Law of the Devil Chapter 1

Dibaca 181 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: AcunBJ
Penyunting: –
Korektor: –


Chapter 1 – Duwei Roland Lahir

Ketika Duwei Roland lahir, tidak ada yang berani memanggilnya anak terbelakang. Dia nantinya akan dianggap jenius dari keluarga Roland.

 

Tiga tahun yang lalu, ketika Duwei dilahirkan dalam keluarga Earl Roland, ia membuat bidan ketakutan. Karena ia tidak pernah menangis atau mengeluarkan suara. Tidak perlu orang dewasa untuk membujuknya. Hidupnya lebih normal daripada orang dewasa biasa, bangun secara konsisten, membuka mulutnya ketika makanan datang, dan pergi tidur di malam hari. Selain membuka mulutnya untuk makan, tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Satu-satunya hal yang dia lakukan sehari-hari yaitu menatap ruang terbuka.

 

Dia juga jarang membasahi tempat tidurnya (ngompol), karena ia belajar untuk menarik bel di samping tempat tidurnya. Setelah beberapa saat, setiap kali dia menarik bel, pelayan akan datang untuk membantunya.Tindakan ini meyakinkan keluarga Roland kalau tuan muda ini adalah seorang yang jenius di usia muda.

 

Tapi, gelar ini hanya bertahan kurang dari setengah tahun … karena dia tidak pernah berbicara. Anak-anak seusianya akan belajar untuk berbicara kata-kata sederhana, seperti “papa, mama”. Tapi mulut Duwei  seperti disegel dengan kutukan. Tidak peduli berapa banyak istri Earl (ibunya) mengajarinya, tidak satu suara keluar dari mulutnya. Bahkan seseorang yang lahir bisu masih bisa mengeluarkan beberapa suara. Tapi tuan muda ini tetap diam seperti batu. Ketika dia kedinginan, kelaparan, perlu menggunakan toilet, ia hanya akan menarik bel.

 

Istri Earl menyewa banyak dokter terbaik, dan bahkan beberapa dukun untuk melihat apakah dia dikutuk. Tapi itu tidak berhasil. Pada akhirnya, istri Earl yang sebelumnya optimis kini menjadi sedih. Tampaknya anaknya memang terbelakang. Untungnya, Duwei bisa berjalan pada usia tiga tahun. Meskipun itu setengah merangkak, setengah berjalan, ini tidak berbeda dari anak-anak lain.

 

Selama malam badai bulan lalu, sebuah peristiwa besar terjadi di mansion Earl. Duwei merangkak keluar dari kamarnya ke halaman ketika pelayan tidak memperhatikanya . Dia hanya berdiri di sana melihat langit. Hujan mengalir pada dirinya, dan bahkan guntur tidak bisa menakut-nakutinya. Dia mengepalkan tangan seperti ingin berteriak ke langit.

 

Tuan muda yang tidak mengeluarkan suara dalam tiga tahun akhirnya membuka mulutnya. Dia terus berteriak sampai pelayan menemukannya.Dia basah kuyup. Tubuhnya dingin dan menggigil. Wajahnya pucat.

 

Istri Earl datang sesaat setelah mendengar itu. Lalu ia pingsan. Ketika ia terbangun, ia memegang anaknya dan menangis. Para dokter memberinya berbagai obat-obatan. Bahkan dua dukun sakti disewa untuk menggunakan mantra penyembuhan pada dirinya. Tapi tubuh tuan muda sangat dingin dan lebih dingin. Ibunya berlari ke kuil Dewi Cahaya dan memanggil seorang imam. Imam berkata bahwa Duwei dikutuk. Dan istri Earl berlutut di depan patung Dewi sepanjang malam berdoa untuk anaknya.

 

Tidak sampai hari berikutnya ketika tubuh anak itu mulai hangat. Setidaknya hidupnya terselamatkan. Dia tetap sadar di hari lain. Istri Earl memegangnya sepanjang waktu ini, dan hampir tidak makan apa-apa. Setelah dua hari, wajahnya telah pucat.

 

Lalu Duwei mengatakan sesuatu pada tidurnya. Sepertinya dia mengigau dalam tidur. Tidak ada yang bisa mengerti apa artinya. Tapi karena tuan muda tidak pernah belajar bicara, mungkin hanya suara omong kosong yang biasa bayi keluarkan.

 

Tapi istri Earl senang. Setelah mendengarkan Duwei secara perlahan, dia bertanya ke pelayan,

 

“Apakah ada seseorang pelayan dipanggil Mard yang mengurus Duwei?”

 

“Madam, tidak ada pelayan dengan nama itu.”

 

Para pelayan mencari ke seluruh rumah. Kemudian mereka menemukan seorang pengurus kandang dengan nama itu. Istri Earl memanggilnya segera.

 

“Anakku menyebut namamu dalam tidurnya, Mard. Aku tidak tahu mengapa dia mengatakan itu. Mungkin itu wangsit dari Dewi Cahaya. Mulai hari ini, kau tidak lagi bekerja di kandang. Kau akan melayani Duwei di sisinya. ”

 

Mard senang. Dia, dari seorang pengurus kandang yang rendah kini menjadi pelayan tuan muda itu. Dia bisa melihat cahaya di masa depannya.

 

Meskipun Duwei tidak tahu. Sebenarnya dia hanya marah dan berteriak kepada Dewa hari itu. Dia menjadi basah oleh hujan dan hampir kehilangan nyawanya. Dia juga tidak tahu, padahal hanya mengumpat kata “Persetan” saat tidur, dan kini seseorang telah sangat diuntungkan.

 

Saktinya Duwei berlangsung satu bulan. Tubuh rapuh kecil nya menjadi lebih lemah.Tidak sampai sebulan, wajahnya menjadi semakin pucat. Tapi, kesehariannya menjadi seperti sebelumnya. Tuan muda masih tidak berbicara. Dia bahkan tidak memperhatikan Mard. Dia menatap ke ruang kosong setiap hari.

 

Tapi, kadang-kadang pelayan berbicara tentang bagaimana istri Earl memegangnya selama dua hari tanpa tidur dan istirahat, dan berlutut di depan patung Dewi.

Setelah itu, ketika istri Earl datang untuk melihat anaknya, terlihat sedikit emosi di matanya, ada sedikit kehangatan.

 

tags: baca novel Law of the Devil Bahasa Indonesia, web novel Law of the Devil Bahasa Indonesia, light novel Law of the Devil Bahasa Indonesia, novel Law of the Devil Bahasa Indonesia, baca Law of the Devil Bahasa Indonesia 1, Law of the Devil Bahasa Indonesia 1 manga, Law of the Devil Bahasa Indonesia 1 online, Law of the Devil Bahasa Indonesia 1 bab, Law of the Devil Bahasa Indonesia 1 chapter, Law of the Devil Bahasa Indonesia 1 high quality, Law of the Devil Bahasa Indonesia 1 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!