From Maid to Mother Chapter 1 Part 3

Dibaca 382 orang
Font Size :
Table of Content

Kami sangat membutuhkan Penerjemah & Editor baru! Jika kamu berminat untuk membantu kami, baca post ini: Klik Disini

From Maid to Mother Bahasa Indonesia

「Pelayan Kerajaan」Berangkat Menuju Rumah Penyihir – Part 3

Setelah saya memutuskan untuk bekerja dengan hidup bersama di rumah Leonard-sama , saya berangkat sesegera setelah segala formalitas terpenuhi. Sesampainya di depan rumah dia, mulut saya terbuka lebar di depan gerbangnya.

「Wah~…」

Seperti orang yang bego, saya tak bisa berkata-kata. Dibalik gerbang terdapat rumah megah. Terdapat empat cerobong asap yang berdiri mengelilingi rumah tersebut. Dinding luar terbuat dari batu dan terdapat tanaman merambat disekitarnya; memberikan suasana yang sedikit berbeda. Setelah masuk ke dalam terdapat menara tinggi yang dapat dilihat di atas rumah dan di depan mata saya terdapat dua pasang pintu. Ini lebih baik dari yang saya bayangkan, entah kenapa ini semua membuat saya sedikit gugup. Kemegahan ini tak dapat dibandingkan dengan rumah bangsawan.

「Lewat sini」
「Ba-baiklah」

Diberi isyarat untuk mengikuti, saya ikuti sampai ke depan pintu besar dan huh? Pintu itu tidak mempunyai lubang kunci atau gagang pintu

Saat sedang kebingungan, Leonard-sama menunjuk pintu tersebut dan mengucapkan

「Letakkan tanganmu seperti ini」
「Ah, iya!」

Setelah saya meletakkan telapak tangan di depan pintu seperti yang dia katakan, sedikit cahaya putih redup terlihat dan pintu terbuka, … Eh, apa yang baru saja terjadi?

「Pengenalan」
「Pengenalan?」

Bingung dengan apa yang Leonard-sama katakana, saya bertanya lagi.

Dan ketika saya lakukan, dia mengatakan

「Ya. Pintu itu telah mengingatmu」
「…Uhh, apakah ini maksudnya karena tidak ada kunci atau gagang pintu selain orang yang dikenal pintu tak akan terbuka?」

Ketika saya menanyakan, ia mengangguk.

Seperti yang diharapkan penyihir pada umumnya.

Mengagumi semua itu, saya melihat tangan saya sendiri pada saat yang bersamaan Leonard-sama memegang kedua tangan saya. Eh, kenapa?

「Aneh?」
「Huh? Err, tidak ada yang aneh dengan badanku」
「Tapi tanganmu」
「Ah, ini pertama kalinya saya merakan pengalaman sihir semenjak saya lahir jadi saya merasa sedikit senang. Karena itu saya melihat ini」

Sepertinya dia salah paham. Haruskah saya senang karena kepedulian yang dia berikan? Atau haruskah saya mengingatkan untuk tidak menyentuh wanita secara tiba-tiba? Hmm.

Disaat saya sedang memikirkan itu semua, Leonard-sama melepaskan tangan saya dan mulai berjalan.

「Mari」
「Iya」

Saya memasuki rumah setelah Leonard-sama. Sesaat saya masuk ke dalam, saya menyadari hawa yang aneh yang tak pernah saya rasakan sebelumnya. Itu bukan berarti saya tidak dapat mendengarkan suara tapi saya merasakan kebisingan di suatu tempat … pakah ini termasuk efek sihir itu?

「Entah kenapa, saya mendengarkan suara…」

Ketika saya mengatakan itu, Leonard-sama mengangguk.

「Ini tidak stabil karena anak itu」
「Anak… ah, anak yang akan saya urus itu?」
「Ya, karena mana dia yang sangan banyak」

Sepertinya dikarenakan mana anak itu yang sangat banyak, dapat mempengaruhi hawa di rumah tersebut.

Leonard-sama jalan dengan santai dan mulai menuruni tangga menuju ruang bawah tanah. Mm? sepertinya ada yang aneh?

「Leonard-sama, kemana tujuan kita?」

Bingung, saya mengejar dia sambil menanyai Leonard-sama.

