From Maid to Mother Chapter 1 Part 6

Dibaca 549 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

Penerjemah: Elite
Penyunting: Laler
Korektor: –

Volume 1 –「Pelayan Kerajaan」Berangkat Menuju Rumah Penyihir – Part 6

「Hmm, mari kita lihat. Untuk saat ini jika saya membuat gaun, itu akan selesai dalam waktu tiga puluh menit」
「Cepat sekali!」
「Karena saya menggunakan model yang mudah」

Untuk membuat jubah tanpa lengan, kupilih dua potong kain lalu membuat garis leher dan lubang untuk lengan. Setelah itu yang perlu kulakukan adalah menjahit bagian depan dan belakang secara bersamaan. Kuambil gunting jahit diantara peralatan menjahit yang selalu kubawa bersamaku, kupotong kain itu setelah memastikan ukurannya sesuai. Dan setelah menjahit secara singkat…lihat, sudah jadi!

「Walaupun begitu, itu cepat」
「Ini mudah. Dan juga, saya ingin Jill mempunyai pakaian ganti setelah selesai mandi」
「Mm」

Aku sedikit ragu melihat Leonard-sama setuju dengan perkataanku tanpa perlawanan.

Diriku sempat berpikir apakah tidak apa-apa untuk dia menyetujui semua pandangan dan pendapatku?

「Erm, Leonard-sama, jika tuan ingin menyuruh sesuatu, tuan tinggal bilang saja, ya?」
「Mm」

Leonard-sama mengangguk lagi. …Ya maksudku aku tau tipenya seperti apa tapi jika dia tidak mengatakannya langsung aku takkan mengerti apa maksudnya.

「Kamu telah melakukan semuanya」
「Eh?」

Selagi aku kebingungan dengan apa yang barusan diucapkan, Leonard-sama menambahkan lagi kata demi kata

「Semua yang kuminta」

…Seperti teka-teki. Pada dasarnya aku telah melakukan apa yang diharapkan Leonard-sama? eh, bagaimana mungkin?

「Menyayangi dia, merawat dia dan memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan olehnya. Itu sudah cukup」
「ummmm…」

Se-seperti yang kukira, sulit untuk dimengerti.
Walau begitu, Leonard-sama terlihat puas dan sepertinya akan lebih sulit untuk mengerti dia setelah ini. Hmm, apakah semua ini sudah cukup?

「Kamar mandinya sebelah sini」
「Ah! Iya…」

Saat diriku masih memikirkan itu, Leonard-sama meninggalkan ruangan. Dengan panik Aku dan Jill mengejar dia, setelah sampai di kamar mandi, dia memberikan sesuatu dengan suara plop.

「Handuk」
「Oh, terima kasih…」

Sangat sempurna sampai hampir terlepas dari tanganku. Dan juga beberapa kali kulihat handuk ini terlihat baru.

「Kalau ada sesuatu yang tidak mengerti tanyakan Sid. Dia yang mengerjakan pekerjaan rumah」
「Sid-san?」

Sid-san sangat hebat! Apakah dia memang bisa melakukan semua itu? Oh, tapi Leonard-sama bisa memasak juga kan?

Selagi diriku mengagumi mereka, Leonard-sama mengulurkan tangannyake dalam bak mandi.

「Leonard-sama?」
「Air panas」

Dan selanjutnya, air yang berada di bak datang entah darimana membuat suara seperti direbus sebelum menjadi air panas. Maaf tapi, uh, memakai sihir bukannya melanggar aturan? Perjuangan orang normal untuk memanaskan air panas dengan membakar kayu bakar menggunakan tenaga mereka… Tapi ya diriku akan berterima kasih karena Jill bisa langsung mandi.

「Terima kasih Leonard-sama」
「Mm」

Sepertinya wajah senang Leonard-sama yang samar-samar terlihat lucu. Walau itu tidak sopan untuk diriku jadi aku cepat-cepat melupakannya.

