dia katakan.

Mungkin dia sadar kalau Maomao terdiam tak berkutik.

Wajahnya tersenyum.

Pria tersebut mengambil kembali tulisannya dan bertepuk tangan dua kali, kemudian dia berkata;

“Kita selesai hari ini. Kalian boleh kembali keruangan masing-masing.”

Para pelayan bingung, berbondong-bondong keluar ruangan. Mereka nampaknya tidak paham arti tulisan dari sebelumnya.

Para pelayang yang keluar ruangan semuanya bertubuh pendek. Maomao juga tersadar bahwa wajah mereka juga berbintik-bintik. Akan tetapi, mereka yang tidak mengikuti perintah dari tulisan sebelumnya kemungkinan tidak bisa membaca.

Karena takut hanya Maomao yang tesisa, dia juga mengikuti yang lain keluar.

Saat keluar dengan pelayan lainnya, pundaknya ditepuk oleh seseorang.

Maomao dengan malu-malu menoleh kebelakang. Disana ada senyum gadis langit yang begitu terang hingga matanya terbutakan.

“Kamu tidak boleh pergi. Kamu akan kerja lembur.”

Tanpa perlu dikatakan, Maomao tidak dapat menolak.

tags: baca novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, web novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, light novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, novel Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia, baca Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 4, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 4 manga, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 4 online, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 4 bab, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 4 chapter, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 4 high quality, Kusuriya no Hitorigoto Bahasa Indonesia 4 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!