「Ruang bawah tanah」
「Saya tau itu tapi… kenapa ruang bawah tanah?」
「Karena dia disana」

Ah, tak mungkin! Apa yang akan saya lakukan? Saya mempunyai firasat yang buruk tentang ini

「Kita sampai」

Karena tidak ada penerangan, saya tidak dapat melihat wajah Leonard-sama saat ia membuka pintu kecil secara perlahan. Namun saya dapat melihat terdapat cahaya di ruangan itu. Hal pertama yang saya lihat depan mata saya—

「APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA ANAK KECIL」

Dalam sekejap saya menendang kaki Leonard-sama. Saya tidak salah disini. Karena keadaan di dalam ruangan sangat buruk.

Lantai yang tergambar lingkaran sihir yang sedikit menyala. Itu, itu tidak apa apa. Masalahnya ada anak kecil di tengah dengan posisi terikat dan mulutnya disumbat. Usia anak itu sepertinya lima tahun, berpakaian jubbah lusuh. Karena rambut yang kusut dan wajah yang kotor, saya tidak bisa mengatakan jenis kelamin nya secara jelas.

「Itu semua karena tidak mampu mengontrol…」

Sembari mengusap tempat yang tadi saya tending, Leonard-sama mencoba menjelaskan kepada saya, tapi saya menaikkan suara saya menolak penjelasan dia

「Saya mengerti. Karena mana yang melimpah, itu semua perlu dilakukan untuk mencegah. Namun bulatan sihir?」

Mata Leonard-sama terbelalak ketika saya mengatan hal tersebut.

「Bagaimana?」
「Dengan mana yang melimpah, mungkin akan mengamuk dianak-anak diatas lantai terdapat lingkaran sihir yang besar. Ketika kamu menggabungkan kedua itu bersama, gampang untuk menebak itu」
「Sperti itu?」
「Karena saya bukan penyihir jadi saya tidak mengerti fungsi lingkaran sihir」

Tapi Leonard-sama, disitulah letak masalahanya.

「Leonard-sama. Kamu tidak bisa memaksa orang untuk melakukan hal itu」
「Tapi mereka pasti akan lari」
「Kalau begitu kamu seharusnya mangambil waktu untuk solusi yang lebih baik! Berapa usiamu」

Karena kamu sudah dewasa, walau saya bisa mengatakan canggung itu semua ada batasannya.

Tiba-tiba saya menyadari setelah saya melepaslan anak itu dia menatap saya dengan takjub.

「Jadi apakah aman untukku memasuki lingkaran itu?」

Ketika saya menanyakan dengan sedikit tatapan marah.

「Tidak apa-apa karena saya bisa kembali」
「Ketika Leonard-sama hadir dirumah, lingkaran tersebut tidak memiliki efek kan? Baiklah walau saya melepaskan anak itu?」
「Mm」

Saya melihat dia mengangguk lagi sebelum mendekati ke anak tersebut.

Walau saya menginjak lingkaran itu, tidak ada yang terjadi. Hanya tetap bersinar seperti biasa. Biarpun begitu semakin saya mendekat terlihat wajah ketakutan dari si anak tersebut.

「Maaf. Semua pasti mengerikan」

Saya memanggil dan mengulurkan tangan saya. Badan kecil dia bergetar namun saya meletakkan tangan saya diatas kepalanya dan mulai mengusap perlahan. Dengan itu si anak mulai terlihat tenang.

Saya bertanya berapa lama anak ini ketakutan. Reaksinya seperti melihat binatang liar yang terluka

「Kamu mengerti apa yang saya katakan?」

Ketika saya bertanya ia mengangguk. Dengan senyum saya mencuba melepas sumbatan di mulutnya.

「Jangan bergerak selama saya mengabil ini ya? Akan terasa sakit apabila banyak bergerak」

Setelah memberitahu dia mengangguk kembali, saya lepas setelah itu, saya juga melepas ikatan yang mengikat badan dan kakinya.

「Kamu tidak apa-apa? Apakah ada yang sakit?」

Dengan pertanyaan seperti itu, si anak menjawab dengan ekspresi yang bingung dan menggelengkan kepalanya. Tak tahan dengan hal itu, saya memeluk anak itu, kemudian dia mulai berbicara

「Sia~pa?」
「Saya Lily. Saya bekerja sebagai pelayan dirumah ini mulai hari ini. Nama kamu siapa?」
「…Jill」

From Maid to Mother Bahasa Indonesia Chapter 1 Part 3

tags: baca novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, web novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, light novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, novel From Maid to Mother Bahasa Indonesia, baca From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 3, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 3 manga, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 3 online, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 3 bab, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 3 chapter, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 3 high quality, From Maid to Mother Bahasa Indonesia 1 Part 3 manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!