Setelah dia dibersihkan dan rambutnya dirapikan, Jill berubah menjadi gadis yang cantik.

Dia mempunyai rambut pirang strawberry yang unik dan mata berwarna biru yang besar . Walau begitu dia mempunyai kekurangan sebagai anak seumuran karena berat badannya yang kurang, dia mempunyai masa depan yang cantik nanti.

Ngomong-ngomong, aku tau Jill itu perempuan ketika dia melepaskan jubahnya. Jika saja dia anak laki-laki akan kubuatkan celana.

「Ah, hei! Rambutmu masih basah」

Aku menyuruh Jill berhenti saat dia mulai lari dengan telanjang setelah aku selesai mengelap badannya.

「Iya~」

Sepertinya dia sudah terbiasa denganku dan itu terlihat dari raut wajahnya. Setelah mengeringkan rambutnya, kupakaikan gaun yang tadi sudah kubuat.

「Apakah nyaman?」
「Yep!」

Sambil menggendong Jill yang tersenyum, kami kembali ke ruang tamu dimana Leonard-sama yang sedang membaca dan ditemani Sid-san

「Kamu sudah kembali. Selamat datang, Sid-san. Um…」
「Oh, iya. Kalian berdua pasti lelah jadi akan kubuatkan makan malam」
「Ermm…」

Saat aku menoleh kearah dia, Sid-san sudah selesai mengenakan celemek. I-itu sangat, warna merah muda yang cantik… Tak bisa kutahan, aku ingin tertawa. Sulaman kucing yang berada di dadanya sangat mewah yang membuatku tak tahan lagi.

「U-um, aku pelayan disini, jadi aku saja yang membuatnya. Dan juga kamu tadi pergi berbelanja untukku, aku minta maaf sudah menyusahkan」

Iya, ya. Aku tak boleh lupa. Walau efek dari celemek yang membuatku mengalihkan pandanganku, pekerjaan rumah masih tetap tugasku.

「Oh~~sangat berdedikasi. Baiklah kalau begitu, aku hanya akan membantumu saja」

Sid-san tersenyum lebar saat menawarkan bantuannya, walau begitu sepertinya dia masih menginginakn sesuatu selain memasak

「Kalau begitu, bisa minta tolong menjaga Jill sambil mengeringkan rambutnya?」
「Eh?」
「Dia pasti masuk angin kalau rambutnya setengah basah dan kalau dia datang ke dapur yang ada pisaunya akan sangat berbahaya」

Saat diriku sedang meminta kepada Sid-san, kudengar suara gembira Jill. Saat menoleh kebelakang, aku melihat Jill duduk diatas pangkuan Leonard-sama dengan rambutnya yang sedikit menyebar keudara

「Hangat-nya!」
「Whoa whoa! Apakah anda menyelimuti rambutnya dengan udara hangat? Mengejutkan ternyata tuan punya sisi lembut」
「Quick Dry」

Balas Leonard-sama kepada Sid-san yang terkejut. Itu sangat menawan tapi diriku tak mampu untuk menahan ingatan masa lalu

Hmm, udara yang hangat, pengering rambut? Secara tak sadar diriku memikirkan masa lalu tapi aku harus memulai masak. Setelah mengambil keputusan, aku pergi ke dapur.

Walau begitu, menu yang akan kubuat termasuk mudah. Aku akan membuat pot-au-feu* yang terdapat banyak sayur untuk memuaskan perutnya dan itu menu yang mudah untuk perut.
(ED/PR: pot-au-feu * adalah makanan yang mirip dengan sup daging tetapi ada banyak campuran sayurnya.)

Kalau di Jepang, akan kubuat congee* dengan tambahan bumbu atau udon tapi disini tidak ada beras ataupun udon. Dan yang terpenting, tidak ada kecap dan miso. Walau begitu diriku sudah terbiasa.
(ED/PR: congee* adalah bubur yang berasal dari china.)

Karena Sid-san telah membeli seekor ayam utuh, aku akan menggunakan bagian paha untuk memasak. Pertama akan kupotong sesuai ukurannya, kemudian mengusapnya dengan garam untuk menghilangkan aromanya dan membiarkan sementara.

Sementara itu kupotong wortel dan bawang menjadi potongan besar… apalagi yang harus kubuat?

「Woah, kamu cepat sekali ojou-chan!」
「Benarkah?」

Tanpa kusadari, Sid-san telah berada disampingku, melihatku bekerja.

Disana juga terdapat sedikit potongan daging sapi dalam belanjaan Sid-san, kubuat itu menjadi daging cincang. Setelah itu kupotong kecil-kecil bawang itu, lalu mengupas dan memotong beberapa kentang sebelum merebusnya.

「Sid-san, apakah ada makanan yang tidak kamu suka?」
「Ah~ aku sebenarnya tidak begitu perlu makan tapi jika kamu menanyakan kesukaanku, aku suka yang manis-manis」

Ohh, jadi familiars* tidak begitu perlu makan? Mereka hewan jadi kupikir mereka perlu makan… ya terserah.
(ED/PR : familiars adalah hewan sihir yang berbentuk roh untuk menjadi pelayan.)

Sementara diriku menggarami dan memberi lada ke daging cincang sambil memotong bawang untuk menumis, kentangnya sudah cukup lembut untuk ditusuk menggunakan garpu. Kupindahkan mereka dari saringan ke mangkok, kutambahkan garam, lada, mentega, dan sedikit susu lalu mencampur semuanya. Didalam piring yang penuh keju parut, kutambahkan tumisan tadi dibawahnya dan melapisinya dengan kentang tumbuk, lalu aku tiriskan sampai siap untuk disajikan.

Sementara itu, kubilas daging ayam tersebut dan mulai merebusnya dalam panas api yang rendah. Kusendoki busa yang muncul kemudian kumasukkan bawang dan wortel. Setelah itu tetap kusendoki busa yang muncul pada kaldu pot-au-feu hingga hasil rebusannya siap dihidangkan.

Selagi merebus, masih ada yang harus dikerjakan lagi. Diatas kentang tumbuk tadi aku menaburkan parutan keju. Aku ingin menaruh ini ke pemanggang dan memanggang sampai menjadi coklat, sama seperti pai shepherd. Jika kutambahkan roti, ini semua akan cukup.

「…Sungguh, kamu sangat berbakat. Terlihat lezat」

Kata Sid-san dengan jujur, saat aku sedang istirahat setelah menyiapkan pai tadi.

「Benarkah? Mungkin karena aku sudah terbiasa melakukan ini」

Memang benar, mau itu masa ini atau masa lalu diriku mempunyai banyak kesempatan untuk memasak. Karena ibuku di dunia ini menjalankan restoran kecil, diriku selalu berada di dapur membantunya ketika berumur tujuh tahun.

Sekarang waktunya meletakkan pai tersebut ke pemanggang.

Ah~ aroma keju yang dipanggang dan suara rebusan pot-au-feu. Memasak membuat diriku tenang~ dan membantuku santai, terimakasih Sid-san. Maaf meninggalkanmu untuk membersihkan kekacauanku ini

「Baiklah, sudah siap!」
「Oh~ kelihatannya lezat」
「Aku juga membuat porsi untuk Sid-san, kalau mau silahkan dimakan」

Setelah memberikan piring tersebut, Sid-san membawanya satu persatu. Diriku merasa bersalah tapi apakah tidak apa-apa untuk memakai familiars.


Jika ada yang kurang atau salah mohon maaf, karena saya masih Editor atau Proofreader baru.

tags: baca novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, web novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, light novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, baca From Maid to Mother Bahasa Indonesia Volume 1-Part 6, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Volume 1-Part 6 manga, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Volume 1-Part 6 online, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Volume 1-Part 6 bab, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Volume 1-Part 6 chapter, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Volume 1-Part 6 high quality, From Maid to Mother Bahasa Indonesia Volume 1-Part 6 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!